DPKO Kabupaten Gumas Bina Calon Anggota Paskibraka Berjumlah 62 Orang

DPKO Kabupaten Gumas Bina Calon Anggota Paskibraka Berjumlah 62 Orang

DPKO Kabupaten Gumas Bina Calon Anggota Paskibraka Berjumlah 62 Orang

Pembukaan Pembinaan Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Merah Putih di Aula Tampung Penyang Kota Kuala Kurun, Senin (5/8/2019).  

Gunung Mas  – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) melaksanakan kegiatan pembukaan pembinaan Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Merah Putih ditingkat kabupaten setempat di Aula Tampung Penyang Kota Kuala Kurun. Melalui Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (DPKO), Yunika Simpei menyampaikan pembinaan seperti ini merupakan kegiatan tahunan dalam menghadapi momen hari kemerdekaan.

“Pelatihan dan pembinaan ini bertujuan untuk mempersiapkan para anggota Paskibraka tingkat kabupaten kita yang akan digelar pada tanggal 17 Agustus 2019 mendatang. Agar merka bisa menjadi pemuda yang handal dan berkemampuan tinggi dalam kebersamaan yang kompak, sebagai satu kesatuan yang bersatu dalam Paskibra ini,” jelasnya saat menyampaikan sambutan, Senin (5/8/2019).

Ia juga menerangkan, para peserta ini masih berstatus sebagai calon anggota Paskibraka, sekalipun mereka sudah diseleksi ditingkat SMA/K se-Kabupaten Gumas. Hal tersebut dikarenakan para calon masih belum tuntas mengikuti pembinaan tersebut.

“Adik-adik ini merupakan orang yang terpilih dari sekolahnya masing-masing, jadi saya harapkan untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Dan gunakan kesempatan ini dengan baik serta bertekunlah dalam mengikuti semua prosesnya,” harapnya.

Ia juga menambahkan, apabila para calon peserta ini dianggap mampu mengikuti seluruh proses pembinaan. Maka mereka wajib dikukuhkan dan menjadi anggota Paskibraka yang akan bertugas mengibarkan Sang Saka Merah Putih nantinya.

“Bagi mereka yang tidak mampu mengikuti dan belum memenuhi persyaratan dan ketentuan dari pihak panitia, maka dengan sangat terpaksa untuk dikembalikan ke sekolahnya masing-masing,” ungkapnya.

Selain itu, Ketua Panitia Seleksi yang juga merupakan Sekretaris DPKO Kabupaten Gumas, Siren menambahkan, total dari seluruh calon peserta Paskibraka tahun 2019 berjumlah 62 orang dengan rincian, SMAN 1 ada 28 orang, SMKN 1 Kurun ada 7 orang, SMA Katholik ada 4 orang, SMAN 2 Kurun ada 3 orang, SMAN 1 Tewah ada 5 orang, SMAN 1 Rungan ada 3 orang, SMKN 1 Rungan Hulu ada 1 orang, SMKN 1 Rungan Barat ada 1 orang, SMKN 1 Manuhing sebanyak 1 orang, SMAN 1 Manuhing Raya ada 1 orang, SMAN 1 Sepang ada 4 orang, SMKN 1 Mihing Raya ada 2 orang, SMAN 1 Miri Manasa ada 1 orang, SMAN 1 Damang Batu sebanyak 1 orang.

“Pelaksanaan pembinaan ini dilaksanakan mulai tanggal 4 – 18 Agustus 2019 dan para peserta ini akan diinapkan di Hotel Gunung Mas kota Kuala Kurun,” tutupnya.

ASN Tidak Meninggalkan Tempat Dalam Rangka HUT RI Ke-74

ASN Tidak Meninggalkan Tempat Dalam Rangka HUT RI Ke-74

ASN Tidak Meninggalkan Tempat Dalam Rangka HUT RI Ke-74

Rapat Kepanitian HUT RI Ke-74 di Ruang Rapat Lantai I Kantor Bupati Gunung Mas, Rabu (7/8/2019).

Gunung Mas – Rapat Hut RI ke 74 dipimpin oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Drs. Ambo Jabar, M.Si didampingi Ketua Panitia Edwin Yustian, SH serta dihadiri seluruh panitia penyelenggara  seksi-seksi, rapat  berlangsung di lantai satu Kantor Bupati Gunung Mas, Rabu (7/7/2019).

Dengan tema “SDM Unggul Indonesia Maju” dan Sub Tema : Dengan Semangat HUT RI Ke-74 Kita Berjuang Bersama Menuju Gunung Mas  Bermartabat, Maju, Berdaya Saing, Sejahtera dan Mandiri.

Dalam  rapat  tersebut masing-masing seksi menyampaikan persiapannya, adapun seksi dalam kepanitian  tersebut  yakni seksi sekretariat, seksi  acara  dan  upacara, seksi resepsi dan penerima tamu,  seksi publikasi dan dokumentasi,  seksi olah raga dan lomba,  seksi penerima penghargaan / tanda jasa,  seksi transportasi dan akomodasi, seksi perlengkapan, seksi kesehatan, seksi konsumsi,  seksi usaha dana, seksi pengarahan masa, seksi keamanan.

Edwin Yustian, SH mengatakan panitia  sudah membuat surat adanya partisipasi dari masyarakat, melalui RT dan RW untuk memeriahkan HUT RI Ke- 74 untuk membuat dan mengecat gapura.

“Terkait  pengukuhan anggota Paskibra akan dilaksanakan pada tanggal 15 Agustus 2019 di GPU  Damang  Batu.  Untuk detik-detik Proklamasi penaikan bendera sebagai Irupnya Bupati Gunung Mas dan  untuk  penurunan  bendera  sebagai Irupnya adalah dari Kapolres Gunung Mas,” kata Edwin Yustian.

Asisten I Drs. Ambo Jabar menerangkan, terkait persiapan upacara untuk petugas diluar tugas teknis, Irup Bupati pada penaikan bendera dan pada  penurunan  Bendera  petunjuk  atau  koreksi dipersilahkan, karena kita mengambil yang normatif dulu.

Lanjut  dia terkait  dengan drumband yang menjadi Korsik pada Upacara HUT RI Ke-74, serta Paskibraka dan lain sebagainya. Dalam kendali ini adalah seksi upacara.

Untuk hari libur pelaksanaan upacara tanggal 17 Agustus 2019, tolong dari seksi sekretariat supaya  membuat  instruksi Bupati  suapaya  ASN tidak meninggalkan tempat untuk mengikuti seluruh rangkaian  kegiatan  upacara  penaikan  bendera maupun penurunan bendera.

“Mari kita tingkatkan komunikasi dan koordinasi, kita berkeyakinan kegiatan ini bisa berjalan dengan baik dan hal-hal lain pungsi dengan protokoler untuk mengatur para tamu kita sesuai jabatan dan dan sebagainya,” tutup Asisten I Drs. Ambo Jabar, M.Si.

GT PP TPPO, Terutama Ditingkat Daerah Masih Kurang Efektif Perannya

GT PP TPPO, Terutama Ditingkat Daerah Masih Kurang Efektif Perannya

GT PP TPPO, Terutama Ditingkat Daerah Masih Kurang Efektif Perannya

Pengukuhan dengan resmi kelompok kerja pencegahan dan penanganan terhadap tindak pidana perdangan orang Kabupaten Gunung Mas. Oleh Dino Ardiana, SE dari Kementerian PP-PA di Aula Hotel Zefanya, Selasa (6/7/2019).

ARAHAN: Asisten I Drs. Ambo Jabar, M.Si Sampaikan Sambutan Bupati Gunung Mas, pada saat penguatan dan Sosialisasi gugus tugas pencegahan dan penanganan tindak pidana perdangan orang tahun 2019.

Gunung Mas – Pemerintah Kabupaten Gunung Mas menggelar penguatan dan sosialisasi gugus tugas pencegahan dan penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) bertempat di Aula Hotel Zefanya, Kamis (6/7/2019) pagi.

Dalam sosialisi itu dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Drs. Ambo Jabar, M.Si, dari Kementerian PP-PA Dinno Ardiana, SE, Kepala Bidang Data dan Informasi pada Dinas DP3A Provinsi Kalteng Wily S. Djala, SE, Kepala Dinas DP3A Kabupaten Gunung Mas Rumbun, SKM, Camat se-Kabupaten Gunung Mas dan tamu undangan lainnya.

Drs. Ambo Jabar, M.Si saat membacakan sambutan tertulis Bupati menyampaikan, UU No. 21 tahun 2007 mendefinisikan perdangangan orang sebagai tindakan perekrut, pengangkutan, penampungan, pengiriman, pemindahan, atau penerimaan seseorang dengan ancaman kekerasan, penculikan, penyekapan, pemalsuan, penipuan, penyalahgunaan kekuasaan atau posisi, rentan penjeratan utang atau memberi bayaran atau manfaat, sehingga memperoleh persetujuan dari orang yang memegang kendali atas orang lain.

“Berdasarkan hasil evaluasi tahun 2018, kelembagaan GT PP TPPO, terutama ditingkat daerah masih kurang efektif perannya dalam pelaksanaan PP. Rendahnya efektif GT disebabkan, antara lain belum semua Provinsi dan Kabupaten yang rentan TPPO membentuk GT, ketiadaan RAD atau RAD yang sudah ada tidak ada dilaksanakan, kurangnya komitmen pimpinan dan anggota GT sehingga TPPO tidak menjadi isu proritas didaerahnya dan tidak didukung anggaran yang memadai,” katanya.

Untuk itu, Kementerian PP PA dan Pemerintah Daerah Provinsi perlu melaksanakan upaya-upaya untuk meningkatkan efektifitas GT PP TPPO yang sudah terbentuk  atau memfasilitas pembentukan GT PP TPPO ditingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota sebagai prioritas.

“Maksud dan tujuan ini untuk memperkuat kapasitas GT PP  TPPO daerah agar dapat melaksanakan perannya dalam mencegah dan menangani TPPO. Kegiatan-kegiatan yang disarankan adalah penyusun RAD, pelatihan bagi anggota GT dan APH, serta penyusunan kebijakan lainnya yang diperlukan. Bagi Pemerintah Daerah yang belum membentuk GT, kegiatan ini dapat diarahkan untuk mensosialisasikan bentuk-bentuk TPPO dan dampaknya bagi korban dan keluarga serta memfasilitasi,” ujarnya.

Dari Kementerian PP-PA Dino Ardiana, SE mengatakan, ada 8 gugus tugas PP TPPO merupakan lembaga koordinatif yang bertugas mengkoordinasikan upaya pencegahan dan penanganan tindak pidana perdagangan orang. Ditingkat pusat, terdiri dari 6 sub-GT, sedangkan di daerah terdiri dari 5 sub-GT.

Gugus tugas mempunyai tugas antara lain, pertama mengkoordinasikan upaya pencegahan dan penanganan tindak pidana perdagangan orang, kedua melaksanakan advokasi, sosialisasi, pelatihan, dan kerja sama baik nasional maupun internasional, ketiga memantau perkembangan pelaksanaan perlindungan korban yang meliputi rehabilitas, pemulangan, dan reintegrasi sosial, keempat memantau perkembangan pelaksanaan pelaporan dan evaluasi.

“Untuk itu, marilah kita meningkatkan koordinasi dan sinergi diantara pemangku kepentingan (Pemerintah Pusat, Pemda, organisasi masyarakat, akademis, dunia usaha dan mitra pembangunan) dalam rangka meningkatkan efektivitas upaya pemberantasan TPPO di Gunung Mas. Hal ini sangat penting dalam mengantisipasi munculnya modus-modus baru TPPO,” pungkasnya.

Dalam kegiatan tersebut Dino Ardiana, SE mengukuhkan dengan resmi kelompok kerja pencegahan dan penanganan terhadap tindak pidana perdangan orang Kabupaten Gunung Mas.

SMPN 1  Tewah, Mengikuti Ekspose Sekolah Model Tingkat Provinsi Kalteng

SMPN 1 Tewah, Mengikuti Ekspose Sekolah Model Tingkat Provinsi Kalteng

SMPN 1  Tewah, Mengikuti Ekspose Sekolah Model Tingkat Provinsi Kalteng

Peserta dan Guru-Guru SMPN 1 Tewah saat mengikuti Ekspose Sekolah Model Tingkat Provinsi Kalteng Tahun 2019 

Gunung Mas – Ekspose sekolah model Sistem Penjamin Mutu Internal (SPMI) untuk tingkatkan mutu dan kualitas sekolah Salah satunya SMPN 1 Tewah Kabupaten Gunung Mas Kalteng, yang dipimpin Firawati, S.Pd.M.Si ikut serta meramaikan kegiatan Ekspose Tingkat Provinsi Kalteng, yang dilaksanakan oleh Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan Kalteng, mulai tanggal 27-28/07/2019.

“Kegiatan Ekspose Sekolah Model SPMI salah satu upaya untuk meningkatkan mutu pembelajaran dan kualitas sekolah, kami akan menampilkan apa yang sudah di programkan disekolah dan mendapat penilaian baik oleh LPMP Kalteng,” kata Firawati pada saat media News Bin .com Kalteng mewawancarai di Stand Pameran SMPN 1 Tewah.

Sekolah model SPMI ini juga merupakan salah satu upaya mempercepat mencapai delapan standar pendidikan. “Delapan standar pendidikan harus terpenuhi agar mencapai peningkatan Mutu Pendidikan ,” ujar Fira.

Menurutnya, untuk meningkatkan taraf Pendidikan tidak mudah, karena memerlukan kekompakan tim pengajar di suatu sekolah. SMPN 1 Tewah, mudahan kami mampu mencapai tingkat Nasional.

Ia menambahkan, “upaya peningkatan Mutu Pendidikan bagi Sekolah Model SPMI ini perlu dukungan dari semua pihak Pemerintah terutama Dinas pendidikan Provinsi dan juga bantuan dari Lembaga Penguji Mutu Pendidikan Kalteng.” Tutup nya.

SMPN 1 Tewah, Mengikuti Ekspose Sekolah Model Tingkat Provinsi Kalteng

Gunung Mas – Ekspose sekolah model Sistem Penjamin Mutu Internal (SPMI) untuk tingkatkan mutu dan kualitas sekolah Salah satunya SMPN 1 Tewah Kabupaten Gunung Mas Kalteng, yang dipimpin Firawati, S.Pd.M.Si ikut serta meramaikan kegiatan Ekspose Tingkat Provinsi Kalteng, yang dilaksanakan oleh Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan Kalteng, mulai tanggal 27-28/07/2019.

“Kegiatan Ekspose Sekolah Model SPMI salah satu upaya untuk meningkatkan mutu pembelajaran dan kualitas sekolah, kami akan menampilkan apa yang sudah di programkan disekolah dan mendapat penilaian baik oleh LPMP Kalteng,” kata Firawati pada saat media News Bin .com Kalteng mewawancarai di Stand Pameran SMPN 1 Tewah.

Sekolah model SPMI ini juga merupakan salah satu upaya mempercepat mencapai delapan standar pendidikan. “Delapan standar pendidikan harus terpenuhi agar mencapai peningkatan Mutu Pendidikan ,” ujar Fira.

Menurutnya, untuk meningkatkan taraf Pendidikan tidak mudah, karena memerlukan kekompakan tim pengajar di suatu sekolah. SMPN 1 Tewah, mudahan kami mampu mencapai tingkat Nasional.

Ia menambahkan, “upaya peningkatan Mutu Pendidikan bagi Sekolah Model SPMI ini perlu dukungan dari semua pihak Pemerintah terutama Dinas pendidikan Provinsi dan juga bantuan dari Lembaga Penguji Mutu Pendidikan Kalteng.” Tutup nya.

Pelaksanaan pesparawi ke-VI tingkat Kabupaten Gunung Mas pada tanggal 1 sampai 5 September 2019

Pelaksanaan pesparawi ke-VI tingkat Kabupaten Gunung Mas pada tanggal 1 sampai 5 September 2019

Pelaksanaan pesparawi ke-VI tingkat Kabupaten Gunung Mas pada tanggal 1 sampai 5 September 2019

Rapat Persiapan Pelaksanaan Pesparawi Tingkat Kabupaten Gunung Mas ke-VI Tahun 2019 di ruang rapat lantai I Kantor Bupati Gunung Mas, Selasa (30/7/2019). 

Gunung Mas – Pemerintah Kabupaten Gunung Mas gelar rapat panitia kegiatan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) VI tingkat Kabupaten Gunung Mas di Tumbang Miri Kecamatan Kahayan Hulu Utara, bertempat di ruang rapat lantai satu Kantor Bupati Gunung Mas, Selasa (30/7/2019).

Rapat tersebut dihadiri oleh Ketua Lembaga Pengembangan Pesparawi Kabupaten Gunung Mas Herbet Y. Asin, SE, Sekda Gunung Mas Drs. Yansiterson, M.Si, Ketua Panitai Pesparawi ke-VI              Ir. Yohanes Tuah, M.Si, Camat se-Kabupaten Gunung Mas, dan tim panitia lainnya.

Sekda Gunung Mas Drs. Yansiterson, M.Si menerangkan, dalam pelaksanaan Pesparawi ke VI tingkat Kabupaten Gunung Mas akan dilaksanakan pada tanggal 1 sampai 5 September, ini laporan kita ke Bupati dan Wakil Bupati Gunung Mas, ini dokumen karena beliau akan disposisi setuju tanggal yang ditentukan oleh panitia, agar menjadi bahan kita membuat surat resmi ke Kecamatan terkait dengan  pelaksanaan Pesparawi.

“Yang kedua harus cepat dipastikan, finalkan RAP yang ada, beri waktu sampai kapan sehingga kita tau kalau kurang, kurang berapa, kalau lebih lebih berapa, dua hal ini sangat penting tentang waktu pelaksanan,” ujarnya.

“Dikatakan Ir. Yohanes Tuah, M.Si apa yang telah kita sepakati bersama dan kami panitia inti melakukan rasionalisasi beberapa unsur panitia, atas usulan seksi-seksi pada rapat yang lalu dari anggaran yang tersedia 2 miliar usul dari teman-teman yaitu mencapai 2,4 miliar. Karen itu tidak dimungkinkan sehubungan anggaran kita terbatas,” ujarnya.

Guna memantapkan segala persiapan yang sudah disusun panitia, baik dari lokasi kegiatan, transportasi, konsumsi, penginapan, parkir bagi para tamu yang hadir dan persiapan lainnya, perlu diketahui juga untuk MCK serta ketersediaan air bersih, dalam mensukseskan kegiatan Pesparawi VI tingkat Kabupaten Gunung Mas di Tumbang Miri.

“Panitia juga melibatkan siswa siswi SMAN 1 Kahayan Hulu Utara untuk membantu dalam kebersihan pelaksanaan kegiatan Pesparawi mulai dari pembukaan sampai penutupan,” pungkasnya.