BLT DD tahap ketiga bisa membantu perekonomian masyarakat yang terdampak pandemi COVID-19

BLT DD tahap ketiga bisa membantu perekonomian masyarakat yang terdampak pandemi COVID-19

BLT DD tahap ketiga bisa membantu perekonomian masyarakat yang terdampak pandemi COVID-19

FOTO : Penyerahan BLT-DD Secara Langsung.

Kuala Kurun gunungmaskab.go.id – Personel TNI dan Polri Kabupaten Gunung Mas mengawasi langsung proses penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD), yang bertempat di kantor Desa Pilang Munduk, Kecamatan Kurun, Kabupaten Gunung Mas, Rabu (08/07/2020).

Penyaluran BLT-DD tahap ketiga tersebut diawasi Babinsa Serda Stevy dan Babinkantibmas setempat, Bribka Yosep dan Kapolsek Kurun, Iptu Sugeng Purwanto.

Penyerahan bantuan langsung dilakukan oleh Kepala Desa Pilang Munduk, Hedi kepada 29 orang Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Sebelum prosesi penyerahan BLT-DD dilakukan, Babinsa Serda Stevy sempat memberikan imbauan kepada para KPM. Ia mengingatkan, agar patuh dan taat dengan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

“Dalam penyaluran BLT-DD ini, masyarakat tetap diimbau harus menerapkan protokol kesehatan tetap diingatkan harus pakai masker, selalu cuci tangan, jaga jarak dan tidak berkerumun saat penyaluran BLT-DD berlangsung.,” ujarnya.

Ia juga mengharapkan dengan adanya program bantuan langsung tunai ini kepada masyarakat agar dapat meringankan beban mereka. Ia juga himbau kepada KPM itu agar harus mempergunakan dengan sebaik-baik mungkin.

“Semoga BLT DD yang sudah diserahkan kepada KPM ini bisa membantu perekonomian mereka yang terdampak pandemi COVID-19,” harapnya.

Kehadir personel Babinsa dan Bhabinkamtibmas dalam penyaluran BLT-DD merupakan bentuk transparansi pemerintah kepada masyarakat. Hal itu juga dilakukan untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan selama penyerahan BLT-DD berlangsung.

“Pengawasan ini dilakukan juga memantau secara langsung agar BLT-DD itu tepat sasaran untuk kesejahteraan masyarakat yang menerima,” bebernya.

Sementara itu Kepala Desa Pilang Munduk Hedi menambahkan, bahwa masyarakat Desa Pilang Munduk sendiri saat ini memiliki penduduk 161 KK dan sebanyak 29 kk telah menerima BLT-DD tahap ketiga.

“Semoga apa yang telah diprogramkan Pemerintah dapat membantu warga, kami selaku pemerintah desa sangat mendukung dalam penyaluran bantuan langsung tunai dana desa dan diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak COVID-19, “Pungkasnya.

Pegawai BPBD Jalani Rapid Test, Dalam Rangka Pengecekan Kembali Kesehatan

Pegawai BPBD Jalani Rapid Test, Dalam Rangka Pengecekan Kembali Kesehatan

Pegawai BPBD Jalani Rapid Test, Dalam Rangka Pengecekan Kembali Kesehatan

Kuala Kurun gunungmaskab.go.i – Puluhan pegawai di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) menjalani rapid test yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat. Pelaksanaan rapid test ini untuk mengetahui apakah mereka benar-benar bebas dari virus korona atau Covid-19

RAPID TEST : Pegawai BPBD Kabupaten Gumas menjalani rapid test yang dilakukan oleh petugas dinkes setempat, Rabu (8/7/2020).

”Total ada 31 orang pegawai BPBD yang menjalani rapid test. Hasilnya, kami bersyukur seluruh pegawai dinyatakan non reaktif,” ucap Kepala BPBD Kabupaten Gumas Champili, Rabu (8/7).

Dia mengatakan, pelaksanaan rapid test ini dalam rangka pengecekan kembali kesehatan pegawai BPBD, pasca bertugas di lapangan dalam menjaga posko pencegahan Covid-19 di wilayah perbatasan Kabupaten Gumas.

”Selama tiga bulan selalu berada di lapangan, sehingga sangat perlu dilakukan pengecekan kembali kesehatan mereka. Dengan hasil semua non reaktif, tidak ada lagi rasa was-was,” ujarnya.

Mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) ini berharap kedepan, seluruh pegawai BPBD dapat melaksanakan tugasnya dengan maksimal, dalam upaya mendisiplikan masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

”Para pegawai BPBD juga terlibat dalam tim gugus tugas penanganan Covid-19. Tentu mereka diharapkan dapat menjalankan tugas dengan maksimal,” tukasnya.

Fokus Disiplinkan Warga Posko Sebagai Persiapan Untuk Memasuki New Normal

Fokus Disiplinkan Warga Posko Sebagai Persiapan Untuk Memasuki New Normal

Fokus Disiplinkan Warga Posko Sebagai Persiapan Untuk Memasuki New Normal

Kuala Kurun gunungmaskab.go.id – Posko penanganan Virus Korona atau Covid-19 di Kota Kuala Kurun, khususnya Pasar Lama, Pasar Baru, dan Taman Kota sudah operasional. Keberadaan Posko yang berada di titik keramaian dan lokasi pertemuan warga itu, untuk lebih mendisiplinkan mereka dalam penerapan Protokol Kesehatan pencegahan Covid-19.

”Posko ini sebagai persiapan kita untuk memasuki New Normal atau Tatanan Kehidupan Baru, yang lebih difokuskan pada upaya mendisiplinkan masyarakat dalam menerapkan Protokol Kesehatan pencegahan Covid-19,” ucap Bupati Gumas Jaya S Monong, usai mengecek kesiapan Posko, Rabu (8/7) pagi.

MENGECEK : Bupati Gumas Jaya S Monong didampingi Kapolres AKBP Rudi Asriman, Plt Pabung Kodim 1016 Plk Kapten Inf M Ayyub, dan Kepala SOPD terkait, mengecek kesiapan Pos Penanganan Covid-19    di Pasar dan Taman Kota Kuala Kurun, Rabu (8/7/2020) pagi.

Di Posko tersebut, kata Jaya, akan dijaga oleh anggota Satpol PP yang didukung personil TNI/Polri. Mereka berjaga di pintu masuk dan keluar Posko, sehingga memudahkan pengawasan kepada masyarakat dalam hal penerapan Protokol Kesehatan pencegahan Covid-19.

”Yang paling utama, bagi warga yang masuk di area Pasar dan Taman Kota, wajib memakai masker, menjaga jarak fisik, dan seluruh toko dihimbau untuk menyediakan tempat cuci tangan. Kalau ada warga yang tidak menggunakan masker, maka akan diminta pulang untuk mengambil,” tegasnya.

Dia mengatakan, petugas yang berjaga di Posko itu harus dibekali dengan Alat Pelindung Diri (APD) dan juga pemahaman mengenai Covid-19, sehingga nanti mereka bisa mensosialisasikannya kepada  masyarakat terkait Protokol Kesehatan pencegahan Covid-19.

”Petugas di posko ini juga harus memantau aktivitas bongkar muat barang di Pasar. Untuk lokasi dan waktu pembongkaran sudah diatur, sehingga nantinya tidak menganggu aktivitas warga,” terangnya.

Dia menuturkan, keberadaan Posko tersebut akan terus ada sampai dengan batas waktu yang belum ditentukan. Pastinya akan ada evaluasi lebih lanjut dari keadaan di lapangan. Apabila nantinya Kabupaten Gunung Mas kembali ke zona hijau, tetap akan menunggu perkembangan dari Pusat dan Provinsi.

”Setelah Posko ini sudah berjalan dengan normal di Kota Kuala Kurun, nanti kami juga akan bangun Posko yang sama di Kecamatan Tewah, Rungan, dan Sepang,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Gunung Mas AKBP Rudi Asriman mengakui, sebagai upaya penanganan Covid-19, jajaran Polres dalam dua kali seminggu akan melakukan penyemprotan desinfektan di Pasar dan tempat yang dianggap rawan, untuk mensterilkan dari penyebaran Covid-19.

”Kita juga mengajak Organisasi Masyarakat (Ormas) dan seluruh pihak terkait, untuk bersama-sama peduli serta berpartisipasi dalam mencegah penyebaran Covid-19 di daerah ini,” pungkasnya.

Seluruh Penyelenggara Pemilu Akan Jalani Rapid Test, Sebagai Upaya Untuk Mencegah Penyebaran Covid-19

Seluruh Penyelenggara Pemilu Akan Jalani Rapid Test, Sebagai Upaya Untuk Mencegah Penyebaran Covid-19

Seluruh Penyelenggara Pemilu Akan Jalani Rapid Test, Sebagai Upaya Untuk Mencegah Penyebaran Covid-19

RAPIT TEST : Ketua KPU Stepenson bersama komisioner dan seluruh pegawai menjalani rapid test sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19, Selasa (7/72020) kemaren.

Kuala Kurun gunungmaskab.go.id – Sebagai upaya untuk mencegah penyebaran virus korona atau Covid-19 dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) tahun 2020, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) akan melaksanakan rapid test untuk seluruh penyelenggara yang terlibat.

”Semua akan menjalani rapid test, mulai dari komisioner, sekretaris, pegawai dan staf KPU, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Panitia Pemungutan Suara (PPS), Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), serta Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP),” ucap Ketua KPU Kabupaten Gumas Stepenson, melalui Komisioner KPU Divisi Hukum dan Pengawasan Yepta H Jinal, Selasa (7/7).

Dia mengatakan, untuk pelaksanaan rapid test komisioner, sekretaris, pegawai dan staf KPU dilaksanakan sebanyak tiga kali, PPK dan PPS dua kali, serta KPPS dan PPDP satu kali. Hari ini Selasa (7/7), rapid test pertama untuk komisioner, sekretaris, pegawai dan staf KPU sudah dilakukan, dan hasilnya semua non reaktif.

”Kalau rapid test kedua dan ketiga akan kami agendakan dua kali, sebelum hari pemungutan suara,” ujarnya.

Dia menuturkan, untuk rapid test yang pertama bagi PPK dan PPS dijadwalkan akan dilaksanakan selama empat hari, yakni 27-30 Juli nanti. Pelaksanaannya di masing-masing kecamatan. Bagi PPS di desa dan kelurahan akan dikumpulkan di kecamatan.

”Untuk rapid test kedua PPK dan PPS, akan diagendakan sebelum pelaksanaan pemungutan suara. Sedangkan rapid test untuk KPPS, dilaksanakan setelah terbentuk yakni pada Bulan November,” terangnya.

Selanjutnya, bagi PPDP yang melaksanakan pencocokan dan penelitian (coklit) untuk pemutakhiran data dan daftar pemilih, juga akan menjalani rapid test. Di Kecamatan Kurun dan Sepang pada 9 Juli, Tewah dan Mihing Raya 10 Juli, Damang Batu, Kahayan Hulu Utara, Miri Manasa 11 Juli, Manuhing, Manuhing Raya, Rungan Hulu 13 Juli, serta Rungan dan Rungan Barat 14 Juli.

”Coklit akan dimulai 15 Juli-13 Agustus 2020. Jadi sebelum mereka turun ke lapangan, seluruh PPDP harus menjalani rapid test terlebih dahulu. Seluruh rangkaian pelaksanaan rapid test tersebut akan ditangani langsung oleh Dinas Kesehatan,” tandasnya.

Rapat Koordinasi Kabupaten Gunung Mas Terkait Penanganan Covid-19 dan Kesiapan Penanganan Karhutla

Rapat Koordinasi Kabupaten Gunung Mas Terkait Penanganan Covid-19 dan Kesiapan Penanganan Karhutla

Rapat Koordinasi Kabupaten Gunung Mas Terkait Penanganan Covid-19 dan Kesiapan Penanganan Karhutla

Kuala Kurun gunungmaskab.go.id – Pemerintah Kabupaten Gunung Mas (Gumas) menggelar rapat dalam rangka sinkronisasi dan evaluasi penanganan bencana alam dan non alam, evaluasi posko penanganan Covid-19 serta kesiapan penanganan karhutla  di wilayah Kabupaten Gumas bertempat di ruang rapat lantai satu kantor Bupati Gumas, Selasa (7/7/2020)

Rapat dipimpin langsung oleh Bupati Gumas Jaya Samaya Monong, didampingi oleh Sekretaris Daerah Yansiterson, turut hadir dalam kegiatan tersebut Kapolres Gumas AKBP Rudi Asriman, Kejari Gumas Anthoni, yang mewakili Pabung 1016 Danramil  Kuala Kurun Kapt. Ayub,  Kepala Dinas Kesehatan dr. Maria Efianti, Kepala Dinas BPBD Campili, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kehutanan dan Perhubungan Yohanes Tuah, Sekretaris Satuan Polisi Pamong Praja Muri serta pihak terkait lainnya.

Jaya Samaya monong menyampaikan untuk pos jaga atau pos untuk penanganan Covid-19 di kota Kuala Kurun khususnya di pasar lama taman kota dan pasar baru mulai dioperasionalkan besok 8 Juli 2020.

Selanjutnya tentu kesiapan-kesiapan baik dari personil yang bertugas juga penggunaan alat perlindungan diri, dan memberikan pemahaman tentang Covid-19 yang disosialisasikan ke masyarakat tentang protokol kesehatan, masing-masing sesuai dengan tugas dan tanggung jawab yang dipercayakan kepada anggota atau personil Satuan Polisi Pamong Praja.

Lanjut dia “terkait karhutla sendiri dalam waktu dekat akan segera dipersiapkan semua personil khususnya BPBD Gumas untuk segera mendirikan posko-posko dalam penanganan karhutla, tentu akan dilengkapi dengan sarana prasarana personil yang sudah dipersiapkan,” ujarnya.

Untuk posko Covid-19 di Kecamatan lain agar dipersiapkan setelah selesai di Kecamatan Kurun

Ditambahkannya mengenai karhutla khususnya kearifan lokal di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) untuk Raperdanya sudah ada persetujuan dari DPRD Provinsi Kalteng, apabila sudah selesai  dapat menjadi dasar acuan untuk diterapkan di Kabupaten Gumas dibuat dalam Perbub mengacu pada aturan sehingga kearifan lokal bisa dilaksanakan dengan baik dan membuat role model dan dibuat secara detail terkait pelaksanaan kearifan lokal dalam pencegahan karhutla.

“Harapan kami karhutla di Kabupaten Gumas bisa tertangani dengan baik, tidak terjadi karhutla paling tidak kita meminimalkan,” tandasnya.