by Muhammad Fiqri Baihaqi | Aug 9, 2019 |
FOTO BERSAMA : Ketua TP-PKK Gumas Mimie Jaya S Monong foto bersama pemenang lomba, yang diraih oleh TP-PKK dari Kecamatan Tewah dalam masak serba ikan bertempat di aula GPU Tampung Penyang Kaula Kurun, Kamis (8/8/2019).
Gunung Mas – Dinas Perikanan Kabupaten Gunung Mas (Gumas) bekerjasama dengan Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Gumas melaksanakan kegiatan Lomba Masak Serba Ikan (LMSI) di Gedung Pertemuan Umum (GPU) Tampung Penyang kota Kuala Kurun, Kamis (8/8).
“Dasar dari kegiatan ialah untuk membantu masyarakat, supaya lebih memahami dari manfaat gizi ikan. Terutama dalam anak-anak usia sekolah kita dalam mendapatkan sumber gizi protein,” jelas Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Gumas Trinayati.
Ia menerangkan, dengan adanya anak dalam mengkonsumsi ikan, maka anak-anak akan terpenuhi kebutuhan gizinya. Seperti meningkatkan pola pikir akan diusia sekolah dan juga terlebih lagi menghindari dari beberapa jenis penyakit pada anak.
“Kita tau bahwa mengkonsumsi ikan ini cukup sulit bagi beberapa anak kita, jadi dengan adanya kegiatan LMSI seperti ini maka akan banyak variasi ataupun olahan makanan kita yang kita rasa akan menarik untuk dikonsumsi anak,” jelasnya.
Dalam kegiatan tingkat kecamatan yang dilaksanakan di Ibu Kota Kabupaten Gumas tersebut, diikuti oleh Kecamatan Tewah, Kecamatan Kahayan Hulu Utara, Kecamatan Kurun, Kecamatan Mihing Raya, Kecamatan Manuhing, dan Kecamatan Damang Batu. Sedangkan pemenang lomba yang digelar tersebut diraih oleh peserta dari Kecamatan Tewah.
Dia pun berharap, dari hasil kegiatan ini akan tercipta keanekaragaman menu masakan khas daerah berbahan baku ikan. TP-PKK kecamatan sebagai peserta lomba harus dapat mengembangkan dan mensosialisasikan kembali semua masakan hasil lomba, serta mentransformasikan seluruh menu menjadi berbagai hal yang bernilai ekonomi serta mendorong budaya memasak ikan di keluarga.
“Nantinya juara pertama lomba pada lomba tersebut akan diikutsertakan mengikuti lomba masak serba ikan tingkat Provinsi Kalteng,” bebernya.
Mimie Mariatie Jaya S. Monong yang merupakan Ketua TP PKK Gumas menambahkan, dari variasi masakan peserta sudah cukup baik, namun dirinya sedikit menyayangkan dengan ketidak ikut sertaan dari beberapa kecamatan diwilayah tersebut.
“Peserta ini kita ambil dari TP PKK di tingkat kecamatan, tapi masih ada yang belum bisa berpartisipasi. akan tetapi kedepan kita akan maksimalkan kembali, dengan harapan semua kecamatan dapat mengikuti kegiatan seperti ini, karena ini penting bagi pengetahuan kita selaku orang tua dan terkhusus lagi sebagai seorang ibu,” tutup Mimie yang turut berperan sebagai juri di LMSI tersebut.
by Muhammad Fiqri Baihaqi | Aug 8, 2019 |
Pembukaan Pembinaan Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Merah Putih di Aula Tampung Penyang Kota Kuala Kurun, Senin (5/8/2019).
Gunung Mas – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) melaksanakan kegiatan pembukaan pembinaan Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Merah Putih ditingkat kabupaten setempat di Aula Tampung Penyang Kota Kuala Kurun. Melalui Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (DPKO), Yunika Simpei menyampaikan pembinaan seperti ini merupakan kegiatan tahunan dalam menghadapi momen hari kemerdekaan.
“Pelatihan dan pembinaan ini bertujuan untuk mempersiapkan para anggota Paskibraka tingkat kabupaten kita yang akan digelar pada tanggal 17 Agustus 2019 mendatang. Agar merka bisa menjadi pemuda yang handal dan berkemampuan tinggi dalam kebersamaan yang kompak, sebagai satu kesatuan yang bersatu dalam Paskibra ini,” jelasnya saat menyampaikan sambutan, Senin (5/8/2019).
Ia juga menerangkan, para peserta ini masih berstatus sebagai calon anggota Paskibraka, sekalipun mereka sudah diseleksi ditingkat SMA/K se-Kabupaten Gumas. Hal tersebut dikarenakan para calon masih belum tuntas mengikuti pembinaan tersebut.
“Adik-adik ini merupakan orang yang terpilih dari sekolahnya masing-masing, jadi saya harapkan untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Dan gunakan kesempatan ini dengan baik serta bertekunlah dalam mengikuti semua prosesnya,” harapnya.
Ia juga menambahkan, apabila para calon peserta ini dianggap mampu mengikuti seluruh proses pembinaan. Maka mereka wajib dikukuhkan dan menjadi anggota Paskibraka yang akan bertugas mengibarkan Sang Saka Merah Putih nantinya.
“Bagi mereka yang tidak mampu mengikuti dan belum memenuhi persyaratan dan ketentuan dari pihak panitia, maka dengan sangat terpaksa untuk dikembalikan ke sekolahnya masing-masing,” ungkapnya.
Selain itu, Ketua Panitia Seleksi yang juga merupakan Sekretaris DPKO Kabupaten Gumas, Siren menambahkan, total dari seluruh calon peserta Paskibraka tahun 2019 berjumlah 62 orang dengan rincian, SMAN 1 ada 28 orang, SMKN 1 Kurun ada 7 orang, SMA Katholik ada 4 orang, SMAN 2 Kurun ada 3 orang, SMAN 1 Tewah ada 5 orang, SMAN 1 Rungan ada 3 orang, SMKN 1 Rungan Hulu ada 1 orang, SMKN 1 Rungan Barat ada 1 orang, SMKN 1 Manuhing sebanyak 1 orang, SMAN 1 Manuhing Raya ada 1 orang, SMAN 1 Sepang ada 4 orang, SMKN 1 Mihing Raya ada 2 orang, SMAN 1 Miri Manasa ada 1 orang, SMAN 1 Damang Batu sebanyak 1 orang.
“Pelaksanaan pembinaan ini dilaksanakan mulai tanggal 4 – 18 Agustus 2019 dan para peserta ini akan diinapkan di Hotel Gunung Mas kota Kuala Kurun,” tutupnya.
by Muhammad Fiqri Baihaqi | Aug 7, 2019 |
Rapat Kepanitian HUT RI Ke-74 di Ruang Rapat Lantai I Kantor Bupati Gunung Mas, Rabu (7/8/2019).
Gunung Mas – Rapat Hut RI ke 74 dipimpin oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Drs. Ambo Jabar, M.Si didampingi Ketua Panitia Edwin Yustian, SH serta dihadiri seluruh panitia penyelenggara seksi-seksi, rapat berlangsung di lantai satu Kantor Bupati Gunung Mas, Rabu (7/7/2019).
Dengan tema “SDM Unggul Indonesia Maju” dan Sub Tema : Dengan Semangat HUT RI Ke-74 Kita Berjuang Bersama Menuju Gunung Mas Bermartabat, Maju, Berdaya Saing, Sejahtera dan Mandiri.
Dalam rapat tersebut masing-masing seksi menyampaikan persiapannya, adapun seksi dalam kepanitian tersebut yakni seksi sekretariat, seksi acara dan upacara, seksi resepsi dan penerima tamu, seksi publikasi dan dokumentasi, seksi olah raga dan lomba, seksi penerima penghargaan / tanda jasa, seksi transportasi dan akomodasi, seksi perlengkapan, seksi kesehatan, seksi konsumsi, seksi usaha dana, seksi pengarahan masa, seksi keamanan.
Edwin Yustian, SH mengatakan panitia sudah membuat surat adanya partisipasi dari masyarakat, melalui RT dan RW untuk memeriahkan HUT RI Ke- 74 untuk membuat dan mengecat gapura.
“Terkait pengukuhan anggota Paskibra akan dilaksanakan pada tanggal 15 Agustus 2019 di GPU Damang Batu. Untuk detik-detik Proklamasi penaikan bendera sebagai Irupnya Bupati Gunung Mas dan untuk penurunan bendera sebagai Irupnya adalah dari Kapolres Gunung Mas,” kata Edwin Yustian.
Asisten I Drs. Ambo Jabar menerangkan, terkait persiapan upacara untuk petugas diluar tugas teknis, Irup Bupati pada penaikan bendera dan pada penurunan Bendera petunjuk atau koreksi dipersilahkan, karena kita mengambil yang normatif dulu.
Lanjut dia terkait dengan drumband yang menjadi Korsik pada Upacara HUT RI Ke-74, serta Paskibraka dan lain sebagainya. Dalam kendali ini adalah seksi upacara.
Untuk hari libur pelaksanaan upacara tanggal 17 Agustus 2019, tolong dari seksi sekretariat supaya membuat instruksi Bupati suapaya ASN tidak meninggalkan tempat untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan upacara penaikan bendera maupun penurunan bendera.
“Mari kita tingkatkan komunikasi dan koordinasi, kita berkeyakinan kegiatan ini bisa berjalan dengan baik dan hal-hal lain pungsi dengan protokoler untuk mengatur para tamu kita sesuai jabatan dan dan sebagainya,” tutup Asisten I Drs. Ambo Jabar, M.Si.
by Muhammad Fiqri Baihaqi | Aug 6, 2019 |
Pengukuhan dengan resmi kelompok kerja pencegahan dan penanganan terhadap tindak pidana perdangan orang Kabupaten Gunung Mas. Oleh Dino Ardiana, SE dari Kementerian PP-PA di Aula Hotel Zefanya, Selasa (6/7/2019).

ARAHAN: Asisten I Drs. Ambo Jabar, M.Si Sampaikan Sambutan Bupati Gunung Mas, pada saat penguatan dan Sosialisasi gugus tugas pencegahan dan penanganan tindak pidana perdangan orang tahun 2019.
Gunung Mas – Pemerintah Kabupaten Gunung Mas menggelar penguatan dan sosialisasi gugus tugas pencegahan dan penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) bertempat di Aula Hotel Zefanya, Kamis (6/7/2019) pagi.
Dalam sosialisi itu dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Drs. Ambo Jabar, M.Si, dari Kementerian PP-PA Dinno Ardiana, SE, Kepala Bidang Data dan Informasi pada Dinas DP3A Provinsi Kalteng Wily S. Djala, SE, Kepala Dinas DP3A Kabupaten Gunung Mas Rumbun, SKM, Camat se-Kabupaten Gunung Mas dan tamu undangan lainnya.
Drs. Ambo Jabar, M.Si saat membacakan sambutan tertulis Bupati menyampaikan, UU No. 21 tahun 2007 mendefinisikan perdangangan orang sebagai tindakan perekrut, pengangkutan, penampungan, pengiriman, pemindahan, atau penerimaan seseorang dengan ancaman kekerasan, penculikan, penyekapan, pemalsuan, penipuan, penyalahgunaan kekuasaan atau posisi, rentan penjeratan utang atau memberi bayaran atau manfaat, sehingga memperoleh persetujuan dari orang yang memegang kendali atas orang lain.
“Berdasarkan hasil evaluasi tahun 2018, kelembagaan GT PP TPPO, terutama ditingkat daerah masih kurang efektif perannya dalam pelaksanaan PP. Rendahnya efektif GT disebabkan, antara lain belum semua Provinsi dan Kabupaten yang rentan TPPO membentuk GT, ketiadaan RAD atau RAD yang sudah ada tidak ada dilaksanakan, kurangnya komitmen pimpinan dan anggota GT sehingga TPPO tidak menjadi isu proritas didaerahnya dan tidak didukung anggaran yang memadai,” katanya.
Untuk itu, Kementerian PP PA dan Pemerintah Daerah Provinsi perlu melaksanakan upaya-upaya untuk meningkatkan efektifitas GT PP TPPO yang sudah terbentuk atau memfasilitas pembentukan GT PP TPPO ditingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota sebagai prioritas.
“Maksud dan tujuan ini untuk memperkuat kapasitas GT PP TPPO daerah agar dapat melaksanakan perannya dalam mencegah dan menangani TPPO. Kegiatan-kegiatan yang disarankan adalah penyusun RAD, pelatihan bagi anggota GT dan APH, serta penyusunan kebijakan lainnya yang diperlukan. Bagi Pemerintah Daerah yang belum membentuk GT, kegiatan ini dapat diarahkan untuk mensosialisasikan bentuk-bentuk TPPO dan dampaknya bagi korban dan keluarga serta memfasilitasi,” ujarnya.
Dari Kementerian PP-PA Dino Ardiana, SE mengatakan, ada 8 gugus tugas PP TPPO merupakan lembaga koordinatif yang bertugas mengkoordinasikan upaya pencegahan dan penanganan tindak pidana perdagangan orang. Ditingkat pusat, terdiri dari 6 sub-GT, sedangkan di daerah terdiri dari 5 sub-GT.
Gugus tugas mempunyai tugas antara lain, pertama mengkoordinasikan upaya pencegahan dan penanganan tindak pidana perdagangan orang, kedua melaksanakan advokasi, sosialisasi, pelatihan, dan kerja sama baik nasional maupun internasional, ketiga memantau perkembangan pelaksanaan perlindungan korban yang meliputi rehabilitas, pemulangan, dan reintegrasi sosial, keempat memantau perkembangan pelaksanaan pelaporan dan evaluasi.
“Untuk itu, marilah kita meningkatkan koordinasi dan sinergi diantara pemangku kepentingan (Pemerintah Pusat, Pemda, organisasi masyarakat, akademis, dunia usaha dan mitra pembangunan) dalam rangka meningkatkan efektivitas upaya pemberantasan TPPO di Gunung Mas. Hal ini sangat penting dalam mengantisipasi munculnya modus-modus baru TPPO,” pungkasnya.
Dalam kegiatan tersebut Dino Ardiana, SE mengukuhkan dengan resmi kelompok kerja pencegahan dan penanganan terhadap tindak pidana perdangan orang Kabupaten Gunung Mas.
by Muhammad Fiqri Baihaqi | Jul 31, 2019 |
Peserta dan Guru-Guru SMPN 1 Tewah saat mengikuti Ekspose Sekolah Model Tingkat Provinsi Kalteng Tahun 2019
Gunung Mas – Ekspose sekolah model Sistem Penjamin Mutu Internal (SPMI) untuk tingkatkan mutu dan kualitas sekolah Salah satunya SMPN 1 Tewah Kabupaten Gunung Mas Kalteng, yang dipimpin Firawati, S.Pd.M.Si ikut serta meramaikan kegiatan Ekspose Tingkat Provinsi Kalteng, yang dilaksanakan oleh Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan Kalteng, mulai tanggal 27-28/07/2019.
“Kegiatan Ekspose Sekolah Model SPMI salah satu upaya untuk meningkatkan mutu pembelajaran dan kualitas sekolah, kami akan menampilkan apa yang sudah di programkan disekolah dan mendapat penilaian baik oleh LPMP Kalteng,” kata Firawati pada saat media News Bin .com Kalteng mewawancarai di Stand Pameran SMPN 1 Tewah.
Sekolah model SPMI ini juga merupakan salah satu upaya mempercepat mencapai delapan standar pendidikan. “Delapan standar pendidikan harus terpenuhi agar mencapai peningkatan Mutu Pendidikan ,” ujar Fira.
Menurutnya, untuk meningkatkan taraf Pendidikan tidak mudah, karena memerlukan kekompakan tim pengajar di suatu sekolah. SMPN 1 Tewah, mudahan kami mampu mencapai tingkat Nasional.
Ia menambahkan, “upaya peningkatan Mutu Pendidikan bagi Sekolah Model SPMI ini perlu dukungan dari semua pihak Pemerintah terutama Dinas pendidikan Provinsi dan juga bantuan dari Lembaga Penguji Mutu Pendidikan Kalteng.” Tutup nya.