by Muhammad Fiqri Baihaqi | May 6, 2021
Keterangan gambar: Bupati Gunung Mas Jaya Samaya Monong menyampaikan sambutannya kegiatan Focus Group Discussion Perencanaan Pembangunan Berkelanjutan.
Kuala Kurun gunungmaskab.go.id – Bupati Gunung Mas Jaya Samaya Monong membuka kegiatan Focus Group Discussion Perencanaan Pembangunan Berkelanjutan Kabupaten Gunung Mas Tahun 2021
“Saya menyampaikan ucapan terima kasih kepada WWF Kalimantan Tengah selaku pemrakarsa kegiatan FGD ini dan atas kehadiran Bapak dan Ibu sekalian pada hari ini dalam acara diskusi ini penghargaan yang tinggi atas dukungan para pihak pada rangkaian acara ini, dan bersama-sama nanti kita akan membahas secara terbuka tentang Pembangunan Berkelanjutan di Kabupaten Gunung Mas,” ujar Jaya Samaya Monong di Aula Bappedalitbang, Kamis (6/4/2021).

Diskusi ini dinilai sangat penting dan bisa dilakukan secara terbuka, ilmiah dan berdasarkan fakta sebenarnya serta prospektif menyangkut perencanaan pembangunan yang sudah diterapkan dalam RPJMD Kabupaten Gunung Mas Tahun 2019-2024.
Pembangunan berkelanjutan merupakan salah satu misi dari 8 misi untuk mewujudkan Kabupaten Gunung Mas yang Bermartabat, Maju, Berdaya Saing, Sejahtera, dan Mandiri.
“Pembangunan berkelanjutan merupakan salah satu solusi tindak lanjut dari penyelesaian permasalahan pokok yang dapat kita temui di daerah kita yaitu belum optimalnya pengelolaan dan pelestarian lingkungan hidup,” ucapnya.
Sumber daya alam merupakan modal pembangunan daerah dan sekaligus sebagai penopang sistem kehidupan. Sumber daya alam yang lestari akan menjamin tersedianya sumber daya yang berkelanjutan bagi pembangunan, maka sumber daya alam harus dikelola secara seimbang untuk menjamin keberlanjutan pembangunan daerah.
“Saya menyampaikan selamat berdiskusi dalam forum ini dan dengan semangat “BERJUANG BERSAMA”, mari kita saling membantu dan saling menjaga dalam menjalankan berbagai kebijakan pembangunan di Kabupaten Gunung Mas ini, serta tidak lupa jaga kesehatan Bapak Ibu, tetap disiplin penerapan Protokol Kesehatan Covid-19,” bebernya.
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penelitian Pengembangan (Bappedalitbang), Kabupaten Gunung Mas (Gumas) Yantrio Aulia mengatakan, Focus Group Discussion bertujuan sharing informasi dari narasumber terkait peluang anggaran untuk pembangunan, terkait perencanaan kawasan yang sinergis dengan perencanaan perdesaan, program kedaulatan pangan, sistem antisipasi perubahan hutan dan non hutan.
Program Manager WWF Provinsi Kalimantan Tengah Rosenda mengatakan, keberadaan kami ingin membantu visi misi pemerintah Kabupaten Gunung Mas bisa tercapai misi strategisnya dengan bantuan multi pihak.
Artinya peran pembangunan sudah sepantasnya di ser juga ke pihak swasta, pihak masyarakat agar bisa bertanggung jawab dalam pengambilan kebijakan dalam naungan dengan program di Kabupaten Gunung Mas.
Dikatakannya, upaya FGD ini adalah untuk memastikan pemkab Gumas mendapat dukungan dari pihak lain diluar pemerintah dari pihak swasta dan masyarakat.
“Kita mendapatkan informasi dukungan kongkritnya, programnya apa supaya semua sinergi dan tidak bertentangan satu sama lain ketika kita mendukung pembangunan berkelanjutan di Gunung Mas,” paparya.
Pendanaan yang mungkin bisa diakses secara rata-rata persentase dari APBD hanya 20 persen, sementara hanya mencari kekosongan 80 persen.
Peluang peluang ini yang diangkat oleh pembicara dari kementerian keuangan, peluang – peluang bagaimana transfer dana berbasis ekologi terjadi dari Provinsi ke Kabupaten dan juga ke desa.
“Kami juga berkeinginan bagaimana program pengelolaan sampah di Gunung Mas supaya bermanfaat dan mendorong mempromosikan pangan lokal, supaya menjadi penyeimbang ketika kita berbicara tentang food estate, juga membantu mempromosikan potensi pariwisat,” tandasnya.
by Muhammad Fiqri Baihaqi | May 5, 2021

Keterangan gambar: Sekretaris Dinas Pendidikan dan Olahraga Rosalia, S.Sos saat membacakan sambutan tertulis Kepala Dinas.
Kuala Kurun gunungmaskab.go.id – Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Gunung Mas (Gumas) menggelar kegiatan pembinaan operator dapodik satuan PAUD Tahun 2021.

“Kami sangat berharap melalui kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang berguna bagi kita semua khususnya bagi seluruh peserta kegiatan,” ujar Sekretaris Dinas Pendidikan dan Olahraga Rosalia, S.Sos saat membacakan sambutan tertulis Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga, di Aula Hotel Zefanya, Rabu (5/5/2021) sore.
Melalui kegiatan ini diharapkan peserta mampu memahami tentang sistem pengelolaan data Nasional data pokok pendidikan (DAPODIK) pada satuan PAUD.
Dapodik dibuat agar memudahkan seluruh sekolah di Indonesia pada proses pengumpulan data terhadap pemerintah pusat. Artinya tempat belajar berstatus negeri maupun swasta wajib mengisi dapodik.
Dimana sistem dapodik dibuat menggunakan internet sebagai pondasi. Hal itu dikarenakan proses pengumpulan data secara online lebih efektif serta efisien, sehingga dapodik bisa diandalkan
“Saya berharap, para peserta mampu memahami serta mengoperasi aplikasi DAPODIK dengan baik,” katanya.
Pendidikan anak usia dini merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan yang menitikberatkan pada peletakan dasar ke arah pertumbuhan dan 6 (enem) perkembangan agama dan moral fisik motorik, kognitif, bahasa sosial-emosional, dan seni.
Sesuai dengan keunikan dan tahapan-tahapan perkembangan usia yang dilalui oleh anak-anak usia dini seperti yang tercantum dalam Permendikbud 137 Tahun 2014 tentang standar Nasional PAUD (menggantikan Permendiknas 58 tahun 2009).
Dalam kesempatan yang sama Ketua Panitia penyelenggaraan kegiatan Vina Valentina Pasaribu, M.Si mengatakan, maksud dan tujuan kegiatan ini untuk memberikan pemahaman tentang sistem pendataan data skala Nasional data pokok pendidikan (DAPODIK) pada satuan PAUD serta memberikan pendampingan dalam mengoperasikan aplikasi DAPODIK pada satuan PAUD.
Jumlah peserta 40 orang terdiri dari operator DAPODIK satuan PAUD pada pembinaan kelembagaan dan manajemen PAUD, operator DAPODIK sekolah yang berasal dari lembaga se-Kabupaten Gunung Mas.
Sedangkan untuk narasumber sebanyak 3 orang, berasal dari BP – PAUD dan DIKMAS Provinsi Kalimantan Tengah dan Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah.
Lebih lanjut Vina Valentina Pasaribu, M.Si menerangkan, untuk kegiatan ini ada pendampingan dari kantor KP2KP Kuala Kurun, dan diharapkan semua peserta menggunakan laptop untuk praktek langsung terkait aplikasi DAPODIK.
by Muhammad Fiqri Baihaqi | May 5, 2021

Keterangan gambar: Wakil Bupati Gunung Mas Efrensia L.P Umbing memasang pita Operasi Ketupat.
Kuala Kurun gunungmaskab.go.id – Polres Gunung Mas Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat sebagai bentuk pengecekan akhir kesiapan pelaksanaan operasi “Ketupat-2021” dalam rangka Pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1442 H/2021 bertempat di Mako Polres Gumas, Rabu(5/5/2021).
Bertindak sebagai Pemimpin Apel, Wakil Bupati Gunung Mas Efrensia L.P. Umbing dan Komandan apel Iptu Muludin (Kasat Samapta Polres Gunung Mas).
Turut hadir Polres Gunung Mas AKBP. Rudi Asriman, S.I.K, Pabung 1011/PLK Mayor Infantri M. Ayub, dan diikuti Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan dan undangan lainnya.
Dalam apel itu, Wakil Bupati Gunung Mas membacakan Amanat Kapolri, memberikan jaminan keamanan dan pelayanan terbaik bagi masyarakat, sehingga dapat menjalankan ibadah puasa ramadhan dan hari raya Idul Fitri 1442 H Dengan aman, nyaman, tertib dan lancar di tengah suasana pandemi Covid-19 yang masih melanda. Berbagai kesiapan tentunya sudah dibuat oleh masing-masing Kementerian dan lembaga terkait oleh jajaran Kepolisian.
Operasi Ketupat-2021 akan dilaksanakan selama 12 hari, mulai tanggal 6 sampai dengan 17 Mei 2021 dengan mengedepankan kegiatan pencegahan yang didukung deteksi dini dan penegakan hukum dalam rangka pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1442 H dan tetap menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran Covid-19 sehingga masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan rasa aman dan nyaman.
Dalam pelaksanaan Operasi Ketupat-2021, akan melibatkan 90.592 personel Polri, 11.533 personel TNI serta 52.880 personel instansi terkait lainnya yang terdiri dari Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Pramuka, Jasa Raharja, dll.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi aktif dalam apel gelar pasukan operasi “Ketupat-2021” dalam rangka pengamanan Idul Fitri 1442 H/2021 semoga pengabdian yang kita laksanakan dengan penuh keikhlasan ini akan menjadi catatan amal ibadah saudara/saudari sekalian di hadapan Tuhan Yang Maha Esa,” tandas Wabup saat membacakan amanat Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Listyo Sigit Prabowo.
by Muhammad Fiqri Baihaqi | May 4, 2021

Keterangan gambar: Penasehat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Gunung Mas, Ny. Mimie Mariatie Jaya Samaya Monong, menyampaikan sambutannya.
Kuala Kurun gunungmaskab.go.id – Penasehat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Gunung Mas (Gumas), Ny. Mimie Mariatie Jaya Samaya Monong, mengatakan, DWP Gumas sebagai wadah organisasi istri Aparatur Sipil Negara yang profesional, untuk memperkuat peran serta perempuan dalam pembangunan bangsa.
DWP Masa Bakti 2020-2025, akan ditetapkan pada Musyawarah Daerah (Musda) IV, agar bersama-sama Ketua DWP Unit Pelaksana Dinas/Badan di lingkup Pemerintah Kabupaten Gunung Mas.
“Organisasi Wanita lainnya dapat bergandengan tangan sebagai mitra pemerintah aktif melakukan sosialisasi, penyuluhan berkaitan dengan membangun ketahanan pangan keluarga di masa pandemi covid 19,” kata Ny. Mimie Mariatie ketika menyampaikan sambutannya di aula Zefanya, Senin (3/5/2021).
Melalui Musda ini juga, saya harapkan dapat mengevaluasi program kerja DWP Kabupaten Gunung Mas yang telah dilaksanakan sehingga kedepan Program Kerja Dharma Wanita Persatuan lebih baik lagi.
“Saya mengingatkan dan memberikan semangat kepada pengurus, untuk selalu melaksanakan program kerja sama dengan bekerja diantara organisasi wanita lainnya,” ujarnya.
Ketua DWP Gumas Ny. Susi S. Edwin Yustian. Dalam sambutannya mengatakan, Musda ke-IV DWP dilaksanakan setelah Kepengurusan DWP Masa bakti 2015 -2020 berakhir pada bulan Desember 2020.
“Maka perlu menetapkan Ketua DWP Kabupaten Gunung Mas sesuai dengan Anggaran Dasar Dharma Wanita Persatuan hasil Munas Tahun 2019,” jelasnya.
Sementara itu, ketua panitia Ny. Gustine Sinta Salampak menerangkan, Maksud dan tujuan dilaksanakannya Musda IV sebagai Laporan Pertanggung jawaban DWP Masa Bakti 2015 – 2020, dengan menetapkan Ketua DWP yang telah berakhir masa kepengurusannya (periode 2015-2020).
“Sesuai Anggaran Dasar Dharma Wanita Persatuan yang telah direvisi bahwa Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten dijabat oleh istri Sekretaris Daerah Kabupaten. Menyampaikan Hasil Musyawarah Nasional (Munas) Dharma Wanita Persatuan,” pungkasnya.
by Muhammad Fiqri Baihaqi | May 4, 2021

Foto bersama: Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Gunung Mas (Gumas) Esra, dengan peserta kegiatan.
Kuala Kurun gunungmaskab.go.id – Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Gunung Mas (Gumas) Esra, membuka kegiatan Manajemen Dana BOP PAUD Pembinaan Kelembagaan dan Manajemen PAUD Tingkat Kabupaten Gunung Mas Tahun 2021 bertempat di Aula Hotel Zepanya, Selasa (4/5/2021).
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala BP-PAUD dan Dikmas Provinsi Kalimantan Tengah Santoso, S.Pd., M.Si, sebagai Narasumber, Ketua Dewan Pembina IGI Kalteng Dr. Rusnani, M.Pd, Sekretaris Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Gunung Mas Rosalia, S.Sos, Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Dikmas Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Gunung Mas juga sebagai Ketua Panitia Vina Valentina Pasaribu, M.Si.

Keterangan gambar: Ketua Panitia penyelenggaraan kegiatan Vina Valentina Pasaribu, M.Si menyampaikan laporannya.
Dalam sambutannya, Esra mengapresiasi dan menyambut baik dengan diselenggarakannya kegiatan ini, memberikan manfaat yang berguna bagi semua khususnya untuk seluruh peserta kegiatan.
Lanjut Kadis, melalui kegiatan ini diharapkan peserta mampu memahami tentang pengelolaan dana BOP PAUD sesuai juknis yang telah ditetapkan dan memahami mekanisme penyaluran dana DAK Non Fisik BOP PAUD sesuai dengan program kebijakan baru Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI), yang dicanangkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Kabinet Indonesia Maju, Nadiem Anwar Makarim yaitu Merdeka Belajar.

Pendidikan Anak Usia Dini merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan yang menitikberatkan pada peletakan dasar ke arah pertumbuhan dan 6 (enam) perkembangan yaitu agama dan moral, fisik motorik, kognitif, negatif, bahasa, sosial-emosional dan seni.
“Saya berpesan agar kita selalu menjaga kesehatan dan menerapkan Protokol Kesehatan guna menanggulangi dan menghentikan penyebaran Virus Covid-19,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Panitia penyelenggaraan kegiatan Vina Valentina Pasaribu, M.Si mengatakan, tujuan dari kegiatan tersebut adalah manajemen BOP PAUD pada pembinaan kelembagaan dan manajemen PAUD Tingkat Kabupaten Gunung Mas Tahun 2021.
Yang pertama memberikan pemahaman tentang pengelolaan dana BOP PAUD berdasarkan juknis yang telah ditetapkan, kedua memberikan pemahaman tentang mekanisme penyaluran DAK Non Fisik BOP PAUD.
“Adapun jumlah peserta yang mengikuti kegiatan manajemen dana BOP PAUD sebanyak 40 orang, terdiri dari Kepala Sekolah dan Bendahara dari Lembaga Negeri maupun Swasta di Kabupaten Gunung Mas,” pungkasnya.
by Muhammad Fiqri Baihaqi | May 3, 2021

Bentuk Apresiasi: Guru-guru berprestasi mendapat piala piagam penghargaan dari Pemerintah Kabupaten Gunung Mas.
Kuala Kurun gunungmaskab.go.id – Pemerintah Kabupaten Gunung Mas (Gumas) memperingati Hari Pendidikan Nasional yang jatuh pada tanggal 2 Mei yang digelar di halaman Kantor Bupati, Senin (3/5/2021) bertindak sebagai inspektur upacara yakni Bupati Gunung Mas Jaya Samaya Monong.
Jaya Samaya Monong saat membacakan sambutan tertulis Menteri Pendidikan, Kebudayan Riset dan Teknologi Republik Indonesia menyampaikan, agar kita kesampingkan sejenak segala kesulitan. Hari ini kita bangkitkan semangat untuk menyongsong lembaran baru pendidikan Indonesia.

Pemikiran Bapak Ki Hajar dewantara sebagai Bapak Pendidikan Indonesia tersebut haruslah kita jiwai dan kita hidupkan kembali agar lekas tercapai pendidikan yang berkualitas bagi seluruh rakyat Indonesia, serta terwujudnya kemerdekaan belajar yang sejati.
“Saya ingin, anak-anak Indonesia menjadi pelajar yang menggenggam teguh falsafah Pancasila, pelajar yang merdeka sepanjang hayatnya, dan pelajar yang mampu menyongsong masa depan dengan percaya diri. Melakukan transformasi pendidikan melalui berbagai terobosan Merdeka Belajar,” ujar Bupati Gunung Mas membacakan sambutan Menteri Pendidikan, Kebudayan Riset dan Teknologi Republik Indonesia.

Terobosan-terobosan Merdeka Belajar betul-betul dapat menyasar seluruh masyarakat, mulai pendidik dan pelajar dari PAUD sampai pendidikan tinggi, organisasi dari Sabang sampai Merauke, Miangas sampai pulau Rote.
Krisis pandemi ini adalah ladang optimisme yang menunggu untuk kita panen. Krisis adalah kesempatan kita untuk menuai kemajuan. Saat ini ada sebagian yang sudah menerapkan pembelajaran tatap muka secara terbatas, ada juga yang tengah bersiap.
“Saya sangat bersemangat, melihat masyarakat sadar bahwa kita harus bergerak maju dan melakukan berbagai lompatan kemajuan tanpa keraguan, tentunya dengan mengedepankan keselamatan dan kesehatan,” katanya.
Kita perlu memahami bahwa pandemi bukanlah satu-satunya tantangan yang kita hadapi. Di depan, masih membentang sederet tantangan yang akan dan harus kita lalui bersama.
“Mari kita lalui segala tantangan dengan inovasi dan solusi. Mari kita ciptakan sejarah yang gemilang dan tak terbantahkan oleh dunia. Ketahuilah, tidak ada tantangan yang tidak dapat dihadapi bangsa yang besar, jika kita bergotong-royong, upaya kita untuk mewujudkan Merdeka Belajar akan semakin cepat terlaksana. Silih asah, silih asuh, dan silih asih. Saling memintarkan, saling menyayangi, dan saling memelihara, demi satu tujuan SDM unggul, Indonesia maju,” jelasnya.
Bupati menambahkan, bahwa ini adalah momentum dalam kesempatan memanfaatkan peluang dalam rangka memajukan dunia pendidikan dalam mewujudkan Merdeka Belajar.
“Saya berpesan kepada penerima beasiswa supaya giat belajar semakin semangat tidak ada alasan lagi tidak mampu tidak sekolah.”
Untuk itu Bupati sudah menyiapkan program beasiswa melalui Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga.
Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Gunung Mas Esra mengatakan, Program sekolah penggerak merupakan seleksi yang dilakukan oleh Kemendikbud, dunia pendidikan Gumas terpilih ada 10 sekolah yaitu 5 Sekolah Dasar, 3 sekolah SMP, 1 SMA dan 1 SMK.
“Sekolah yang terpilih akan dilakukan training oleh Kemendikbud, dalam rangka proses pembelajaran di era milenial bagaimana memimpin sekolah, sehingga sekolah itu menjadi Merdeka Belajar”.
Lanjutnya sekolah yang berada di Kabupaten Gunung Mas akan mendapat imbas dari sekolah yang sudah maju. Bupati berharap sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Gunung Mas dapat mencapai standar pendidikan Nasional.
Tahapan seleksi diikuti dari jenjang pendidikan TK, SD dan SMP, dan yang memenuhi seleksi sebanyak 178 orang, tahap pertama telah lolos 22 sekolah, dan dari 22 orang kepala sekolah yang lolos akan diseleksi kembali sehingga ada 10 orang yang lolos.
Seleksi dilaksanakan sangat ketat dan untuk kepala sekolah yang sudah terpilih yang memiliki kemampuan kepemimpinan dan manajerial yang baik sehingga menjadi agen perubahan agar dapat berimbas dan menjadi contoh untuk sekolah lainnya .
“Kami berharap kemajuan dan peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Gunung Mas akan tercapai seperti yang diinginkan,” ujarnya.
Dalam kegiatan ini Bupati Gunung Mas Jaya Samaya Monong menyerahkan piala dan penghargaan kepada guru-guru berprestasi, untuk penyelenggara program Sekolah Penggerak, dan penyerahan secara simbolis penerima buku Rekening Gunung Mas pintar kepada peserta didik.