by Muhammad Fiqri Baihaqi | Apr 26, 2021
Kuala Kurun gunungmaskab.go.id – Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Gunung Mas (Gumas), Esra mengatakan bahwa pihaknya terus berupaya melakukan pembinaan untuk semua sekolah yang ada di daerah itu, khususnya yang menjadi kewenangan kabupaten.

Keterangan gambar: Pengawas SMP, Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) ketika berkunjung ke SMPN Satap 1 Rungan Barat beberapa waktu lalu.
“Baik itu sarana dan prasarananya (sapras) serta, kami berusaha untuk memenuhi sesuai dengan standart Nasional Pendidikan,” ucap Esra saat dibicangi dirunag kerjaanya, Jumat (23/4/20210.
Salah satu sekolah yang akan dilakukan revitalisasi adalah Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) Satu Atap (Satap) 1 Rungan Barat yang berada di Desa Tumbang Kuayan, Kecamatan Rungan Barat.
Sebagai Kepala Disdikpora Kabupaten Gumas, Esra menyampaikan sudah meninjau langsung SMPN Satap 1 Rungan Barat, beberapa bulan lalu. Berdasarkan Data Pokok Pendidikan (Dapodik), keadaan di sekolah tersebut mengalami kerusakan ringan, walau dari pantauannya sekolah tersebut masuk kategori kerusakan sedang.
“Sudah kita masukan usulan, agar dilakukan revitalisasi terhadap SMPN Satap 1 Rungan Barat di tahun 2022, termasuk dengan sapras peralatannya,” tutur dia.
Esra mengatakan, Disdikbudpora Kabupaten Gumas juga telah menyarankan kepada pihak sekolah agar melakukan perbaikan yang sifatnya ringan terhadap lantai di beberapa titik yang mengalami kerusakan, melalui dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
“Untuk perbaikan dengan dana BOS sudah disarankan kepada pihak sekolah, bahkan sudah dibeli dan disiapkan bahannya,” ujarnya.
Dia menegaskan bahwa Disdikpora Kabupaten Gumas bersama koordinator wilayah dan pengawas akan selalu memperhatikan dan rutin mengunjungi sekolah yang ada di daerah setempat.
by Muhammad Fiqri Baihaqi | Apr 23, 2021

Keterangan gambar:Tim penilai menggelar penilaian tempat cuci tangan dan kelengkapannya di seluruh Perangkat Daerah Kecamatan Kurun dan Kelurahan.
Kuala Kurun gunungmaskab.go.id – Kegiatan PMI Kabupaten Gunung Mas (Gumas) menggelar penilaian tempat cuci tangan dan kelengkapannya di seluruh Perangkat Daerah (PD) di Kabupaten Gunung Mas termasuk Kecamatan Kurun dan Kelurahan dilakukan selama satu hari.
Ketua PMI Kabupaten Gunung Mas Efrensia L.P Umbing berharap dengan adanya penilaian ini semua perangkat daerah Kecamatan Kurun, dan Kelurahan. “Kita perlu menjaga diri, karena kita sedang berjuang mencegah penularan Covid-19. Masyarakat harus menjaga dirinya menggunakan air mengalir dan sabun,” ungkapnya.

“Sementara itu, Anggota Panitia Inti Tim Penilai Demo Arusli Purba mengatakan, ini sebagai wujud partisipasi PMI dalam rangka membantu Pemerintah mensosialisasikan penerapan Protokol Kesehatan 5 M yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, membatasi mobilitas dan interaksi, serta menjauhi kerumunan,” ucapnya dihubungi via telepon Whatsapp, Kamis (22/4/2021).
Dari hasil penilaian tempat cuci tangan dan kelengkapannya ini akan ada pemenang, sampai harapan 3 dan mendapatkan piagam penghargaan dari Bupati Gunung Mas, yang akan diserahkan langsung oleh Bupati Gumas Jaya Samaya Monong, rencana pada awal bulan Mei 2021.
“Saya berharap Perangkat Daerah bisa menjadi contoh dalam penerapan protokol kesehatan. Ini bagian dari upaya kita untuk menekan laju paparan Covid-19 dan tentu saja ini bagian dari tugas kemanusiaan kita,” pungkasnya.
Adapun panitia yang terlibat dalam penilaian yakni sebagai ketua dr. Waltiana, dan anggota Demo Arusli Purba, Yestati Agave, dr. Ikke Rosella dan Jerianson.
by Muhammad Fiqri Baihaqi | Apr 22, 2021

Keterangan gambar:Acara talkshow dihadiri oleh Bendahara PWKI Sintika, Sekretaris PWKI Sri Yuniaty, Wakil Sekretaris PWKI Sylvia, Kamis (21/4/2021).
Kuala Kurun gunungmaskab.go.id – Memperingati Hari Kartini bertepatan pada tanggal 21 April 2021 Diskominfosantik melalui Radio Hamauh Fm menggelar talkshow bersama Persatuan Wanita Kristen Indonesia (PWKI) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) di Studio Radio Hamauh Fm, Rabu malam (21/04/2021) kemarin malam.
“Perempuan dan laki laki mempunyai kesempatan, akses, serta peluang yang sama untuk berpatisipasi dalam pembangunan,” ucap Ketua DPC PWKI Kabupaten Gumas Rayaniatie Djangkan.
Seiring Berjalannya waktu, perempuan mulai bangkit dan berhasil membuktikan bahwasannya keberadaan mereka layak diperhitungkan. Kecerdasan serta kepiawaian perempuan-perempuan Indonesia khususnya, tidak bisa lagi dianggap remeh karena telah turut berkontribusi terhadap pembangunan.
Selanjutnya, perempuan kian diberdayakan dengan ditetapkannya peraturan mengenai kuota 30 persen untuk keterwakilan perempuan dalam politik.
Keterwakilan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia (DPR-RI) perempuan di periode 2019-2024 mencapai sebesar 20,5 persen, Contoh pada perwakilan DPRD Kabupaten Gumas, keterwakilan perempuan sudah mencapai 48 persen peningkatan partisipasi perempuan di legislatif sudah mulai terlihat dan nyata melebihi kuota seharusnya.
Selain itu juga masih banyak perempuan yang sukses di bidang wirausaha, ekonomi kerakyatan dan pemberdayaan. Tentunya mereka berperan dalam menopang ekonomi keluarga di tengah pandemic banyak perempuan yang kreatif di sela aktivitasnya sebagai ibu rumah tangga mereka menciptakan berbagai kreasi baik itu kuliner atau aksesoris lainnya.
Acara talkshow tersebut juga dihadiri oleh Bendahara PWKI Sintika, Sekretaris PWKI Sri Yuniaty, Wakil Sekretaris PWKI Sylvia.
by Muhammad Fiqri Baihaqi | Apr 22, 2021

Keterangan gambar: Wakil Bupati Gunung Mas Efrensia L.P Umbing (tengah), Kepala KP2KP Kuala Kurun, Alfin Subarkah, Kepala Badan Pendapatan Daerah Edison.
Kuala Kurun gunungmaskab.go.id – Wakil Bupati Gunung Mas Efrensia L.P Umbing bersama dengan Direktorat Jenderal Pajak (DJP), serta Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kementerian Keuangan, melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) terkait sinergi optimalisasi pemungutan pajak pusat dan pajak daerah tahun 2021, tahap III.
Penandatanganan dilaksanakan secara virtual di ruang Rapat Lantai 1 kantor Bupati, Rabu (21/4/2021) sore.
Yang dihadiri Kepala KP2KP Kuala Kurun, Alfin Subarkah, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Gumas Lurand, Kepala Badan Pendapatan Daerah Edison, dan kepala Perangkat Daerah terkait lainnya.

Direktur DJPK Astera Primanto Bakti, dalam video conference kepada 85, daerah seluruh indonesia mengharapkan, agar perjanjian dapat meningkatkan kerja sama yang kokoh dan kuat serta saling bersinergi antara pemerintah pusat dengan daerah.
Pemerintah Daerah (Pemda) perlu memperkuat pajak untuk meningkatkan pendapatan daerah, serta secara mandiri dan mampu melaksanakan pembangunan masing-masing wilayah.
Dia menjelaskan, terkait kompetensi daerah, dalam hal pengelolaan pajak yang harus ditingkatkan, agar saling mengoptimalkan kan penerimaan pajak baik dipusat maupun didaerah.
“Saya menegaskan, pelaksanaan PKS ini juga sejalan dengan program pemerintah, dalam upaya pencegahan korupsi, sesuai dengan peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2018,” ujarnya.
“Kelemahan daerah dalam perpajakan, yaitu kurangnya kapasitas organisasi, kurangnya aturan daerah yang dapat mengikuti secara deskriptif mengenai pajak, dan harus terus updating data serta transparansi,” terang Astera Primanto.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Pajak Suryo Utomo juga menyebut, kerja sama ini nantinya akan melahirkan suatu sinergitas yang harmonis antara pemerintah pusat, provinsi dan daerah.
Dimana setelah penandatangan PKS ini, kedepannya kita bisa saling berinteraksi dan bekerja sama dalam membangun negara.
Ia berharap di masa pandemi ini kita juga dapat menstimulasi para pelaku usaha, dengan memberi retribusi kepada daerah.
“Kita juga saling mendukung program pemberantasan korupsi dan pengelolaan bersama, dengan terus berkoordinasi secara berkelanjutan,” Pungkasnya.
by Muhammad Fiqri Baihaqi | Apr 22, 2021

Keterangan gambar: Sekretaris Daerah Kabupaten Gunung Mas Yansiterson membacakan sambutan tertulis Bupati Gunung Mas, kegiatan Pembahasan Naskah Akademis dan Rancangan Peraturan Daerah Adaptasi Kebiasaan Baru Covid 19.
Kuala Kurun gunungmaskab.go.id – Bupati Gunung Mas (Gumas) Jaya Samaya Monong mengatakan penanggulangan bencana khususnya bencana Pandemi Covid 19 bukan hanya menjadi tanggung jawab Pemerintah dan Pemerintah Daerah saja, namun menjadi tanggung jawab semua pihak.
Hal itu disampaikan oleh Bupati Gumas dalam sambutan tertulis nya yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah Yansiterson, saat membuka kegiatan Pembahasan Naskah Akademis dan Rancangan Peraturan Daerah Adaptasi Kebiasaan Baru Covid 19 Kabupaten Gunung Mas di Aula Kantor Bappedalitbang setempat, Rabu (21/04/2021).

Setiap wilayah atau daerah mempunyai karakteristik dan ciri khas masing-masing, begitu pula dalam hal hal penanganan suatu bencana terutama penanganan suatu wabah penyakit seperti yang terjadi saat ini.
Dalam penanganan dan penanggulangan Covid 19, bencana yang dihadapi saat ini sangat sulit diprediksi, sehingga tindakan yang bisa dilakukan yaitu upaya pencegahan dan upaya pemutusan mata rantai penyebaran.
“Kabupaten Gunung Mas termasuk wilayah dengan penyebaran Covid 19 pada urutan ke 8 (Delapan) dari 13 (Tiga Belas) Kabupaten atau Kota di Provinsi Kalimantan Tengah dengan status zonasi orange,” ucap Yansiterson saat membacakan sambutan Bupati.
Percepatan dalam penanganan penyebaran Covid 19 sangat penting dan perlu tindakan cepat dalam pemutusan dan penyebarannya, oleh karena itu diperlukan suatu payung hukum dalam pelaksanaan pencegahan, penanganan dan melakukan pendisiplinan masyarakat secara persuasif oleh pihak terkait.
“Saya Harapkan dalam pelaksanaan rapat pembahasan Naskah Akademis dan Rancangan Peraturan Daerah Adaptasi Kebiasaan Baru Covid 19 Kabupaten Gunung Mas tahun 2021 yang melibatkan Pemerintah Daerah, Masyarakat, dan juga pelaku usaha dapat mendiskusikan secara intensif dan partisipatif,” imbuhnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Asisten I Lurand, Wakapolres Gumas Kompol Daeng Riandika Mahardani, S.I.K, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Gunung Mas Champili serta pihak terkait lain.