Lima Fraksi Sepakat Raperda APBD 2019 Dibahas Lebih Lanjut

Lima Fraksi Sepakat Raperda APBD 2019 Dibahas Lebih Lanjut

Lima Fraksi Sepakat Raperda APBD 2019 Dibahas Lebih Lanjut

Gunung Mas – Rapat Paripurna ke-6 masa persidangan I Tahun 2018 dalam pandangan umum Fraksi – fraksi pendukung Dewan terhadap Pidato Pengantar Bupati Gunung Mas terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang Anggaran Pendapatan dan belanja Daerah Kabupaten Gunung Mas Tahun 2019. Kegiatan tersebut digelar di ruang sidang paripurna DPRD Kabupaten Gunung Mas, Kamis (8/11/2018) pagi.

Turut hadir, Bupati Gunung Mas Drs. Arton S. Dohong, Ketua DPRD Drs. Gumer Wakil Ketua DPRD Rista Wati T. Alang, SH yang mewakili Kapolres Gunung Mas Kabag Sumda Kompol Almer Silaholo, yang mewakili Kejari Kasi Pidum Muhammad Hamidun Noor, SH, Wakil Ketua Pengadilan Negeri Kuala Kurun Rudy Ruswoyo, Sekda Gunung Mas Drs. Yansiterson, M.Si, kepala perangkat daerah dan berbagai pihak terkait lainnya.

Dalam penyampaian dari Fraksi PDI Perjuangan terhadap rancangan peraturan daerah, tentang anggaran pendapatan dan belanja daerah Kabupaten Gunung Mas Tahun 2019. Dengan juru bicara Elviesi, S.Sos mengatakan, setelah memperhatikan struktur dan uraian Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Gunung Mas berpendapat bahwa Rancangan Peraturan daerah “DAPAT DITERIMA”, untuk di bahas antara Eksekutif dan Legislatif pada Rapat-rapat selanjutnya sesuai jadwal yang ditetapkan oleh badan musyawarah DPRD Kabupaten Gunung Mas.

Pandangan umum Fraksi Gerakan Persatuan dan partai Gerindra dengan juru bicara Rodi mengatakan, maka yang paling menonjol adalah selisih/perbedaan antara belanja tidak langsung dan belanja langsung. Oleh sebab itu kami berharap agar semua Fraksi harus pro aktif selama proses pembahasan, agar ditemukan jalan keluarkan yang terbaik dalam struktur RAPBD tahun 2019.

“Menjelang pergantian kepala daerah tahun 2019 agar dipelihara hubungan yang harmonis antara pimpinan lama maupun perangkat daerah di Kabupaten Gunung Mas,” katanya.

Fraksi partai Deokrat dengan juru bicara Untung Bangas menyampaikan terimakasih kepada, saudara Bupati Gunung Mas yang telah menyampaikan pengantar Nota Keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan dan belanja Daerah Kabupaten Gunung Mas tahun 2019.

Oleh Karena itu, Fraksi partai Demokrat menyetujui rencana Rancangan Anggaran Pendapatan dan belanja daerah, untuk segera dibahas bersama legislatif dan eksekutif.

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Praksi Golongan Karya dan Partai Amanat Nasional menyampaikan pandangan umum Fraksi-fraksi pendukung Dewan dengan juru bicara Pdt. Rayaniatie Djangkan, M.Th mengatakan, terkait dengan jembatan beton yang menhubung desa tubang hakau dan desa pilang munduk yang sampai saat ini mangkrak.

Terkait dengan wacana pembangunan rumah sakit umum yang disampaikan di media massa beberapa waktu yang melalu CSR. Kemudia dalam rangka penetapan peserta BPJS Kesehatan perlu dievaluasi kepersertaanya.

Terkait dengan adanya wacana pemerintah pusat dalam hal ini kementerian pertanian memberikan peluang kepada masyarakat untuk dapat melakukan pembakaran lahan, maka dengan itu diminta dinas pertanian dan kehutanan Kabupaten Gunung Mas untuk mengikuti perkembangan tersebut.

“Pandangan umum Fraksi partai Nasdem dengan juru bicara Evandi, S.Pd disampaikanya kelurahan Tumbang Miri Kecamatan Kahayan Hulu Utara yang akan menjadi tuan rumah kegiatan pesparawi tahun 2019, agar anggaran pembangunan infrastruktur mendapat perhatian.

“Lanjutnya pemerintah daerah memperhatikan program strategis Nasional yang ditetapkan oleh Presiden, salah satunya ialah kartu Indonesia sehat (KIS) melalui layanan kesehatan masyarakat agar masyarakat kita Kabupaten Gunung Mas dapat terdaftar 100% di JKN-KIS,” ujarnya Evandi, S.Pd.

Press Release Bidang Pengelolaan Informasi Publik.

APBD 2019 Ditargetkan Rp 1 Triliun Lebih

APBD 2019 Ditargetkan Rp 1 Triliun Lebih

APBD 2019 Ditargetkan Rp 1 Triliun Lebih

Gunung Mas – Bupati Gunung Mas Drs. Arton S. Dohong hari ini menyampaikan pidato, pengantar nota keuangan pendapatan dan belanja daerah Kabupaten Gunung Mas tahun 2019, pada rapat paripurna ke-5 (lima) masa persidangan I (kesatu) tahun sidang 2018. Kegiatan tersebut digelar di ruang sidang paripurna DPRD Kabupaten Gunung Mas, Rabu (7/11/2018) pagi.

Turut hadir, Bupati Gunung Mas Drs. Arton S. Dohong, Ketua DPRD Drs. Gumer Wakil Ketua DPRD Rista Wati T Alang, yang mewakili Kapolres Gunung Mas Kabag Sumda Kompol Almer Silaholo, yang mewakili Kejari Kasi Pidum Muhammad Hamidun Noor, SH, Sekda Gunung Mas Drs. Yansiterson, M.Si, Asiten I Drs. Ambo Jabar, Asisten II Ir. Yohanes Tuah, M.Si, kepala perangkat daerah dan berbagai pihak terkait lainnya.

Dalam sambutan Bupati mengatakan, dalam RPJMN 2015 – 2019, ditetapkan 7 (tujuh) kebijakan pembangunan Nasional, yang harus menjadi acuan bagi pemerintah daerah, yakni sebagai berikut : 1. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

2. meningkatkan pengelolaan dan nilai tambah sumber daya berkelanjutan; 3. Mempercepat pembangunan infrastruktur untuk pertumbuhan dan pemerataan; 4. Peningkatan kualitas lingkungan hidup, mitigasi bencana alam dan perubahan iklim; 5. Penyiapan landasan pembangunan yang kokoh; 6. Meningkatan kualitas sumber daya yang berkeadilan; 7. Mengembangkan dan memeratakan pembangunan daera.

Sesuai dengan tugas dan wewenang Kepala daerah berdasarkan pasal 65 ayat 1 point d Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah, maka melalui kesempatan yang sangat penting ini, saya menyampaikan rancangan peraturan daerah tentang Anggaran pendapatan dan belanja daerah Kabupaten Gunung Mas tahun Anggaran 2019, pendapatan berjumlah Rp. 1.012.370.376.741.,00. Belanja berjumlah Rp. 1.013.020.376.741,00 defisit Anggaran sebesar Rp. 650.000.000,00

“Perlu kami jelaskan bahwa peningkatan belanja tidak langsung pada tahun Anggran 2019 ini terutama terkait pembayaran tunjangan berdasarkan beban kerja dan uang makan ASN tahun 2018, pengalokasian gaji, tunjangan berdasarkan beban kerja dan uang makan untuk CPNS, serta pengalokasian anggaran untuk dana desa tahun 2019.

Melalui kesempatan ini saya ingin mengingatkan kembali kepada perangkat daerah, agar dapat mengambil langkah-langkah strategis dalam rangka merealisasikan target pendapatan.

“Saya berharap dengan modal kerja yang harmonis selama ini, kita semua dapat menjalankan tugas dan fungsi kita masing-masing dengan baik untuk kita persembhakan bagi masyarakat Kabupaten Gunung Mas ini,” tandasnya.

Press Release Bidang Pengelolaan Informasi Publik.

The 5th GHSA, Indonesia Mengawal Terciptanya Keamanan Kesehatan Dunia

The 5th GHSA, Indonesia Mengawal Terciptanya Keamanan Kesehatan Dunia

The 5th GHSA, Indonesia Mengawal Terciptanya Keamanan Kesehatan Dunia

Mobilitas manusia di era milenial bukan hanya berdampak terhadap kecepatan penyampaian informasi. Ancaman kesehatan global menjadi sisi lain dunia tanpa batas yang mengantarkan penyakit-penyakit yang berisiko menyerang manusia serta ancaman bioterorisme.

Peran aktif negara-negara di dunia diperlukan untuk bersama-sama menanggulangi ancaman berbagai penyakit berbahaya dan menular, baik secara disengaja maupun  tidak disengaja. Wabah yang terjadi di suatu wilayah atau negara, dapat dengan cepat menyebar ke negara lainnya.

Wabah tersebut berdampak sosial, ekonomi, dan keamanan yang luas. Organisasi internasional, seperti WHO (Badan Kesehatan Dunia), FAO (Badan Pangan Dunia), OIE (Organisasi Kesehatan Hewan Dunia), dan Bank Dunia telah mengembangkan sejumlah aturan, pedoman, dan kerangka sebagai acuan

Momentum wabah Ebola pada tahun 2013 menjadi pengingat masih banyaknya negara yang belum melaksanakan regulasi badan kesehatan dunia secara optimal. Selain itu, berbagai upaya yang dilakukan masih bersifat sektoral.

Indonesia bersama tiga negara lainnya, Amerika Serikat, Finlandia, dan Korea Selatan berinisiatif membentuk forum Global Health Security Agenda (GHSA) pada Februari 2014. Awalnya, GHSA diminati oleh 29 negara. Perkembangan pesat GHSA membuat  Steering Committee GHSA berinisiatif untuk menyusun  framework baru yang akan diterapkan  pada 2019–2024.

“GHSA memiliki manfaat besar yang semakin lama semakin disadari oleh negara-negara di dunia. Dalam kondisi seperti saat ini, keamanan kesehatan global harus diperkuat melalui forum seperti GHSA,” ujar Menteri Kesehatan RI Prof. dr. Nila F. Moeloek, Sp. M(K).

Pola gerakan inisiatif tersebut, menurut Menkes, kini lebih tertata, baik dalam struktur, program, laporan sampai ke pembiayaan. Tujuannya agar GHSA dapat bermanfaat bagi anggotanya yang kini mencapai 65 negara. Anggotanya pun kian beragam mulai dari unsur pemerintah, lembaga filantropi, organisasi internasional, dan sektor non-pemerintahan.

Menyikapi hal tersebut, organisasi- dalam upaya peningkatan kapasitas dimaksud. Namun demikian, wabah Ebola pada tahun 2013 menjadi pengingat masih banyaknya negara yang belum melakukan aturan-aturan dimaksud secara optimal. Selain itu, berbagai upaya yang dilakukan masih bersifat sektoral.

Indonesia Aktif di GHSA

Forum kerja sama antarnegara yang bersifat terbuka dan sukarela ini menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara yang aktif berkontribusi, diantaranya menjadi anggota Tim Pengarah (Steering Group) bersama 9 negara lainnya, anggota Troika (2014-2018), serta menjadi Ketua Tim Pengarah (2016).

Apresiasi positif dari berbagai negara anggota dan mitra membuat Indonesia ditunjuk sebagai tuan rumah pertemuan GHSA kelima di Nusa Dua, Bali pada 6-8 November 2018.

Kelebihan forum ini adalah penguatan kerja sama multisektor dan multilaktor, mengingat penanganan ketahanan kesehatan tidak dapat dilakukan hanya oleh sektor kesehatan. Selain itu, GHSA juga bermaksud membangun komitmen dari para pimpinan tinggi negara untuk lebih memperhatikan penanganan isu health security.

“GHSA Ministerial Meeting kelima ini mengambil tema Advancing Global Partnership, yang ditujukan untuk lebih mengembangkan kemitraan  yang telah tercipta selama ini, juga potensi kemitraan yang tercipta di masa depan, dari berbagai pihak, baik itu kemitraan  di tingkat global, regional, maupun  nasional,” ungkap Menkes.

GHSA Ministerial Meeting kali ini tidak hanya dihadiri oleh para Menteri Kesehatan dari negara anggota, namun juga Menteri Pertanian.  Di pertemuan ini, Indonesia membawa pendekatan One Health. Maksudnya, kesehatan itu tidak hanya ditujukan kepada manusia namun juga kepada hewan. Karena seperti yang disadari saat ini, penyakit yang diderita oleh hewan akan berdampak kepada manusia, baik secara langsung dan tidak langsung.

Menkes juga berharap, GHSA Ministerial Meeting kelima ini diharapkan lebih banyak pihak akan berperan aktif dalam meningkatkan keamanan kesehatan global, tak hanya dari pemerintah saja, namun juga sektor-sektor lain yang terlibat.

Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Halo Kemkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (gi)

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat
drg. Widyawati, MKM

Kuasai Teknologi dan Terus Berinovasi

Kuasai Teknologi dan Terus Berinovasi

Kuasai Teknologi dan Terus Berinovasi

Gunung Mas – Bupati Gunung Mas Arton S Dohong mengingatkan bagi pelaku usaha yang ada di daerah tersebut untuk menguasai penggunaan teknologi dan terus berinovasi dalam mengembangkan usahanya.

“Sekarang ini peranan teknologi cukup penting dalam membuka akses jaringan, dan mendapatkan sumber informasi baru untuk melakukan inovasi sebuah produk. Artinya perkembangan bisnis juga mengikuti kondisi kemajuan zaman saat ini,” kata Bupati Gunung Maa, Arton S Dohong melalui sambutannya yang dibacakan Staf Ahli Setda Kabupaten Gumas, dr. Makmur Ginting, M. Kes.

SAMPAIKAN SAMBUTAN: Staf Ahli Bupati Gunung Mas, dr. Makmur Ginting , M. Kes mewakili Bupati Gunung Mas Drs. Arton S. Dohong menutup secara resmi Gunung Mas Expo II Tahun 2018, di Stadion Mini Kuala Kurun, Sabtu (3/11/2018).

Ia pun menambahkan bahwa hal yang penting dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia, mengikuti penggunaan teknologi, dan melakukan inovasi bisnis, serta meningkatkan kualitas produksi, itu semua salah satu faktor pendukung dalam memajukan usaha atau bisnis sekarang.

Untuk itu, pelaku usaha juga harus meningkatkan akses pasar bahan baku produksinya. Khususnya, dalam hal penyediaan bahan baku yang kurang memadai.

“Yang paling penting pelaku usaha harus berperan aktif dalam membantu pengusaha kecil lain, sehingga mereka juga dapat berkembang,” ucapnya.

Pelaku usaha kecil dan menengah harus bersinergi agar dapat bersaing dengan pelaku usaha besar lainnya, sehingga secara bertahap peningkatan perekonomian dapat terwujud di Kabupaten Gunung Mas.
Kegiatan Gunung Mas Expo 2018 kali ini diselenggarakan dengan tujuan mengintegrasikan promosi dan informasi produk serta potensi daerah kepada masyarakat.

Dimana Pemkab Gumas, juga mengapresiasi kegiatan yang digagas oleh DPD KNPI Kabupaten setempat yang menggandeng pihak swasta sebagai pelaksanakan event organizer, ditambah peran pihak sponsor lain sehingga acara tersebut dapat terwujud.

“Kami yakin dan optimis dengan dukungan pemasaran melalui kegiatan seperti Gunung Mas Expo ini akan memberikan motivasi yang cukup besar dalam menumbuhkan dan mengembangkan usahanya untuk menjadi lebih baik,” tandasnya. (okt)

Yuyu L Manijae Memperoleh Suara Terbanyak

Yuyu L Manijae Memperoleh Suara Terbanyak

Yuyu L Manijae Memperoleh Suara Terbanyak

Gunung Mas – 59 desa se Kabupaten Gunung Mas (Gumas) melaksanakan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak tahun 2019 pada hari Rabu (31/10), salah satunya di Desa Sandung Tambun, Kecamatan Tewah. Tercatat ada empat calon kepala desa (kades) di desa tersebut, yakni Dewi nomor urut 1, Doon nomor urut 2, Yuyu L Manijae nomor urut 3, dan Suradi nomor urut 4.

Keempatnya memperebutkan simpati dan dukungan dari 742 pemilih yang masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada pilkades di desa tersebut. Dari jumlah tersebut, yang melakukan pencoblosan sebanyak 538 pemilih, dan juga ada daftar pemilih tambahan sebanyak 11 pemilih.

“Setelah kita melakukan penghitungan suara, calon kades nomor urut 3 memperoleh suara terbanyak yakni 254 suara, disusul nomor urut 2 sebanyak 209 suara, kemudian nomor urut 1 dengan 52 suara, dan nomor urut 4 yakni 30 suara. Sedangkan, suara tidak sah ada empat suara,” ucap Ketua KPPS Desa Sandung Tambun Elly Paliadi, Rabu (31/10) pagi.

Dengan raihan suara terbanyak, calon kades nomor urut 3 Yuyu L Manijae mengatakan, sangat berterima kasih kepada masyarkat Desa Sandung Tambun yang sudah mendukung dan memberikan amanah ini. Dia pun yakin akan membawa desa ini menjadi lebih baik.

“Nantinya selama enam tahun kedepan, kami akan fokus untuk membangun desa, khususnya di bidang perkebunan, perikanan, dan pertanian,” tuturnya.

Dalam pembangunan tersebut, lanjut dia, tentunya akan melibatkan seluruh masyarakat dan memanfaatkan tenaga kerja yang ada di desa. Selain itu, dalam penggunaan Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) juga akan transparan.

“Kami juga nantinya akan merangkul calon kades lain untuk bersama-sama membangun desa ini,” ujarnya.

Sementara itu, calon kades nomor urut 2 Doon mengakui menerima hasil pilkades di Desa Sandung Tambun ini.
”Hasilnya saya terima saja,” jawabnya singkat.

Terpisah, Camat Tewah Hengki Panto mengatakan, di Kecamatan Tewah, ada lima desa yang melaksanakan pilkades serentak tahun 2018, yakni Sandung Tambun, Tumbang Habaon, Kasintu, Tanjung Untung, dan Sumur Mas.

“Mulai dari awal hingga berakhirnya penghitungan suara, semuanya berjalan dengan aman dan lancar di lima desa tersebut. Ini tidak lepas dari peran seluruh panitia pemilihan desa yang telah melaksanakan tugasnya dengan baik,” terangnya.

Dia pun berpesan kepada seluruh calon kades, khususnya bagi yang menang, agar bisa merangkul calon kades yang kalah, dan yang kalah bisa menerima apapun hasilnya dan membantu calon kades yang menang.

“Semua calon kades harus bisa menerima apapun hasilnya, dan saling bahu membahu untuk membangun desa mereka masing-masing,” tandasnya. (arm)