by Muhammad Fiqri Baihaqi | Dec 16, 2019

Sekda Gunung Mas Drs. Yansiterson, M.Si Pimpin rapat pisah sambut tahun 2019 dan menyambut tahun baru 1 Januari, tahun 2020, didampingi Asisten I Drs. Ambo Jabar, MSi kiri, Asisten II Ir. Yohanes Tuah, M.Si kanan, di lantai 1 Kantor Bupati, senin (16/12/2019).
Gunung Mas – Menjelang akhir tahun 2019, pemerintah Kabupaten Gunung Mas menggelar rapat persiapan pelaksanaan pisah sambut tahun 2019 ke tahun 2020. Rapat yang digelar di ruang rapat lantai 1 kantor Bupati Gunung Mas tersebut, dipimpin oleh Sekertaris Daerah Kabupaten Gunung Mas, senin (16/12/2019).
“Hari ini kami rapat persiapan pisah sambut tahun baru, yang rencananya akan diisi dengan kegiatan serimonial, doa bersama, dan pesta rakyat di taman kota Kuala Kurun. dengan harapan tahun 2020 Kabupaten Gunung Mas lebih maju, aman, damai, dan sejahtera”, katanya.
Mengenai kesiapan pelaksanaan, Ketua Panitia pelaksana Drs. Ambo Jabar, M.Si mengatakan, bahwa pembagian tugas pelaksana kegiatan sudah dilakukan sesuai tupoksi masing-masing OPD yang terlibat.
Dia menambahkan, kita tetap konsisten dengan waktu kita yang ada ini, agar apa yang kita rencanakan secara maksimal. Ini merupakan suatu pengabdian kita sebagai panitia, kita bisa memaklumi kondisi kita di akhir tahun. Alangkah baiknya jumlah anggaran yang sedikit tetapi tetap kita laksanakan.
“Dengan harapan, pada rapat berikutnya tidak ada yang tidak tau karena sudah memberikan toleransi kepada masing-masing seksi yang sudah mengambil sikap terkait tugas dan fungsi masing-masing seksi,” pungkasnya.
Rapat Persiapan kegiatan tersebut dihadiri oleh Asisten II Satda Gunung Mas, Ir. Yohanes Tuah, M.Si Perwakilan dari unsur pimpinan FKPD, masing-masing perwakilan SKPD dan pihak terkait lainnya.
PENULIS JONI HAMAUH
by Muhammad Fiqri Baihaqi | Dec 14, 2019

ARAHAH : Panitia memberikan arahan kepada 88 peserta Panwascam Ikuti Tes Tertulis Menggunakan Sistem CAT.
Gunung Mas – Jelang Pilgub Tahun 2020, sebanyak 88 orang calon Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) di Kabupaten Gunung Mas, mengikuti ujian tertulis berbasis CAT Socrative, di SMAN 1 Kurun, Jumat 13/12/2019.
Ketua Pokja Perekrutan Panwascan se Kabupaten Gunung Mas, Katriana mengatakan, Proses seleksi tertulis ini dilakukan secara online. Kami harapkan bisa mendapat Panwascam yang tidak saja matang dalam penguasaan pengetahuan kepemiluan tetapi juga matang dalam mengedalikan diri, sehingga menjadi panwascam yang penuh dedikasi untuk mengawasi semua tahapan Pilgub tahun 2020
Dia menambahkan, ujian dilaksanakan 4 sesi, setiap sesi dialokasikan waktu 90 menit untuk mengerjakan 100 soal. Dan selanjutnya semua peserta akan mengikuti seleksi wawancara.
“CAT Socrative ini mirip dengan tes CPNS bahwa nanti setelah peserta menyelesaikan soal ujian tertulis, langsung bisa diketahui hasilnya, Selain itu, tes sistem ini untuk menjaga integritas dan objektivitas Bawaslu yang melaksanakan rekrutmen Panwascam. ” tutup Katriana.
PENULIS JONI HAMAUH
by Muhammad Fiqri Baihaqi | Dec 14, 2019

BERFOTO : Usai kegiatan rapat Koordinasi, Terkait Lokus Stunting Tahun 2020 yang dilaksanakan di Aula BP3D, Kamis (12/12/2019).
Gunung Mas – Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP3D), bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Gunung Mas (Gumas) menggelar rapat Koordinasi, Terkait Lokus Stunting Tahun 2020 di Kabupaten Gunung Mas yang dilaksanakan di Aula BP3D, Kamis (12/12/2019).
Acara pertemuan di buka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Gunung Mas Drs. Yansiterson, M.Si, didampingi Kepala Dinas Kesehatan dr. Maria Efianti, Plt. Sekretaris BP3D Beben Martinus, yang dihadiri Kepala SKPD yang tergabung dalam Tim KP2S (Konvergensi Percepatan Penanggulangan Stunting) dan undangan lainnya.
Sekda Gunung Mas Drs. Yansiterson, M.Si mengatakan, bapak ibu akan menentukan desa lokus yang akan di intervensi pada tahun 2020. Sesuai kebijakan pemerintah pusat, paling tidak ada 10 desa lokus yang harus kita tentukan pada saat ini yang pembiayaanya dilakukan oleh pemerintah pusat.
“Lanjut dia dalam penentuan desa lokus, perlu dilakukan dengan teliti dan berdasarkan data yang ada sehingga desa-desa yang nantinya akan di intervensi lewat program dan kegiatan benar-benar tepat sasaran,” ucapnya.
Apa yang kita lakukan pada hari ini penting karena penentuan desa lokus hendaknya dapat menurunkan angka stunting kita yang pada tahun 2018 sebesar 38,21% atau urutan ke lima dibanding kabupaten lainnya. menurut informasi yang saya terima berdasarkan hasil survey internal yang dilakukan oleh dinas kesehatan pada bulan oktober dan november 2019.
Walaupun hasil survey internal kita menunjukkan hasil yang menggembirakan, kita tetap harus bekerja keras dan serius dalam melaksanakan aksi konvergensi percepatan penurunan stunting di tahun 2020.
“Menurut dia kegiatan ini atau KP2S (Konvergensi Percepatan Penanggulangan Stunting) merupakan bagian dari perwujudan visi smart human resources dari pimpinan daerah,” bebernya.
Sementara itu, Plt. Sekretaris BP3D Kabupaten Gunung Mas Beben Martinus menyampaikan laporannya, Rapat koordinasi ini merupakan rapat kedua perihal stunting terhadap perangkat daerah terkait.
“Rapat ini penting karena Kabupaten Gunung Mas ditetapkan sebagai lokus program intervensi pencegahan stunting pada tahun 2020 sehingga sebelum tahun ini berakhir, kita harus menyampaikan 10 Desa Lokus Konvergensi Percepatan Penanggulangan Stunting yang akan di intervensi pada tahun 2020,” pungkasnya.
by Muhammad Fiqri Baihaqi | Dec 13, 2019

RESMIKAN : Bupati Gunung Mas Jaya Samaya Monong meresmikan keanggotaan BPD, di ruang rapat lantai 1 kantor Bupati Gunung Mas, Juamat (13/12/2019). FOTO : Mitra Tunjung PROTOKOL GUMAS.
Gunung Mas – Bupati Gunung Mas Jaya Samaya Monong meresmikan keanggotaan Badan Permusyawarahtan Desa (BPD) di 6 desa dari Kecamatan Sepang jumlah 30 BPD yang diresmikan keanggotaannya, dimana masing-masing desa terdiri dari lima anggota BPD.

“Bupati Gunung Mas Jaya Samaya Monong, SE., M.Si mengatakan, kita tentunya akan sangat bangga apabila desa – desa di Kabupaten Gunung Mas yang kita cintai ini masyarakat maju, aman, tentram dan sejahtera, mengayomi seluruh masyarakatnya dengan baik, sehingga penyelenggaraa pemerintahan desa, pembangunan pembinaan kemasyarakatan di desa, dengan baik,” ucapnya di lantai 1 Kantor Bupati Gunung Mas, Jumat (13/12/2019).
Tugas anggota BPD tidaklah ringan, tetapi cukup berat namun mulia untuk memajukan dan mensejahterakan desa. Mereka harus miliki hati tulus dan sabar dalam mengayomi dan melayani masyarakat, serta selalu menjadi mitra kerja bersama kades maupun penjabat (Pj) kades.
“Pada kesempatan ini saya ucapkan selamat kepada seluruh Anggota BPD yang baru saja diresmikan keanggotaannya,” ujarnya.
Dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab agar selalu ingat terhadap sumpah janji yang saudara sudah ucapkan pada saat dilantik dan diresmikan. Jangan menyalahgunakan kewenangan yang anda miliki baik Kepala Desa maupun Pejabat Kepala Desa, terutama dalam hal pengelolaan keuangan desa.
“Laksanakanlah tugas saudara – saudara dengan berpedoman kepada ketentuan-ketentuan dalam peraturan perundang – undangan,” katanya.
Selaras dengan program kerja Bupati dan Wakil Bupati, tambah Jaya, seluruh BPD diharapkan dapat meningkatkan disiplin pada lingkup pemerintah desa, yang dimulai dari hal kecil, seperti kantor desa dibuka setiap hari membuat daftar hadir, dan diisi dengan aktivitas kerja masyarakat.
“Selain itu, harus memanfaatkan kantor desa untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, serta adanya daftar hadir bagi kades, perangkat desa, staf perangkat desa, dan BPD,” pungkasnya.
by Muhammad Fiqri Baihaqi | Dec 13, 2019

PELANTIKAN : Ketua DAD Kabupaten Gunung Mas Jaya Samaya Monong, SE., M.Si melantik dan mengambil sumpah janji Damang Kepala Adat Kecamatan Miri Manasa, Kahayan Hulu Utara, Rungan, dan Rungan Barat, di GPU Damang Batu, Kamis (12/12/2019).
Gunung Mas – Damang Kepala Adat adalah pimpinan adat dari satu kademangan yang diangkat atau dipilih berdasarkan hasil pemilihan dari beberapa desa dan kecamatan yang masuk dalam wilayah Kademangan tersebut. Keberadaan Damang dalam satu wilayah memiliki peran yang strategis sebagai mitra pemerintah.

BERFOTO : Bupati Gunung Mas Jaya Samaya Monong, SE., M.Si didamping Wakil Bupati Ir. Efrensia L.P Umbing sebelah kanan, dan Ketua DPRD Gumas Akerman Sahidar sebelah kiri usai pelantikan Damang Kecamatan Miri Manasa, Kahayan Hulu Utara, Rungan, dan Rungan Barat, di GPU Damang Batu, Kamis (12/12/2019).
Ketua DAD Kabupaten Gunung Mas Jaya Samaya Monong, SE., M.Si secara resmi melantik Damang Kepala Adat Kecamatan Miri Manasa, Kahayan Hulu Utara, Rungan Barat dan Rungan, Kabupaten Gunung Mas, di GPU Damang Batu, Kamis, 12/12/2019.
Dia menuturkan, Peran Damang sangat strategis sebagai mitra pemerintah, khususnya pemerintah kecamatan di wilayah Kademangannya dalam hal menangani permasalahan adat istiadat yang ada di kecamatan.
Menurut menurut dia, seorang damang memiliki beberapa tugas, yakni melestarikan, mengembangkan dan memberdayakan adat istiadat dan kebiasaan-kebiasaan yang berfungsi sebagai penegak hukum adat dayak pada wilayah kedamangannya.
Pada kesempatan itu, Beliau berharap kepada Damang Kepala Adat yang baru dilantik, untuk dapat menjalin kerjasama yang baik dengan pemerintah kecamatan, dewan adat dayak kecamatan serta para Mantir adat yang ada di wilayahnya.
“Dalam kesempatan yang baik ini saya juga perlu mengingatkan agar saudara Damang Kepala Adat memahami tugas pokok dan fungsi serta posisinya. Hal ini agar tidak terjadi benturan dengan aparat penegak hukum lainnya,” beber Jaya Samaya Monong, SE., M.Si.
PENULIS JONI HAMAUH