Bupati Sampaikan Nota Keuangan Tentang Rancangan Perubahan APBD Tahun 2019

Bupati Sampaikan Nota Keuangan Tentang Rancangan Perubahan APBD Tahun 2019

Gunung Mas – Bupati Gunung Mas Jaya S. Monong, SE., M.Si sampaikan pidato pengantar nota keuangan tentang rancangan perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah Kabupaten Gunung Mas tahun anggaran 2019, bertempat di Rauang Sidang Paripurna DPRD Kab. Gunung Mas, Rabu (17/7/2019).

Dalam sambutannya Bupati menyampaikan, dengan telah ditanda-tanganinya Nota Kesepakatan Bersama, antara Kepala Daerah dan Pimpinan DPRD tentang Kebijakan Umum Perubahan APBD (KUPA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Perubahan APBD Kabupaten Gunung Mas Tahun Anggaran 2019, berarti kita sudah memenuhi amanat pasal 22 dan 23 peraturan Pemerintah Nomor 12 tahun 2019 tentang pengelolaan keuangan daerah.

Lebih lanjut, oleh sebab itu tidak berkelanjutan rasanya jika melalui kesempatan yang sangat penting ini, saya atas nama Pemerintah Daerah menyampaikan rasa hormat dan penghargaan yang tinggi, kepada seluruh pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Gunung Mas, atas perhatian dan kerjasama sehingga Rancangan Kebijakan Umum Perubahan APBD dan PPAS Perubahan APBD tahun anggaran 2019 yang telah kami ajukan akhirnya dapat disetujui dan disepakati bersama.

Diuraikan Bupati, artinya bahwa perubahan APBD secara keseluruhan perlu dilakukan sebagai sebuah tindakan korektif, yang bercerminkan pada kondisi riil pendapatan, kebutuhan APBD dapat mencerminkan fungsi alokasi dan distribusi diemban oleh Pemerintah, dalam rangka menjalankan tugas-tugas pemerintahan, pembangunan dan pembinaan kemasyarakatan, menuju peningkatan kualitas pelayanan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Bersama ini kami sampaikan Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Gunung Mas tahun anggaran 2019 dengan komposisi berjumlah Rp. 1.065.811.811.480,00 pendapat berjumlah Rp. 1.048.962.938.064,74 dengan surplus sebesar 16.848.873.415,26.

Sementara untuk perubahan komposisi target jumlah pendapatan tersebut, per sumber-sumber pendapatan asli daerah semula ditargetkan sebesar Rp. 59.595.939.007,00 setelah perubahan menjadi Rp. 59.650.939.007,00 bertambah sebesar Rp. 1.055.000.000,00 dengan rincian pajak semula ditargetkan sebesar Rp. 23.896.000.000,00 setelah perubahan menjadi Rp. 23.956.000.000,00 bertambah sebesar Rp. 60.000.000,00 atau naik 0,25 persen.

“Ia menambahkan, pengeluaran pembiayaan daerah semula ditargetkan sebesar Rp. 26.500.000.000,00 setelah perubahan tidak mengalami perubahan. Maka dengan demikian, pembiayaan netto yang semula defisit sebesar Rp. 22.050.000.000,00 perubahan menjadi Rp. 16.848.873.415,26 berkurang sebesar Rp. 5.201.126.584,74 sehingga defisit pembiayaan ini dapat ditutup dengan nilai yang sama pada surplus pendapatan APBD tahun anggaran 2019 ini,” pungkasnya.

Rapat RAKOLDAL Dimaksudkan Untuk Mengendalikan dan Mengevaluasi APBD 2019

Rapat RAKOLDAL Dimaksudkan Untuk Mengendalikan dan Mengevaluasi APBD 2019

RAKOLDAL: Bupati Gunung Mas Jaya S Monong, SE., M.Si dalam sambutannya dalam hal ini diwakili oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Gunung Mas Drs. Yansiterson, M.Si pada pembukaan, Rapat Koordinasi pengendaliaan Rakordal program pembangunan daerah Kabupaten Gunung Mas Triwulan II Tahun Anggaran 2019. 

LAPORAN: Kepala BP3D menyampaikan laporannya pada acara pembukaan rapat koordinasi pengendalian (RAKOLDAL) program pembangunan daerah Kabupaten Gunung Mas, Triwulan II Tahun 2019, di Aula BP3D, Selasa (16/7/2019).

Gunung Mas – Pemerintah kabupaten Gunung Mas (Gumas) menyelenggarakan rangkaian rapat Koordinasi Pengendalian (RAKORDAL) Program Pembangunan Daerah Kabupaten Gunung Mas Triwulan II Tahaun Anggaran 2019.

Rapat Koordinasi Pengendalian atau RAKOLDAL dilaksanakan di Aula BP3D Kabupaten Gunung Mas kegiatan dibuka oleh Bupati Gunung Mas yang dalam hal ini diwakili oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Gunung Mas Drs. Yansiterson, M.Si.

Sekda Gunung Mas Drs. Yansiterson, M.Si saat membacakan sambutan tertulis Bupati menyampaikan, pelaksanaan RAKOLDAL ini adalah untuk mengetahui sampai sejauh mana realisasi pendapatan dan capaian pelaksana program dan kegiatan pembangunan triwulan II tahun 2019, baik realisasi keuangan maupun fisik pelaksanaan pembangunan Tahun Anggaran 2019 yang bersumber dari APBD maupun APBN di Kabupaten Gunung Mas. Sehingga pembangunan di Kabupaten Gunung Mas dipastikan berjalan dengan lancar dan mengalami peningkatan dari tahun sebelumya.

Melalui forum Rakoldal ini ada beberapa hal penting yang perlu saya smapaikan yaitu, pertama kajian pembangunan penting dilakukan untuk mendapat dukungan aspek ilmiah dan akurasi pelaksanaan program kegiatan, kedua data realisasi pendapatan dan belanja langsung maupun tidak langsung baik fisik maupun keuangan digunakan sebagai bahan analisa dan evaluasi lebih lanjut serta adanya kesamaan pendapat.

Ketiga disamping itu perlu diingat agar dalam pelaksanaan berbagai kegiatan pembangunan maupun pelaksanaan anggaran tidak saja penting mencapai target tetapi lebih penting dan labih baik lagi jika lebih mengutamakan kualitas hasil pembangunan.

Keempat saya juga sangat menyadari, dengan kondisi geografis daerah kita yang sangat luas, dengan berbagai kesulitan dan keterbatasan infrastrukturnya yang ada jelas ada keterbatasan kemampuan dan rentang kendali untuk dapat memonitor secara langsung.

“Karena begitu pentingnya pendapatan dalam sistem pembangunan daerah maka kewajiban saudara-saudara yang terkait pencapaian target-target pendapatan untuk melakukan langkah-langkah strategi dalam merealisasikan pandapatan sesuai dengan sektor-sektor yang telah ditetapkan,” tandas Sekda Gunung Mas Drs. Yansiterson, M. Si.

Dalam laporan yang dibacakan oleh Kepala BP3D Kabupaten Gunung Mas Drs. Salampak M.Si mengatakan, penyelenggaraan rakordal ini dimaksudkan untuk mengendalikan dan mengevaluasi pelaksanaan APBD tahun 2019 dan rencana aksi pembangunan Tahun 2020,  apa saja kendala yang dihadapi, bagaimana solusi dan upaya-upaya pemecahannya serta pihak yang bertangungjawab dan dapat membantu dalam menyelesaikan masalah tersebut supaya program dan kegiatan yang direncanakan dapat berjalan dengan baik.

“Selanjutnya kami menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dan mendukung terselenggaranya  rapat  ini.  kami dan permohonan maaf seandainya dalam penyelenggaraan acara ini terdapat hal-hal yang kurang berkenan bagi bapak dan ibu hadirin sekalian,” ucapnya.

Sebanyak 6 Orang Jama’ah Calon Haji dilepas Oleh Bupati Gunung Mas

Sebanyak 6 Orang Jama’ah Calon Haji dilepas Oleh Bupati Gunung Mas

Pelepasan jamaah calon haji dari Kabupaten Gunung Mas di ruang rapat lantai 1 kantor Bupati Gunung Mas oleh Bupati Jaya S Monong, SE., M.Si, Senin (15/7/2019) kemarin.

Gunung Mas – Sebanyak 6 jamaah calon haji dari Kabupaten Gunung Mas secara resmi dilepas kebrangkatannya oleh Bupati Gunung Mas Jaya S Monong, SE., M.Si kegiatan bertempat di raung rapat lantai 1 Kantor Bupati Gunung Mas, Senin (15/7/2019).

Bupati Gunung Mas dalam sambutannya mengatakan, haji merupakan momen pertemuan akbar bagi manusia dari seluruh daunuia. Tuhan yang Maha kuasa mempertemukan mereka semua di waktu dan tempat yang sama. Sehingga terjalinlah suatu perkenalan, kedekatan, dan saling merasakan antara sesamanya. Bertuajuan untuk membentuk karakter umat yang refleksi kehajian yang mabrur.

Lanjut dia kepada kepada Jemaah calon haji selama diperjalan sampai tiba di tanah suci suapaya, menjaga kesehatan jasmani dan rohani ciptakan kebersamaan antara sesame jamaah, menjadi jamaah yang sabar, harmonis dan jamaah haji yang pandai bersyukur, menjunjung tinggi nilai-nilai ahhlaqul karimah, serta menjaga nama baik lembaga khususnya, umumnya masyarakat Kabupaten Gunung Mas.

“Kami juga memohon kepada Jemaah calon haji, untuk selalu berdoa di tempat-tempat yang mustajab, baik di madinah maupun di mekah, dengan harapan tidak hanya berdoa untuk diri sendiri dan keluarga semata, namun berdoa pula untuk seluruh masyarakat Gunung Mas, terutama untuk tercapainya masyarakat Gunung Mas yang mandiri, dinamis dan sekaligus amanah sosia, sehingga kami akan mampu menghadirkan kontribusi untuk melakukan proses perubahan di lingkungan masyarakat,” pintanya.

Sementara itu, Kankemenag Gunung Mas menyampaikan, dasar pelaksanaan ibadah haji telah dijamin oleh Pemerintah sesuai dengan undang-undang RI Nomor 13 tahun 2008 tentang penyelenggaraan ibadah haji. DanKementerian Agama selaku leading sector pelaksana dengan dinbantu oleh pemerintah daerah telah memberikan pelayanan yang prima terhadap masyarakat, khususnya penyelenggaraan ibadah haji.

Sesuai protap maka jama’ah calon haji akan masuk asrama haji emberkasi antara Palangka Raya pada tanggal 26 juli 2019. Pukul 13.00 wib. Kemudian akan menuju Arab Saudi pada tanggal 28 juli 2019 melalui bandara uadara internasional saymsudinnor Banjarmasin.

“H Anang Rusli berpesan saatnya nanti menjadi haji yang mabrur, serta dapat kembali ke tanah air dan keluarga dengan selamat dan manjadi masyarakat yang berakhlakkul karimah,” tandasnya.

Pembangunan Berkelanjutan Mempunyai Nilai Ekonomi dan Mengandung Nilai Moral

Pembangunan Berkelanjutan Mempunyai Nilai Ekonomi dan Mengandung Nilai Moral

ARAHAN: Bupati Gunung Mas Jaya S Monong, SE., M.Si menyampaikan arahannya pada saat konsultasi publik kajian lingkungan hidup strategis (KLHS) Rencana Pembangunan Jangka menengah daerah (RPJMD) Kabupaten Gunung Mas di Aula BP3D Kab. Gumas (16/17/2019).

Peserta mengikuti konsultasi publik kajian lingkungan hidup strategis (KLHS) Rencana Pembangunan Jangka menengah daerah (RPJMD) Kabupaten Gunung Mas.

Gunung Mas – Pemerintah Kabupaten Gunung Mas (Gumas) melalui Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gunung Mas menggelar kegiatan Konsultasi Publik II Kajian Lingkungan Hidup Strategis RPJMD Kabupaten 2019 – 2019 di Aula BP3D Kab. Gumas, Senin (15/7/2019) pagi.

Turut hadir Wakil Bupati Gunung Mas Ir. Efrensia L.P. Umbing, M.Si Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gunung Mas Ir. Chalvin A. Sahay, SH., M.Si, narasumber dari Universitas Kristen Palangka Raya (Unkrip). Lukas, M.Si  Kepala OPD serta pihak terkait lainnya.

Dalam sambutan Bupati Gunung Mas Jaya S. Monong, SE., M.Si menuturkan, terkait dengan kegiatan kita hari ini, yaitu penyusunan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Gunung Mas yang dilaksanakan melalui kegiatan konsultasi publik II pada hari ini, di mana merupakan suatu upaya untuk meningkatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas, pada tahap ini ditandai dengan adanya peningkatan pemanfaatan pelayanan kesehatan dasar dan rujukan oleh masyarakat Kabupaten Gunung Mas dan sekitarnya.

Melalui mekanisme asuransi kesehatan serta terdapat peningkatan proporsi pembiayaan kesehatan pada upaya promotif dan preventif sebagai perwujudan dan implementasi dari paradigma sehat dan pembangunan berwawasan kesehatan yang berimbas pada menurunnya penyakit yang disebabkan oleh faktor lingkungan dan penyakit yang disebabkan oleh faktor perilaku yang tidak sehat serta di sisi lain status gizi masyarakat meningkat, tumbuh kembang balita optimal, kesejahteraan meningkat, terwujudnya kesetaraan gender, dan terkendalinya pertumbuhan penduduk alami.

Lanjut Jaya S. Monong, SE., M.Si pembangunan berkelanjutan di samping mempunyai nilai ekonomi juga mengandung nilai moral dan nilai ekologi. Sebagai bangsa yang sedang melaksanakan pembangunan saat ini, kita mempunyai tanggung jawab moral terhadap generasi yang akan datang, yaitu memberikan kesempatan yang sama atau bahkan lebih baik bagi generasi mendatang.

“Sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai melalui kegiatan ini, dia berharap penyelenggaraan kegiatan Konsultasi Publik II Kajian Lingkungan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Gunung Mas ini bisa menampung berbagai masukan dan sharing informasi tentang bagaimana solusi dari permasalahan yang kita hadapi saat ini,” pungkas.

Bupati Hadiri hari Adhyaksa ke 59 Tahun 2019

Bupati Hadiri hari Adhyaksa ke 59 Tahun 2019

PEMUSNAHAN BARBUK: Jaya S Monong, SE., M.Si melakukan pemusnahan barbuk, bersama Kajari Gumas Koswara, SH., MH Ketua Pengadilan Agama Kelas II Kuala Kurun Muhamad Aliyuddin, SH., MH Pabung 1016/PLK Mayor Inf Catur Prasetio Nugroho, PS. Kabag Ops Polres Gumas AKP Aries Nugroho, S.H., S.I.K, Kasat Narkoba Iptu Damlias, Kasat Sabhara AKP Suyanto, yang mewakili Ketua Pengadilan Negeri Gumas, tokoh agama, yang mewakili Kadis Kesehatan, Kasi Intel, Henry Elenmudris. T, SH, Kasi Datun Janag. M. A. R, SH, Kasi Pidum M. Hamidun Noor, SH., MH dan staf Kejari lainnya. (FOTO PROTOKOL GUMAS).

Gunung Mas – Bupati Gunung Mas Jaya S. Monong, SE., M.Si mengikuti hari Bhakti Adhyaksa ke 59 tahun 2019 sebagai bentuk senergi antara Pemkab dengan Kejaksaan yang digelar di Kejaksaan Negeri Gunung Mas, Senin (15/7/2019).

Bupati Gunung Mas Jaya S. Monong, SE., M.Si pada saat menghadiri hari Bhakti Adhyaksa ke 59 mengatakan, kami hadir dalam acara ini adalah bukti upaya Pemkab bersama-sama dengan penegak hukum yang ada di Kabupaten Gunung Mas untuk memberantas, memerangi juga termasuk hari ini adalah pemusnahan barang bukti sudah berkekuatan hukum tetap yang sudah dilakukan bersam-sama Forkopimda.

Lanjut dia tentunya akan melakukan koordinasi lebih lanjut dengan penegak hukum POLRI bagaimana kedepannya kami lebih kompak lagi untuk bersinergi bersma-sama memberantas, memerangi bahwa kami mendukung untuk anggaran yang memang untuk pemberantasan penyalahgunaan narkotika dalam hal ini BNK, itu salah satu upaya-upaya untuk meminimalisir bahkan memberantas penyalah gunaan narkotika miras dan lain-lain yang sifatnya bertentangan dengan hukum.

Jaya S. Monong melihat selama ini POLRI dan Kejaksaan Negeri Gunung Mas dalam kinerja dua institusi hukum ini sangat luar biasa sekali.

Terkait persoalan narkoba di Gunung Mas, Jaya menilai yang pertama tidak kalah penting adalah mental sumber daya manusia, pada intinya bagaimana kita meningkatkan mental spiritual mereka supaya pribadinya di bentengi, maka tentunya narkoba dan lain-lainnya kejahatan maka dari diri sendirinya akan menolak dari internal pribadi orang tersebut, sehingga mereka tau dari bahaya narkoba.

“Dari hasil kami mengikuti, memperingati puncak peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) di Gunung Mas akan di bentuk JNN Kabupaten ini salah satu yang akan lebih kepada pencegahan, kalau penindakan hukumnya dan sampai ke pemulihan kalau sudah terkena narkoba, tentunya komitmen dari para penegak hukum dan dukungan dari kita semua,” tutur Bupati.

Kepala Kejaksaan Negeri Gunung Mas Koswara, SH., MH mengatakan, dalam rangka peringatan hari Bhakti Adhyaksa ke 59 yang jatuh pada tanggal 21 Juli 2019 ada beberapa kegiatan acara puncaknya pemusnahan barang bukti dan kegiatan sosial, olah raga dan yang terakhir kegiatan upacara.

Daftar barang bukti yang di musnahkan pada hari ini adalah narkotika (sabu-sabu) jumlah 23 perkara banyaknya 15,02 gram, Comophen (Zenit Pharmaceutical) 77 butir, senjata api dan amunisi jumlah perkara 1 perkara banyaknya 2 pucuk 62 biji amunisi gotori calibre 6 mm dan 369 biji amunisi gotri calibre 4,5 mm.

“Senjata tajam jumlah 14 perkara banyaknya 15 buah, minuman keras beralkohol jumlah 7 perkara, Bir 52 kaleng dan 30 botol anggur malaga 51 botol, anggur merah 5 botol dan anggur putih 10 botol,” ujar Koswara, SH., M.H.

“Apa yang disampaikan Pak Bupati tadi benar, bahwa Narkoba dan obat terlarang lainnya dapat diberangus dengan adanya keterpaduan (sinergisitas). Keterpaduan sangat diperlukan. Kita tidak ingin generasi muda kita sebagai generasi penerus, masa depannya rusak lantara Narkoba. Masa depan mereka harus baik tanpa kompromi dengan Narkoba dan obat terlarang lainnnya, bahkan dengan minuman keras dan perbuatan negatif lainnya,” pungkasnya.

Mendeteksi Secara Dini Keadaan Daerah Terkait Masuknya Pendatang Baru

Mendeteksi Secara Dini Keadaan Daerah Terkait Masuknya Pendatang Baru

FOTO BERSAMA: Usai kegiatan rapat Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) foto bersama Kepala Badan Kesbangpol, Drs. Tasa Torang batik orange, ketua dan pengurus FKDM dan anggota di aula Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Gunung Mas, Kamis (11/7/2019).

Suasanan rapat Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), Kamis (12/7).

Gunung Mas – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Gunung Mas, menggelar Rapat Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), yang dilaksanakan di Aula Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, Kamis (11/7/2019) pagi.

Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Gunung Mas Drs. Tasa Torang, didampingi Sekban Drs. Gantian Pasti, Ketua FKDM Kabupaten Gunung Mas Antony L. Djaga, anggota FKDM, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda serta undangan lainnya.

Pelaksanaan rapat koordinasi tersebut dilaksanakan untuk optimalisasi fungsi FKDM di Kabupaten Gunung Mas guna meningkatkan kesadaran anggota FKDM untuk melaporkan situasi dan kondisi daerah terkait ancaman dan gangguan daerah yang bisa muncul kapan saja di suatu daerah atau wilayah tersebut.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Drs. Tasa Torang menjelaskan, terkait masuknya jaringan teroris di wilayah Kecamatan Tewah sudah dilakukan penangkapan terduga teroris sebanyak 13 orang di Losmen Trias Sari oleh anggota Polsek Tewah, Polres Gunung Mas dan dibantu oleh tim Gegana dan Brimob Polda Kalteng dan langsung diamankan di Polres Gumas pada hari senin tanggal 10 Juni 2019 di Kelurahan Tewah Kecamatan Tewah.

Diberangkatkan ke Polda Kalteng pada hari selasa tanggal 11 Juni 2019 pada pukul 12.15 wib yang dipimpin langsung oleh Kapolres Gunung Mas AKBP Yudi Yuliandin, S.I.K., M.Si dan di iringi oleh tim Gegana dan Brimob Polda Kalteng selama perjalan dari Kuala Kurun ke Palangka Raya.

Tujuan rapat tersebut untuk mengatasi persoalan-persoalan selam ini, bagaimana mendeteksi secara dini keadaan daerah terkait masuknya pendatang baru, mempersiapkan Kabupaten Gunung Mas supaya tidak kacau.

Sebagai tindak lanjut dari rapat FKDM akan disampaikan laporan kepada Bupati Gunung Mas        atas nama Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Gunung Mas.