by Muhammad Fiqri Baihaqi | May 20, 2021
FOTO : Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Gunung Mas, Esra.
KUALA KURUN gunungmaskab.go.id – Sesuai surat keputusan (SK) Permenpan RI, maka Kabupaten Gunung Mas mendapat kuota sebanyak 673 formasi guru pada rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Gunung Mas, Esra menuturkan jika ketentuan umum terkait pelaksanaan seleksi PPPK itu berada di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSPM) Kabupaten Gunung Mas selaku leading sektor rekrutmen nantinya.
“Kami sudah berupaya dan tahun ini kita mendapatkan jatah PPPK sebanyak 673 formasi tenaga guru di Gunung Mas,” ujarnya saat dibincangi awak media di aula Hotel Zefanya, Kamis (20/5/2021).
Dirinya belum dapat memastikan bagaimana petunjuk teknis terkait pelaksanaan rekrutmen secara dalam jaringan (Daring) tersebut. Namun dipastikan bahwa proses pendaftaran dibuka mulai tanggal 31 Mei 2021, seleksi berkas dan tes tertulisnya pada Agustus dan September 2021.
“Seleksi PPPK dilakukan dalam tiga tahap dan berbeda dengan tes CPNS. Semoga kuota 637 formasi ini bisa terisi sepenuhnya. Sebab, rekrutmen tersebut harus dilaksanakan dengan metode CAT, maka kami terus berlatih untuk memenuhi kuota yang ada di Gunung Mas,” harapnya.
by Muhammad Fiqri Baihaqi | May 20, 2021
FOTO : Bupati Gunung Mas, Jaya Samaya Monong saat menyerahkan bantuan CSR untuk rumah ibadah usai resmikan kantor PT. Bank Kalteng Cabang Pembantu Sepang, Kamis (20/5/2021).

KUALA KURUN gunungmaskab.go.id Dalam kunjungan kerjanya di Kecamatan Sepang, Bupati Gunung Mas Jaya Samaya Monong resmikan kantor PT. Bank Kalteng Cabang Pembantu Sepang, Kamis (20/5/2021).
Acara peresmian kantor PT. Bank Kalteng Cabang Pembantu Sepang ditandai dengan penarikan tirai papan kantor Bank Kalteng Cabang Pembantu Sepang oleh Bupati Jaya Samaya Monong.

“Hari ini kita sudah meresmikan, kami sangat mengapresiasi apa yang telah dicapai PT. Bank Kalteng Cabang Kuala Kurun dalam membuka jaringan kantor guna melayani masyarakat dan pertumbuhan ekonomi di wilayah Kabupaten Gunung Mas terlebih juga dalam peningkatan PAD,” ujarnya.
Dalam keterangan pesannya masyarakat di wilayah Kecamatan Sepang dan Kecamatan Mihing Raya maupun wilayah Kabupaten Pulang Pisau dapat menikmati dan memanfaatkan fasilitas pelayanan jasa keuangan PT. Bank Kalteng Cabang Sepang.
“Saya juga mengajak seluruh Masyarakat Kabupaten Gunung Mas mari menabung di Bank Kalteng je Ayun Itah,” ucap Bupati.
Untuk menghadapi tantangan kemajuan teknologi dan persaingan bisnis perbankan ke depan kami berharap dan mendukung sepenuhnya kepada jajaran management PT. Bank Kalteng untuk bertransformasi digital banking yang lebih unggul bersaing, inovasi dan kontributif.
“Sesuai dengan kebutuhan customer demi terwujudnya kemudahan dalam bertransaksi yang efektif dan efisien. Sehingga dapat meningkatkan profit bank dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
Peresmian tersebut juga dihadiri Wakil Bupati Gunung Mas Efrensia L.P Umbing, Wakil Ketua DPRD Bhinarta, Asisten II Setda Gumas Richard, Direktur utama PT. Bank Kalteng Yahya Diasmono, Direktur Utama dan Keuangan PT. bank Kalteng Ahmad Selanorwanda, Komisaris Utama PT. Bank Kalteng Rosihannoor, Komisaris Independen Lubis Rada Inin, Komisaris Non Independen Syahrin Daulay, Kepala OJK Perwakilan Palangka Raya Otto Fitriandy, Pimpinan PT Bank Kalteng Cabang Kuala Kurun Empas Umar.
by Muhammad Fiqri Baihaqi | May 20, 2021
FOTO : Organisasi IGI Kabupaten Gunung Mas gelar Pelatihan Menulis Best Practice dan Sagusaku bagi Pengawas, Kepala Sekolah dan Guru se- Kabupaten Gunung Mas di Aula Hotel Zefanya, Kamis (20/5/2021).

Foto : Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Gunung Mas, Esra ketika menyampaikan sambutannya.
KUALA KURUN gunungmaskab.go.id – Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kabupaten Gunung Mas gelar Pelatihan Menulis Best Practice dan Sagusaku bagi Pengawas, Kepala Sekolah dan Guru se-Kabupaten Gunung Mas di Aula Hotel Zefanya, Kamis (20/5/2021).
Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Gunung Mas, Esra mengatakan bahwa para guru ini nanti dapat menulis buku apa saja dan bisa dipublikasikan ke anak didiknya di sekolah.

“Intinya guru-guru ini wajib mempunyai karya tulis dalam rangka kenaikan pangkat dan sebagainya. Jadi tidak lagi dalam bahasa tukang jahit ngumpul dari sana sini bahannya,” ujar Ersa.
Dia berharap para guru dapat membuat sendiri karya tulisnya, dalam kenaikan pangkat tidak menjadi kendala lagi bagi mereka. Menulis adalah salah satu keterampilan produktif dalam bahasa.
“Menulis merupakan aktivitas menuangkan pikiran atau ide-ide menggambarkan fakta maupun imajinasi dalam bentuk teks sehingga dapat dibaca dan dipahami oleh pembaca,” katanya.
Seorang penulis perlu menyusun karyanya dengan sistematika yang terstruktur, sehingga memudahkan pembaca memahami maksud tulisannya.
“Saya menyampaikan bahwa guru-guru nanti akan menjadi cikal bakal pelatih-pelatih di setiap Kecamatan, jadi tidak lagi ngumpul di Ibukota Kabupaten dalam pelaksanaan kegiatan-kegiatan,” terangnya.
Esra menegaskan, setiap guru-guru harus menjaga martabat. Martabat seorang guru yang ditiru dan dijadikan contoh menjadi sorotan masyarakat.
Ketika guru mendidik dengan baik pembelajarannya akan mudah untuk masuk, jangan hanya untuk mengajar saja tetapi bagaimana dia mendidik perilaku karakter yang baik.
“Jangan sampai guru-guru meninggalkan tugasnya. Kalau berusaha itu boleh, asal jangan meninggalkan tugas utamanya. Hargailah tugas profesinya bagaimana kita menghargai dengan kemampuan kita dengan ilmu, dengan cara mengajar,” ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama Ketua Ikatan Guru Kabupaten Gunung Mas Triwanto Samosir mengatakan, kemampuan menulis Best Practice akan bermanfaat bagi seorang guru. Tujuan utama untuk memperbaiki mutu kegiatan belajar mengajar di kelas, produk best practice bisa digunakan untuk kenaikan pangkat. Karena best practice adalah salah satu publikasi ilmiah yang bisa dinilai angka kreditnya.
“Budaya menulis ini harus terus kita galakan di kalangan guru/pendidikan kita sebagai salah satu bentuk dukungan kepada program literasi yang dicanangkan Pemerintah, agar dapat berhasil dan dapat membudaya di kalangan siswa kita di sekolah masing-masing,” ujar Triwanto Samosir.
Sementara itu Ketua panitia, Sri Yohana mengatakan tujuan dari kegiatan tersebut yakni, menumbuhkan budaya literasi di dunia pendidikan, yang dimulai dari tenaga pendidiknya.
“Melatih tenaga pendidik diharapkan terlatih untuk menulis, baik tulisan kreatif maupun tulisan ilmiah yang berkaitan langsung dengan profesinya. Melalui kanal Sagusaku IGI para peserta di fasilitasi untuk memiliki karya berupa buku yang diterbitkan dan ber ISBN, baik berupa buku antologi maupun perorangan,” ujarnya.
Peserta kegiatan ini terdiri dari guru guru TK, SD, SMA, SMK se- Kabupaten Gunung Mas dengan jumlah peserta 50 orang, Narasumber Dewan Pakar IGI Pusat, Pembina IGI Kalteng dan juga Penasehat Sagusaku IGI Nasional Rusnanie Esra.
“Untuk pelatih Best Practice Duta Sains P4TK IPA Kalimantan Tengah juga pengurus IGI Wilayah Kalteng Yepriana P. Asie, pelatih Sagusaku yang juga penulis buku aktif Diana Mulawarmaningsih,” pungkasnya.
by Muhammad Fiqri Baihaqi | May 19, 2021
FOTO : Wabup Gunung Mas, Efrensia L.P Umbing saat pimpin rapat koordinasi tindak lanjut arahan Presiden Republik Indonesia terkait evaluasi penanganan Covid-19 dan program vaksinasi secara virtual di ruang rapat lantai I Kantor bupati setempat, Rabu (19/5/2021).
Kuala Kurun gunungmaskab.go.id – Wakil Bupati Gunung Mas, Efrensia L.P Umbing pimpin rapat koordinasi tindak lanjut arahan Presiden Republik Indonesia terkait evaluasi penanganan Covid-19 dan program vaksinasi secara virtual di ruang rapat lantai I Kantor Bupati setempat, Rabu (19/5/2021).

Dalam arahannya, Efrensia membeberkan bahwa vaksinasi yang sudah diterima Kabupaten Gunung Mas sebanyak 13.580 dosis dan baru 539 dosis yang telah direalisasikan. Sedangkan vaksinasi untuk tenaga kesehatan melebihi target, yakni sebanyak 4,8 persen. Kemudian kategori pelayanan publik sebanyak 24,3 persen dan para lanjut usia (Lansia) baru terealisasi sebanyak 1,95 persen.
“Vaksin yang tersisa sebanyak 8.200 dosis baru diterima pada tanggal 7 sampai tanggal 11 Mei 2021. Mengapa realisasinya kecil, sebab kita terbentur pelaksanaan hari libur bersama Hari Raya Idul Fitri,” akunya.
Sesuai instruksi Gubernur Kalimantan Tengah, maka ditargetkan dalam 10 hari ke depan pihaknya bakal menggenjot pelaksanaan vaksinasi yang tersisa 8.200 dosis.
“Rencananya pada hari Sabtu nanti akan dilakukan vaksinasi secara massal. Terkait anggaran juga terkendala refocusing sedang diproses perubahan anggaran. Namun demikian sudah selesai per tanggal 4 Mei yang lalu,” katanya.
Terkait Dinas Kesehatan Gunung Mas yang mengalami perubahan nomenklatur berdasarkan surat dari Kemendagri pada 4 mei 2021, maka dinas terkait telah melakukan penyesuaian nomenklaturnya.
“Kemudian terkait dengan kapasitas ruang isolasi yang khusus untuk Covid-19 kini tersedia 10 bangsal. Karena banyak pasien terduga Covid-19 tanpa gejala, sehingga mereka hanya menjalankan isolasi secara mandiri,” tuturnya.
Efrensia L.P Umbing menyampaikan bahwa selama ini Satgas Covid-19 Kabupaten Gunung Mas tetap aktif melakukan operasi yustisi hingga ke tingkat Kecamatan, sebab pendisiplinan penerapan protokol kesehatan (Prokes) menjadi prioritas utama.
“Rancangan Peraturan Daerah tentang Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan di Gunung Mas telah dibuat dan diharapkan segera dibahas. Dengan regulasi itu, diharapkan mampu memudahkan kinerja Satgas menerapkan sanksi-sanksi bagi masyarakat yang tidak taat Prokes,” tegasnya.
Terkait pembatasan kegiatan masyarakat berskala mikro di tingkat desa dan kelurahan tetap berjalan, mulai dari tanggal 4 Maret hingga 5 April 2021 dan diperpanjang sejak 18 Mei sampai 31 Mei 2021. “PPKM tetap dilaksanakan di seluruh desa dan kelurahan”.
“Berdasarkan data yang diterima dari Dinas Kesehatan, terkait varian baru Covid-19 ada satu di Kabupaten Gunung Mas pada bulan Maret lalu, yakni NR selaku tenaga kerja pada PLTU Tumbang Kajuei Kecamatan Rungan,” sebutnya
by Muhammad Fiqri Baihaqi | May 18, 2021
Kuala Kurun gunungmaskab.go.id – Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Kuala Kurun Kabupaten Gunung Mas (Gumas) akan mengikuti Festival dan Lomba Seni siswa nasional (FLS2N) peserta didik berkebutuhan khusus tingkat provinsi yang dilaksanakan pada tanggal 07 sampai 09 Juni 2021 di kota Palangkaraya.

“Dari hasil zoom meeting terbatas kuotanya,dari pihak kami sudah menyiapkan empat siswa untuk mengikuti FL2SN tingkat Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2021,” ucap Kepala SLBN Kuala Kurun Martha saat dibincangi awak media di ruang kerjanya, Selasa (18/05/2021).
Empat siswa SLBN Kurun akan mengikuti cabang lomba yaitu pantomim, bernyanyi dan menari jika kuota lomba boleh lebih dari satu. Jika peserta Lomba dibatasi maka SLBN Kurun akan mengikuti satu cabang lomba yaitu menari.
Dalam mengajar siswa berkebutuhan khusus, ada berbagai tantangan yang dihadapi oleh SLBN Kuala Kurun, khususnya tenaga pendidik di sekolah itu sebagian besar berasal dari pendidikan umum sehingga.
Walau demikian SLBN Kuala kurun menampilkan yang terbaik demi mengharumkan nama sekolah dan Kabupaten yang berjuluk habangkalan penyang karuhei tatau.
Di Kesempatan yang sama Pengawas SMA, SMK-LB pada Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah untuk Wilayah Kabupaten Gumas Serie berharap SLBN kuala Kurun bisa meraih juara pada ajang FL2SN.
“Agar bisa meraih juara saya minta kepada pihak sekolah untuk terus berlatih dalam menghadapi lomba. Mohon dukungan dan doa untuk para siswa yang nantinya akan mengikuti lomba,” tandasnya.
by Muhammad Fiqri Baihaqi | May 18, 2021
FOTO : Sekretaris Daerah Kabupaten Gunung Mas, Yansiterson saat memimpin Rapat Koordinasi Pencegahan dan Penanganan Karhutla di Ruang Rapat Lantai I Kantor Bupati setempat, Selasa (18/5/2021).

Kuala Kurun gunungmaskab.go.id – Hadapi potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Sekretaris Daerah Kabupaten Gunung Mas, Yansiterson memimpin Rapat Koordinasi di Ruang Rapat Lantai I Kantor Bupati setempat, Selasa (18/5/2021).
Rapat dilaksanakan dalam rangka kesiap siagaan menghadapi bencana kebakaran hutan dan lahan tahun 2021. Kegiatan itu diikuti oleh Ketua DPRD Gunung Mas, Akerman Sahidar, Asisten I Setda Gunung Mas, Lurand, Ketua Pengadilan Agama, Perwira Penghubung 1011/PLK, perwakilan Pengadilan Negeri Kelas II Kuala Kurun, Kapolres dan Camat se Gunung Mas.
Dalam kesempatan itu, Yansiterson menyampaikan berbagai langkah kesiapan Kabupaten Gunung Mas dalam menghadapi potensi bencana Karhutla. Seperti penetapan status kesiap siagaan Karhutla, pra bencana disepakati mulai pada tanggal 1 sampai dengan 30 Juni 2021.

“Terkait kesiap siagaan, yang terpenting adalah menginventarisasi penanganan Karhutla baik dari sisi personel, sarana prasarana yang kita miliki dan anggaran yang mendukung,” ungkapnya.
Adapun pos yang belum dibentuk, diharapkan segera dibentuk dan ketika ditetapkan pada 1 Juni 2021 sudah siap.
“Saya berharap teman-teman Camat, Kades, Lurah bahkan masyarakat setempat di wilayah Kabupaten Gunung Mas adalah garda terdepan untuk menyampaikan informasi terkait dengan kejadian Karhutla yang ada disekitarnya,” tegas Sekda.
Yansiterson juga menyatakan, bahwa yang tidak kalah penting adalah perusahan-perusahaan tertentu yang berinvestasi di Kabupaten Gunung Mas baik itu di bidang Kehutanan, Pertambangan maupun Perkebunan, supaya berperan aktif dalam upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla.
“Untuk perusahaan-perusahaan sekitar wilayah lokasi yang dikelola, mereka harus peduli dengan lingkungan sekitarnya supaya ikut berpartisipasi. Sehingga begitu ada kejadian Karhutla supaya cepat mengatasinya,” pesan Yansiterson.
Sekda menyebut, jika tipikal masyarakatnya ketika berladang membuka lahan membakar baru menanam.
“Saya pikir, ya tadi belum ditetapkan juga Pergubnya terkait dengan Karhutla, kita juga mengambil sikap dan memberikan sosialisasi kepada masyarakat supaya lebih dipatuhi dan diketahui oleh masyarakat kita semua,” ujarnya.
Kemarau panjang yang diprediksi terjadi pada Juli sampai September 2021 diharapkan bisa teratasi dengan baik dan mampu dicegah.
“Supaya tidak terjadi lebih besar dan mengganggu merusak lingkungan juga merusak kesehatan akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan,” pungkas Yansiterson.