by Muhammad Fiqri Baihaqi | Dec 30, 2020
Kapolres Gumas AKBP Rudi Asriman, SIK didampingi Kasat Reskrim AKP Afif Hasan, Kabag Ops AKP Aries Nugroho, SH, SIK dan Kasat Narkoba Ipda Budi Utomo pada Press Release akhir tahun terkait pengungkapan kasus selama tahun 2020 di Mapolres Gunung Mas, Selasa (29/12/2020).
KUALA KURUN gunungmaskab.go.id – Polres Gunung Mas (Gumas) menggelar Press Release akhir tahun terkait pengungkapan kasus selama tahun 2020 di Mapolres Gunung Mas, Selasa (29/12/2020).
Penjelasan kepada pewarta oleh Kapolres Gunung Mas AKBP Rudi Asriman, SIK didampingi Kasat Reskrim AKP Afif Hasan, Kabag Ops AKP Aries Nugroho, SH, SIK dan Kasat Narkoba Ipda Budi Utomo.
Kapolres menjelaskan, kriminalitas selama tahun 2020 yang ditangani Satreskrim Polres Gumas sebanyak 84 tindak pidana, mengalami kenaikan 12 persen dari tahun 2019 sebanyak 75 tindak pidana.
Untuk kasus narkoba jenis sabu, Kapolres menyatakan tahun 2020 terjadi peningkatan penanganan tindak pidana narkoba yaitu sebanyak 33 kasus. Tahun 2019 terdapat 15 kasus tindak pidana narkoba.Terjadi kenaikan penanganan kasus tindak pidana narkoba sebesar 120 persen.
“Selama tahun 2020, terdapat 364 paket sabu yang kita (Polres) amankan, dengan berat kotor 602, 53 gram, dan berat bersih 512, 03 gram. Dari jumlah itu, estimasi nilai uang yang diamankan dari harga penjualan sabu, lebih kurang Rp 1 miliar. Jumlah pelaku (pengedar sabu) yang kita amankan; laki-laki 8 orang dan perempuan 5 orang,” beber Kapolres.
Lebih lanjut, Kapolres mengatakan, kasus kriminal menonjol (terbanyak) selama tahun 2020, yakni kasus penganiayaan, penemuan mayat 5 kasus, KDRT (kekerasan dalam rumah tangga) 4 kasus, dan pencurian 3 kasus.
“Kasus pencurian yang saat ini tengah di tangani, yakni kasus pencurian di salah satu counter HP (hand phone) di jalan lintas Provinsi tepatnya di Kelurahan Kampuri, Kecamatan Mihing Raya.”
“Kasus terjadi Kamis (17/12/2020) sekitar pukul 17.00 WIB. Terdapat tiga orang, salah satunya berusia anak anak, dengan barang bukti 9 hand phone berbagai merek,” tutur Kapolres.
by Muhammad Fiqri Baihaqi | Dec 30, 2020
KUALA KURUN gunungmaskab.go.id – Kapolres Gunung Mas (Gumas) AKBP Rudi Asriman menyatakan dari rekrutmen Bintara Polri Tahun 2020 oleh Polres Gunung Mas, dihasilkan 15 orang putra-putri asal Kabupaten Gunung Mas lulus seleksi Bintara Polri di Polda Kalimantan Tengah (Kalteng).
“Dari 105 pendaftar, Alhamdullilah 14 orang putra (Polri laki-laki) dan 1 orang putri (Polwan) asal Kabupaten Gunung Mas lulus seleksi Bintara Polri. Ini prestasi yang membanggakan, mengingat di tahun 2019, hanya 7 orang putra – putri asal Kabupaten Gunung Mas yang lulus seleksi Bintara Polri,” kata Kapolres, Selasa (29/12/2020).
Bahkan, sambung Kapolres, lulusan terbaik seleksi Bintara Polri salah satunya dari Kabupaten Gumas. “Alhamdullilah, kelululusan mereka merupakan bukti dari keberhasilan Program Garuda (Gerakan Ratusan Pemuda), sebuah Program Polres Gunung Mas dalam upaya mengembangkan dan menggali potensi minat serta bakat yang dimiliki oleh masyarakat terutama generasi muda di daerah ini,” ujar Kapolres.
Kapolres berharap, putra – putri Gunung Mas memiliki asa dan cita yang tinggi demi masa depan yang lebih baik, salah satunya menjadi anggota Polri.
“Tidak ada yang tidak mungkin (menjadi Polisi laki-laki dan Polwan) kalau ada kemauan, rasa percaya diri serta semangat yang membara,” pungkas orang nomor satu di Polres yang dekat dengan pewarta.
by Muhammad Fiqri Baihaqi | Dec 29, 2020

Bupati Gunung Mas Jaya Samaya Monong ikuti virtual zoom dalam rangka mendorong pembangunan desa berkelanjutan.
KUALA KURUN gunungmaskab.go.id – Bupati Gunung Mas Jaya Samaya Monong ikuti virtual zoom dalam rangka mendorong pembangunan desa berkelanjutan dan mencermati dampak dari penerapan Undang Undang Cipta Kerja terhadap daerah, yang dilaksanakan dari Ruang Rapat Lantai 1 Kantor Bupati Gunung Mas, Selasa (29/12/2020).

Sebagai narasumber Anggota DPD RI daerah pemilihan Provinsi Kalimantan Tengah Agustin Teras Narang, mengatakan “apa yang kita lakukan kedepan khusnya di tahun 2021 mendatang supaya kita melihat sejenak kebelakang yaitu sejak bulan maret tahun 2020 yang lalu kita telah dikejutkan oleh satu kejadian yang sangat luar biasa yang diluar dari prediksi kita, tidak ada satupun negara di dunia ini yang mampu untuk memprediksikan akan terjadinya wabah atau pandemik Covid-19 ini”.
“Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa pandemi Covid-19 ini dimulai pada akhir tahun 2019, yaitu di kota Wuhan di Republik Rakyat Cina dan kita sudah mengikuti perkembangannya. Namun kita menyadari bahwa pandemik ini kita anggap bisa masuk ke negara kita mengingat negara kita adalah negara tropis,” ujar Teras Narang
“Kejadian luar biasa ini kita alami sampai saat ini dan tidak ada satupun negara yang berani menyatakan bahwa mereka bebas dari Covid-19, termasuk negara Republik Rakyat Cina, kendatipun mereka memang yang terpapar oleh pandemi Covid-19 ini amat sangat bisa diprediksi atau dikurangi. Tetapi mereka tidak menyatakan mereka terbebaskan oleh Pendemi Covid-19”
“Ini suatu kejadian yang kita hadapi bersama akibatnya telah terjadi perubahan juga terhadap perekonomian kita, terhadap keuangan kita, terhadap kesehatan dan banyak saudara-saudaraku yang telah melakukan perubahan-perubahan yang berkenaan dengan kebijakan baik oleh pemerintahan nasional, oleh pemerintahan provinsi dan juga oleh pemerintahan kabupaten kota sampai ke tingkat pedesaan,” ucap dia.
Perubahan-perubahan ini lah yang harus kita hadapi dalam rangka untuk kita menghadapi tahun 2021. Tahun 2021 sebagai mana kita ikuti bersama kita sudah banyak mendengar tentang masalah vaksin. Banyak negara-negara menggunakan vaksin dan banyak pula negara-negara yang melakukan penelitian berkenaan dengan penggunaan vaksin termasuk negara kita.
Untuk itu, di negara kita sudah dilakukan satu upaya untuk mempercepat pelaksanaan dan penanganan vaksin dan kita berharap pada tahun 2021 vaksin ini sudah bisa disampaikan kepada rakyat Indonesia. Presiden sudah menyatakan bahwa vaksin ini diberikan kepada rakyat Indonesia secara gratis.
Selain itu, Teras Narang juga menyampaikan apakah dengan vaksin ini Covid-19 ini berakhir, tidak ada satupun para ahli kesehatan termasuk diantaranya WHO pun tidak pernah menyatakan bahwa vaksin akan bisa mencegah terjadinya Covid-19.
Tahun 2021 adalah tantangan bagi kita dan ini lah yang harus kita lalui sebagai umat yang beragama, tiada kata lain disamping kita bekerja kita selalu berdoa (Ora Et Rabola), dan kita juga menjaga kesehatan kita. Inilah kondisi yang kita hadapi dan pemerintah tidak berhenti dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat akan terus kita lakukan dan kita upayakan semaksimal mungkin.
Beliau berharap kepada pimpinan daerah yang dipercayakan oleh rakyatnya untuk menjadi pemimpin didaerahnya masing-masing agar terus tingkatkan pelayanannya kepada rakyatnya.
Ditahun 2021 akan banyak program-program nasional, dapat dilihat dari program nasional yang dicanangkan oleh Bapenas yang juga merupakan keputusan Bapak Presiden RI bahwa kedepan disamping Kalimantan Tengah dipercayakan sebagai lumbung pangan nasional yaitu di dua Kabupaten, Kapuas dan Pulang Pisau, juga akan dicanangkan untuk membangun kembali rel kererta api yang tertunda.
Selain itu, Provinsi Kalimantan Tengah juga adalah daerah penyangga yang akan dibangun nanti Ibu Kota Negara.
“Saya menyakini bahwa Bupati dan dibantu oleh Camat dan dibantu juga oleh Kapela Desa oleh Lurah dan juga dibantu oleh cendikiawan-cendikiawan Kalimantan Tengah marilah kita menyongsong kedepan semangat yang kita dorong bersama didalam rangka kita untuk membuat agar kiranya Provinsi Kalimantan Tengah merupakan bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia yang mampu memberikan kontribusi didalam rangka meningkatkan kehidupan berbangsa dan bernegara”.
“Sekarang Kementerian Desa Pembangunan Dearah Tertinggal dan Taransmigrasi akan membuat suatu program satu tujuan pembangunan yang berkelanjutan untuk program-program di desa,” Pungkasnya.
by Muhammad Fiqri Baihaqi | Dec 29, 2020
Ketua DPRD Kabupaten Gunung Mas Akerman Sahidar
KUALA KURUN gunungmaskab.go.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) kembali mengingatkan masyarakat Gunung Mas untuk mematuhi protol kesehatan (Prokes) pencegahan penyebaran virus Corona (Covid-19).
“Kami (DPRD) tak bosan-bosannya mengingatkan masyarakat Kabupaten Gunung Mas akan pentingnya menjalankan protokol kesehatan Covid-19. Ini semua demi kesehatan dan keselamatan,” kata Ketua DPRD Gumas Akerman Sahidar, Senin (28/12).
Menyambut pergantian tahun 2020 ke 2021, Aker mengingatkan masyarakat Gunung Mas untuk tidak melakukan kegiatan yang mengabaikan Prokes Covid-19.
“Jangan sepelekan keadaan ini (Covid-19). Tetap patuhi protokol kesehatan Covid-19 dengan memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, mengindari kerumunan, tidak berjabat tangan, dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat,” seru Aker.
Wakil rakyat dapil II itu pun menyampaikan apresiasi kepada TNI/Polri dalam kegiatan sosialisasi ke masyarakat terkait kepatuhan menjalankan Prokes Covid-19.
Apresisasi pun disampaikannya kepada wartawan yang bertugas di Gumas, yang telah mendukung upaya pencegahan penyebaran Covid-19 melalui pemberitaan yang dilakukan.
“Masyarakat kiranya menaati apa yang disosialisasikan terkait pencegahan penyebaran virus corona,” ujar Aker.
by Muhammad Fiqri Baihaqi | Dec 29, 2020
Salah satu deklarator pembentukan Kabupaten Gunung Mas Letus Guntur
KUALA KURUN gunungmaskab.go.id – Pembenahan jalan dalam Kota Kuala Kurun di era Pemerintahan Bupati Gunung Mas (Gumas) Jaya Samaya Monong dan Wakil Bupati (Wabup) Efrensia LP Umbing mendapat apresiasi dari salah satu deklarator pembentukan Kabupaten Gumas, Letus Guntur.
Letus menegaskan sebuah keniscayaan jalan dalam Kota Kuala Kurun dibenahi, mengingat Kuala Kurun sebagai Ibukota Kabupaten Gunung Mas, wajahnya harus menarik dan baik dipandang mata.
“Ini (pembenahan jalan dalam Kota Kuala Kurun) pelaksanaan dari salah satu misi beliau berdua (Jaya-Efrensia), yakni meningkatkan dan mempercepat pembangunan infrastruktur wilayah secara adil dan merata,” kata Letus, Senin (28/12).
Selain pembenahan jalan dalam Kota Kuala Kurun, pembenahan lainnya yang diharapkan Letus, yakni pembenahan drainase di taman Kota Kuala Kurun serta jalan di Kelurahan Tampang Tumpang Anjir. Hal itu untuk mewujudkan kebersihan, kenyaman, kelancaran dan keindahan.
“Sehingga siapapun yang berkunjung ke daerah ini akan merasa nyaman dan betah karena jalan dan lingkungannya yang baik,” ujar Letus.
Pria yang juga Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Gunung Mas itu pun mengapresiasi pembangunan Jembatan baru Sei Kahat yang membentang di atas Sungai Kahat, Jalan Sangkurun, Kelurahan Kuala Kurun, Kecamatan Kurun, tahun 2021 dari APBD Kabupaten Gunung Mas sebesar Rp2,3 Miliar.
Ia menilai pembangunan Jembatan baru Sei Kahat sangat penting dan sudah lama diharapkan masyarakat. Jembatan Sei Kahat akses penting bagi aktivitas masyarakat.
“Masyarakat harus mendukung pembangunannya demi peningkatan kemajuan Kuala Kurun dan Gunung Mas umumnya,” kata Letus.
by Muhammad Fiqri Baihaqi | Dec 29, 2020
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gunung Mas Jhonson
KUALA KURUN gunungmaskab.go.id – Kabupaten Gunung Mas (Gumas) belum memiliki Rumah Perlindungan Sosial (RPS), dan Kabupaten Gumas perlu memilikinya (RPS).
Hal ini diutarakan Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Gumas Jhonson Ahmad kepada gunungmaskab.go.id, Senin (28/12).
Jhonson mengatakan, pihaknya (Dinsos) sudah mengusulkan pembangunan Rumah Perlindungan Sosial dari APBD Gumas Tahun 2021.
“Karena keterbatasan anggaran, usulan itu tidak bisa terakomoodir, dan tetap kita perjuangkan untuk Tahun Anggaran 2022,” kata Jhonson.
Mantan Camat Miri Manasa itu menjelaskan, fungsi Rumah Perlindungan Sosial adalah sebagai tempat penampungan sementara orang yang terlantar sebelum dilimpahkan ke tempat lain yang sesuai atau ke daerah asalnya.
“Fungsi lainnya sebagai wadah penampungan permasalahan sosial, seperti pengemis, anak jalanan gelandangan, dan korban permasalahan dalam rumah tangga,” terang Jhonson.
Jhonson berharap Tahun 2022, Rumah Perlindungan Sosial kabupaten Gumas dapat terbangun.
“Lokasinya sudah ada, yaitu di samping kantor Dinas Sosial Kabupaten Gunung Mas,” pungkasnya.