by Muhammad Fiqri Baihaqi | Oct 26, 2018 |
Manado (25/10) – Selama empat tahun, Gerakan Nasional Revolusi Mental terus berproses untuk menorehkan capaian yang positif pada perubahan cara pikir, cara kerja yang membawa perubahan pula pada cara hidup berbangsa. Hal ini dapat dilihat diantaranya melalui penyediaan pelayanan publik yang lebih transparan, tertib, dan pasti, perbaikan fasilitas pelayanan dan budaya pelayanan yang lebih baik, sinergitas program dan kebijakan pemerintah, serta pembangunan infrastruktur yang lebih merata dan berkesinambungan.
“Melalui Pekan Kerja Nyata (PKN) Revolusi Mental, Kemenko PMK ingin menyebarkan semangat gerakan ini kepada lebih banyak masyarakat, khususnya masyarakat Manado dan sekitarnya. Harapannya, masyarakat lebih mengetahui berbagai inovasi pelayanan publik dan merasakan manfaat dari program ini, menjadi karakter masyarakat yang dapat nantinya memajukan Indonesia,” ujar Deputi bidang Koordinasi Kebudayaan Kemenko PMK, Nyoman Shuida, di Manado, 26 Oktober.
Penyelenggaran PKN Revolusi Mental menurut Nyoman dilakukan agar bisa melihat berbagai inovasi layanan publik dari Kementerian/Lembaga, maupun Pemerintah Daerah seperti simulasi tes CAT oleh BKN yang diperuntukkan bagi para pelamar CPNS, akses pencetakan E-KTP, perpanjangan SIM, dan lainnya. Pemerintah ingin menegaskan komitmen dan ajakan Revolusi Mental sebagai gerakan bersama untuk mewujudkan sebuah kesatuan bangsa, mencapai kemandirian, dan memiliki karakter melayani yang merupakan jati diri bangsa Indonesia. Sesuai dengan tema yang diangkat, “Revolusi Mental Untuk Indonesia Satu Mandiri dan Melayani”.
“Sebagai gerakan bersama, sinergi lintas instansi menjadi kunci pelaksanaan gerakan ini sebagai lokomotif perubahan menuju Indonesia yang lebih baik. Hal ini terlihat dari berbagai program Revolusi Mental yang mengutamakan keterlibatan masyarakat di berbagai bidang. Di bidang Pendidikan, program Kuliah Kerja Nyata Tematik Revolusi Mental, maupun penguatan Pendidikan karakter melibatkan institusi Pendidikan,” tambah Nyoman.
Keterlibatan dunia usaha terlihat dalam program penurunan dwelling time, peningkatan kebersihan di areal bandara, dan cashless payment ticket untuk transportasi massal. Keterlibatan Aparatur Sipil Negara (ASN) juga dilakukan untuk mendorong inovasi pelayanan publik. Masyarakat juga terlibat aktif dalam berbagai kegiatan sosialisasi, termasuk yang terakhir adalah keterlibatan sebagai volunteers Asian Games dan Asian Para Games 2018.
“Masyarakat juga bisa melihat capaian program Revolusi Mental di masing-masing program turunannya, mulai dari Gerakan Indonesia Melayani, Bersih Tertib, Mandiri, dan Bersatu. Capaian Gerakan Indonesia Melayani terlihat dari peningkatan tranparansi dan kualitas perekrutan CPNS melalui sistem CAT, Mal Pelayanan Publik, dan berbagai inovasi layanan publik yang sudah berbasis online,” tambah Nyoman.
Capaian Gerakan Indonesia Bersih terlihat dari upaya revitalisasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum, tata kelola lahan gambut yang berhasil menurunkan 93,6% titik api, gerakan bersih sanitasi publik, edukasi dan pelaksanan Gerakan Masyarakat Sehat (GERMAS), Gerakan Sekolah Bersih dan Bebas Intimidasi, dan pengurangan sampah plastik.
Capaian Gerakan Indonesia Tertib dilihat dari percepatan penyelesaian pengaduan masyarakat yang mencapai 80 persen dengan memanfaatkan jaringan komunikasi elektronik. Edukasi tertib berlalu lintas serta peningkatan sinergi penyediaan sarana dan prasarana tempat transportasi massal.
Gerakan Indonesia Mandiri terlihat dari sinergi program pemerintah untuk menurunkan angka kemiskinan, peningkatan indeks daya saing global, penurunan suku bunga program Kredit Usaha Rakyat, sistem perizinan terintegrasi (Online Single Submission), serta program dana desa.
Capaian Gerakan Indonesia Bersatu, terlihat dari semangat gotong royong antara pemerintah dan masyarakat dalam menyelesaikan berbagai permasalahan Indonesia, diantaranya rehabilitasi dan rekonstruksi daerah bencana, penanganan berita hoax, dan peningkatan kerukunan umat beragama.
Revolusi mental sendiri merupakan suatu gerakan bersama untuk merubah karakter bangsa dengan menguatkan nilai integritas, etos kerja dan gotong royong. Kemenko PMK, dalam hal ini bertanggung jawab untuk melakukan koordinasi, sinkronisasi, dan pengendalian Gerakan Nasional Revolusi mental (GNRM) sebagaimana yang diamanatkan dalam Instruksi Presiden (Inpres) No. 12/2016 tentang Gerakan Nasional Revolusi mental (GNRM).
Sebagai salah satu turunan program GNRM, PKN Revolusi Mental akan menghadirkan berbagai kegiatan inovatif yang melibatkan masyarakat, pelajar, komunitas serta tokoh-tokoh inspiratif penggerak perubahan dari perwakilan 34 provinsi. PKN Revolusi Mental secara khusus juga akan memberikan penghargaan pada agen-agen Revolusi Mental berprestasi. Pembahasan tentang Gerakan Indonesia Melayani – Indonesia Bersih – Indonesia Tertib – Indonesia Mandiri – Indonesia Bersatu juga akan dikupas tuntas dalam Rembuk Nasional dan Workshop. Sekitar 200 stand dari Kementerian/Lembaga, Provinsi, Kabupaten/Kota akan mengisi pameran PKN Revolusi Mental.
*******************
Bagian Humas dan Perpustakaan,
Biro Hukum, Informasi, dan Persidangan,
Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan
roinfohumas@kemenkopmk.go.id
www.kemenkopmk.go.id
Twitter :@kemenkopmk
IG : kemenko_pmk
by Muhammad Fiqri Baihaqi | Oct 25, 2018 |

Gunung Mas – Memasuki hari ketiga Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XI Kalimantan Tengah di Muara Teweh Kabupaten Barito Utara, kontingen Kabupaten Gunung Mas sudang berhasil mengumpulkan 19 medali dari berbagai cabang olahraga.
“Meskipun tidak dijanjikan uang saku dan bonus, namun atlet tetap semangat dan berhasil meraih prestasi maksimal untuk mengharumkan nama daerah,” kata Ketua Kontingen Gunung Mas, Brikson di Muara Teweh, Rabu.
Cabang olahraga yang berhasil mendulang medali pada perhelatan empat tahunan sekali tersebut, yaitu catur dengan 2 emas, dayung 1 emas 2 perak dan 3 perunggu, atletik 1 emas 2 perak dan 4 perunggu, serta panahan 2 perak dan 2 perunggu.
Brikson mengapresiasi dan menyambut baik keberhasilan atlet yang bekerja keras untuk berhasil menyumbangkan medali.Masih ada beberapa cabang olahraga yang masih berpeluang mendulang medali pada Porprov Kalteng 2018.
“Semoga atlet bisa meraih hasil maksimal. Mari kita doakan saja,” tandasnya.
Sementara itu, berkaitan dengan bonus atlet, Ketua Percasi Kabupaten Gunung Mas, Robert RC menilai hal itu merupakan hak yang semestinya diterima oleh atlet sebagai sebuah bentuk apresiasi atas perjuangan dan prestasinya.
“Soal bonus atlet tentunya memang harus diberikan. Itu sebagai bentuk apresiasi dan motivasi pemerintah daerah bagi atlet,” katanya.
Senada itu, pelatih dayung kontingen Gunung Mas, Apriandi mengharapkan, atlet yang berprestasi di Porprov 2018 diberikan bonus oleh KONI Gunung Mas dan pemerintah daerah setempat.
“Misalnya, bisa diupayakan beasiswa bagi atlet yang masih bersekolah atau kuliah atau bonus dalam bentuk lainnya,” katanya. (Jemi Kamis).
by Muhammad Fiqri Baihaqi | Oct 25, 2018 |

Gunung Mas – Atlet Kabupaten Gunung Mas (Gumas) yang bertanding Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XI Kalimantan Tengah (Kalteng) di Kota Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara (Barut) kembali menambah pundi-pundi medali. Kali ini, mereka menambah dua medali emas dari cabang olahraga (cabor) catur, dan atletik lompat tinggi meraih medali perunggu.
”Dua medali emas dari cabor catur diraih oleh Supriadi pada nomor papan beregu putra dan Amrullah Hasibuan di nomor klasik perorangan putra. Sedangkan medali perunggu diraih Kiranti pada cabor atletik lompat tinggi,” ucap Ketua Kontingen Kabupaten Gumas Brikson, Selasa (23/10) siang.

Dengan tambahan medali tersebut, kata dia, hingga Selasa (23/10) pukul 15.00 WIB, total para kontingen Kabupaten Gumas telah mengumpulkan empat medali emas, satu perak, dan empat perunggu.
”Kita harapkan perolehan medali tersebut bisa bertambah dari cabor panahan, dayung, panjat tebing, dan silat yang saat ini masih terus bertanding,” tutur pria yang menjabat sebagai Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Gumas ini.
Sementara itu, Ketua Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kabupaten Gumas Robert R Cypier mengatakan, dalam gelaran event empat tahunan ini, cabor catur mengirimkan enam orang atlet, terdiri dari empat atlet beregu serta dua atlet catur kilat dan catur cepat.
”Keenam atlet tersebut yakni, Amrullah Hasibuan, John Pitony Baboe, Maraden Sialagan, Pramoko Kunanto, Abdullah, dan Supriadi,” tuturnya.
Setelah melewati beberapa pertandingan, lanjut dia, Amrullah Hasibuan berhasil meraih medali emas di nomor klasik perorangan putra, sedangkan Supriadi mampu menyumbangkan medali emas di nomor papan beregu putra.
”Kalau untuk Supriadi, dari awal kita tidak menargetkan apapun, namun setelah bertanding, dia berhasil membuktikan diri dengan mampu mengalahkan lawan-lawannya, dan meraih medali emas,” ujarnya.
Dia pun berharap kepada KONI dan Pemkab setempat, agar kedepan lebih memperhatikan pembinaan para atlet khususnya cabor catur, sehingga lebih berkembang. Selain itu, mereka pun layak diberikan bonus sebagai wujud apresiasi dari pemerintah, karena selama bertanding selalu membanggakan nama daerah.
”Mengenai bonus, kita tunggu kalau memang ada. Yang pasti, bonus tersebut sebagai bentuk perhatian pemerintah, dan bisa digunakan untuk pembinaan dan menjadi motivasi bagi para atlet kedepan,” pungkasnya. (arm)
by Muhammad Fiqri Baihaqi | Oct 25, 2018 |
Gunung Mas – Ketua Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) Herbert Y Asin menyampaikan, bila tidak ada halangan. Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) ke VI tingkat Kabupaten Gunung Mas direncanakan Mei 2019.
“Pelaksanaan Pesparawi tingkat Kabupaten Gunung Mas ke VI akan dilaksanakan di Tumbang Miri, Kecamatan Kahayan Hulu Utara,” kata Herbert, Senin (22/10/2018).
Terkait hal itu, lanjut dia, saat ini pihak LPPD Kabupaten Gunung Mas terus melakukan persiapan. Disamping itu, juga melakukan koordinasi dengan berbagai pihak demi suksesnya pelaksanaan kegiatan kerohanian umat Kristen tersebut.
by Muhammad Fiqri Baihaqi | Oct 24, 2018 |
Gunung Mas – Panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Sepang Kota, Kecamatan Sepang mempasilitasi para calon kepala desa. Untuk kampanye menyampaikan visi dan misi bila terpilih menjadi kepala desa dihadapan masyarakat dan pendukung yang hadir pada kegiatan kampanye di komplek pasar desa, Rabu (24/10/2018).
“Kegiatan kampanye diatur oleh panitia pemilihan kepala desa,” terang ketua panitia Pilkades Sepang Kota Ricep Mainaci kepada wartawan melalui pesan Whats App, Rabu (24/10/2018).
Menurut dia, selama kegiatan kampanye untuj penyampaiann visi dan misi calon kepala desa Sepang Kota berjalan aman, tertib dan kondusif. Kegiatan itu juga dihadiri panitia pilkades terdiri dari ketua panitia Ricep Mainaci dan anggota Atik, Indah Piet, Siti Sarah dan Uging Amel.
“Panitia mengedepankan netralitas dalam setiap tahapan pilkades,” cetusnya.
Ada pun calon kepala Desa Sepang Kota terdiri dari nomor urut 1 Asmak Siswanto, nomor urut 2 Endra, nomor urut 3 Braponci Endrile Mandagi dan nomor urut 4 Dihing.
“Panitia menghimbau kepada masyarakat Desa Sepang Kota. Supaya tetap menjaga kerukunan, keamanan dan kebersamaan dalam mensukseskan pemilihan kepala desa,” pesan Ricep.
Disamping itu, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama dan pihak keamanan untuk menjaga kelancara dan keamanan pilkades serentak 2018. (EPRA SENTOSA).