by Muhammad Fiqri Baihaqi | Feb 20, 2020
Gunung Mas – Dalam rangka meningkatkan strategi lapangan Sensus Penduduk 2020 di wilayah Kabupaten Gunung Mas Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Gunung Mas mengadakan rapat Tim Pelaksana Kegiatan Sensus Penduduk 2020 dan strategi lapangan menghadapi Sensus Penduduk Online dan Sensus Penduduk wawancara bertempat di Aula Bappedalitbang Kab. Gumas, Kamis (20/2/2020).

Rapat Tim Pelaksana Kegiatan Sensus Penduduk 2020 dan strategi lapangan menghadapi Sensus Penduduk Online dan Sensus Penduduk wawancara, dipimpin oleh Drs. Waras, Kepala Kemenag Anang Rusli, S.Pd, Narasumber dari BPS Provinsi Kalteng Kepala Bidang Neraca Wilayah dan Analis Dr. Arham Rifai, Kepala Bidang Statistik dari Diskominfosantik Kabupaten Gunung Mas Emi Juniati, ST.
Rapat tim pelaksan Sensus Penduduk 2020 tersebut dipimpin oleh Kepala BPS Kabupaten Gunung Mas Drs. Waras, turut hadir mendampingi Kepala Kementerian Agama Kabupaten Gunung Mas Anang Rusli, S.Pd, Narasumber dari BPS Provinsi Kalteng Kepala Bidang Neraca Wilayah dan Analis Dr. Arham Rifai, Kepala Bidang Statistik dari Diskominfosantik Kabupaten Gunung Mas Emi Juniati, ST, dan diikuti oleh enam perangkat daerah, satu Instansi Vertikal.
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kab Gumas, Dinas Pengendalian Penduduk KB Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kab. Gumas, Diskominfosantik, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa, Dinas Sosial, Bappedalitbang dan Kementrian Agama Wilayah Kabupaten Gunung Mas.
“Kepala BPS Kabupaten Gunung Mas Drs. menyampaikan, salah satu tugas tim ini yaitu melaksanakan koordinasi, sosialisasi yang diperlukan setiap pelaksanaan SP2020,” ujarnya.
“Kepala Bidang Neraca Wilayah dan Analis BPS Provinsi Kalteng Dr. Arham Rifai mengatakan, ASN diharapkan menjadi pelopor dalam pelaksanaan SP2020,” pesannya.
by Muhammad Fiqri Baihaqi | Feb 20, 2020
Gunung Mas – Plt. Kepala BKPSM Kabupaten Gunung, melalui Kasubbid Pengadaan dan Pemberhentian, Rusmala Dewi menyampaikan sebanyak 868 peserta Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS Gunung Mas dinyakan lolos passing grade (PG) atau ambang batas nilai yang harus dicapai.

Kasubbdid Pengadaan dan Pemberhentian, Rusmala Dewi.
“Berdasarkan data pelaksanaan SKD yang sudah kami rekap, sebanyak 868 peserta Seleksi Kompetensi Dasar dinyatakan lolos pasaing grade dan yang tidak lolos sebanyak 2.472 orang dari 3.546 orang pelamar,” ujarnya saat diwawancarai dirung kerjanya,” Kamis, 20/02/2020.

Beliau menjelaskan, tidak semua peserta yang lolos PG bisa mengikuti tahap selanjutnya. Yakni seleksi kompetensi bidang atau SKB. Pasalnya, nilai peserta yang lulus PG akan dirangking terlebih dahulu sesuai dengan jumlah formasi, dengan perhitungan 3 kali jumlah formasi.
“Yang menentukan ranking langsung dari Badan Kepegawaian Negara. Kita hanya menunggu pengumumannya,” terangnya.
Pada kesempatan itu, lanjut dia dari tahap pelaksanaan SKD sejak tanggal 8-18 Febuari 2020, terhitung sekitar 206 pelamar CPNS yang tidak mengikuti tes SKD, dengan rincian tahap pertama 15 orang, tahap kedua 16 orang, tahap ketiga 13 orang, tahap keempat 15 orang dan tahap kelima 17 orang.
“Selanjutnya tahap keenam 19 orang, tahap ketujuh 14 orang, tahap kedelapan 25 orang, tahap sembilan 22 orang, tahap kesepuluh 27 orang dan tahap kesebelas ada 19 orang,” pungkasnya.
by Muhammad Fiqri Baihaqi | Feb 20, 2020

Pimpinan Bank Kalten Cabang Kuala Kurun, Empas Umar.
Gunung Mas – Pimpinan Bank Kalteng Cabang Kuala Kurun, Empas Salomo Umar mengatakan sejak dilaunching tahun 2016 hingga saat ini, jumlah pelajar se Gumas yang menjadi nasabah program tabungan Simpanan Pelajar (Simpel) Bank Kalteng Cabang Kuala Kurun sebanyak 4.758 orang.
“Total saldonya saat ini sebesar Rp 5.575.372.622,” ujar Empas, Rabu (19/2).
“Mereka (pelajar) yang menjadi nasabah Simpel Bank Kalteng Cabang Kuala Kurun,mulai dari siswa/siswi PAUD,TK,SD,SMP dan SMA sederajat/Madrasah. Mereka yang berusia di bawah 17 tahun dan belum memiliki KTP (Kartu Tanda Penduduk),” lanjut Empas.
Apa saja persyaratan bagi siswa/siswi yang ingin menjadi nasabah Simpel Bank Kalteng Cabang Kuala Kurun.
Suami Wella Marvolinsa itu menjelaskan persyaratannya, yakni siswa/siswi mengisi formulir secara lengkap dan melengkapi dokumen untuk pembukaan rekening tabungan.
Seperti kartu pelajar siswa dan surat keterangan dari sekolah, KTP/SIM orang tua, KK (Kartu Keluarga) dan Akta Kelahiran siswa/siswi yang bersangkutan,serta surat pernyataan dari orang tua.
“Saldo awalnya minimal Rp 5.000. Selanjutnya setoran tunainya minimal Rp 1.000,” terang ayah dari Yohana Meisha Putri, Christodeo Cleonrais Putra, Yudhistira Van Dehen dan Jevanadon Darren Banedict tersebut.
Soal manfaat dari program Simpel, anak ke 10 dari 14 bersaudara pasangan Salomo Umar dan Tuah Birim itu mengatakan, manfaatnya untuk menumbuh kembangkan budaya gemar menabung di kalangan siswa/siswi PAUD, TK, SD, SMP dan SMA sederajat/Madrasah yang berusia di bawah 17 tahun.
“Menabung itu banyak manfaatnya. Maka seyogyanya pengelolaan keuangan yang baik di latih kepada anak sejak usia dini. Kalau sejak usia dini budaya gemar menabung dikenalkan, maka usia remaja, dewasa hingga tua pun, hal itu (gemar menabung) menjadi sebuah kebiasaan,” ujar Empas.
Pihaknya berharap orang tua di Gumas mengajarkan kemandirian dan kedisiplinan kepada anaknya dalam hal pengelolaan keuangan yang baik.
“Pun halnya pihak sekolah, pemberian pemahaman terhadap siswa/siswi akan pentingnya menabung sebuah keniscayaan. Tumbuhkan budaya gemar menabung dan tinggalkan budaya hidup yang konsumtif,” tukas Empas.
by Muhammad Fiqri Baihaqi | Feb 20, 2020
Gunung Mas – Dalam rangka menyukseskan program nasional Sensus Penduduk 2020 (SP2020) yang akan diawali dengan pelaksanaan sensus online Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Gunung Mas melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) di Aula Kecamatan Kurun (18/2/2020).

Mupika Kurun Gelar Rakorcam Mengenai SP2020.
Kepala BPS Gunung Mas Drs. Waras mengatakan, tujuan RAKORCAM membangun koordinasi dan kerjasama dengan seluruh jajaran pemerintah daerah hingga wilayah administrasi terkecil, menyebarluaskan informasi tentang SP2020 dan tahapan kegiatannya, mendapat informasi wilayah Satuan Lingkungan Setempat (SLS).
Camat Kurun Holten, SE dalam sambutannya menyampaikan, pada pelaksanaan SP2020, Badan Pusat Satatisti (BPS) melakukan inovasi dan pembahruan metode dibandingkan enam sensus penduduk sebelumnya. SP2020 akan mengunakan metode kombinasi, yaitu memanfaat data administrasi kependudukan (admiduk) dari Direktorat Jendral Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).
“Kegiatan Sensus Penduduk 2020 ini sangat penting peran serta hadirin semua merupakan kunci kesuksesan SP2020 di wilayah kita ini. seperti yang telah saya kemukankan sebelumnya, hasil Sensus Penduduk ini akan dijadikan dasar perumusan kebijakan pemerintah untuk percepatan pembangunan,” pungkasnya.
Jadwal rapat koordinasi di Kecamatan (RAKORDAL) Kecamatan Manuhing, 22 Februari 2020 di Aula Kecamatan Tumbang Talaken, Manuhing Raya, 21 Februari 2020 di Aula Kecamatan Tehang, Rungan, 19 Februari 2020 di Aula Kecamatan Jakatan Raya, Rungan Hulu, 18 Februari 2020 di Aula Kecamatan Tumbang Rahuyan, Rungan Barat, 20 Februari 2020 di Aula Kecamatan Rabambang, Sepang, 25 Februari 2020 di Aula Kecamatan Sepang Simin, Mihing Raya 26 Februari 2020 di Aula Kecamatan Kampuri, Kurun 18 Februari 2020 di Aula Kecamatan Kurun, Tewah, 18 Februari 2020 di Aula Kecamatan Tewah, Kahayan Hulu Utara, 21 Februari 2020 di Aula Kecamatan Tumbang Miri Damang Batu, 26 Februari 2020 di Aula Kecamatan Tumbang Marikoi, Miri Manasa 28 Februari 2020 di Aula Kecamatan Tumbang Napoi.
by Muhammad Fiqri Baihaqi | Feb 19, 2020
Gunung Mas – Peserta Didik kelas VIII SMPN Satu Atap 1 Manuhing pada hari Senin (17/2/20202) berhasil melakukan percobaan meluncurkan roket air. Hal ini lantaran mereka sedang mempelajari konsep tekanan pada pelajaran IPA.
Tri Pradjaka Wara Bhisma, S.Pd selaku guru IPA membimbing mereka melakukan percobaan tersebut. Dengan memanfaatkan bahan-bahan bekas seperti botol plastik air mineral yang terdapat di lingkungan sekitar, para peserta didik kelas VIII mencoba membuat roket air.
“Kami mencoba memanfaatkan bahan-bahan bekas seperti botol plastik air mineral untuk membuat roket air. Anak-anak saya bimbing selama dua minggu untuk membuat percobaan ini,” kata Tri.
Lebih lanjut Tri mengatakan bahwa kegiatan belajar seperti ini akan dijadikannya sebagai model pembelajaran, setelah melihat antusias peserta didik yang sangat tinggi. Ia melihat bahwa anak-anak sekarang lebih tertarik dengan gadget dan konten medsos, oleh karena itu sebagai guru perlu memahami apa yang disukai anak-anak. Dengan begitu media yang ada dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar.
“Setelah saya menjelaskan konsep pelajaran, saya menugaskan anak-anak mencari referensi di YouTube, kemudian langsung mempraktekkannya dan pada hari ini sukses diujicobakan,” tukas Tri.
Lora, seorang peserta didik mengaku senang dengan percobaan ini. Ia merasa lebih paham tentang konsep tekanan dan cara kerja roket air setelah mempraktekannya secara langsung.
“Ya, kami senang sekali belajar seperti ini, kami jadi lebih paham,” kata Lora