Gunung Mas – Harga
ayam potong yang dijual di pasar lama Kuala Kurun Kabupaten Gunung Mas,
Kalimantan Tengah hingga, Selasa (8/1/2019) mencapai Rp 50 ribu perkilogram.
Kuala Kurun Kabupaten Gunung Mas masih ketergantungan pasokan ayam dari Banjar Masin Kalimantan Selatan setiap hari karena di Kuala Kurun masih belum ada yang memelihara ayam potong hal ini yang disampaikan salah satu pedagang ayam potong pasar lama Kuala Kurun Hj. Aisah.
FOTO : Salah satu pedangang ayam potong di pasar lama Kuala Kurun, Selasa (8/1/2019).
“Dikatakannya
untuk tempat penjualan ayam potong tersebut dia harus menyetor ke pemilik blok
pasar Rp300 ribu perbulan,” ujarnya.
Diungkapkan selama
menjual ayam potong sudah dua puluh-dua
tahun bahkan dua anaknya semua masuk perguruan tinggi yang satu masuk
kedokteran Universitas Palangka Raya (Unpar), dan sekarang sedang menyesaikan
koasnya di Rumah Sakit dr. Doris Sylvanus Palangka Raya.
“Ibu dua anak ini
mengatakan, tinggal di Kuala Kurun baru lima bulan, pindah dari Buntok Kabupaten
Barito Selatan, suka duka selama berjual ayam potong ada juaga pelanggan yang
tidak mau membayar itu semua diiklaskan saja,” kata Hj. Aisah.
Gunung Mas – Setelah menjalani libur Natal dan Tahun baru kini seluruh ASN Pemerintah Kabupaten Gunung Mas (Gumas) menggelar Upacara bendera perda tahun 2019 di halaman kantor Bupati Gunung Mas, sebagai Pembina upacara dipimpin oleh Sekda Gunung Mas Drs. Yansiterson, M.Si, Senin (07/1/2019) pagi.
FOTO : Sekda Gunung Mas Drs. Yansiterson, M.Si di atas mimbar sebagai Pembina Upacara bendera Perdan Tahun 2019 di halaman kantor Bupati Gunung Mas, (7/1/2019).
Sekda Gunung Mas Drs. Yansiterson, M.Si menyampaikan, laporan hasil dari Inspektorat Kabupaten Gunung Mas kepada seluruh Perangkat daerah hasil LHP itu harus ditindaklanjuti paling lambat enam puluh hari, pada saat acara penyerahan LHP itu yang dipimpin langsung oleh Bapak Bupati, Bupati meminta kepada seluruh Perangkat daerah untuk segera menindaklanjuti LHP harus lebih cepat atau sebulum audit pendahuluan yang dilakukan oleh BPK RI perwakilan Provinsi Kalimantan Tengah.
“Kita memasuki tahun anggran tahun 2019 dan tentu saja mengawali tugas-tugas dan kegiatan kita dan dalam suasana masih terasa masa perayaan natal dan tahun baru, saya menyampaikan kepada kita semua selamat natal 25 desember 2018 dan memasuki tahun baru 1 Januari 2019 dan kiranya Tuhan menyertai kita semua memberikan kekuatan, memberikan kesehatan dan sekaligus semangat baru bagi kita semua untuk melaksanakan tugas dan tanggungjawab kita untuk Pemerintah Kabupaten Gunung Mas yang kita cintai ini,” ujarnya.
FOTO : Usai Upacara bendera, ASN saling berjabat tangan mengucapkan selamat natal dan tahun baru di halaman kantor Bupati Gunung Mas.
Sekda juga
mengingatkan mengawali tahun anggaran ini, segera selesaikan proses perda APBD
dan sekaligus DPA seluruh perangkat daerah.
Artinya kita harus
mencapai target belanja modal 20,28 persen yang sampai hari ini belum bisa kita
capai, karena tidak semua perangkat daerah harus 20 persen belanja modal jika
memang kebutuhannya tidak seperti itu.
“Dikatakanya, tidak mudah menyangkut dana desa dan dana alokasi desa jumlahnya hampir seratus enam puluh milyar lebih, yang ditempatkan di belanja tidak langsung padahal pada hakekatnya jika dilaksanakan masuk di APBD desa maka sebagian dari dana desa dan alokasi dana desa, ini juga bersipat belanja modal,” ungkap Sekda Gunung Mas Drs. Yansiterson, M.Si.
Press Release Bidang Pengelolaan Informasi Publik.
Gunung Mas – Kabupaten
Gunung Mas memiliki permata wisata alam yang menantang, yakni Puruk Sandukui.
Puruk Sandukui merupakan tebing yang amat unik dan mencolok. Tebing bertepe batu andesit ini berbentuk ramping menjulang. Tingginya mencapai sekitar 400 meter. Yang membuatnya berbeda dari tebing lainnya di Indonesia adalah bentuknya yang menyerupai jari telunjuk.
FOTO : Puruk Sandukui mencolok tebing bertape batu andesit ini berbentuk ramping menjulang. Tingginya mencapai sekitar 400 meter.
Puruk Sandukui
tepatnya terletak di Kecamatan Miri Manasa, Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan
Tengah. Jalur menuju puncaknya saja baru benar-benar dibuka oleh 8 orang
anggota Mapala UI (Universitas Indonesia), pada tahun 2017. Sebelumnya,
mahasiswa Mapala Comodo Universitas Palangkaraya pernah berusaha memanjat
tebing ini.
Namun, mereka baru
mencapai ketinggian 100 meter saja alias seperempat dari tinggi puncalnya.
Puruk Sandukui
sendiri belum benar-benar dikomersialkan. Sebab, jalan menuju lokasinya saja
amat sulit ditempuh. Seperti yang dikutip dari majalahjejak.id berdasarkan
laoporan Fadli Febrian, anggota Mapala UI yang merupakan salah satu dari
orang-orang pertama di Indonesia yang membuka jalur menuju ke tebing Puruk
Sandukui, jalur menuju ke tebing tersebut saja dinamakan jalur Janda.
Penamaan jalur
seperti ini bukan main-main alasannya. Sebab, medannya amat sulit dan berbahaya.
Ibaratnya tempat ini mampu membuat seorang istri menjadi janda. Jika tidak amat
sangat berhati-hati, siapa saja bisa kehilangan nyawanya dengan mudah bahkan
sebelum mencapai tebing.
Dalam memanjatnya,
ada tantangan yang perlu dihadapi. Tidak hanya tingginya yang luar biasa.
Batuan yang menyusunnya juga perlu diwaspadai. Bolehlah tebing ini terdiri dari
batu andesit. Namun tidak semua batuan tebing tersebut keras dan ajeg.
Oleh karena itu, jika pada suatu hari Anda berniat untuk memanjatnya, perlu kehatia-hatian yang luar biasa.
Gunung Mas – Malam
pergantian tahun 2018 dan menyambut tahun baru 1 januari 2019 berlangsung
meriah kegiatan tersebut dipusatkan di stadion mini Kuala Kurun, (31/12/2018).
Turut hadir Wakil Bupati Gunung Mas Rony Karlos, S.Sos, Ketua DPRD Drs. Gumer, Kapolres Gunung Mas AKBP. Yudi Yuliandi, S.I.K Sekda Gunung Mas Drs. Yansiterson, M.Si, para Asiten Staf Ahli Bupati Gunung Mas, para Kepala Perengkat Daerah Lingkup jajaran pemerintah Kabupaten Gunung Mas, Ketaua Tim Pengerak PKK Apristini Arton S Dohong, Ketua GOW Hera Maretina Rony Karlos, Pimpinan BUMN, BUMD dan Instansi Vertikal.
Dalam uforia
menunggu detik-detik pergantian tahun dari 2018 dan menyambut tahun baru 2019,
masyarakat dihibur oleh artis lokal dan artis Ibu Kota, ada tari-tarian yang dibawakan
oleh sanggar seni paying nyahu, dan karungut deder dibawah binaan Bupati Gunung
Mas Drs. Arton S. dohong.
Dalam sambutan Bupati Gunung Mas Drs. Srton S. Dohong menyampaikan, pada hari ini, tidak terasa kalau perjalanan waktu membawa kita, sembentar lagi akan meningalkan tahun 2018, untuk memasuki tahun 2019. Perjalanan waktu yang sekaligus mengingatkan kita bekerja membangun Bumi Habangkalan Peyeng Karuhei Tatau, yang kita cintai ini.
“Disamping itu, dalam konteks peningkatan daya saing sumber daya manusia, tentu berhubungan dengan kualitas pendidikan dan layanan kesehatan. Disini kita sudah berupaya dengan program sekolah gratis masuk SD, dan program gratis biaya berobat sampai tingkat puskesmas perawat, yang sudah berjalan saat ini,” ujarnya.
Kabupaten Gunung
Mas ke depan, sampai saat ini telah menigirim pegawai untuk melanjutkan
pendidikannya ke program S2, jenjang S1 D-III, bahkan ada 1 (satu) PNS dalam
tahapan belajar pendidikan S-3.
“Kami berharap,
sampai akhir masa pemerintahan sampai tahun 2019 yang akan datang, program PNS
yang melanjutkan studi belajar yang dibiayai Pemerintah Daerah akan
meningkatkan dari 3.404 orang pegawai negeri sipil (PNS) daerah, pada tahun
2017 ada sebanyak 1.746 orang atau sekitar 49,43 persen,” ungkapnya.
Selain itu, perstasi
yang baru saja kita dapatkan, bahwa pemerintah Kabupaten Gunung Mas mendapatkan
penilaian pelayanan publik dari oumbudsman Republik Indonesai dengan predikat
Kabupaten tinggi 2018, dengan nilai 87,14 pada zona hijau pelayanan publik.
Laporan ketua
panitia pisah tahun 2018 dan menyambut tahun 2019 Ir. Yohanes, M.Si mengatakan,
keputusan Bupati Gunung Mas nomor 553 tanggal 12 November tahun 2017 tentang
pembentukan panitia acara malam pisah sambut tahun 2018 dan menyambut tahun 2019.
Menyediakan
hiburan untuk seluruh lapisan masyarakat, Kabupaten Gunung Mas di Kota Kuala Kurun
dan sekitatrnya.
Press Release
Bidang Pengelolaan Informasi Publik.
Gunung Mas – Pemerintah Kabupaten Gunung Mas (Gumas) melalui Inspektorat menggelar Rapat terkait telah dilaksanakan pemeriksaan Reguler Inspektort Kabupaten Gunung Mas terhadap pelaksanaan tugas pokok dan fungsi, pengelolaan sumber daya manusia, pengelolaan sarana dan prasarana dan pengelolaan keuangan Tahun Anggaran 2018 dan penyerahan laporan hasil pemeriksaan (LHP) serta dilakukan pembahasan penyelesaiaan tindak lanjut hasil pemeriksaan BPK RI yang masih belum tuntas. Pada SOPD di Pemerintahan Kabupaten Gunung Mas kegiatan bertempat di ruang rapat lantai I Kantor Bupati Gunung Mas, Senin (31/12/2018) pagi.
Hadir pula Bupati Gunung Mas Drs. Arton S. Dohong, Sekretaris Daerah Kabupaten Gunung Mas Drs. Yansiterson, M.Si, Inspektorat Kabupaten Gunung Mas Luis Eveli, SSTP., M.A.P, Seluruh Kepala SOPD di lingkungan Pemkab Gunung Mas (Gumas), serta pihak terkait lainnya.
Bupati Gunung Mas Drs. Arton S. Dohong memimpin
agenda kegitan tersebut sekaligus Menyerahkan Laporan Pemeriksaan (LPH) Inspektorat
tahun 2018 kepada SOPD di lingkungan Pembkab Gunung Mas.
Dalam Sambutannya
mengatakan, diharapkan masing-masing SOPD agar menindaklanjuti Rekomendasi LHP
masing-masing sesuai peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Aparatur Negara
Republik Indonesia Nomor 09 Tahun 2009 tentang pedoman umum pelaksanaan,
pemantauan evaluasi dan palaporan tindak lanjut hasil pengawasan funsional
dengan ketentuan.
Menidak lanjuti rekomendasi sesuia LHP paling lambat 60 hari kalender setelah LHP diterima dan disampaikan ke Inspektorat Kabupaten Gunung Mas paling lambat pada tanggal 1 Maret 2018, apabila belum menyelesaikan rekomendasi sampai batas waktu yang ditentukan maka akan dikenakan sanksi sesuai peraturan yang berlaku.
“Bupati Gunung Mas menambahkan apa yang kita bahas hari ini agar bisa ditindaklanjuti supaya kedepan di tahun 2019 semangkin mengurang resiko dan beban pada masing-masing SOPD, berkaitan adanya beberapa temuan hasi pemeriksaan yang telah dilakukan oleh Inspektorat maupun BPK RI,” ujarnya.
Inspektur
Kabupaten Gunung Mas Luis Eveli, SSTP., M.A.P dalam sambutannya mengatakan,
terutama berkaitan dengan kapasitas Inspektorat bahwa secara umum Inspektorat
atau pengawal internal pemerintah mulai berubah paradikma, hal ini sesuai
dengan tuntutan karena selain pengawas internal kita juga ada pengawas
eksternal juga ada HPH. Kimi juga secara tupoksi juga diawasi oleh lembaga
tersebut.
“Kegiatan ini adalah untuk mediteksi dini hal-hal yang perlu prinsip diperbaiki, berkaitan dengan kapasitas Inspektorat bahwa dituntut 2 (dua) tugas pokok artinya beda paradikma kalu dulu Inspektorat terkesan seperti istilah itu mencari-cari kesalahan, pada saat ini kami mulai berbenah diri artinya masih ada oknum yang mengatas namakan Inspektorat, karena memang pada dasarnya pemeriksaan ini mencari-cari kesalahan, tetapi menemukan hal-hal yang perlu diperbaiki jangan sampai terulang kembali,” ujarnya.
Press Release
Bidang Pengelolaan Informasi Publik.