Lima Ruas Jalan Dalam Kota Akan  Diperbaiki Tahun Ini

Lima Ruas Jalan Dalam Kota Akan  Diperbaiki Tahun Ini

BERLUBANG : Kondisi Jalan Damang Gaman yang berada di Kota Kuala Kurun berlubang dan membahayakan pengendara roda dua, Rabu (23/9).

KUALA KURUN gunungmaskab.go.id – Lima ruas jalan di dalam Kota Kuala Kurun, Kabupaten Gunung Mas (Gumas) akan diperbaiki Dinas Pekerjaan Umum (DPU) melalui bidang Bina Marga pada tahun 2020 ini, diantaranya Jalan Yos Sudarso, Mince Suan, Damang Gaman, Korpri, dan Sangkurun.

”Perbaikan di lima ruas jalan yang rusak dan berlubang itu akan menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan tahun 2020,” ucap Kepala DPU Kabupaten Gumas Baryan, melalui Kabid Bina Marga Bambang Jaya, Rabu (23/9).

Dia mengatakan, untuk pagu anggaran perbaikan ruas jalan dalam kota itu, yakni Jalan Sangkurun sebesar Rp 2,4 miliar, Jalan Yos Sudarso Rp 3 miliar, serta Jalan Korpri, Damang Gaman, dan Mince Suan Rp 1,6 Miliar. Pagu itu untuk pekerjaan fisik dan pengawasan.

”Dalam perbaikan ruas jalan itu, kami akan menambal jalan yang berlubang, kemudian melakukan pelapisan ulang aspal atau overlay,” tuturnya.

Rencananya pada Senin (28/9) mendatang, antara DPU dan pihak kontraktor yang mengerjakan, akan melakukan tanda tangan kontrak untuk perbaikan di lima ruas jalan dalam kota tadi.

”Setelah tanda tangan kontrak, kami minta di awal Bulan Oktober sudah ada aksi di lapangan, agar penanganannya cepat dilakukan,” tegasnya.

Dia menambahkan, kondisi kerusakan jalan dalam Kota Kuala Kurun memang tidak bisa dipungkiri. Untuk itu, DPU akan terus memaksimalkan ketersediaan anggaran yang terbatas, sehingga bisa meminimalkan kerusakan jalan tersebut.

”Di sisa waktu sekarang ini, target kami sebelum tutup tahun anggaran sudah selesai dikerjakan. Itu rencana kita dan akan diusahakan,” tandasnya.

Dalam Menghadapi Bencana Banjir Dibutuhkan Kesiapan Yang Cepat

Dalam Menghadapi Bencana Banjir Dibutuhkan Kesiapan Yang Cepat

SARANA : Sekda Gumas Yansiterson didampingi Kapolres AKBP Rudi Asriman dan Kepala OPD terkait melakukan pengecekan sarana dan prasarana yang akan digunakan dalam menghadapi bencana banjir, di Halaman Kantor BPBD setempat, Rabu (23/9).

KUALA KURUN gunungmaskab.go.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) melaksanakan apel gabungan siaga bencana banjir, yang melibatkan personil BPBD, TNI, Polri, Dinas Lingkungan Hidup, Kehutanan, dan Perhubungan (DLHKP), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Taruna Siaga Bencana (Tagana), dan lainnya.

”Apel gabungan ini menandai kesiapsiagaan dan bekal penyemangat dalam menghadapi bencana banjir. Ini lebih kepada menggerakkan semua pihak, dimulai dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab), TNI, Polri, dan masyarakat untuk siap siaga menghadapi kemungkinan terjadinya bencana banjir,” ucap Sekda Gumas Yansiterson, Rabu (22/9).

Dia mengatakan, dalam menghadapi bencana banjir dibutuhkan kesiapan yang cepat dari lini terbawah, baik itu petugas siaga di desa, kelurahan, kecamatan, serta mengoptimalkan sarana dan prasarana yang tersedia. Selain itu, sistem informasi juga harus dan cepat tersampaikan.

”Kami minta kepada BPBD untuk mengoptimalkan petugas BPBD yang berada di desa, kelurahan, dan kecamatan. Harus membuat sistem informasi cepat yang mencerminkan kesiapsiagaan kita dalam menghadapi bencana banjir,” tuturnya.

Tahun ini, kata Sekda, sangat luar biasa khususnya dalam menghadapi tiga hal besar, yakni pandemi Covid-19, bencana banjir, dan karhutla. Butuh sensitifitas tinggi, sikap cepat tanggap, peduli, dan kesiapsigaan dalam situasi yang terjadi sekarang.

”Kami ingin setelah apel ini seluruh pihak harus termasuk masyarakat segera menyiapkan diri dalam menghadapi situasi bencana alam yang terjadi. Pasang tekad yang kuat bahwa kita siap menghadapi situasi ini kedepan,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolres Gumas AKBP Rudi Asriman menuturkan, apel tersebut merupakan bentuk kesiapan dalam menghadapi bencana yang akan terjadi, baik itu banjir maupun karhutla. Memang situasi yang terjadi sekarang ini tidak bisa diprediksi.

”Tentu ini semua tidak bisa dilakukan oleh Pemkab, TNI, dan Polri saja, akan tetapi juga harus ada dukungan dari seluruh lapisan masyarakat. Mereka harus tetap siap siaga dalam menghadapi segala kemungkinan bencana yang terjadi di wilayah ini,” pungkasnya.

Wabup Gumas Tinjau Pelaksanaan Ujian Dinas Secara Online

Wabup Gumas Tinjau Pelaksanaan Ujian Dinas Secara Online

Wakil Bupati Gunung Mas Efrensia L.P Umbing ketika menijau pelaksanaan ujian dinas tingkat I dan tingkat II Kabupaten Gunung Mas, Rabu (23/9/2020).

Kuala Kurun gunungmaskab.go.id – Wakil Bupati Gunung Mas Erensia L.P Umbing meninjau jalannya ujian dinas tingkat I dan tingkat II Kabupaten Gunung Mas bertempat di Aula BKPSDM, Rabu (23/9/2020).

Turut mendampingi Kepala Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusaia (BKPSDM) Guanhin, Sekretarsi BKPSDM Kabupaten Gunung Mas Sri Putri Pertiwi, Kepala Bidang Pengembangan Aparatur Kristian, Kasubbid Pengembangan Komopetensi Liswanto.

Pelaksanaan ujian dinas tingkat I dan tingkat II dilingkup Kabupaten Gunung Mas tahun 2020 secara daring (Online), jumlah peserta 44 orang serta dilakukan dua sesi.

“Dalam kujungannya Efrensia L.P Umbing  sampaikan semoga peserta ujian dinas dapat mengerjakan soal dengan baik dan lancar, juga diharapkan beberapa peserta dapat lolos mencapai standard nilai tes dan bisa di pergunakan untuk naik pangkat,” ucapnya.

Ujian dinas ini salah satu sarat bagi mereka yang mau alih golongan dari golongan II ke golongan III, dari golongan III ke golongan IV. Syarat lain yaitu kalau mereka dari golongan III ke IV itu dia kalau dia S2 dan sudah pim III tidak usah ikut ujian dinas. Mereka yang ikuti ini adalah mereka yang belum memenuhi  dua syarat itu, jadi mereka harus menempuh ujian dinas ini kalau lulus sertipikatnya itu bisa di gunakan untuk naik pangkat khusnya yang alih golongan.

Kami meninju melihat pelaksanaannya seperti ini sudah memenuhi standard protokol Covid-19, semua peserta di kasih jarak, menggunakan masker sedemikian rupa dan juga panitia juga menyediakan hand sanitizer, agar semua kegiatan bisa berjalan lancar dan tidak menimbulkan adanya cluster ujian dinas.

“Lanjut dia peserta ini di bagi menjadi dua kelompok memang kapasitas yang terbatas, supaya protokol kesehatannya terpenuhi,” pungkasnya.

Bawaslu Menggelar Sosialisasi Dengan OMS dan Media Massa

Bawaslu Menggelar Sosialisasi Dengan OMS dan Media Massa

Kuala Kurun gunungmaskab.go.id – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Gunung Mas menggelar sosialisasi Pengembangan Pengawasan Pemilu OMS dan Media Massa di aula Bappedalitbang setempat, Rabu (23/9/2020) pagi.

Bawaslu Kabupaten Gunung Mas ketika menggelar sosialisasi pengembangan Pemilu OMS dan Media Massa di aula Bappedalitbang setempat, Rabu (23/9.2020).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh sejumlah wartawan, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda di Kabupaten Gunung Mas.

Dalam arahannya, Ketua Bawaslu Gunung Mas, Walman Tristanto mengatakan bahwa sosialisasi ini bertujuan untuk mengawal jalannya semua tahapan Pemilu Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah tahun 2020 berjalan sesuai aturan.

“Selain itu juga dapat mengawas kepatuhan masyarakat terhadap pendisiplinan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 agar tercipta Pemilu yang aman dan damai,” ujarnya.

Walman menuturkan, kegiatan juga bertujuan untuk menyamakan persepsi dan pandangan masyarakat terhadap pentingnya pengawasan Pemilu.

“Setiap tahapan Pilgub Kalteng 9 Desember 2020 harus diawasi dengan baik. Kehadiran para peserta diharapkan, turut ambil bagian dalam mengawasi pesta demokrasi tersebut,” pintanya.

Keterlibatan masyarakat dan media massa dalam pengawasan tersebut, tentu membantu tugas dan kinerja Bawaslu.

“Kita berharap Pilgub tahun 2020 bisa berjalan aman dan lancar, serta dapat menghasilkan pemimpin yang sesuai dengan pilihan mayoritas masyarakat,” katanya.

Walman juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas antusias dari tokoh masyarakat, tokoh agama maupun dari rekan-rekan media sendiri yang mengikuti kegiatan sosialisasi oleh Bawaslu pada hari ini.

Bwaslu mengajak seluruh elemen masyarakat baik itu tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda termasuk rekan-rekan media artinya ini bukan hanya tugas Bawaslu tetapi ini menjadi tugas kita bersama, dalam rangka untuk mengawasi seluruh proses setiap tahapan Pilgub Kalteng 9 Desember 2020, khususnya di wilayah Kabupaten Gunung Mas.

Di tambahkan Walman “terkait hoax di media sosial masyarakat  harus bisa menyaring dalam arti luas informasi yang diterima itu tidak serta merta harus langsung ditanggapi, artinya di cermati dulu dibaca dengan teliti khusnya berkaitan dengan pilkada,” pungkasnya.

Rapat Koordinasi Dengan Stakeholder Pada Pilkada 2020

Rapat Koordinasi Dengan Stakeholder Pada Pilkada 2020

Rapat Koordinasi dengan stakeholder Pada Pikada 2020 di Aula Bappedalitbang, (22/9/2020).

Kuala Kurun gunungmaskab.go.id – Bertempat di Aula Bappedalitbang Kabupaten Gunung Mas mengadakan Rapat Koordinasi dengan Stakeholder pada Pilkada 2020, Selasa (22/9/2020).

Turut hadir Anggota Komisioner Bawaslu Katriana, Agus Praptomo Cahyo, Kepala Sekretariat Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Gunung Mas, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama serta tamu undangan lainnya.

Dalam laporan Ketua Panitia Ari Meilana mengatakan, penyelenggaraan kegiatan Rapat Koordinasi dengan Stakeholder Bawaslu Kabupaten Gunung Mas tahun 2020 ini dimaksudkan sebagai upaya untuk menyamakan persepsi dalam upaya kita melakukan pengawasan pada tahapan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah.

Selain itu, kegiatan Rapat Koordinasi dengan Stakeholder Bawaslu Kabupaten Gunung Mas tahun 2020, sehingga nantinya tidak terjadinya pelanggaran dan dan sengketa yang terjadi sehingga terciptanya Pilkada yang aman dan damai terkhususnya di Kabupaten Gunung Mas.

Sementara itu Ketua Bawaslu Kabupaten Gunung Mas Walman Tristianto menjelaskan tujuan dari kegiatan ini yaitu untuk menyamakan Persepsi, Tugas dan Fungsi Bawaslu dalam rangka mengawasi pelaksanaan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Kalimantan Tengah 2020.

“Lanjut beliau sejauh ini, untuk ASN wilayah Kabupaten Gunung Mas tidak ada temuan di temukan tidak netral, atau mendukung salah satu pasangan calon, apabila ditemukan ASN yang tidak netral maka akan dilakukan penindakan sesuai dengan peraturan yang berlaku,” ujarnya.

Untuk pengalaman – pengalaman wilayah kerawanan Pilkada di wilayah Kabupaten Gunung Mas pemilu yang lalu, seluruh wilayah berpotensi terjadi pelanggaran-pelanggaran yang terjadi money politik dan jenis pelanggaran lainnya.

“Walman Tristianto menghimbau siapapun yang akan ditetapkan sebagai Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) pada tanggal 23 September 2020 baru ditetapkan sebagia calon, supaya bersaing secara sehat jangan mempengaruhi masyarakat, menyesatkan masyarakat dengan cara berkampanye menawarkan program kerja Visi Misi,” tambahnya.

Lanjut dia maraknya spanduk baliho terpasang di Kabupaten Gunung Mas, untuk penertibannya akan dilakukan sesuai dengan aturan. Bawaslu punya kewenangan untuk menertibkan itu setelah ditetapkan sebagai pasangan calon artinya setelah ditetapkan sebagai pasangan, calon pasangan tersebut resmi sebagai pasangan calon yang berkontestasi dalam pilkada.

Ditambahkan Walman Tristianto kepada masyarakat Kabupaten Gunung Mas supaya berpolitik mendukung salah satu calon silahkan, karena itu menjadi hak masyarakat. “Artinya jangan sampai memunculkan isu-isu sara yang dapat merusak persatuan dan kesetuan kita dalam rangka pemilihan Gunernur dan Wakil Gubernur,” pungkasnya.

233 Pelaku Usaha Mikro Mendapatkan Bantuan Pemprov Kalteng

233 Pelaku Usaha Mikro Mendapatkan Bantuan Pemprov Kalteng

FOTO : Kepala Dinas Transmigrasi, Tenaga Kerja, Koperasi, dan UKM Kabupaten Gunung Mas Sudin

KUALA KURUN gunungmaskab.go.id – Ratusan para pelaku usaha mikro yang terdampak pandemi Covid-19 di Kabupaten Gunung Mas (Gumas), akan mendapatkan bantuan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng). Bantuan tersebut berupa uang sebesar Rp 1 Juta rupiah.

“Pemprov Kalteng memiliki program stimulan ekonomi sumber Dana Insentif Daerah (DID), dimana Kabupaten Gumas mendapat alokasi untuk 233 pelaku usaha mikro,” ucap Kepala Dinas Transmigrasi, Tenaga Kerja, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Distranakerkop dan UKM) Kabupaten Gumas Sudin, Jumat (18/9/2020).

Dia mengatakan, selama pandemi virus korona atau Covid-19, ada banyak para pelaku usaha yang turut terdampak, dimana pemasukan mereka menjadi lebih berkurang, dikarenakan masyarakat dalam hal ini konsumen sangat membatasi aktivitas di luar rumah.

”Kita tahu bahwa pandemi Covid-19 membuat konsumen takut ke luar rumah, takut berbelanja, dan berdampak pada pelaku usaha. Dengan adanya bantuan ini, kami berharap akan dapat membantu para pelaku usaha mikro tersebut,” ujarnya.

Secara khusus, kata Sudin, para pelaku usaha mikro yang diusulkan mendapat bantuan program stimulan ekonomi sumber DID dari Pemprov Kalteng adalah mereka yang terdampak pandemi Covid-19.

“Selain itu, mereka juga belum pernah mendapat bantuan sosial apapun dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), dan belum pernah diusulkan Kabupaten,” tuturnya.

Beliau mengatakan, 233 pelaku usaha mikro yang diusulkan untuk mendapatkan bantuan tersebar di sembilan kecamatan, yakni Kurun, Mihing Raya, Sepang, Rungan Hulu, Rungan, Rungan Barat, Manuhing, Tewah, dan Kahayan Hulu Utara (Kahut).

“Nantinya, 233 pelaku usaha mikro yang diusulkan menerima bantuan akan diverifikasi oleh Pemprov Kalteng. Jika lolos verifikasi, mereka berhak untuk mendapatkan dana Rp 1 juta,” terangnya.

Sebelumnya, tambah Sudin, Distranakerkop dan UKM Kabupaten Gumas juga mengusulkan 703 pelaku usaha di Bumi Habangkalan Penyang Karuhei Tatau, untuk mendapat bantuan sosial dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia.

”Kedua bantuan tersebut berbeda, yang satu dari pemerintah pusat sedangkan satu lagi dari provinsi. Namun pada intinya, semua bantuan tersebut untuk membangkitkan perekonomian yang sempat terpuruk karena pandemi Covid-19,” pungkasnya.