Terima Pelukis Ilham, Kadisparpora Mengaku Bangga

Terima Pelukis Ilham, Kadisparpora Mengaku Bangga

Terima Pelukis Ilham, Kadisparpora Mengaku Bangga

Gunung Mas – Kadisparpora Kabupaten Gunung Mas (Gumas) Yunika Simpei mengaku bangga akan bakat dan kemampuan melukis Ilham Fahmi Ali, 18 siswa kelas XII SMAN 1 Kuala Kurun. Ilham menurutnya dapat menjadi pelukis hebat dikemudian hari yang mampu mengharumkan nama Gumas.

Simpei utarakan hal itu usai menerima Ilham diruang kerjanya, Rabu (17/10) pagi.

didampingi Kepala SMAN 1 Batuah Sanggah, Kabid Pemuda yang juga Plt Sekretaris Disparpora Siren dan Kasi Sarana dan Prasarana Kemitraan Olahraga R Fernando.

“Kita bangga ya, apalagi bertepatan dengan kirab pemuda di Palangka Raya, Ilham berpartisipasi dengan melukis Face Menpora,” kata Simpei.

Diapun menyampaikan apresiasi kepada pihak sekolah atas kerjasama dengan pihaknya sehingga Ilham bisa ikut di kegiatan kirab pemuda dan memperlihatkan kemampuan melukisnya.

“Dia (Ilham) kita harapkan memberi hasil lukisan yang baik demi kebaikan dirinya dan kebaikan daerah ini,” tegas Simpei.

“Kemampuannya kita harapkan juga mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Gunung Mas, terutama dalam mengendors pendidikan dia selanjutnya,” sambung Simpei.

Pihaknya, ujar Simpei siap memberi dukungan sarana prasarana buat Ilham dalam melukis melalui anggaran yang ada di Disparpora.

Batuah Sanggah berharap kemampuan melukis Ilham  terus meningkat dan pihaknya (SMAN 1) berkomitmen memberi dukungan.

“Kami membuat semacam ekstrakulikuler untuk kegiatan melukis, seperti yang dilakukan Ilham, termasuk juga mengukir atau memahat patung.Kami memfasilitasi potensi potensi yang dimiliki siswa siswi kami.

“Kami ingin kemampuan mereka berkembang, tidak hanya prestasi akademik tetapi  prestasi lainnya dari kemampuan yang mereka miliki,” tutur Batuah.

Ilham pun bersyukur atas dukungan sekolahnya dan Disparpora. Ia mengatakan masih harus terus belajar dalam hal melukis supaya kemampuan melukisnya semakin baik dan hasil lukisannyapun semakin baik dan berkualitas. “Keduanya sama sama-penting (pendidikan dan melukis). Saya ingin semuanya berhasil.

Untuk melukis, saya ingin seperti Basuki Abdullah,” tutur Ilham yang mengaku sudah menghasilkan 30 lebih lukisan dan akan terus melukis sampai menjadi pelukis terkenal dari Bumi Habangkalan Penyang Karuhei Tatau.

Press Release Bidang Pengelolaan Informasi Publik.

 

Peringati Hari Pangan Sedunia, Pemerintah Optimalisasi Lahan Rawa untuk Pertanian Produktif

Peringati Hari Pangan Sedunia, Pemerintah Optimalisasi Lahan Rawa untuk Pertanian Produktif

Peringati Hari Pangan Sedunia, Pemerintah Optimalisasi Lahan Rawa untuk Pertanian Produktif

Barito Kuala – Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) berkomitmen untuk mewujudkan kemadirian pangan. Salah satunya adalah dengan optimalisasi lahan rawa sebagai lahan suboptimal untuk pertanian produktif, seperti yang menjadi tema utama puncak Peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke 38 diselenggarakan di Barito Kuala, Kalimantan Selatan (Kalsel) pada 18-21 Oktober 2018.

Tema peringatan tahunan yang jatuh setiap tangga 16 Oktober tersebut, sesuai dengan tema World Food Day tahun 2018 yang diusung oleh organisasi pangan dan pertanian dunia yakni “Our Actions are Our Future, A Zero Hunger World by 2030 is Possible”. Pemerintah bertekad menjadikan lahan rawa sebagai penjamin ketersediaan pangan masa depan, ditengah pesatnya pertumbuhan penduduk dan menyusutnya lahan pertanian.

“Optimalisasi lahan rawa adalah bagian dari komitmen pemerintahan Jokowi-JK untuk menjaga kebutuhan pangan kita dengan meningkatkan produktivitas pertanian. Bahkan, untuk visi yang lebih besar yakni lumbung pangan dunia di 2045,” kata Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat membuka acara di Barito Kuala pada Rabu (07/10/2018).

Optimisme Amran ini bukan tanpa alasan karena lahan rawa di Indonesia cukup besar namun masih dipandang sebelah mata. Dari data Kementan terlihat luas lahan rawa di Indonesia diperkirakan mencapai 34,1 juta hektare yang terdiri dari sekitar 20 juta hektare lahan rawa pasang surut, dan lebih dari 13 juta hektare lahan rawa lebak. Lahan ini tersebar rersebar di 18 provinsi, atau 300 kabupaten/kota.

Dari jumlah itu, 9,52 juta hektare diantaranya bisa dikembangkan untuk pertanian. Potensi ini lebih luas dibandingkan lahan sawah irigasi yang hanya seluas 8,1 juta hektare. Kendala terbesar pemanfaatan lahan rawa terdahulu adalah genangan maupun kekeringan, namun saat ini dapat diatasi dengan pengelolaan tata air dan teknologi penataan lahan.

“Kita buktikan, dengan teknologi, lahan rawa yang dulunya hanya menghasilkan asap saat kemarau, dan tergenang saat hujan kini bisa dipakai petani untuk menghasilkan pangan,” ujar Amran di antara 750 hektare lahan padi rawa yang siap panen di Desa Jejangkit Muara, Kecamatan Jejangkit, Barito Kuala yang merupakan proyek percontohan.

_*Pertanian Modern Lahan Rawa*_
Amran menunjukkan, bahwa upaya konversi lahan rawa menjadi lahan pertanian ini telah berhasil dikembangkan seluas salah satunya di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, dan ditargetkan akan ada 4.000 hektare lahan rawa di Kalimantan Selatan hingga akhir tahun 2018 nanti yang sudah jadi lahan pertanian produktif.

Pembukaan lahan rawa ini dilengkapi dengan pembangunan irigasi dan penerapan mekanisasi pertanian modern. Sejumlah tantangan seperti menjaga level air dilakukan dengan pompanisasi, begitu juga pengapuran untuk mengatasi kadar asam yang tinggi, dan beberapa intervensi untuk percepatan lembusukan jerami.

Optimalisasi lahan rawa juga tidak terlepas dari penggunaan varietas unggul baru (VUB) padi yang adaptif untuk rawa, dipadukan dengan teknologi budidaya yang tepat. Sebanyak 35 varietas padi unggul adaptif lahan rawa pasang surut dan rawa lebak dengan berbagai sifat keunggulan termasuk yang banyak dikembagkan antara lain inbrida padi rawa (Inpara) yaitu Inpara 2, Inpara 3, Inpara 8 dan Inpara 9, dan padi sawah irigasi/tadah hujan yang juga ditanam varietas adalah Inpari 32, Inpari 40 dan Inpari 42 Agritan.

“Peringatan HPS ke-38 tak boleh sekedar seremonial, tetapi harus menjadi momentum penting untuk perkenalkan kepada dunia akan kemajuan teknologi pertanian, terutama keberhasilan Indonesia memanfaatkan lahan rawa pertanian produktif,” tutup Amran.

Sejumlah rangkaian acara mendukung HPS 2018, seperti Pekan Pertanian Lahan Rawa Nasional (PPRN) guna memperkenalkan teknologi dan inovasi lahan rawa untuk pertanian. Termasuk dengan melaunching lunching Taman Sains Pertanian (TSP) Lahan Rawa, Bimbingan Teknis pengelolaan lahan rawa, Gelar Inovasi teknologi Pertanian Lahan, dan Pameran IPTEK dan Inovasi Pertanian Lahan Rawa.

Kegiatan yang juga penting adalah pelaksanaan International Workshop on Tropocal Wetlands: Innovation in Mapping and Managament for Sustainable Agriculture, serta diplomatic tour untuk para duta besar negara sahabat. Semua itu dilakukan agar “Optimalisasi Pemanfaatan Lahan Rawa Lebak dan Pasang Surut Menuju Indonesia Lumbung Pangan Dunia 2045” bukan sekedar tema, tapi implementasi dan kerja nyata.

#HPS2018
Biro Humas dan Informasi Publik Kementerian Pertanian bersama Tim Komunikasi Pemerintah Kemkominfo.

 

 

Bupati Lantik Damang Kecamatan Kurun

Bupati Lantik Damang Kecamatan Kurun

Bupati Lantik Damang Kecamatan Kurun

Gunung Mas – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunung Mas  (Gumas) melantik Damang Kepala Adat wilayah kedamangan, Kecamatan Kurun Yehuda I Emun. Hal itu bertujuan untuk bisa menjalankan tugas dan fungsi juga peranan yang memadai dengan didukung oleh kelembagaan adat dayak.

Bupati Gumas Arton S. Dohong mengatakan bahwa lahirnya peraturan daerah (Perda) No .33 tetang kelembagaan adat dayak. Sehingga bisa hidup tumbuh dan berkembang, yang juga memiliki peranan penting bagi kehidupan, dan keberadaan masyarakat adat dayak juga sebagai komitmen kebangsaan bhineka tunggal ika.

“Maka dengan dilantiknya damang kepala adat kuala kurun ini, semoga bisa memberikan kewenangan dan tugas juga fungsi yang juga didukung kelembagaan adat dayak. Oleh sebab itu perlu kita ketahui bersama masa jabatan damang selama enam tahun dari 2018-2024,” kata Arton saat membacakan sambutanya di kantor DAD, Selasa (16/10) siang.

Dikatakannya, perlu diketahui juga damang kepala adat berkedudukan di ibukota kecamatan, karena sebagai mitra camat, dan mitra dewan adat, yang bertugas dalam bidang pelestarian pengembangan dan pemberdayaan adat istiadat kebiasaan-kebisaan dan berfunsi sebagai penegak hukum adat di daerah setempat.

“Damang juga harus tau fungsi dan kewengannya sebagai penegak hukum adat dayak dalam wilayah kedamangan kecamatan hal ini untuk kelancaran pelaksanaan tugas dibantu oleh kerapatan mantir perdamaian adat atau let adat tingkat kecamatan dan tingkat desa atau kelurahan,” terangnya.

Selain itu dia berharap, pada saat memulai melaksanakan tugas dagar dapat memberikan contoh, tauladan yang baik dalam memimpin penyelengaraan kedamangan kecamatan, dan juga dituntut untuk aktif melaksanakan tugas kepada bangsa terutama di dearah tempat bekerja dan juga bisa memberikan kontribusi baik berupa tenaga maupun pikiran.

“Saya berharap pada saat memulainya tugas supaya bisa memberikan contoh kepada masyarakat dan juga saudara Yehuda dituntut aktif. Dan juga bisa menjaga kebersamaan dan hubungan yang harmonis dengan kerapatan mantir baik ditingkat kecamatan sampai kepada tingkat desa atau kelurahan, maka ini sangat perlu diusahakan,” pungkas Arton (nya)

 

Jumbara Sebagai Bekal Kehidupan Di Masa Depan

Jumbara Sebagai Bekal Kehidupan Di Masa Depan

Jumbara Sebagai Bekal Kehidupan Di Masa Depan

Gunung Mas – Wakil Ketua Bidang Kesehatan dan Sosial PMI Kabupaten Gunung Mas dr. Makmur Ginting, M.Kes sebagai Pembina Upacara Jumbara PMR SMAN 1 Kurun yang ke V tahun 2018 yang diselenggarakan di Halaman SMAN 1 Kurun, Sabtu (13/10/2018) pagi.

FOTO : Bersama Peserta Jumbara PMR SMAN 1 Kurun ke V Tahun 2018.

Dalam pengarahannya dr. Makmur Ginting, M.Kes menyampaikan, Jumbara ini dalam rangka melatih diri menghadap persiapan-persiapan Jumbara di tingkat Nasional, dengan adanya kegiatan ini termotivasi untuk meningkatkan kemampuan dan pemahaman materi dan penerpan Tri Bakti PMR untuk standar kompentesi kecakapan.

“Pada Jumbara ini saya berharap suapaya menjaga kekompakan, menjaga nama baik dalam mengikuti semua rangkaian kegiatan, karena PMR ini adalah cikal bakal relawan-relawan dengan adanya PMR ini kesinambungan relawan terbina generasinya, sebab relawan ini sangat dibutuhkan Negara, para anggota PMR PMI nantinya betul-betul bisa memanfaatkan jiwa dan raganya untuk bergerak dalam bidang kemanusiaan,” pungkas dr. Makmur Ginting, M.Kes.

“Anak-anakku yang saya cintai kegiatan Jumbara jangan dikira hanya sekedar kegiatan biasa, kegiatan ini sangat baik sebagai bekal kehidupan kita di waktu yang akan datang dalam berorganisasi, bersosialisasi, dalam rangka meningkatkan interpersonal kita dan membangun hubungan baik sesama,” terangnya.

Dalam kegiatan ini kapada peserta jumbara agar mengikuti kegiatan ini dengan sebaik-baiknya Karena dari sekian banyak siswa yang terpilih hanya kalian saja dan itu harus wajib di syukuri.

“Tujuan Jumbara ini untuk meningkatkan karakter kepalang merahan serta peran anggota PMR dalam menerapkan Tri Bakti PMR.”Ujarnya.

Press Release Bidang Pengelolaan Informasi Publik.

Kajian Akademik Menjadi Landasan Untuk Kegiatan Pemerintah Daerah Kedepan

Kajian Akademik Menjadi Landasan Untuk Kegiatan Pemerintah Daerah Kedepan

Kajian Akademik Menjadi Landasan Untuk Kegiatan Pemerintah Daerah Kedepan

Gunung Mas – Pemerintah Kabupaten Gunung Mas (Gumas) melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BP3D) kerjasama dengan Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya menggelar seminar penyususunan rencana program investasi jangka menengah kawasan manipolitan Kabupaten Gunung Mas, kegiatan diselenggarakan di ruang rapat lantai I Kantor Bupati Gunung Mas, Senin (15/10/2018) siang.

Asisten I Drs. Ambo jabar (tengah) saat Memimpin ringkasan Seminar Akhir Penyusunan Rencana Program Investasi Jangka Menengah (RPIJM), Kawasan Minapolitan Kabupaten Gunung Mas. Senin (15/10).

Pemerintah dearah diberikan kewenangan dalam mengelola sumber daya yang dimiliki, untuk kemakmuran daerah dan kemakmuran rakyatnya melalui Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Kewenangan ini menciptakan paradigma pembangunan yang lebih tersdesentralisasi, horisontal dan terkoordinasi.

Asisten I Drs. Ambo Jabar menyampaikan, bahwa kegiatan ini dapat diselenggarakan sesuai dengan apa yang diharapkan oleh karena itu, daerah mempunyai kewenangan untuk menentukan pola dan bentuk kawasan yang akan dikembangkan berdasarkan potensi dan produk unggulan daerah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Dan hasil akhir ini dari kajian Akademik yang menjadi landasan untuk kegiatan pemerintah daerah kedepan, dan samapai dengan tahap saat ini mungkin tahap akhir proses dari kerja sama ini akan mengharapkan partisipasi dari kerja sama kita, terkait dengan produk yang mungkin saja ada hal-hal masukan terkait dengan produk yang dihasilkan mudah-mudahan kalau tidak ada perbaikan maka sesuai dengan apa yang kita harapkan.

“Kami dari Pemerintah Daerah mengucapkan terima kasih kepada pihak Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya dalam melakukan kerja sama dalam hal ini, yang memahami betul tentang kondisi dan keberadaan Gunung Mas dalam rangka mewujudkan, program  Investasi jangka menengah (RPIJM) kawasan manipolitan di Kabupaten Gunung Mas,” tandasnya.

Sementara itu, Kapala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BP3D) Drs. Salampak, M.Si Kabupaten Gunung Mas mengatakan, mksud kegiatan ini adalah tersusunnya Rencan program Investasi jangka menengah (RPIJM) kawasan manipolitan Kabupaten Gunug Mas yang digunakan sebagai bahan rujukan utama pemerintah daerah maupun pihak-pihak yang terkait (masyarakat dan investor) dalam pembuatan program.

“Sedangkan sasaran tersusunnya dokumen RPIJM kawasan manipolitan Kabupaten Gunung Mas adalah tersusunnya rencana Kabupaten untuk investasi yang realitas dan objektif terkait aspek infrastruktur, budidaya, pemasaran kelembagaan, dan kelestarian sumberdaya alam di dalam suatu kawasan berbasis perikanan dalam bentuk perencanaan jangka pendek (tahunan) dan jangka menengah (lima tahun). Dokumen RPIJM ini diharapkan mampu mendorong pembangunan kawasasn Manipolitan khususnya dan Kabupaten Gunung Mas umumnya menjadi terpadu, terarah, dan tepat sasaran,” kata Drs. Salampak, M.Si.

Turut hadir, Wakil Dekan Bidang Akademik Pakultas Pertanian Universitas Palangka Raya Dr. Ir. Nyahu Rumbang, M.P, Kapala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BP3D) Drs. Salampak, M.Si,  Kepala OPD, serta pihak terkait lainnya.

Press Release Bidang Pengelolaan Informasi Publik.