by Muhammad Fiqri Baihaqi | Oct 4, 2018 |
Gunung Mas – Sekretaris Daerah Kabupaten Gunung Mas (Gumas) Drs. Yansiterson, M.Si menegaskan bahwa penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) dilakukan secara murni. Oleh sebab itu, ia mempersilahkan siapa saja yang memenuhi persyaratan untuk mendaftar CPNS di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gumas.

WAWANCARA – Sekda Gunung Mas Drs. Yansiterson, M.Si memberikan keterangan kepada awak media, Rabu (3/10).
“Mari merubah paradikma dan cara berpikir bahwa penerimaan CPNS ada jatah-jatahan, ada yang bisa ditolong, ada yang bisa dibantu. Tidak, jangan ada lagi pikirann seperti ini,” tegasnya saat dibincangi awak media, usai menghadiri rapat paripurna, di ruang rapat paripurna dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat, Rabu (3/10/2018).
Sekda mengatakan, semua akan dilakukan dengan sitem komputerisasi. Apapun hasilnya, jika seseorang itu memang lulus maka dia akan lulus. Dengan demikian, tidak ada jatah-jatahan dan tidak ada yang bisa membantu, kecuali diri sendiri tersebut yang pendaftar.
Untuk tahun 2018 ini, Kabupaten Gunung Mas mendapat jatah 148 formasi CPNS dari kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB), dengan rincian lima formasi khusus eks tenaga honor/k-2,81 orang tenaga kesehatan dan satu orang disabilitas.
Secara khusus, ada beberapa syarat yang memberi ruang bagi warga Kabupaten Gunung Mas, terutama lulusan perguruan tinggi asal Kalimantan Tengah (Kalteng), dengan membuat standar Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 2,30 dan berasal dari perguruan Tinggi yang memiliki Akreditasi minimal C.
Sedangkan untuk calon pelamar dari lulusan perguruan tinggi diluar Kalteng, ditetapkan IPK yang cukup tinggi, yakni 2,75.
“Jadi saya piker ini cara kita berpihak dengan tidak mendiskriminasi saudara-sauadar kita dari luar Kalteng,” ungkapnya.
Sebelumnya, Sekretaris Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kabupaten Gunung Mas, Wahyudiningrat berpesan kepada para pendaftar untuk berhati-hati dan teliti dalam mendaftar, mengingat ini menggunakan sitem online. Pendaftaran juga diminta berhati-hati terhadadap penipuan.
“Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor 0821 5035 2088 dan 0823 5796 5376, Senin sampai Jumat mulai pukul 07.30-15.30 WIB. Nomor itu hanya menerima whatsapp dan SMS. Surat lamarn awal juga tidak perlu, namun saat lolos seleksi berkas baru disiapkan,” tandasnya.
Press Release Bidang Pengelolaan Informasi Publik.
by Muhammad Fiqri Baihaqi | Oct 3, 2018 |
Gunung Mas – Pemerintah Kabupaten Gunung Mas (Gumas) menanggapi pandangan umum Fraksi-Fraksi DPRD Kabupaten Gunung Mas. Pada rapat Paripurna Ke-2 (dua) Masa Persidangan I (Kesatu) Tahun Sidang 2018 di ruang sidang rapat paripurna DPRD, Selasa (3/10/2018) pagi.

FOTO : Bupati Gunung Mas Drs. Arton S. Dohong Sampaikan Jawaban atas pandangan umum Fraksi-Fraksi Pendukung Dewan terhadap rancangan peraturan daerah, tentang perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah Kabupaten Gunung Mas tahun anggaran 2018 pada rapat paripurna ke-3 masa persidangan 2018, Rabu (3/10).
Turut hadir Bupati Gunung Mas Drs. Arton S. Dohong, Ketua DPRD Drs. Gumer, Sekda Gunung Mas Drs. Yansiterson, M.Si, yang mewakili Sekretaris Dewan Kabag Persidangan Donie, S.Pd, M.Si, Kepala OPD, serta undangan lainnya.
Agenda Rapat paripurna hari ini yakni jawaban pemerintah Kabupaten Gunung Mas atas pandangan umum Fraksi-Fraksi pendukung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah terhadap, rancangan peraturan daerah tentang perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah tahun anggaran 2018.

Bupati Gunung Mas Drs. Arton S. Dohong mengatakan, pada hari Selasa tanggal 2 Oktober 2018, kemarin, secara umum dan menyeluruh pandangan Umum dari (lima) Fraksi pendukung Dewan, menyambut baik dan sependapat untuk dapat dibahas antara pihak Eksekutif dan pihak Legislatif, pada rapat-rapat Dewan selanjutnya, dan untuk itu kami menyampaikan terimakasih.

“Ahirnya, perkenankanlah kami sekali lagi menyampaikan penghargaan dan terima kasih atas sumbangan pikiran para Anggota DPRD. Kami menyadari, sesungguhnya melalui keseluruhan pandangan umum para anggota dari Fraksi-Fraksi pendukung Dewan Yang Terhormat, merupakan masukan yang berharga dan memperluas wawasan, demi tercapainya pembangunan yang adil dan merata di wilayah Kabupaten Gunung Mas,” pungkasnya.
Disampikan juga, saya atas nama Pemerintah dan seluruh masyarakat Kabupaten Gunung Mas, menyampaikan ucapan belasungkawa dan keprihatinan yang mendalam, atas bencana yang menimpa saudara-saudara kita di Kota Palu, Kabupaten Donggolo dan Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah.
Press Release Bidang Pengelolaan Informasi Publik.
by Muhammad Fiqri Baihaqi | Oct 3, 2018 |
Gunung Mas-Seluruh Fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten GunungMas (Gumas), dapat menerima atau menyetujui Rancangan peraturan daerah (Raperda) tentang perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2018 dalam rapat paripurna ke 1 masa persidangan ke 1 Tahun sidang 2018.

Kelima fraksi tersebut, yakni Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Nasional Demokrat (NasDem), Golongan Karya (Golkar), Fraksi Partai Demokrat, dan fraksi Gerakan Persatuan Indonesia (GPI).Salah satu juru bicara dari fraksi PDI Perjuangan Elvi Esie mengatakan, pihaknya menyadari bahwa terjadinya defisit anggaran dalam APBD-P 2018 akibat rasionalisasi anggaran.
“Maka, dengan mengucap puji syukurke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, Raperda tentang perubahan APBD Tahun Anggara 2018,” katanya.
Sedikit berbeda, dari jubir fraksi Golkar Rayaniatie Djangkan menegaskan bahwa fraksinya tidak setuju terkait kebijakan penundaan pembayaran tambahan penghasilan berdasarkan beban kerja dan uang makan ASN selama tiga bulan yang akan dibayarkan pada tahun anggaran 2019.
“Dalam hal ini, Fraksi Golkar tidak setuju karena kita tahu bahwa kebutuhan untuk akhir tahun sangat tinggi dan hal ini nanti akan dibahas bersama-sama,” katanya.
Sementara itu,persidangan yang mengagendakan pandangan umum fraksi DPRD Gumas terhadap pidato pengantar Bupai Gumas terhadap tersebut, dipimpin Ketua DPRD Gumas H Gumer, didampingi Wakil Ketua Punding S. Merang.
Pres Release Bidang Pengelolaan Informasi Publik.
by Muhammad Fiqri Baihaqi | Oct 2, 2018 |
Gunung Mas – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) menyerahkan satu paket bantuan mesin pencetak batako kepada karang taruna Desa Tumbang Miwan, Kecamatan Kurun. Penyerahan bantuan ini dilaksanakan di Halaman Kantor Dinsos setempat.

SERAHKAN : Kepala Dinsos Kabupaten Gunung Mas Drs. Budhy (Baju Hitam), dan Kabid Pemberdayaan Sosial Yuritae dua (dari kiri) menyerahkan bantuan satu paket mesin pencetak batako kepada karang taruna desa Tumbang Miwan, di halaman Dinsos setempat, Selasa (2/10/2018) pagi.
”Dengan pemberian bantuan ini, kita harapkan bisa dimanfaatkan dengan baik dan benar oleh karang taruna. Jangan sampai hanya menjadi besi tua,” tegas Kepala Dinsos Kabupaten Gumas Budhy didampingi Kabid Pemberdayaan Sosial Yuritae, Selasa (2/10) pagi.
Dia menuturkan, bantuan mesin pencetak batako yang diserahkan tersebut, terdiri dari mesin pencetak, mesin penggerak, sekop, gerobak dorong atau arko, semen, cangkul, serta molen atau mesin pengaduk.
”Bantuan yang kita berikan ini murni berasal dari anggaran Dinsos Gumas pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2018,” tuturnya.
Di tahun 2018 ini, lanjut dia, pihaknya fokus pada penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk mengembangkan usaha produktif di masing-masing karang taruna tingkat desa, sehingga mampu menjadi motor penggerak dalam meningkatkan ekonomi.
”Memang ini sudah menjadi prioritas kita, sebagai upaya untuk pengembangan ekonomi kreatif, khususnya bagi para pemuda yang berada di desa,” terangnya.
Saat ini, tambah dia, usaha pembuatan batako cukup potensial untuk dikembangkan. Hal tersebut mengingat tingginya pertumbuhan perumahan atau pembangunan di sejumlah desa.
”Disamping menciptakan wirausaha baru, usaha pembuatan batako ini juga akan membuka lapangan kerja baru, dan menekan angka pengangguran bagi warga desa,” tandasnya. (arm)
by Muhammad Fiqri Baihaqi | Oct 2, 2018 |
Gunung Mas – Saat ini, dalam penyelenggaraan pemerintahan, kesetaraan gender menjadi aspek penting dan harus direspon, karena merupakan salah satu point tujuan pembangunan berkelanjutan. Atas dasar itulah, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) menggelar pelatihan Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender (PPRG), bagi focal point perangkat daerah tahun 2018.
”Melalui pelatihan ini, akan dapat membuka wawasan semua pihak untuk lebih memahami arti pentingnya percepatan pelaksanaan kesetaraan gender di daerah, sehingga dapat segera tercapai,” ucap Sekretaris Daerah (Sekda) Gumas Yansiterson, di GPU Tampung Penyang, Selasa (2/10/2018) pagi.

Menurut dia, dalam mengambil setiap kebijakan dan rencana pelaksanaan pembangunan, kesetaraan gender akan selalu dikedepankan. Hal ini telah menjadi salah satu komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gumas untuk mencapai keberhasilan pembangunan.
”Berbagai upaya telah dan sedang kita lakukan dalam membangun kesadaran gender di kalangan aparat pemerintah maupun swasta. Salah satunya dengan pelaksanaan pelatihan ini,” ujarnya.

FOTO. Bersama Peserta Didampingi Sekda Gunung Mas Drs. Yansiterson, M. Si dan narasumber dari DP3A Provinsi Kalteng Eni Priatminingohi pada pelatihan percepatan, dan penganggaran responsif gender bagi focal point perangkat daerah tingkat Kabupaten Gunung Mas tahun 2018, di GPU Tampung Penyan, Selasa (2/10/10/2018) pagi.
Sejauh ini, lanjut dia, perkembangan paradigma pembangunan gender lebih ditekankan pada strategi yang dibangun, untuk mengintegrasikan gender menjadi satu dimensi integral dalam merencanakan, menganggarkan, melaksanakan, memantau, serta mengevaluasi berbagai kebijakan, program dan kegiatan pembangunan.
”Apa yang kita lakukan ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan keadilan gender, sehingga memiliki pores kesempatan yang sama dalam beraktivitas,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala DP3A Kabupaten Gumas Rumbun mengatakan, pelatihan ini bertujuan untuk memahami konsep serta tujuan perencanaan dan penganggaran responsif gender, memahami kategori anggaran responsif gender, menganalisis dengan menggunakan metode Gender Analysis Pathway (GAP), dan menyusun dokumen Gender Budget Statement (GBS).
”Pelatihan ini diikuti oleh 30 orang peserta dari berbagai kalangan. Kita harapkan kesetaraan gender dapat tercapai, sehingga berdampak pada pembangunan yang semakin meningkat, untuk terwujudnya Kabupaten Gumas Bersinar tahun 2019,” pungkasnya.
Press Release Bidang Pengelolaan Informasi Publik.