Gizi Menentukan Kualitas Sumber Daya Manusia

Gizi Menentukan Kualitas Sumber Daya Manusia

Gizi Menentukan Kualitas Sumber Daya Manusia

ARAHAN : Kepala BP3D Kabupaten Gunung Mas Salampak Kunom didampingi Kabid Ekonomi, Sosial, Budaya Iis Yukensi, ketika memberikan arahan pada rapat sinkronisasi dan harmonisasi pencapaian target RAD pangan dan gizi Kabupaten Gunung Mas tahun 2019, di Aula BP3D, Kamis (14/11/2019).

Gunung Mas – Badan Perencanaan,  Penelitian dan Pengembangan Dearah (BP3D) Kabupaten Gunung Mas, melalui Bidang Ekonomi dan Sosial Budaya menggelar acara kegiatan Sinkronisasi dan Harmonisasi Percepatan Pencapaian Target Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi rapat evaluasi RAD pangan  dan gizi.

“Gizi memiliki peranan penting dalam pembangunan, hubungan gizi dengan pembangunan bersifat timbal balik, artinya bahwa gizi akan menentukan keberhasilan suatu bangsa, begitu pula sebaliknya kondisi suatu bangsa dapat mempengaruhi status gizi masyarakat,” ujar Kepala PB3D Salampak Haris saat memimpin rapat di Aula BP3D, Kamis (15/11/2019).

Pangan dan gizi sangat menentukan kualitas sumber daya manusia Gunung Mas dimasa mendatang dan berpengaruh terhadap kemampuan daya saing masyarakat Gunung Mas baik di tingkat lokal, regional, nasional maupun global, Ketidak mampuan memenuhi kebutuhan pangan dalam rumah tangga terutama pada ibu hamil dan anak balita terutama 1.000 hari pertama kehidupan akan berakibat pada kekurangan gizi yang berdampak pada lahirnya generasi muda yang tidak berkualitas.

Lanjut dia melihat permasalahan pangan dan gizi di Kabupaten Gunung Mas, perlu melakukan percepatan pengurangan masalah gizi melalui aksi bersama yang terkoordinir untuk menurunkan segera prevensi kurang gizi, gizi buruk, balita pendek (stunting), prevalensibalita kurus (wasting), obesitas (kelebihan berat badan), peningkatan kesehatan ibu dan remaja, serta peningkatan ketersediaan dan aksesibilitasterhadap pangan.

“Untuk mengatasi masalah tersebut, maka saat ini pembangunan dan perbaikan gizi dilaksanakan secara multi sektor mulai dari aspek produksi pangan, distribusi, keterjangkauan, kosumsi sampai pada aspek kandungan gizi dan pemanfaatan yang mempengaruhi status gizi,” tuturnya.

Dia mengakui untuk mengatasi rencanan aksi ini, terdapat berbagai pihak perangkat daerah, diantaranya perbaikan gizi masyarakat, melibatkan Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, RSUD Kuala Kurun, Dinas Sosial.

“Ditambahkannya oleh sebab itu, kegiatan pemantauan dan evaluasi merupakan tahap akhir untuk menilai apakah sebuah kebijakan dan program dilaksanakan dan mencapai tujuan yang diharapkan atau tidak,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia juga sebagai Kepala Bidang (kabid) Ekonomi, Sosial, Budaya Iis Yukensi mengatakan rapat ini bertujuan untuk berbagai informasi progres dan kendala program dalam pelaksanaan RAD pangan dan gizi, memperoleh masukan dari SOPD terkait untuk penyempurnaan RAD pangan dan gizi daerah tahun 2019-2024.

Rapat ini diikuti oleh pejabat Eselon II,III dan IV dari SKPD yang terkait dengan RAD pangan dan gizi di Kabupaten Gunung Mas. Sedangkan narasumber dari pihak BP3D, Dinas Kesehatan,” tandasnya.

HUT KORPRI Ke – 48 ASN Diharapkan Meningkatkan Semangat Kerja

HUT KORPRI Ke – 48 ASN Diharapkan Meningkatkan Semangat Kerja

HUT KORPRI Ke – 48 ASN Diharapkan Meningkatkan Semangat Kerja

PENENDANGAN BOLA : Staf Ahli Bupati Gunung Mas Salampak Haris, S.Sos melakukan tendangan bola tanda dimulainya perlombaan olah raga, futsal dan Volly ball bagi ASN dan PTT, di lingkup Permerintah Kabupaten Gunung Mas, Kamis (14/11/2019).

Gunung Mas – Dalam Rangka memeriahkan HUT KORPRI ke-48 dilaksanakan perlombaan olah raga, Volly ball dan futsal bagi ASN dan PTT, di lingkup Permerintah Kabupaten Gunung Mas (Gumas) yang dilaksanakan di lapangan Isen Mulang Kuala Kurun, Kamis (14/11/2019) pagi.

“Dalam sambutan Bupati Gunung Mas Jaya Samaya Monong, SE., M.Si yang dibacakan oleh Staf Ahli Bupati Bidang Bidang Kemasyarakatan dan Sumberdaya Manusia Salampak Haris, S.Sos mengatakan, kegiatan ini di selenggarakan oleh Dewan Pengurus Kabupaten KORPRI Gunug Mas, dengan tujuan. Pertama memeriahkan Hari Ulang Tahun Ke-48 kedua menggelorakan kegiatan olah raga serta meningkan prestasi semangat jiwa KORPS bagi ASN dilingkungan Pemerintah Kabupaten Gunung Mas. Ketiga sebagai ajang kebersamaan dan silaturahmi Anggota KORPRI Kabupaten Gunung Mas,” ujarnya.

Adapun Tema : “KORPRI : Berkarya, Melayani dan Menyatukan Bangsa” Sub Tema : “Dengan Semangat HUT KORPRI Ke-48 tingkatkan kinerja, disiplin, produktifitas dan KORSA untuk mewujudkan Kabupaten Gunung Mas yang bermartabat, maju, berdaya saing, sejahtera dan mandiri”.

Kami harapkan ASN untuk Proaktif ikut serta mensukseskan kegiatan ini sehingga berjalan lancar, aman dan tertib.

“Lanjut dia bertandinglah dengan baik karena pertandingan ini selain meningkatkan semangat kerja juga mendorong kebersamaan, kekompakan, sehingga terciptanya kinerja yang unggul dan inovatif,” katanya.

Agar dimaklumi bahwa pertandingan olah raga, dikuti oleh pegawai Negeri Sipil dan PTT pada Perangkat Daerah, yang telah mengirim dan mendaftarkan diri dengan  panitai.

“Teruslah berkarya membangun bumi habangkalan penyang karuhei tatau yang kita cintai ini, dengan semangat huma betang penyang hinje simpei dan semangat berjuang bersama mari kita wujudkan Kabupaten Gunung Mas yang bermartabat, maju, berdaya saing, sejahtera, dan mandiri,” tandasnya.

Semantara itu ketua panitia Drs. Ambu Jabar, M.Si yang diwakili oleh PLT. Sekdis Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (DPKO) Kabupaten Gunung Mas Siren Duyan menyampaikan, kegiatan ini diselenggarakan oleh dewan pengurus KORPRI Kabupaten Gunung Mas, dimeriahkan dengan beberapa kegiatan pertandingan cabang lomba olahraga yaitu Voly ball putra, putri futsal, dan perlombaan pengucapan undang-undang dasar 1945 serta pengucapan panca prasetya KORPRI.

Adapun peserta yang mengikuti pertandingan volley ball serta futsal adalah dari Pegawai Negeri Sipil dan PTT. Yang di ikuti oleh 19 regu volley ball putra, 12 regu volley ball putri dan 24 regu futsal.

Sedangkan perlombaan pengucapan Undang-Undang dasar tahun 1945 dan pengucapan panca prasetya KORPRI di ikuti oleh 17 SKPD bersatatus PNS Lingkup Kabupaten Gunung Mas.

Pertandingan Vollly Ball putra, putri pertandingan futsal dimulai pada hari ini kamis tanggal 14 Nopember 2019. Tempat lapagan isen mulang Kula Kurun.

“Perlombaan pengucapan Undang-Undang dasar tahun 1945 dan panca prasetya KORPRI dimulai pada hari selasa tanggal 19 Nopember 2019, pukul 08.00 wib. Tempat GPU Tampung Penyang Kuala Kurun,” paungkasnya.

Bupati Gumas Sampaikan Jawaban Atas Pandangan Fraksi

Bupati Gumas Sampaikan Jawaban Atas Pandangan Fraksi

Bupati Gumas Sampaikan Jawaban Atas Pandangan Fraksi

PIDATO : Bupati Gunung Mas Jaya Samaya Monong Menyampaikan Pidato pandangan umum fraksi DPRD Kabupaten Gunung Mas, terhadap rancangan perturan daerah, tahun anggaran 2020, Senin (11/11/2019)

Gunung Mas – Bupati Gunung Mas Jaya Samaya Monon, SE., M.Si menyampaikan pidato Jawaban atas pandangan umum fraksi DPRD Kabupaten Gunung Mas, terhadap rancangan perturan daerah tentang anggaran pendapatan dan belanja daerah Kabupaten Gunung Mas, tahun anggaran 2020 pada rapat Paripurna ke -10 masa persidangan I tahun sidang 2019 yang digelar di sidang utama DPRD setempat, Senin (11/11).

Anggota DPRD mengikuti paripurna DPRD saat mendengarkan Pidato Bupati Gununh Mas.

Bupati Gunung Mas Jaya Samaya Monong, SE., M.Si dalam pidatonya Menyampaikan apresiasinya setinggi-tingginya terhadap Ketua DPRD dan anggota fraksi-fraksi pendukung DPRD Kabupaten Gunung Mas. Menyampaikan pandangan umum terkait memasuki Bonus Demografi dan berakhir tahun berapa Bonus Demografi Kabupaten Gunung Mas.

Dikatakannya, bonus demografi pada dasarnya adalah pertumbuhan penduduk produktif. Secara nasional bonus demografi diperkirakan mulai tahun 2020 dan berakhir tahun 2030. Secara tidak langsung berdampak di Kabupaten Gunung Mas dengan penduduk berjumlah 136.383 jiwa, usia produktif berjumlah 93.905 jiwa, atau hamper mencapai 70 persen.

Pemerintah daerah sebagai penggerak masyarakat mempersiapkan dan meningkatkan beberapa hal beberapa untuk memanfaatkan bonus demografi. Bidang pendidikan Peningkatan kualitas sumber daya manusia, meningkatkan kualitas sumber daya pendidikan dan sarana pendidikan.

Bidang pendidikan peningkatan kualitas sumber daya pendidikan dan sarana pendidikan. Komitmen pemerintah Kabupaten Gunung Mas dalam penganggaran di bidang pendidikan sebesar 20 persen dari nilai APBD.

Menyediakan beasiswa bagi mahasiswa berprestasi maupun yang tidak mampu, dengan harapan menjadi penunjang bagi generasi muda untuk bisa menggali ilmu dengan harapan mengabdi kembali di Kabupaten Gunung Mas.

“Pada kesempatan ini saya perintahkan kepada semua Kepala Peraangkat Daerah lebih kreatif melakukan pendekatan kepada pemerintah pusat untuk berkoordinasi dengan Kementerian masing-masing mendapatkan pendapatan melalui APBD, seperti usulan-usulan DAK, tugas pembuatan dana dekonsentrasi, dana hibah atau sumber pendanaan lainnya,” pungkasnya.

RTRW Bisa Ditinjau Ulang Setiap Lima Tahun Sekali

RTRW Bisa Ditinjau Ulang Setiap Lima Tahun Sekali

RTRW Bisa Ditinjau Ulang Setiap Lima Tahun Sekali

ARAHAN : Sekretaris DPU Helie Gaman, ST didampingi pihak dari Fakultas Teknik UPR Yakni Wijanarka dan Amiany, serta perwakilan WWF Indonesia kalimantan Tengah Fathurohman, memberikan arahan pada FGD penyusunan peninjauan kembali RTRW Kabupaten Gunung Mas tahun 2014-2034, di Aula DPU setempat, Selasa (12/11/2019).

Gunung Mas – Pemerintah Kabupaten Gunung Mas (Gumas) melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) bekerjasama dengan Fakultas Teknik Universitas Palangka Raya (UPR), dan WWF Indonesia Kalimantan Tengah (Kalteng), menggelar Focus Group Discussion (FGD) penyusunan peninjauan kembali Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Gunung Mas tahun 2014-2034.

“Sekdis Dinas Pekerjaan Umum Heli Gaman mengatakan, kami telah melakukan peninjauan kembali terhadap RTRW Kabupaten Gunung Mas tahun 2014-2034. Hasilnya, disampaikan bahwa RTRW tersebut perlu untuk dilakukan revisi,” ujarnya saat memimpin rapat di Aula DPU Kabupaten Gunung Mas, Selasa (12/11/2019).

Pada awal tahun 2019 lalu, tim peninjau kembali RTRW yang terdiri dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait, serta tenaga ahli seperti kalangan akademisi dan lembaga penelitian, sudah bergerak melakukan peninjauan kembali pada pertengahan tahun 2019 lalu. Dilakukan rapat kajian serta lainnya.

“Dari hasil kajian tersebut dipaparkan pada saat FGD, dan RTRW Kabupaten Gunung Mas 2019-2034 mendapatkan nilai 41,59, sehingga perlu untuk dilakukan revisi. Idealnya nilai hasil kajian 85 keatas yang artinya baik, sedangkan jika nilainya dibawah 85, itu artinya dinilai buruk,” ungkapnya.

Dikatakannya, sebenarnya kualitas RTRW Kabupaten Gunung Mas tidak dapat dikatakan buruk, namun karena ada perubahan batas wilayah, serta beberapa isi dari pemerintah pusat, khusnya kebijakan yang terbaru, maka RTRW tersebut perlu direvisi.

“Revisi ini nanti akan terbagi menjadi dua bentuk, yakni perubahan dan pencabutan RTRW. Kita rencanakan revisi RTRW tersebut hanya dalam bentuk perubahan pasal-pasal, yang tertuang dalam peraturan daerah (Perda) Nomor 8 tentang Rencana Tata Ruang Kabupaten,” jelasnya.

Beliau mengakui, RTRW bisa ditinjau ulang setiap lima tahun sekali, tergantung dinamika pembangunan di wilayah tersebut, dan dilakukan dengan berpengang pada peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR/BPN) Republik Indonesia (RI) Nomor 6 Tahun 2017 tentang Tata Cara Peninjauan Kembali RTRW.

Tahapan peninjauan kembali dilakukan paling lama 1 (satu) tahun terhitung sejak ditetapkannya surat keputusan penetapan pelaksanaan peninjauan kembali. Jika melampaui jangka waktu yang ditetapkan, PK RTRW dihentikan dan pelksanaannya diulang. Mengikuti tahapan yang diatur dalam Permen ATR/BPN No.6/2017.

Tahapan penilaian merupakan suatu proses pengembilan keputusan yang dilakukan oleh individu/kelompok orang melalui pemberian suatu opini nilai yang didasarkan pada data dan informasi yang objektif dan relevan mengenai RTRW dengan metode, tekni tertentu.

“Hasil dari peninjauan kembali RTRW ini akan kita rampungkan terlebih dahulu, sebagai lampiran untuk menindaklanjuti proses revisi, dan disampaikan ke Kepala Daerah. Nantinya, dengan rencana pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Gunung Mas

Kawasan Tahura Lapak Jaru merupakan Program Strategis Kelestarian Lingkungan

Kawasan Tahura Lapak Jaru merupakan Program Strategis Kelestarian Lingkungan

Kawasan Tahura Lapak Jaru merupakan Program Strategis Kelestarian Lingkungan

FOTO BERSAMA : Kepala DPMD Kabupaten Gunung Mas Yulius Agau, Kabid Pertanahan Lambang Agus yang mewakili Kepala Dinas Kehutanan dan Pertanahan, Kepala Bidang Kelembagaan Perkembangan dan Kerja Sama Desa yang juga sekaliguis mahasiswa Pasca sarjana UPR Prodi PSALP Herianto, S.Hut, Dosen UPR Dr. Renhard Jemi, S.Hut., MP, Dr. Ir. Abdul Mukti, MP, berfoto bersama para peserta FGD. tentang potensi dan strategi pengembangan objek wisata Tahura Lapak Jaru Kuala Kurun, di Aula Hotel Insevas, Rabu (13/11) pagi.

Gunung Mas – Dinas Kehutanan dan Pertanahan dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Gunung Mas (Gumas), menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) tentang potensi dan strategi pengembangan objek wisata Lapak Jaru Kuala Kurun bekerja sama dengan Universitas Palangka Raya Kalimantan Tengah (Kalteng).

“Pelaksanaan kegiatan FGD yang dilaksanakan pada hari ini merupakan sarana untuk memperoleh masukan sarana untuk memperoleh masukan atau informasi penting tentang potensi dan strategis dan pengembangan khusu Objek wisata pada Tahura Lapak Jaru sebagai salah satu pelaksanaan kajian akademik mahasiswa Pasca sarjana UPR Prodi Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan (PSALP) serta untuk bahan analisis penyelesaian lebih lanjut dari para pihak yang berkompeten,” ujar Kepala Bidang Pertanahan Lambang Agus saat membecakan sambutan tertulis Kepala Kehutanan dan Pertanahan, bertempat di Aula Hotel Insevas, Rabu (13/11/2019) pagi.

Tahura Lapak Jaru merupakan satu – satunya tahura yang terdapat di Kabupaten Gunung Mas, Provinsi Kalimantan Tengah yang ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, SK.240/Menlhk/Sekjen/PKTL.2/3/2016/tanggal 24 Maret 2016 seluas 4.119 Hektar.

Pemerintah Daerah Kabupaten Gunung Mas melalui SKPD Dinas Kehutanan dan Pertanahan yang diberi amanah untuk mengelola tahura sesuai Perda Nomor 36 tahun 2016 menyambut baik kegiatan ini dan memberikan apresiasi kepada peneliti yang tergerak dan perduli melakukan risert di kawasan Tahura Lapak Jaru dengan fokus pada pengembangan objek wisata atau lebih spesifiknya Ekonomi.

“Dapat kami sampaikan bahwa tujuan pengelolaan Tahura Lapak Jaru ini yakni guna terjaminnya kelestarian kawasan tahura, terbinanya koleksi flora fauna, optimalnya manfaat Tahura untuk (wisata alam, penelitian, pendidikan, ilmu pengetahuan, menunjang budidaya dan budaya bagi kesejahteraan rakyat) serta sarana untuk peningkatan Pendapatan Asli Daerah,” kata lambang Agus.

Lanjut dia RPJMD Tahun 2019 – 2024 Kabupaten Gunung Mas ada 3 (tiga) fokus pembangunan pada RPJMD yakni Smar Tourisme, Smart farming dan Smart Human Resource. Sehingga pengelolaan sektor pariwisata pada Tahura merupakan program yang strategis sebagai salah satu upaya SKPD dinas Kehutanan dan Pertahanan dalam mendukung pencapaian indicator keberhasilan RPJMD Kabupaten Gunung Mas.

Lebih lanjut Lambang Agus mengatakan, kondisi seperti ini melalui forum ini saya ingin mengajak mari kita semua apapun profesi mari kita bergandeng tangan saling bersinergi untuk membangun Tahura Lapak Jaru sebagai salah satu aset kebanggaan Daerah Kabupaten Gunung Mas.

“Strategis optimal pengelolaan tahura secara garis besar dapat dilakukan 2 strategi, yang pertama memperkuat kapasitas pengelola (regulasi, organisai, anggran, SDM dan Sapras) dan kedua Menguranggi tekanan (penegakan hukum dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat guna efektifitas kedua strategi optimalisasi pengelolaan tahura tersebut sangat perlu membangun jaringan kerja yang melibatkan pemerintah, dan Swasta dan Masyarakat,” pungkasnya.

Tujuan terselenggarnya kegiatan tersebut, mengindentifikasi serta mempublikasi potensi wisata di tahura lapak jaru Kuala Kurun. sebagai bahan guna merumuskan strategi pengembangan wisata di kawasan wisata Tahura Lapak Jaru Kuala Kurun. mensosialisaikan tentang keberadaan tahura lapak jaru Kuala Kurun sebagai salah satu kekayaan sumber daya alam pendapan asli daerah (PAD).

Turut hadir Kepala DPMD Yulius Agau, S.Sos, Dr. Renhard Jemi, S.Hut., MP, Dr. Ir. Abdul Mukti, MP Dosen Universitas Palangka Raya. Kepala Bidang Kelembagaan Perkembangan dan Kerja Sama Desa Herianto, S.Hut

Penekanan Sirene Tanda Dibukanya MTQ Ke-15 Tingkat Kabupaten Gunung Mas

Penekanan Sirene Tanda Dibukanya MTQ Ke-15 Tingkat Kabupaten Gunung Mas

Penekanan Sirene Tanda Dibukanya MTQ Ke-15 Tingkat Kabupaten Gunung Mas

Gunung Mas – Bupati Gunung Mas Jaya Samaya Monong, SE., M.Si membuka secara resmi Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke – 15 Tingkat Kabupaten Gunung Mas dengan ditandai penekanan tombol sirene didampingi oleh Wakil Bupati Gunung Mas Ir. Efrensia L.P Umbing dan sejumlah Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Dalam sambutan Bupati Gunung Mas menayampaikan, “Secara pribadi dan Pemerintah Dearah Kabupaten Gunung Mas, saya menyambut baik, penuh rasa syukur dan gembira serta suka-cita atas terselenggaranya MTQ Ke-15 Tingkat Kabupaten Gunung Mas Tahun 2019 yang diselenggarakan oleh Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Gunung Mas,” ujarnya di halaman Mesjid Agung Darul Janah, Senin, (11/11/2019) malam.

Disamping kita patut bersyukur kepada Tuhan yang Maha Esa, dimanan interaksi sosial antar umat beragama di Kabupaten Gunung Mas sangat kondusif. Hal ini karena terjalinnya kerjasama yang baik antara Pemerintah Daerah dan tokoh agama, tokoh masyarakat serta masyarakat yang ada di Kabupaten Gunung Mas.

Lanjut dia kita semua berharap dan berdoa, semoga pelaksanaan MTQ Ke-15 Tingkat Kabupaten Gunung Mas Tahun 2019 ini berjalan lancar tanpa rintangan dan halangan, dari awal sampai akhir pelaksanaan. Semoga event MTQ ini berhasil menyeleksi dan melahirkan yang terbaik dari seluruh cabang perlombaan, yang akan membawa dan mengangkat marwahdaerah pada event Propinsi dan Nasional berikutnya.

“Jaya mengajak semua peserta Kafilah dan semoga senantiasa dalam keadaan sehat wal’afiat dan selamat mengikuti kegiatan MTQ Ke-15 sampai selesai serta meraih prestasi terbaik. Dan kepada Dewan Hakim/Juri dan Penitera yang baru dilantik, saya ucapkan selamat bertugas, semoga Tuhan Yang Maha Kuasa selalu memberikan kekuatan dan petunjuk-Nya dalam setiap mengambil keputusan,” katanya.

Sementara itu ketua panitia MTQ ke- 15 Tingkat Kabupaten Gunung Mas Drs. H. Tarmiji mengatakan, tujuan penyelenggaraan MTQ ke-15 untuk mendorong dan meningkatkan pengetahuan, penghayatan dan pengamalan Al-Qur’an di lingkungan keluarga, masyarakat dan bangsa kita pada umumnya.

Waktu pelaksanaan dimulai pada hari Minggu Tanggal 11 November 2019 s.d 14 November 2019, cabang perlombaan 1 Cabang Tilawah Al-Qur’an a. Golongan tartil Al-Qu’an b. Golongan anak-anak (Putra-Putri) c. Golongan Remaja (Putra-Putri) d Golongan Dewasa (Putra-Putri).

Cabang Hifz Al-Qur’an a. Golongan 1 Juz + Tilawah (Putra-Putri) b. Golongan 5 Juz + Tilawah (Putra-Putri) 3. Cabang Fahmil Al-Qur’an (utra-Putri) 4. Cabang Kath Al-Qur’an (Putra-Putri) 5. Cabang Kath Al-Qur’an a. Golongan Naskah (Putra-Putri) b. Golongan Hiasan Mushaf (Putra-Putri) c. Golongan Dekorasi (Putra-Putri) d. Golongan Kontemporer (Putra-Putri). 6. Cabang Maulid Hasbsy a. Putra 11 Orang b. Putri 11 Orang.

Ketua LPTQ Kabupaten Gunung Mas Drs. H Muhamad Rusdi dalam sambutannya mengatakan, perlu disadari bahwa kegiatan MTQ bukan hanya semata-mata bersifat lomba, melainkan lebih daripada itu, yaitu merupakan media atau sarana dalam pembinaan keagamaan umat sehingga nilai-nilai Al-Qur’an dapat menghiasi dalam pola hidup sehari-hari.

Musabaqah Tilawatil Qur’an dilaksanakan tiap tahun secara berjenjang dan telah menjadi program nasional, mulai dari tingkat Kecamatan, Kabupaten, Propinsi, Nasional, bahkan Internasional. Dan kita harapan setiap pelaksanaan MTQ dapat menunjukan peningkatan kualitas dan kuantitas,” pungkasnuya.

“Kepada semua kafilah, saya ucapkan selamat datang di Kecamatan Kurun dan selamat berlomba pada MTQ ke-15 tingkat Kabupaten Gunung Mas Tahun 2019.