Gunung Mas – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Gunung Mas melalu Himpunan Pendidikan dan tenaga kependidikan (HIMPAUDI) menggelar Diklat PAUD berjenjang tingkat Dasar (Mandiri) kegiatan ini bertempat di Aula Hotel Lising Kula Kurun, Rabu (9/2/2019) malam.
Pendidikan anak usia dini berbeda dengan pendidikan yang lebih tinggi, fungsi pada PAUD lebih dikatakan untuk meningkatkan kapasitas kecerdasan anak dan aspek perkembangan lainnya dengan memanfaatkan momentum masa keemasan perkembangan otaknya.
Dalam sambutan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Gunung Mas Drs. Muhamad Rusdi melalui Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan DIKMAS mengatakan, pendidikan anak usia dini merupakan wahana untuk memfasilitasi anak agar banyak beraktifitas, berekplorasi dan berpikir lewat bermain.
“Dikatakannya,
untuk mencapai tujuan ini kita harus memiliki guru PAUD yang memiliki pola
pengajaran yang menarik dan menyenangkan bagi anak-anak PAUD agar memiliki
karakter kuat dan mampu bersaing dengan daerah lain,” ujarnya.
Saya berharap dengan
terlaksananya kegiatan ini dapat meningkatkan kemampuan guru-guru PAUD terutama
yang ada di derah semoga termotivasi agar meningkatkan kapasitas diri dan aktif
dalam kegiatan diklat ini. Mengingat masih banyak guru di Kabupaten Gunung Mas
yang masih berkualisifikasi pendidikan SLTA dan sebagaimana di amanatkan
Permemendikbud No. 137 Thn 2014 pendidik PAUD harus memiliki dan sudah
mengikuti diklat pelatihan dasar.
Pada kesempatan ini saya meminta kepada para peserta diklat untuk memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin untuk menambah pengetahuan dan wawasan,” kata Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan DIKMAS Indra Yustina, S.Kom.
“Ketua panitia
Priwanto Samosir, ST melaporkan sebagaimana kita ketahui bersama bahwa
pendidikan PAUD merupakan pondasi dasar kejenjang yang lebih tinggi, dimana
sebagai pondasi tentunya haruslah kuat dan kokoh agar mampu menopang dan
menahan beban untuk pendidikan untuk pendidikan yang diatasnya dipersiapakan
untuk mengahadapi tantangan selanjutnya,” ujarnya.
Adapun peserta
terdiri dari guru-guru PAUD se-Kabupaten Gunung Mas berjumlah 18 orang dan dari
Kabupaten Kapuas-Sei Hanyo berjumlah 3 orang.
Narasumber dalam kegiatan tersebut yakni, Roslita, SE., M.Si, Jentariya, S.Pd, Indrawati, S.Pd, Rameina Widyastuty, S.Pd., M.Pd.
Press Release Bidang Pengelolaan Informasi Publik.
Jakarta (10 Januari 2019) – Presiden Joko Widodo memantau langsung proses penyaluran Program Keluarga Harapan (PKH) Tahap pertama Tahun 2019 di GOR Ciracas, Jl. Raya Bogor km.25-26, Jakarta Timur, Kamis. Ia mengatakan pemerintah berfokus pada pembangunan manusia Indonesia yang tangguh sebagai titik pijak pondasi utama Indonesia menuju negara maju. Untuk itu pemerintah meningkatkan anggaran yang terkait langsung dengan pembangunan manusia sebagai komitmen untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas.
PKH, lanjutnya, merupakan salah satu program prioritas nasional dalam rangka penanggulangan kemiskinan. PKH telah mampu melahirkan anak-anak berprestasi, keluarga dengan kondisi kesehatan yang lebih baik, dan keluarga sejahtera mandiri.
Ia menegaskan pemerintah akan terus memantau pelaksanaan program ini sehingga berdampak signifikan terhadap pengurangan kemiskinan dan kesenjangan, serta meningkatkan daya beli masyarakat yang kurang mampu. “Untuk merealisasikan tujuan tersebut maka pada tahun 2019 jumlah bantuan sosial PKH dinaikkan secara signifikan yang semula Rp19,3 triliun menjadi Rp32,65 Triliun,” katanya dihadapan 1.115 KPM warga Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur.
Presiden kemudian bertanya kepada seorang penerima PKH Ibu Sulis warga Ciracas tentang pemanfaatan bansos. Presiden juga menanyakan kepada seorang Pendamping PKH dari Kabupaten Bogor bernama Yuli tentang tugas-tugasnya saat memberikan pendampingan kepada KPM PKH. “Saya titip pesan hati-hati pengunaannya. Supaya tujuan yang kita inginkan betul-betul bisa memberikan manfaat kepada keluarga penerima manfaat,” tegas Presiden.
Kepada Pendamping PKH, Presiden Joko Widodo berharap agar mereka dapat membimbing dan mengarahkan KPM dalam pengunaan uang bansos. “Tolong Pendamping PKH melihat betul kegunaan uang tersebut. Penggunaannya harus produktif. Misalnya untuk beli telur, ikan, buku, seragam anak, sepatu anak,” tuturnya.
Sementara itu Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan Bantuan Sosial PKH 2019 diberikan dengan skema non-flat atau bervariasi. Indeks bantuan sosial PKH Tahun 2019 disesuaikan dengan beban kebutuhan keluarga pada aspek kesehatan, pendidikan dan kesejahteraan sosial sehingga jumlah bantuan yang nanti diterima oleh KPM menjadi bervariasi tergantung komponen yang dimiliki dengan pembatasan maksimal untuk 4 orang per keluarga.
Indeks bantuan sosial PKH tahun 2019 terdiri dari dua jenis bantuan yakni Bantuan Tetap dan Bantuan Berdasarkan Komponen. Bantuan tetap setiap keluarga per tahun adalah Rp550 ribu dan PKH Akses Rp1 juta. Bantuan berdasarkan komponen setiap jiwa per tahun terdiri dari Ibu Hamil Rp2.400.000, Anak usia dini 0–6 tahun Rp2.400.000, SD/Sederajat Rp900.000, SMP/Sederajat Rp1.500.000, SMA/Sederajat Rp2.000.000, Penyandang Disabilitas Berat Rp2.400.000, Lanjut Usia 60 Tahun ke Atas Rp2.400.000.
Bansos PKH diberikan 4 kali dalam satu tahun yakni pada bulan Januari, April, Juli, Oktober. Bantuan PKH tahap I yang diluncurkan pada bulan Januari sebesar Rp12,28 trilliun. Sebanyak 1.115 KPM dari Kecamatan Ciracas memenuhi GOR Ciracas dengan total jumlah bantuan sebesar Rp1,34 miliar. Selain KPM PKH, juga hadir SDM PKH sebanyak 885 orang dari Jabodetabek. “Mereka yang memiliki tugas mengawal dan memastikan keluarga penerima manfaat agar dapat segera sejahtera mandiri,” tutur Mensos.
Disela sela acara Direktur Utama BNI Ahmad Baiquni yang didampingi Direktur Hubungan Kelembagaa BNI Susi Adi Sulistyowati menyampaikan bahwa BNI terus melakukan berbagai upaya guna memudahkan KPM mencairkan dana Bansos PKH. Pencairan dapat dilakukan melalui Agen46 BNI yang berada di dekat rumah KPM, juga bisa dilakukan melalui ATM & Kantor BNI atau melalui bank Himbara lainnya.
Ditambahkan Baiquni, bansos non tunai yang digagas presiden Joko Widodo selain bermanfaat bagi KPM juga meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan dari para Agen Bank tempat transaksi bansos, yaitu warung kelontong yang ada di sekitar tempat tinggal KPM.
”Setiap transaksi bansos dari KPM di agen46 kami berikan fee dan itu dapat menjadi penghasilan tambahan dari warung yang menjadi agen bank,” katanya. Saat ini BNImempunyai 62.788 Agen 46 yang berbasis warung/pedangang kelontong yang tersebar di seluruh Indonesia. “Kedepannya terus kami tambah sesuai dengan kebutuhan dan sebaran KPM yang ada,” ujar Baiquni.
Acara pencairan PKH Tahap pertama Tahun 2019 ini selain menghadirkan KPM PKH di Ciracas juga menghadirkan KPM graduasi mandiri yakni Hesti Susilowati yang memiliki usaha berdagang sayur, Nurasiyah Jamil yang memiliki usaha rumahan kue, dan Rokhayati yang memiliki usaha rumahan jajanan pasar. Ketiganya juga sukses menjadi pengurus e-warong di wilayahnya masing-masing.
Adapun Nurasiyah memiliki 3 orang anak pada saat masuk menjadi peserta PKH Tahun 2010. Ia mengatakan uang bantuan PKH digunakan untuk menyekolahkan anak-anaknya. Saat ini 2 orang anaknya telah selesai SMA dan sudah bekerja. “Sekarang tinggal 1 anak yang menjadi komponen PKH yaitu anak SMA Kelas 11 dan agak ringan tugas saya dalam membiayai sekolahnya. Uang PKH bisa saya sisihkan sebagai tabungan,” terangnya.
Ia aktif mengikuti pelatihan membuat kue kering yang diberikan oleh pendamping melalui kegiatan pertemuan kelompok. Hasil dari pelatihan tersebut, ia mulai merintis usaha dengan memanfaatkan dana bantuan PKH yang ditabungnya. “Alhamdulillah usaha semakin berkembang dan pada Tahun 2018 dengan kesadaran sendiri saya menyatakan keluar dari kepesertaan PKH,” tuturnya bangga.
Sejumlah anak-anak berprestasi dari KPM PKH juga tampak hadir. Mereka di antaranya adalah M Syaiful Hakim yang meraih Medali Emas Pencak Silat Polimedia Cup 2 Se-Jabodetabek pada 2016, Tri Handayani yang merupakan siswi SMP Paskitaglobal Cijantung meraih juara I Pencak Silat Championship ke-7 Tingkat Jakarta Timur tahun 2017. Ada pula Fany Nurul Dzihni yang merupakan pelajar SDN Kebon Pala menjuarai lomba-lomba menari tingkat Jabodetabek hingga tingkat nasional pada 2018.
Jakarta, 7 Januari 2019 – Guna menyukseskan target capaian 20 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dan 275 juta pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) di tahun 2019, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) merilis 100 events pariwisata unggulan di seluruh Indonesia yang tertuang dalam 100 Calendar of Events Wonderful 2019. Ditetapkannya Calendar of Events Wonderful 2019 ini merupakan arahan dari Presiden RI, Joko Widodo, kepada Menteri Pariwisata (Menpar) RI, Arief Yahya untuk dapat mempromosikan destinasi Indonesia melalui atraksi eventnya yang begitu memesona. Menjawab arahan Presiden tersebut, Menpar lantas membentuk tim percepatan yang khusus menangani Calendar of Events 2019, mulai dari penunjukan tim kurator event, manajemen penyeleksian event pariwisata dari seluruh dinas Pariwisata di Indonesia, serta penetapan waktu promosi events yang benar-benar terukur.
“Dirilisnya 100 Calendar of Events Wonderful 2019 ini merupakan langkah nyata Kemenpar untuk merealisasikan arahan Presiden Jokowi agar Indonesia dapat dikenal sebagai salah satu negara yang memiliki event pariwisata berkualitas dan berstandar internasional, sehingga mampu menarik kunjungan wisatawan dalam jumlah yang lebih besar. Tahun 2019 ini, kami siap menyuguhkan rangkuman event pariwisata Indonesia terbaik yang telah dikurasi dalam 100 Wonderful Events,” terang Arief Yahya.
Menpar juga menyatakan jika tahun lalu, tim kurator telah bekerja keras untuk memastikan event pariwisata 2019 memenuhi standar 4C, yakni: memiliki nilai kreatifitas (Creative Value), nilai komersil (Commercial Value), nilai komunikasi (Communication Value), serta didukung oleh komitmen/keseriusan kepala daerah (CEO Commitment) dalam mengembangkan pariwisata daerahnya. Untuk memastikan penerapan kriteria 4C tersebut, tidak tanggung-tanggung, Menpar memilih enam personil terbaik yang berkompeten di masing-masing bidang sebagai tim kurator CoE 2019, seperti: Staf Khusus Menteri Pariwisata Bidang Media dan Komunikasi, Don Kardono (Communication–Media Value), Taufik Rahzen, koreografer Denny Malik, Presiden Jember Fashion Carnaval, Dynand Fariz, dan juga penari kenamaan, Eko Supriyanto (Creative- Cultural Value), serta Jacky Mussry (Commercial Value).
Senada dengan Menpar Arief Yahya, Staf Ahli Menteri Bidang Multikultural sekaligus Ketua Pelaksana Calendar of Events Kemenpar RI, Esthy Reko Astuti, menambahkan jika syarat event pariwisata daerah dapat masuk dalam 100 Calendar of Events antara lain event yang diusulkan Pemda harus sudah dikenal oleh masyarakat dan sudah diselenggarakan secara berkelanjutan setidaknya selama 3-4 tahun berturut-turut.
“100 Wonderful Events yang masuk dalam Calendar of Events 2019 sudah dipastikan memiliki dampak positif ke masyarakat. Artinya, diselenggarakannya event-event ini ke depannya akan memberikan dampak perputaran ekonomi yang langsung dirasakan oleh masyarakat setempat, serta mampu meningkatkan nilai media (media value) bagi citra destinasi wisata daerah”, jelas Esthy Reko Astuti.
Sebelumnya, 100 Calendar of Events 2019 ini telah diluncurkan akhir bulan lalu oleh Menpar Arief Yahya, dalam rangkaian acara Winner : Wonderful Indonesia Energy 2018 sekaligus Jumpa Pers Akhir Tahun 2018 yang digelar pada Kamis, (20/12) di Balairung Soesilo Soedarman. Peluncuran 100 Calendar of Events ini turut dihadiri oleh kurang lebih ratusan jurnalis pariwisata dan juga pemangku kepentingan pariwisata, perwakilan Kementerian/Lembaga/BUMN, dan Dinas Pariwisata Provinsi / Kota / Kabupaten se-Indonesia.
Menpar berharap jika Calendar of Events ini dapat menjadi atraksi yang mampu menarik wisatawan untuk berkunjung ke seluruh wilayah di Indonesia sehingga target 20 juta kunjungan wisman dapat direalisasikan sekaligus menyejahterakan masyarakat.
“Khusus untuk penyelenggaraan event yang dijadwalkan, namun berlokasi di destinasi yang saat ini masih terdampak bencana, khususnya di Kawasan Selat Sunda: Banten dan Lampung, saya berjanji akan memantau perkembangan situasi dan kondisinya ke depan. Saat ini, Kemenpar tengah fokus dalam penanganan wisatawan, pemulihan destinasi, serta penguatan industri dan SDM kepariwisataan di destinasi terdampak. Sebagai wujud empati, Kemenpar sedang menunda promosi destinasi Banten dan Lampung hingga 3 bulan ke depan, setelahnya strategi pemasaran baru akan diimplementasikan untuk menguatkan pariwisata di kawasan Selat Sunda”, pungkas Menpar.
Berikut merupakan daftar 100 Calendar of Events 2019 yang telah dirilis oleh Kemenpar RI:
FEBRUARI 2019
5-19 Februari
14-18 Februari
Cap Go Meh, Kalimantan Barat.
Festival Pulau Penyengat, Kepulauan Riau
20 Februari
Pesona Bau Nyale, Nusa Tenggara Barat
MARET 2019
1-3 Maret
Java Jazz, DKI Jakarta
7 Maret
Horas Samosir Fiesta, Sumatera Utara
24-31 Maret
Bali Spirit Festival, Bali
24-31 Maret
Exciting Banten on Seba Baduy, Banten
24 Maret-5 April
Bangka Culture Wave, Kepulauan Bangka Belitung
29-31 Maret
Tour de Bintan, Kepulauan Riau
APRIL 2019
1-10 April
Festival Teluk Tomini, Sulawesi Tengah
11-14 April
Majapahit Travel Fair, Jawa Timur
15-20 April
Krui World Surfing League, Lampung
20-21 April
Gebyar Pesona Budaya Garut, Jawa Barat
26-28 April
Ziarah Kubro, Sumatera Selatan
MEI 2019
2-5 Mei
The 20th Majapahit International Travel Fair, Jawa Timur
10-28 Mei
Pesona Khazanah Ramadhan, Nusa Tenggara Barat
18-24 Mei
Festival Budaya Isen Mulang, Kalimantan Tengah
19 Mei
Asia Afrika Festival, Jawa Barat
20-5 Juni
Festival Parade Pesona Kebangsaan, Nusa Tenggara Timur
JUNI 2019
15 Juni -13 Juli
Pesta Kesenian Bali, Bali
7-9 Juni
Bintan Triathlon, Kepulauan Riau
16 Juni
Jakarnaval, DKI Jakarta
16-23 Juni
Festival Sriwijaya XXVIII 2019, Sumatera Selatan
17-19 Juni
Yadnya Kasada Bromo, Jawa Timur
24-29 Juni
Festival Teluk Jailolo, Maluku Utara
28-30 Juni
Festival Bakar Tongkang, Riau
JULI 2019
1-6 Juli
Festival Biak Munara Wampasi, Papua
5-7 Juli
Aceh Culinary Festival, Aceh
5-8 Juli
Toraja International Festival, Sulawesi Selatan
5-12 Juli
Festival Parade 1001 Kuda Sandelwood dan Tenun Ikat, Nusa Tenggara Timur
17 Juli
Festival Babukung, Kalimantan Tengah
18-22 Juli
Festival Bumi Rafflesia, Bengkulu
20 Juli
Mizan Al Sufi, Jawa Barat
20 Juli
Tanah Lot Arts Festival, Bali
25-28 Juli
Toboali City on Fire Sesi 4, Kepulauan Bangka Belitung
25 Juli-25 Agustus
ARTJOG, D.I Yogyakarta
26-28 Juli
Solo Batik Carnival, Jawa Tengah
26-29 Juli
Festival Pesona Bunaken, Sulawesi Utara
27 Juli-3 Agustus
Festival Cisadane, Banten
28 Juli
Banyuwangi Ethno Carnival, Jawa Timur
30 Juli-3 Agustus
Jember Fashion Carnaval (JFC), Jawa Timur
AGUSTUS 2019
2-4 Agustus
Dieng Culture Festival, Jawa Tengah
2-6 Agustus
Buleleng Festival, Bali
3-4 Agustus
Festival Cheng Ho, Jawa Tengah
4-5 Agustus
Festival Morotai, Maluku Utara
7-10 Agustus
Festival Budaya Lembah Baliem, Papua
7-12 Agustus
Tomohon International Flower Festival, Sulawesi Utara
7-13 Agustus
Polewali Mandar International Folk & Art Festival, Sulawesi Barat
Festival Sandeq Race 2019, Sulawesi Barat
8 Agustus-8 September
Jakarta Food & Fashion Festival, DKI Jakarta
9-11 Agustus
Pasa Harau Art & Culture Festival 2019, Sumatera Barat
18 Agustus
Saman Gayo Alas Festival, Aceh
18 Agustus
Karnaval Kemerdekaan/Grand Karnaval Indonesia, DKI Jakarta
18-20 Agustus
Festival Teluk Ambon, Maluku
23-25 Agustus
Lampung Krakatau Festival, Lampung
21-25 Agustus
Sanur Village Festival, Bali
23-25 Agustus
Festival Budaya Wisata Pasar Terapung, Kalimantan Selatan
26-31 Agustus
Pesona Festival Danau Tektonik Poso, Sulawesi Tengah
SEPTEMBER 2019
1-10 September
Festival Tabut, Bengkulu
4-8 September
F8 Makassar 2019, Sulawesi Selatan
5-7 September
Solo International Performing Art, Jawa Tengah
5-10 September
Festival Bahari Kepri, Kepulauan Riau
6-8 September
Festival Wisata Loksado, Kalimantan Selatan
9-16 September
Festival Payung Indonesia, Jawa Tengah
9-16 September
Festival Moyo, Nusa Tenggara Barat
12-15 September
Festival Pinisi, Sulawesi Selatan
13-15 September
Tour de Linggar Jati, Jawa Barat
15 September
Malang Flower Carnival, Jawa Timur
15 September
Ciletuh Geopark Festival, Jawa Barat
17-22 September
Tour de Siak, Riau
21-22 September
Jogja International Street Performance, D.I. Yogyakarta
21-25 September
Festival Pesona Danau Limboto, Gorontalo
21-29 September
Erau Adat Kutai & 7th International Folk Art Festival, Kalimantan Timur
22-25 September
Festival Batanghari, Jambi
23-26 September
Tour de Ijen, Jawa Timur
27-29 September
Festival Tanjung Lesung, Banten
27 September-
27 Oktober
Wonderful Indonesia Culinary and Shopping Festival, DKI Jakarta
28-29 September
Musik Alam 2019, Kalimantan Utara
OKTOBER 2019
1-6 Oktober
Festival Likurai Timor, Nusa Tenggara Timur
6 Oktober
Festival Karnaval Karawo, Gorontalo
6-7 Oktober
Aceh International Diving Festival, Aceh
6-10 Oktober
Festival Pesona Selat Lembeh, Sulawesi Utara
7-11 Oktober
Festival Seni Budaya Papua Barat, Papua Barat
12 Oktober
Gandrung Sewu, Jawa Timur
12-17 Oktober
Festival Keraton Kesultanan Buton, Sulawesi Tenggara
18-21 Oktober
Festival Pesona Bahari Raja Ampat, Papua
19-21 Oktober
IronMan 70.3 Bintan , Kepulauan Riau
19-25 Oktober
Jakarta Fashion Week, DKI Jakarta
23-25 Oktober
Festival Danau Sentarum, Kalimantan Barat
23-27 Oktober
Ubud Writers and Readers Festival, Bali
23-28 Oktober
Festival Takabonerate, Sulawesi Selatan
25-27 Oktober
Pesona Nusa Dua Fiesta 2019, Bali
3-7 Oktober
Festival Kerinci 2019, Jambi
27 Oktober
Jakarta Marathon, DKI Jakarta
27-29 Oktober
Festival Pulo Dua, Sulawesi Tengah
NOVEMBER 2018
1-3 November
Festival Mahakam, Kalimantan Timur
2-10 November
Tour de Singkarak, Sumatera Barat
10-15 November
Festival Bekudo Bono, Riau
11-13 November
Wakatobi Wave 2019, Sulawesi Tenggara
11-14 November
Pesta Rakyat Banda, Maluku
15-19 November
Festival Tanjung Kelayang, Kepulauan Bangka Belitung
16-17 November
Jogja International Heritage Walk, D.I. Yogyakarta
16-20 November
Festival Ya’ahowu, Sumatera Utara
17 November
Borobudur Marathon, Jawa Tengah
DESEMBER 2019
1-31 Desember
Iraw Tengkayu, Kalimantan Utara
4-7 Desember
Festival Pesona Budaya Minangkabau, Sumatera Barat
7-8 Desember
Batam International Culture Carnival, Kepulauan Riau
9-12 Desember
Festival Danau Toba, Sumatera Utara
13-16 Desember
Pemuteran Bay Festival, Bali
28 Desember
Festival Budaya Cirebon, Jawa Barat
(Biro Komunikasi Publik, Kementerian Pariwisata dan Tim Komunikasi Pemerintah)
Gunung Mas – Harga
ayam potong yang dijual di pasar lama Kuala Kurun Kabupaten Gunung Mas,
Kalimantan Tengah hingga, Selasa (8/1/2019) mencapai Rp 50 ribu perkilogram.
Kuala Kurun Kabupaten Gunung Mas masih ketergantungan pasokan ayam dari Banjar Masin Kalimantan Selatan setiap hari karena di Kuala Kurun masih belum ada yang memelihara ayam potong hal ini yang disampaikan salah satu pedagang ayam potong pasar lama Kuala Kurun Hj. Aisah.
FOTO : Salah satu pedangang ayam potong di pasar lama Kuala Kurun, Selasa (8/1/2019).
“Dikatakannya
untuk tempat penjualan ayam potong tersebut dia harus menyetor ke pemilik blok
pasar Rp300 ribu perbulan,” ujarnya.
Diungkapkan selama
menjual ayam potong sudah dua puluh-dua
tahun bahkan dua anaknya semua masuk perguruan tinggi yang satu masuk
kedokteran Universitas Palangka Raya (Unpar), dan sekarang sedang menyesaikan
koasnya di Rumah Sakit dr. Doris Sylvanus Palangka Raya.
“Ibu dua anak ini
mengatakan, tinggal di Kuala Kurun baru lima bulan, pindah dari Buntok Kabupaten
Barito Selatan, suka duka selama berjual ayam potong ada juaga pelanggan yang
tidak mau membayar itu semua diiklaskan saja,” kata Hj. Aisah.
Gunung Mas – Setelah menjalani libur Natal dan Tahun baru kini seluruh ASN Pemerintah Kabupaten Gunung Mas (Gumas) menggelar Upacara bendera perda tahun 2019 di halaman kantor Bupati Gunung Mas, sebagai Pembina upacara dipimpin oleh Sekda Gunung Mas Drs. Yansiterson, M.Si, Senin (07/1/2019) pagi.
FOTO : Sekda Gunung Mas Drs. Yansiterson, M.Si di atas mimbar sebagai Pembina Upacara bendera Perdan Tahun 2019 di halaman kantor Bupati Gunung Mas, (7/1/2019).
Sekda Gunung Mas Drs. Yansiterson, M.Si menyampaikan, laporan hasil dari Inspektorat Kabupaten Gunung Mas kepada seluruh Perangkat daerah hasil LHP itu harus ditindaklanjuti paling lambat enam puluh hari, pada saat acara penyerahan LHP itu yang dipimpin langsung oleh Bapak Bupati, Bupati meminta kepada seluruh Perangkat daerah untuk segera menindaklanjuti LHP harus lebih cepat atau sebulum audit pendahuluan yang dilakukan oleh BPK RI perwakilan Provinsi Kalimantan Tengah.
“Kita memasuki tahun anggran tahun 2019 dan tentu saja mengawali tugas-tugas dan kegiatan kita dan dalam suasana masih terasa masa perayaan natal dan tahun baru, saya menyampaikan kepada kita semua selamat natal 25 desember 2018 dan memasuki tahun baru 1 Januari 2019 dan kiranya Tuhan menyertai kita semua memberikan kekuatan, memberikan kesehatan dan sekaligus semangat baru bagi kita semua untuk melaksanakan tugas dan tanggungjawab kita untuk Pemerintah Kabupaten Gunung Mas yang kita cintai ini,” ujarnya.
FOTO : Usai Upacara bendera, ASN saling berjabat tangan mengucapkan selamat natal dan tahun baru di halaman kantor Bupati Gunung Mas.
Sekda juga
mengingatkan mengawali tahun anggaran ini, segera selesaikan proses perda APBD
dan sekaligus DPA seluruh perangkat daerah.
Artinya kita harus
mencapai target belanja modal 20,28 persen yang sampai hari ini belum bisa kita
capai, karena tidak semua perangkat daerah harus 20 persen belanja modal jika
memang kebutuhannya tidak seperti itu.
“Dikatakanya, tidak mudah menyangkut dana desa dan dana alokasi desa jumlahnya hampir seratus enam puluh milyar lebih, yang ditempatkan di belanja tidak langsung padahal pada hakekatnya jika dilaksanakan masuk di APBD desa maka sebagian dari dana desa dan alokasi dana desa, ini juga bersipat belanja modal,” ungkap Sekda Gunung Mas Drs. Yansiterson, M.Si.
Press Release Bidang Pengelolaan Informasi Publik.