by Muhammad Fiqri Baihaqi | Nov 7, 2019

SERAHKAN : Bupati Gumas Jaya Samaya Monong, SE., M.Si menyerahkan naskah Nota Keuangan dan Rancangan RAPBD Kabupaten Gumas tahun anggaran 2020 kepada Ketua DPRD Akerman Sahidar, dengan disaksikan Wakil Ketua I DPRD Binartha, dan Wakil Ketua II DPRD Neni Yuliani, pada Rapat Paripurna ke 8 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2019, Rabu (6/11/2019).
Gunung Mas – Bupati Gunung Mas Jaya Samaya Monong, SE., M.Si menyampaikan Pidato Pengantar Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, (APBD) Tahun 2020 pada Rapat Paripurna Ke-8 (delapan) masa Persidangan I (kesatu) tahun sidang 2019 bertempat di ruang Sidang Paripurna DPRD, Rabu (7/11/2019).
Rapat Paripurna DPRD Gumas dibuka langsung oleh Ketua DPRD Akerman dan didampingi oleh Wakil Ketua I Binartha, Wakil Ketua II Neni Yuliani, S.S.T .Pel, sejumlah Anggota DPRD Gumas, Para Asisten dan Staf Ahli serta jajaran SKPD, para Kabag, dan undangan lainnya.
Dalam Pidato Pengantar Nota Keuangan RAPBD Tahun 2020, Jaya Samaya Monong, SE., M.Si memaparkan, direncanakan pendapatan berjumlah sebesar Rp. 1.088.191.243.900,00 (Satu Triliun Delapan Puluh Delapan Milyar Seratus Sembilan Puluh Satu Juta Dua Ratus Empat Puluh Tiga Ribu Sembilan Ratus Rupiah).
Dengan rincian sebagai berikut, belanja berjumlah Rp. 1.078.894.243.900,00 (Satu Triliun Tujuh Puluh Delapan Milyar Delapan Ratus Sembilan Puluh Empat Juta Dua Ratus Empat Puluh Tiga Ribu Sembilan Ratus Rupiah).
Surplus Anggaran sebesar Rp. 9.297.000.000,00 (Sembilan Milyar Dua Ratus Sembilan Puluh Tujuh Puluh Juta Rupiah) dan uraian masing-masing komponen Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah tersebut, dengan rincian Rp. 1.088.191.243.900,00 (Satu Triliun Delapan Puluh Delapan Milyar Seratus Sembilan Puluh Satu Juta Dua Ratus Empat Puluh Tiga Ribu Sembilan Ratus Rupiah) atau bertambah 1,02 persen jika dibandingkan dengan Tahun Anggaran 2019.
Pendapatan Asli Daerah, ditargetkan sebesar Rp. 60.026.439.000,00 (Enam Puluh Milyar Dua Puluh Enam Juta Empat Ratus Tiga Puluh Sembilan Ribu Rupiah) atau 1,01 persen jika dibandingka dengan tahun 2019, yang terdiri pajak Dearah, ditargetkan sebesar Rp. 24.726.500.000,00 (Dua Puluh Empat Milyar Tujuh Ratus Dua Puluh Enam Juta Lima Ratus Ribu Rupiah) atau bertambah 1,03 persen jika dibandingkan dengan tahun 2019.
Hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, ditargetkan sebesar Rp. 7.254.000.000,00 (Tujuh Milyar Dua Ratus Lima Puluh Empat Juta Rupiah) atau berkurang 0,99. Persen, pendapat Asli Dearah yang sah, ditargetkan sebesar Rp. 23.928.085.840,00.
Dana perimbangan, seluruhnya berjumlah sebesar Rp. 838.166.328.000,00 atau bertambah 1,00 persen, bagi hasil pajak dan bukan pajak, ditargetkan sebesar Rp. 52.642.196.000,00 atau turun 0,52 persen jika dibandingkan dengan sebelumnya.
Dana Alokasi Umum, sebesar Rp. 589.542.650.000,00 bertambah 1,02 persen. Dana alokasi Khusus (DAK), ditargetkan sebesar Rp. 195.980.482.000,00 bertambah 1,22 persen, pendapatan Daerah yang sah, ditargetkan sebesar Rp. 189.728.476.900,00 atau bertambah 1,13 persen.
Lanjut dia pada Tahun 2020 ditargetkan sebesar Rp. 1.078.894.243,00 atau bertambah 0,97 persen jika dibandingkan dengan Tahun 2019.
Belanja tidak langsung Rp. 551.392.304.164,00 atau berkurang 0,96 persen dari tahun 2019. Belanja langsung Rp. 527.501.939.736,00.
“Tahun Anggaran 2020 ini Kelompok Belanja Tidak Langsung masih lebih besar dibandingkan dari Kelompok Belanja Langsung terutama terkait pengalokasian gaji, tunjangan berdasarkan beban kerja dan uang makan untuk CPNS, Gaji dan tunjangan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Dearah, gaji dan tunjangan Ketua, Wakil Ketua dan Anggota DPRD serta pengalokasian anggaran untuk dana desa.
Dengan demikian terdapat surplus pembiayaan netto sebesar Rp. 9.297.000.000,00 dimana surplus pembiayaan Netto tersebut akan dipergunakan untuk menutup defisit anggaran tahun 2020, dengan jumlah yang sama.
Oleh sebab itu upaya-upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah, semestinya dapat ditempuh melalui penyederhanaan sistem dan prosedur administrasi pemungutan pajak dan retribusi daerah, peningkatan ketaatan wajib pajak dalam pembayaran retribusi daerah.
“Beliau berharap dengan modal kerja yang harmonis selama ini, kita dapat menjalankan tugas dan fungsi kita masing-masing dengan baik untuk kita persembahkan bagi masyarakat Kabupaten Gunung Mas yang kita cintai,” pungkasnya.
by Muhammad Fiqri Baihaqi | Oct 30, 2019
Bupati Gunung Mas Jaya Samaya Monong, SE., M.Si sampaikan jawaban atas pandangan umum Fraksi-fraksi pendukung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, di Ruang Sidan DPRD Kab. Gumas (30/10/2019).

Gunung Mas – Bupati Gunung Mas sampaikan jawaban atas pandangan umum Fraksi-fraksi pendukung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Gunung Mas (Gumas), terhadap 6 (enam) buah rancangan peraturan derah Kabupaten Gunung Mas masa persidangan I Tahun 2019 .
Bupati Gunung Mas Jaya Samaya Monong, SE., M.Si menyampaikan, pidato terhadap Fraksi Partai Nasdem-Hanura dan partai Gerakan Karya Bersatu, bahwa pandangan umum Fraksi-fraksi tersebut, kami dapat mengambil makna betapa besar dukungan Dewan terhadap 6 (enam) buah rancangan Peraturan Daerah yang akan dibahas bersama bertempat di ruang sidang DPRD Kabupaten Gunung Mas, Selasa (29/10/2019).
Lanjut dia dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), dari Fraksi Partai Golongan Karya, dari Partai Demokrat, dari Fraksi Partai Nasdem – Hanura, dari Fraksi Partai Gerakan Karya Bersatu, bahwa pandangan umum fraksi-fraksi tersebut, kami dapat mengambil makna betapa besar dukungan fraksi-fraksi pendukung dewan terhadap 6 (enam) buah rancangan Perturan Daerah yang akan dibahas bersama.
“Secara umum dan menyeluruh pandangan umum ke – 5 (lima) fraksi pendukung Dewan menyambut baik dan sependapat dengan pihak Eksekutif, untuk kami menyampaikan terima kasih,” ujarnya.
Ia mengatakan, Pemerintah Daerah berkomitmen untuk penetapan perangkat daerah sebagai upaya efisiensi perangkat dan efektivitas fungsi Perangkat Daerah berdasarkan ketentuan pasal 4 dan pasal 5 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 99 Tahun 2018.
Pemerintah Daerah meminta dukungan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Gunung Mas untuk ikut serta melakukan pengawasan secara komprehensif atas kinerja manajemaen Perusahaan Dearah Gunung Mas Perkasa yang baru.
“Sehubungan dengan hal tersebut, maka untuk melaksanakan ketentuan dalam peratuaran Perundang-undangan, Pemerintah Kabupaten Gunung Mas mengusulkan rancangan Peraturan Daerah tentang penyertaan modal sesuai ketentuan yang berlaku,” pungkasnya.
by Muhammad Fiqri Baihaqi | Oct 30, 2019

FOTO BERSAMA : Asisten I Setda Gumas Ambo Jabar didampingi Plt Sekretaris Dinkes Evenli, dan Plt Sekretaris BP3D Beben Martinus berfoto bersama dengan peserta, pada rapat penyusunan rencana operasional germas, di Ruang Rapat Lantai I Kantor Bupati, Rabu (30/10) pagi.
Guung Mas – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) melalui Tim Pembina Gerakan Masyarakat Hidup Sehat menggelar rapat penyusunan rencana operasional germas. Ini dilakukan sebagai wujud peran serta dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya di Kabupaten Gumas.
“Pelaksanaan penyusunan rencana operasional germas ini kita lakukan untuk meningkatkan kualitas pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), dalam hal ini khususnya bidang kesehatan,” ucap Asisten I Setda Gumas Ambo Jabar, di Ruang Rapat Lantai I Kantor Bupati, Rabu (30/10) pagi.
Dia menuturkan, germas merupakan salah satu wujud dukungan pemerintah daerah dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal, sehingga akan berdampak pada kesehatan yang terjaga, tercipta lingkungan yang bersih.
“Apabila dalam kondisi sehat, maka produktivitas masyarakat akan meningkat, dan menurunnya beban pembiayaan pelayanan kesehatan, karena meningkatnya penyakit dan pengeluaran kesehatan,” ujarnya.
Dia mengatakan, germas merupakan suatu tindakan sistematis dan terencana yang dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh komponen bangsa dengan kesadaran, kemauan, dan kemampuan berperilaku sehat, untuk meningkatkan kualitas hidup.
“Untuk itu, pelaksanaan germas harus dimulai dari keluarga, karena merupakan bagian terkecil dari masyarakat yang membentuk kepribadian,” tuturnya.
Melalui germas, lanjut dia, diharapkan seluruh lintas sektor dan lapisan masyarakat dapat bergandengan tangan untuk mewujudkan pola hidup sehat. Kepada SOPD yang tergabung dalam tim pembina germas, untuk merencanakan tindak lanjut germas tingkat kabupaten serta komitmennya dalam mendukung setiap tahap dan kegiatan.
“Kami harapkan dukungan seluruh lintas sektor serta komitmen semua dalam mendukung germas, dan menjadi sebuah pilihan dalam mewujudkan derajat kesehatan yang lebih baik,” terangnya.
Sementara itu, Plt Sekretaris BP3D Kabupaten Gumas Beben Martinus mengatakan, penyusunan rencana operasional germas ini bertujuan agar terlaksana penguatan kebijakan germas hidup sehat di lintas sektor, mensinergikan program dan upaya pembinaan, serta pengembangan pelaksanaan germas.
“Kegiatan rencana operasional germas ini diikuti oleh peserta sebanyak 33 orang, yang terdiri dari lintas sektor di Pemkab Gumas,” pungkasnya.
by Muhammad Fiqri Baihaqi | Oct 29, 2019

FOTO BERSAMA : Fasilitator dan Penggagas CU Central Borneo Yepta Diharja, Riro Harianto, Yepta H Jinal, Mitra Tanjung, Evandi, Untung Jaya Bangas, Six Crown, Riky Wardianto, Andika Saputra, Kaperdo, Bripka E.M Hutauruk, Antony L Jaga, berfoto bersama usai kegiatan strategis planning dan lokakarya pembentukan koperasi keuangan di Kabupaten Gumas, di Ruang Rapat Lantai I Kantor Bupati, Senin (28/10).
Gunung Mas – Credit Union (CU) Central Borneo yang baru saja didirikan dengan slogan Kapakat Manggatang Pambelum, menggelar kegiatan strategis planning dan lokakarya pembentukan koperasi keuangan di Kabupaten Gunung Mas (Gumas).

“Lokakarya ini bertujuan untuk menggali isu-isu strategis dengan melakukan analisis melalui diskusi, sehingga menghasilkan kesepakatan bersama untuk mendirikan koperasi keuangan di Kabupaten Gumas,” ucap salah satu penggagas CU Central Borneo Yepta Diharja, Selasa (29/10).
Dia menuturkan, isu-isu strategis tersebut yakni berkaitan dengan peningkatan kualitas, kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM), agar memiliki daya saing dalam pengelolaan Sumber Daya Alam (SDM), untuk memenuhi kesejahteraan hidup masyarakat.
“Diskusi ini kita anggap perlu sebagai upaya membangun kegiatan usaha bersama dan mandiri dalam wadah koperasi, agar dapat berkelanjutan melakukan kegiatan pelatihan dan pendampingan, untuk meningkatkan SDM tanpa harus bergantung dengan pihak lain,” ujarnya.
Sebagai upaya membangun kegiatan usaha bersama dan mandiri dalam wadah koperasi, lanjut dia, dibentuk koperasi keuangan yakni CU Central Borneo, yang berorientasi pada peningkatan kapasitas dan kualitas anggota, bukan pada hasil investasi atau bunga simpanan.
“Dalam pembentukan CU Central Borneo ini, kita memiliki misi meningkatkan kapasitas dan kualitas SDM anggota, melalui pendidikan dan pelatihan untuk terwujud kesejahteraan bersama. Sedangkan visi, menjadikan CU yang berbasis pemberdayaan masyarakat, berintegritas, mandiri, dan berkelanjutan,” tegasnya.
Dia menuturkan, modal awal kapitalisasi koperasi keuangan CU Central Borneo ini bersumber dari swadaya anggota dalam bentuk simpanan yang dikelola dalam bentuk pinjaman, dan hasilnya sebagian besar digunakan untuk pemberdayaan SDM anggota.
“Dari 44 orang yang sudah terdaftar sebagai anggota CU Central Borneo, telah terkumpul modal awal sebesar Rp 1 Miliar,” tukasnya.
Visi : Credit Union berbasis pemberdayaan masyarakat, berintegritas, mandiri, dan berkelanjutan.
Slogan : Kapakat Manggatang Pambelum.
by Muhammad Fiqri Baihaqi | Oct 29, 2019

FOTO BERSAMA : Kepala Kesbangpol Kabupaten Gumas Tasa Torang, didampingi Sekretaris Gantian Pasti, Kabid Politik dan Kemasyarakatan Supervisi Budi, dan Plt Kabid Ketahanan Ideologi Bangsa Sampung P Tambunan, berfoto bersama dengan peserta IKBAB dan dan Peringatan HSP ke 91 Tingkat Provinsi Kalteng tahun 2019 di Kota Nanga Bulik, Kabupaten Lamandau, Senin (28/10).
Gunung Mas – Puluhan peserta yang merupakan para pemuda dari Kabupaten Gunung Mas (Gumas) mengikuti peringatan Ikrar Bersama Anak Bangsa (IKBAB) dan Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke 91 Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) tahun 2019, di Kota Nanga Bulik, Kabupaten Lamandau, yang dihadiri oleh Gubernur Kalteng Sugianto Sabran.
Sebelum upacara peringatan IKBAB dan HSP ke 91, dilakukan pencerahan kebangsaan pada Minggu (27/10) di GPU Lantang Torang. Dengan pembicara, yakni Gubernur Kalteng Sugianto Sabran, Bupati Kotawaringin Barat Hj Nurhidayah, dan Danrem 102/Panju Panjung Kolonel Arm Saiful Rizal.
“Peringatan IKBAB dan HSP ke 91 ini, harus kita maknai dengan sungguh sungguh. Dimana, para pemuda di Provinsi Kalteng, khususnya di Kabupaten Gumas harus bisa berperan serta dalam menggerakkan roda pembangunan,” ucap Kepala Kesbangpol Kabupaten Gumas Tasa Torang, Selasa (29/10).
Untuk memajukan suatu daerah, terutama Kabupaten Gumas, lanjut dia, dibutuhkan peran aktif pemuda sebagai penggerak pembangunan. Untuk itu, mulai dari sekarang mereka harus mempersiapkan diri dengan membekali sumber daya manusia (SDM) yang handal.
”Agar SDM pemuda menjadi handal, harus bisa diraih melalui pendidikan, sehingga menghasilkan pemuda yang terampil, berwawasan dan berkarakter,” ujarnya.
Dia pun berpesan, kepada seluruh pemuda Kabupaten Gumas, agar jangan coba-coba kompromi dengan barang haram narkoba, minuman keras (miras), judi dan penyakit masyarakat lainnya. Kebiasaan seperti itu hanya akan merusak masa depan pemuda itu sendiri.
”Jauhi narkoba, miras, judi dan lainnya. Masa depan yang cerah hanya bisa dicapai melalui pendidikan. Untuk itu, pemuda kita harus cerdas, terampil dan berkarakter sebagai motor pembangunan,” tukasnya.
Usai upacara peringatan IKBAB dan HSP ke 91, dilakukan penanaman pohon dari masing-masing Kabupaten/Kota. Ini sebagai wujud persatuan dan kesatuan para pemuda se Provinsi Kalteng.