Kabupaten Gunung Mas berkomitmen memberikan keterbukaan informasi publik kepada masyarakat

Kabupaten Gunung Mas berkomitmen memberikan keterbukaan informasi publik kepada masyarakat

Kabupaten Gunung Mas berkomitmen memberikan keterbukaan informasi publik kepada masyarakat

Pemaparan Badan Publik di Prov. Kalteng digelar di Hotel Luwansa, Rabu (24/7).

Gunung Mas Palangka Raya – 6 dari 14 Kabupaten/Kota di Kalimantan Tengah masuk nominasi dalam penilaian akhir keterbukaan informasi publik. 6 Kabupaten/Kota itu antara lain : Kabupaten Gunung Mas, Kabupaten Pulang Pisau, Kabupaten Kapuas, Kabupaten Murung Raya, Kabupaten Kotawaringin Barat, dan Kota Palangka Raya.

“Penilaian keterbukaan informasi publik ini terdiri dari 3 bagian, ada Kabupaten/Kota, Instansi Vertikal dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Dari 14 Kabupaten/Kota di Kalteng, ada 6 nominasi yang masuk dalam penilaian akhir, jadi istilahnya penilaian tingkat akhir yang dilaksanakan dengan cara paparan oleh atasan pejabat PPID utama,” jelas Kadis Kominfo Prov. Kalteng Ir. Herson B. Aden, M.Si selaku pelaksana kegiatan.

Komitmen terhadap keterbukaan informasi publik ditunjukkan dengan hadirnya para atasan pejabat PPID utama untuk melakukan paparan terkait komitmen, koordinasi dan inovasi, bertempat di Hotel Luwansa, Jalan. G. Obos, Kota Palangka Raya, Rabu (24/7/2019).

Kabupaten Gunung Mas dihadiri oleh Wakil Bupati untuk melakukan paparan, Kota Palangka Raya diwakilkan oleh Sekda, Kabupaten Kotawaringin Barat oleh Sekda, Kabupaten Kapuas oleh Kadis Kominfo, Kabupaten Murung Raya oleh Asisten I, serta Kabupaten Pulang Pisau oleh Asisten I. Bupati Pulang Pisau dan Kapuas bahkan melakukan video call untuk menyampaikan komitmennya terhadap keterbukaan informasi publik.

Kadis Kominfo Prov. Kalteng menyampaikan bahwa kehadiran para atasan pejabat PPID utama ini menggambarkan adanya komitmen yang tinggi terhadap keterbukaan informasi publik.

“Salah satu Kabupaten yaitu Gunung Mas itu langsung dihadiri oleh Wakil Bupati, ini menggambarkan adanya komitmen yang tinggi Kabupaten Gunung Mas dalam memberikan keterbukaan informasi publik kepada masyarakat, dan ini juga diharapkan diikuti oleh Kabupaten-Kabupaten lain,” ucap Herson.

Kadis kominfo berharap pada penilaian di tahun 2020, baik Instansi Vertikal, Kabupaten/Kota dan Pemprov. Kalteng agar dapat mempersiapkan diri dalam pelaksanaan visitasi dan monitoring evaluasi agar nantinya menghasilkan badan publik yang masuk dalam kategori yang informatif.

Ini pesan Bupati Sanggau kepada generasi Muda Dayak

Ini pesan Bupati Sanggau kepada generasi Muda Dayak

Ini pesan Bupati Sanggau kepada generasi Muda Dayak

Bupati Sanggau Paolus Hadi tiga dari kanan, Wakil Bupati Sanggau Yohanes Ontot dua dari kanan, Kepala Dinas Pendidikan Kalteng Dr. H. Slamet Winaryo, M.Si empat dari kiri, Kepala Ombudman RI Kalteng Thoeseng T.T Asang tiga dari kiri. 

Gunung Mas – Bupati Sanggau Paolus Hadi dan Wakil Bupati Sanggau Yohanes Ontot saat   menghadiri Pertemuan Seminar International dan Ekspedisi Napak Tilas Tumbang Anoi  22 – 24 Juli 2019 di Desa Tumbang Anoi Kecamatan Damang Batu Kabupaten Gunung Mas (Gumas), Provinsi Kalimantan Tengah, Senin (22/7/2019).

Bupati Sanggau Paolus Hadi didampingi Wakil Bupati Sanggau, saat dibincangi awak media Beliau mengungkapkan, jumlah rombongan yang ikut Napak Tilas Tumbang Anoi sekitar 102 (seratus dua) orang, terkait kunjungan mereka karena adanya tali persaudaraan.

Selanjutnya, kita juga melihat mendengar bagaimana orang tua kita dulu ratusan tahun yang lalau, bisa datang ke Tumbang Anoi mereka membuat perdamaian, kita ingin melihat betul bagaimana Tumbang Anoi dan tentunya dengan kita bisa datang kesini merasakan bagaimana sebagai orang dayak yang dulu bisa berdamai.

“Pesan untuk generasi muda yang pertama saya selalu berpikir kita tidak boleh melupakan sejarah, karena sejarah itu melahirkan kita-kita ini,  untuk kaum muda ayo tarsus gali sejarah kita di Tumbang Anoi ini,  hebatnya orang tua kita dulu pada ratusan tahun yang lalu bisa berkumpul sehingga semangat mereka itu mendorong mereka ke Tumbang Anoi, bisa berdamai satu dengan yang lainnya tidak ada lagi kayau mengayau saling potong kepala,” pungkasnya.

Ada Empat hal yang disampaikan Bupati pada Acara Napak tilas Tumbang Anoi

Ada Empat hal yang disampaikan Bupati pada Acara Napak tilas Tumbang Anoi

Ada Empat hal yang disampaikan Bupati pada Acara Napak tilas Tumbang Anoi

Gubernur Kalteng H. Sugianto Sabran menyerahkan bantuan alat hand traktor kepada  desa Tumbang Anoi yang diterima oleh Bupati Gunung Mas Jaya S Monong.

Gunung Mas – Bupati Gunung (Gumas) Mas Jaya S. Monong, SE., M.Si menghadiri Seminar Internasional dan Ekspedisi Napak Tilas di Desa Tumbang Anoi Kecamatan Damang Batu Kabupaten Gumas, Provinsi Kalimantan Tengah, Senin (22/7/2019).

Hadir dalam kegiatan tersebut, Presiden Borneo Dayak Forum, Dato’Dr. Jeffry Kitingan beserta pengurus BDF dan rombongan, Sekretaris Jenderal Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) Yakobus Kumis, Bupati Gumas Jaya S. Monong, SE., M.Si, beserta Forkompimda, para  Bupati/Wakil Bupati se-Kalimantan, Ketua DAD Provinsi Kalteng H. Agustiar Sabran beserta jajaran perngurus DAD, Organisasi Masyarakat (Ormas) dayak seluruh Kalimantan, dari tokoh Agama, Tokoh masyarakat serta undangan lainnya.

Dalam sambutan Bupati Gumas Jaya S. Monong, SE., M.Si menyampaikan empat hal, yang pertama beliau mengucapkan selamat datang kepada peserta Napak Tilas Damai Tumbnag Anoi yang hadir di acara ini.

Kedua, beliau merasa bangga selaku tuan rumah, atas kebersamaan semua pihak sehingga kegiatan tersebut berjalan dengan baik, lancar dan sukses.

Ketiga, Bupati juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak khususnya Gubernur Kalimantan Tengah H. Sugianto Sabran, yang telah mendukung suksesnya kegiatan acara tersebut dengan baik.

Yang terakhir “Kami masih banyak kekurangan selaku tuan rumah, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada  peserta Seminar dan Ekspedisi Napak Tilas Damai Tumbang Anoi tahun 2019.            Ke depan tentunya kita akan perbaiki kelemahan kita,” tandasnya.

Seminar Internasional dan Ekspedisi Napak Tilas Damai Tumbang Anoi tidak berkaitan dengan muatan Politik

Seminar Internasional dan Ekspedisi Napak Tilas Damai Tumbang Anoi tidak berkaitan dengan muatan Politik

Seminar Internasional dan Ekspedisi Napak Tilas Damai Tumbang Anoi tidak berkaitan dengan muatan Politik

Gubernur Kalimantan Tengah H. Sugianto Sabran menabuhkan ketambung pada pembukaan Seminar Internasional dan Ekspedisi Napak Tilas Damai Tumbang Anoi 1894-2019 di Cagar Budaya Rumah Betang Damang Batu, Desa Tumbang Anoi

Acara pembukaan Seminar dan Napak Tilas Tumbang Anot Tahun 2019.

Gunung Mas – Dalam rangka Seminar Internasional dan Ekspedisi Napak Tilas Damai Tumbang Anoi 1894-2019 di Cagar Budaya Rumah Betang Damang Batu, Desa Tumbang Anoi Kecamatan Damang Batu Kabupaten Gunung Mas (Gumas) Provinsi Kalimantan Tengah 1894-2019, acara tersebut dibuka dengan resmi ditandai penabuhan ketambung  oleh Gubernur Kaliamantan Tengah H. Sugianto Sabran, Senin (22/7/2019) sore.

Peserta Seminar dan Napak Tilas Tumbang Anoi Tahun 2019 Manasai bersama di Halaman Betang Damang Batu, Snin (22/7/2019).

Hadir dalam kegiatan tersebut, Presiden Borneo Dayak Forum, Dato’Dr. Jeffry Kitingan beserta pengurus dan BDF dan rombongan, Sekretaris Jenderal Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) Yakobus Kumis, Bupati Gunung Mas Jaya S Monong, SE., M.Si, beserta forkompimda, para  Bupati/Wakil Bupati Se-Kalimantan Ketua DAD Provinsi Kalteng H. Agustiar Sabran Beserta jajaran Perngurus DAD, organisasi masyarakat (Ormas) dayak seluruh Kalimantan, dari tokoh Agama, Tokoh masyarakat serta undangan lainnya.

Dalam sambutan Gubernur Kalimantan Tengah H. Sugianto Sabran mengucapkan selamat datang kepada seluruh undangan yang hadir, bangsa-bangsa dayak yang lainnya, serta ucapan terima kasih kepada panitia lembaga dan organisasi dayak di seluruh Kaliamtan Tengah sehingga terselenggaranya acara Seminar Internasional dan Ekspedisi Napak Tilas Damai Tumbang Anoi.

“1894-2019 seratus dua puluh lima yang lalu bahwa acara perdamaian suku dayak kita bertemu kita bersatu, tidak ada lagi acara hakayau mangayau sehingga kita berkumpul dengan tujuan yang sama di jaman yang sudah serba modern. Pada hari ini kita bersam-sama kita harus bersatu, saling bahu membahu untuk harkat dan martabat bangsa dayak khususnya masyarakat Kalimatan,” ujarnya.

“Gubernur mengingatkan kegiatan ini tidak berkaitan dengan politik, pertemuan ini jangan sampai mencidrai pertemuan kita, supaya dalam kegiatan seminar menghasilkan yang terbaik, jangan cuma seminar jangan hanya ekspedisi, tetapi apa tuntutan kita sebagai bangsa dayak. Hasil dari kegiatan kita di Tumbang Anoi di bawa ke Presiden Republik Indonesia H. Ir. Joko Widodo supaya diajukan segera kita berbicara apa permintaan kita,” tandasnya.

Sementara itu, Presiden Majalis Adat Dayak Nasional,Drs. Cornelis, MH dalam sambutannya yang dibacakan oleh Sekretaris Jenderal Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) Yakobus Kumis menyampiakan, bangsa dayak adalah sebuah bangsa yang mendiami pulau borneo yang terdiri dari kurang lebih 405 sub suku yang tersebar di beberapa Negara seperti Indonesia, Sabah, Serawak Brunai Darussalam, bahkan Ras Dayak juga terdapat di beberapa Negara di luar pulau Kalimantan yakni di Madagaskar, Thailan, Filipina dan di China.

Begitu juga sebagai bangsa Dayak kita mesti bangga dan bersyukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena suku dayak berada di sebuah pulau yang kaya raya. Tidak ada gempa, tidak ada gunung merapi, tidak ada tsunami, budaya ter-unik di duni. Indah, penuh nilai dan makna. Sampai saat ini kita masih kokoh sebagai suku bangsa dayak meskipun kita terdiri kurang lebih 405 Sub Suku dengan agam berbeda, adat istiadat dan hukum adat yang berbeda.

“Lanjut Beliau sebagai bangsa Indonesia tentu kita sngat bagga, karena kita memiliki pancasila dan semboyan Bhineka Tunggal Ika. Pancasila bukan hanya sekedar idiolgi. Pancasila adalah saripati dari karifan loikal budaya-budaya yang ada di Indonesia,” ucanpnya.

Dalam laporan Ketua panitia Dr. Drs. Dagut H. Djunas, SH., MP mengatakan, ada tiga prioritas dalam kegiatan tersebut  adalah pengagas, perencana, pelaksana dan penyandang dana, pengagas pelaksana tidak di pungkiri bahwa yaitu pejabat tokoh adat tokoh masyarakat dan juga pejabat di Provinsi Kalimantan Barat. Yaitu Bapak Bupati Bengkayang.

Jumlah peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut sekitar lima ribu orang, yang paling banyak di luar Provinsi Kalimantan Tengah adalah peserta dari Provinsi Kalimantan Barat berjumlah tujuh ratus orang peserta.

“Kedepan kami akan buat dokumen ini, pada napak tilas tahun 2019, yaitu 125 tahun yang lewat, ini semua berjalan dengan kebersamaan masyarakat adat dayak, dan ini semua berjalan dengan kekompakaan  atas dukungan atas dedikasi atas pernyertaan dari Tuhan kita,” pungkasnya.

Ramdhan Berjanji Akan Memberdayakan Tenaga Kerja Lokal di Hotel Gumas

Ramdhan Berjanji Akan Memberdayakan Tenaga Kerja Lokal di Hotel Gumas

Ramdhan Berjanji Akan Memberdayakan Tenaga Kerja Lokal di Hotel Gumas

WAWANCARAI: Usai pelantikan Dewan Direksi Perusahaan Daerah Gumas Perkasa Mochamad Ramdhan Periode Tahun 2019-2023 dan Badan Pengawas Perusahaan Daerah Gumas Perkasa Periode Tahun 2019-2022, Ruang rapat lantai satu Kantor Bupati Gunung Mas, Kamis (19/7/2019).

Gunung Mas – Salah satu bidang usaha yang dilirik Dewan Direksi Perusahaan Daerah (Perusda) Gunung Mas (Gumas) Perkasa periode 2019 – 2023 adalah pengelolaan hotel Gunung Mas.

“Kita ingin memanfaatkan beberapa aset Pemerintah Daerah Gunung Mas yang selama ini kurang optimal, seperti hotel Gunung Mas. (Hotel Gunung Mas) sudah direnovasi kan, namun terabaikan, belum dimanfaatkan. Kita ingin mengelolanya, karena itu salah satu sumber pendapatan,” ungkap Direktur Perusda Mochamad Ramdhan kepada pewarta usai pelantikan Dewan Direksi Perusda Gumas Perkasa periode 2019 – 2023 dan Badan Pengawas (Banwas) Perusda Gumas Perkasa periode 2019 – 2022, oleh Bupati Jaya S. Monong di ruang rapat lantai satu kantor Bupati Gumas, Kamis(18/72019) malam.

Pengelolaan Hotel Gumas, menurut Ramdhan, tidak lepas dari penyediaan fasilitas hotel yang mampu menarik tamu untuk menginap di Hotel Gumas.

“Penyediaan fasilitas hotel kita lakukan secara bertahap, sesuai kemampuan anggaran. Secara bertahap dan dengan manajemen yang baik, kita harapkan Hotel Gunung Mas ke depan menjadi hotel yang lebih baik, diminati masyarakat dan mendatangkan profit bagi daerah ini,” ujarnya di dampingi direktur operasional Rentje Kila dan direktur keuangan Ardi Asin.

Memiliki pengalaman dalam mengelola beberapa hotel bintang 4 dan 5 serta 19 tahun berkecimpung di BUMN, Ramdhan pastikan pengalamannya itu ia terapkan dalam mengelola Hotel Gumas.

Selain menerapkan pelayanan yang profesional di hotel Gumas, Ramdhan berjanji akan memberdayakan tenaga kerja lokal di Hotel Gumas maupun bidang usaha lainnya yang nantinya dikelola Perusda.

Terkait kapan pihaknya memulai operasional Hotel Gumas, Ramdhan akui masih menunggu persetujuan anggaran dari DPRD melalui APBD Perubahan TA 2019.

“Kita ingin secepatnya ya, namun harus menunggu anggarannya, karena itu (anggaran) yang utama,” pungkasnya.