Bupati Sampaikan 6 Raperda Pada Rapat Paripurna DPRD

Bupati Sampaikan 6 Raperda Pada Rapat Paripurna DPRD

Bupati Sampaikan 6 Raperda Pada Rapat Paripurna DPRD

Bupati Gunung Mas Jaya Samaya Monong, SE., M.Si menyerahkan naskah enam buah raperda kepada Ketua DPRD Akerman Sahidar, dengan disaksikan Wakil Ketua I DPRD Binartha, dan Wakil Ketua II DPRD Neni Yuliani, untuk dibahas dan desepakati, pada rapat Paripurna ke-4 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2019, Senin (28/10/2019).

Gunung Mas – Pada rapat paripurna ke 4 masa persidangan pertama tahun sidang 2019 DPRD Gunung Mas (Gumas), Senin (28/102019) Bupati Gumas Jaya Samaya Monong, SE., M.Si menyampaikan  pidato pengantar terhadap 6 buah Raperda.

“Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) yang disampaikan pihaknya (Eksekutif) kepada Legislatif, yakni Raperda tentang pembentukan dan susunan perangkat daerah Kabupaten Gunung Mas, Raperda tentang organisasi dan tata kerja Rumah Sakit Daerah Kuala Kurun, Raperda tentang rencana pembangunan jangka menengah daerah Kabupaten Gunung Mas tahun 2019-2024, Raperda tentang perubahan ketiga atas peraturan daerah nomor 5 tahun 2009 tentang penyertaan modal Pemerintah Daerah Kabupaten Gunung Mas pada Perusahaan Daerah Gumas Perkasa, Raperda tentang perubahan ke 8 atas Perda nomor 11 tahun 2010 tentang penyertaan modal Pemkab Gumas pada PDAM Kabupaten Gumas dan Raperda tentang penyertaan modal Pemkab Gumas pada PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Tengah,” ujarnya.

Memaparkan cukup rinci 6 Raperda yang diajukan, Jaya berharap perhatian dan komitmen dari anggota DPRD Gumas dan OPD yang nantinya akan membahas 6 Raperda. Ia pun menyampaikan terimakasihnya atas kerjasama yang baik demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Gumas.

Oleh karena itu perangkat daerah dibentuk, guna membantu penyusunan kebijakan dan koordinasi di daerah, sebagai pendukung tugas kepala daerah dalam penyusuan dan pelaksanaan kebijakan daerah yang bersipat spesifik, serta sebagai unsur pelaksana urusan daerah.

Maksud dan tujuan rencana peraturan daerah tentang RPJMD Kabupaten Gunung Mas 2019-2024 adalah untuk menyediaakan rencana pembangunan daerah dalam waktu 5 tahun. Memberikan gambaran tentang kondisi daerah, permasalahan dan isu strategis, untuk merumuskan arah kebijakan dan prioritas acuan resmi rencana strategis perangkat daerah.

“Besar harapan kami agar pembahasan nantinya berjalan baik dan lancar sehingga penjadwalan kita sesuai dengan yang sudah kita sepakati bersama,” pungkasnya.

Rapat dipimpin Ketua DPRD Akerman Sahidar didampingi Wakil Ketua Binartha dan Neni Yuliani, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Anggota DPRD, Asisten, Staf Ahli Bupati, Pimpinan OPD, beberapa pejabat Eselon III dan IV, Ketua TP PKK, pimpinan BUMN/BUMD, sejumlah tenaga ahli fraksi dan undangan lainnya.

Pemuda Sebagai Primer Morver Pembangunan di Gumas

Pemuda Sebagai Primer Morver Pembangunan di Gumas

Pemuda Sebagai Primer Morver Pembangunan di Gumas

IRUP : Bupati Gumas Jaya Samaya Monong, SE., M.Si bertindak sebagai inspektur upacara pada peringatan Hari Sumpah Pemuda ke 91 tahun 2019, Senin (28/10/2019) pagi.

Gunung Mas – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunung Mas (Gumas) menggelar  upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke 91 tahun 2019, dengan  tema “Bersatu Kita Maju”. Tema ini diambil untuk menegaskan kembali komitmen yang telah dibangun oleh para pemuda yang diikrarkan pada tahun 1928 dalam sumpah pemuda.

Foto Bersama : Bupati Gunung Mas Jaya Samaya Monong, SE., M.Si didampingi ketua TP_PKK Mimie Mariatie Jasa S Monong berfoto bersama dengan sejumlah ormas di Gumas, (28/10/2019).

“Melalui tema ini, kami ingin di tangan pemuda, Negara Indonesia bisa lebih maju. Pemuda untuk Indonesia maju adalah yang memiliki karakter, kapasitas, kemampuan inovasi, kreativitas yang tinggi, mandiri, inspiratif, serta mampu bertahan dan unggul dalam menghadapi persaingan dunia,” ucap Bupati Gumas Jaya Samaya Monong, SE., M.Si Senin (28/10/2019) pagi.

Ia pun mengingatkan pemuda-pemudi Gumas soal dampak negatif  dari modernisasi dan globalisasi. Dampak negatif  itu dapat dicegah melalui peningkatan sumber daya manusia (SDM) yang unggul, berkarakter Pancasila dan berpola pikir yang baik didasari nilai-nilai agama.

Pemuda harus menjadi sosok karakter yang tangguh, dimana memiliki karakter moral dan kinerja, beriman, bertakwa, berintegritas tinggi, jujur, santun, bertanggung jawab, disiplin, kerja keras, cerdas, ikhlas, dan tuntas.

“Pemuda juga harus memiliki kapasitas intelektual dan kemampuan kepemimpinan, kewirausahaan, dan kepeloporan yang mumpuni, serta memiliki inovasi agar mampu berperan aktif dalam kancah internasional,” tuturnya.

Kami ingin kedepan akan banyak muncul tokoh-tokoh muda yang mendunia, yang mampu memberikan warna untuk mengubah dunia dengan tekad dan semangat, serta tentunya didukung oleh Ilmu pengetahuan dan teknologi.

Beliau mengakui, kalau pemuda generasi terdahulu mampu keluar dari jebakan sikap-sikap primordial suku, agama, ras dan kultur, menuju persatuan dan kesatuan bangsa, maka tugas pemuda saat ini adalah harus sanggup membuka pandangan ke luar batas tembok kekinian dunia, demi menyongsong masa depan dunia yang lebih baik.

“Semangat para pemuda dalam menatap dan ikut membangun dunia, harus terus menjadi obor penyemangat bagi pengabdian pemuda Indonesia dalam ikut serta berpartisipasi mengangkat bangsa dan tanah air tercinta di kancah dunia,” katanya.

Dia menambahkan, kemajuan tidak akan pernah tercapai jika masa depan hanya dipandang sebagai proses lanjut dari masa kini. Untuk itu, bagaimana generasi muda harus merespon kemajuan itu dengan kearifan menghargai keluhuran perjuangan dari generasi sebelumnya tanpa terjebak dalam kejayaan dan romantisme masa lalu, serta kenyataan masa kini sehingga membuat mereka tidak lagi sanggup keluar untuk menatap masa depan.

“Pemuda-pemudi Gumas harus melihat jauh kedepan, yang lebih baik, karena kemajuan daerah ini, salah satunya terletak ditangan pemuda-pemudi sebagai primer morver pembangunan di Gumas Pemuda-pemudi Gunung Mas tidak boleh jadi penonton, tapi jadilah pelaku pembangunan yang baik, dengan sumber daya manusia yang siap pakai dan berkarakter Pancasila,” pungkasnya.

Upacara dihadiri Ketua DPRD Akerman Sahidar, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, sejumlah Anggota DPRD,asisten, pimpinan OPD, beberapa pejabat eselon III dan IV,camat Kurun Holten,ketua TP-PKK Gumas, sejumlah tokoh agama, ketua dan beberapa pengurus KNPI, Organisasi Kemasyarakatan seperti Kudamata, For Dayak dan Pemuda Pancasila, Pramuka, Pelajar, ASN, TNI/POLRI, Satpol PP dan undangan lainnya.

Ini Kendala PKBM Selama ini Yang Dihadapi

Ini Kendala PKBM Selama ini Yang Dihadapi

Ini Kendala PKBM Selama ini Yang Dihadapi

Kepala Bidang Pembinaan Paud dan Dikmas Indra Yustina, S.Kom menyampaikan sambutan tertulis Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Drs. Rusdi pada kegiatan bimbingan teknis kurikulum 2013, pada pendidikan masyarakat, didampingi oleh kasi Kurikulum Temiarie, MM, samping kiri, dan Kasi Peserta Didik Betrie Riana, S.Pd samping kanan ujung, Juamt (25/10/2019).

Berfoto bersama : Usai kegiatan pembukaan bimbingan teknis kurikulum 2013 pada pendidikan masyarakat tahun 2019. peserta berfoto bersama, Jumat (25/10/2019).

Gunung Mas – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Gunung Mas (Gumas), melalui Bidang Pembinaan Paud dan Dikmas menggelar kegiatan, Bimbingan teknis Kurikulum 2013 pada Pendidikan masyarakat tahun 2013.

“Pendidikan masyarakat yang termasuk di dalamnya ada lembaga pusat kegiatan belajar masyarakat PKBM adalah, suatu upaya pembinaan pendidikan yang ditujukan kepada anak putus sekolah pada usia sekolah dan dilakukan melalui rangsangan pendidikan kesetaraan yang dibantu oleh pemerintah dan seluruh elemen masyarakat dan dapat mencapai masa depan yang gemilang,” ujar Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Gumas yang diwakili oleh Kepala Bidang Pembinaan Paud dan Dikmas Indra Yustina, S.Kom, Jumat (25/10/2019) di Aula BP3D Kabupaten Gunung Mas.

Oleh sebab itu sesungguhnya tugas kita memiliki peran sangat penting dalam menyiapkan dan mengantarkan warga belajar, untuk menempuh pendidikan dan dapat mencapai masa depan yang gemilang.

“Kami berharap mari kita bekerjasama untuk membantu perluasan dan pemerataan pendidikan masyarakat ini dalam berbagai elemen masyarakat untuk berpartisipasi dalam pendidikan, fasilitas dan pembiayaan dalam melaksanakan program-program yang akan dilaksanakan sesuai dengan kebijakan pusat dan daerah,” terangnya.

Sementara itu, ketua panitia Temiarie, MM mengatakan, peserta yang mengikuti Bimbingan teknis ini berjumlah 17 (tujuh belas) orang  terdiri dari korwil, PLS, dan ketua PKBM, operator se-Kabupaten Gunung Mas.

Kendala PKBM selama ini yang dihadapi ada kepakuman penyelenggaraan ujian kesetaraan karena ada peralihan sistem ujian kesetaraan yang sudah  berubah menjadi UNBK (Ujan Nasional Berbasis Komputer).

“Kegiatan ini bertuajuan untuk memberikan pengetahuan dan kemampuan bagi PKBM, untuk dapat menerapkan kurikulum 2013 pada pendidikan kesetaraan dan sharing penyelenggaraan ujian kesetaraan pada lembaga,” pungkasnya.

Jadi Orang Dayak Pertama di Kabinet, Alue Dohong: Ini Kebahagiaan Suku Dayak

Jadi Orang Dayak Pertama di Kabinet, Alue Dohong: Ini Kebahagiaan Suku Dayak

Jadi Orang Dayak Pertama di Kabinet, Alue Dohong: Ini Kebahagiaan Suku Dayak

Foto: CNN

Gunung Mas – KALAMANTHANA, Jakarta Alue Dohong menyatakan dirinya merupakan anak suku Dayak pertama yang menjabat dalam kabinet pemerintahan.

“Dalam sejarah Indonesia merdeka, ini orang Dayak pertama di kabinet. Jadi, saya yakin kalau takdir jadi wakil menteri, ini jadi kebahagiaan suku Dayak di Kalimantan,” katanya setelah bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (25/10/2019).

Alue Dohong, rencananya, akan ditempatkan Jokowi sebagai Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Posisi menterinya dijabat petahana Siti Nurbaya Bakar.

Alue merupakan akademisi yang memang telah lama bergelut dalam bidang pengelolaan lahan basah atau lahan gambut.

Sebelum berkiprah di BRG, Alue mendirikan Lembaga Pengkajian, Pendidikan, dan Pelatihan Lingkungan Hidup (LP3LH) di Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Alue sempat terlibat dalam merestorasi lahan gambut di provinsi tersebut.

Selain bekerja di BRG, ia juga mengajar Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup di Universitas Palangkaraya.

Alue Dohong adalah putra Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Dia termasuk salah satu pegiat persoalan lingkungan hidup di Negeri Tambun Bungai.

Alue Dohong sebelumnya adalah Deputi Bidang Konstruksi, Operasi, dan Pemeliharaan pada Badan Restorasi Gambut (BRG). Dia juga menjadi pengajar sumber daya alam dan lingkungan hidup di Universitas Palangka Raya.

Alue Dohong sudah bertemu dengan Presiden Joko Widodo, Jumat ini. Usai bertemu Jokowi, Alue menuturkan ia dan presiden banyak berdiskusi masalah kehutanan dan juga rencana pemindahan ibu kota baru ke Kalimantan Timur.

“Kami banyak berdiskusi masalah kehutanan, kita juga berdiskusi tentang ibu kota negara baru di Kaltim. Berdasarkan arahan bapak presiden kemungkinan (saya ditunjuk sebagai wakil menteri) LHK,” kata Alue kepada wartawan di Istana. (ik)

Pelaksanaan Operasi Zebra Telabang Tahun 2019

Pelaksanaan Operasi Zebra Telabang Tahun 2019

Pelaksanaan Operasi Zebra Telabang Tahun 2019

SIDANG : Hakim Pengadilan Negeri Kuala Kurun Kelas II Amir Rizki Apriadi memimpin sidang terhadap salah satu warga Kelurahan Tewah Busut (19) yang melanggar aturan lalu lintas yakni tidak menggunakan helm, dengan disaksikan langsung oleh Kasat Lantas Polres Gumas Iptu Rachmat Endro, di Pendopo Mapolsek Tewah, Kamis (24/10/). FOTO PWI GUNUNG MAS

Gunung Mas – Dalam rangkaian pelaksanaan Operasi Zebra Telabang tahun 2019, jajaran Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Kepolisian Resor (Polres) Gunung Mas (Gumas) bersama dengan Kejaksaan Negeri, Pengadilan Negeri, dan perbankan, melakukan razia dengan menerapkan pola stasioner (menetap), di Kelurahan Tewah, Kecamatan Tewah.

Hasilnya, sebanyak 46 pengendara sepeda motor diberikan tindakan tegas berupa tilang dan lima pengendara diberikan teguran. Pelanggaran yang dilakukan seperti tidak menggunakan helm, pengendara dibawah umur, dan tidak membawa atau memiliki kelengkapan surat-surat berkendara, yakni SIM dan STNK.

”Razia kali ini, kita menerapkan sidang ditempat, dengan melibatkan jaksa, hakim, dan pihak perbankan. Pelanggar yang diberikan sanksi tilang, langsung kita lakukan sidang ditempat. Jadi, mereka tidak perlu lagi harus ke Pengadilan Negeri (PN) Kuala Kurun kelas II,” ucap Kapolres Gumas AKBP Yudi Yuliadin melalui Kasat Lantas Iptu Rachmat Endro, Kamis (24/10).

Dia menegaskan, pelaksanaan razia seperti ini bukan untuk menakut-nakuti, akan tetapi untuk memberikan efek jera, sehingga kedepan masyarakat akan memiliki kesadaran untuk tertib berlalu lintas, dan melengkapi diri dengan keselamatan, serta surat-surat ketika berkendara.

”Kami pun mengimbau kepada seluruh masyarakat, agar mematuhi aturan lalu lintas, tertib di jalan raya, serta selalu mengutamakan keselamatan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcar lantas),” tegasnya.

Sementara itu, Hakim Pengadilan Negeri Kuala Kurun Kelas II Amir Rizki Apriadi mengakui, kebanyakan pelanggar yang disidang karena tidak menggunakan helm, dan tidak memiliki SIM serta STNK. Dalam persidangan, pihaknya juga mengimbau kepada pelanggar agar jangan sampai mengulangi kesalahan serupa.

”Penerapan sidang ditempat bagi pengendara yang melanggar merupakan hal yang sangat baik, dan diharapkan terus berlanjut. Selain memudahkan urusan tilang, kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lintas juga semakin bertambah. Kami sangat mendukung penuh inisiatif dari jajaran Satlantas Polres Gumas,” ujarnya.

Terpisah, salah satu pelanggar yang tidak menggunakan helm yakni Busut (19) mengatakan, penerapan sidang ditempat yang diinisiasi oleh Satlantas Polres Gumas sangat baik dan memudahkan urusan persidangan.

”Saya sudah dua kali kena tilang, tapi baru sekarang ada penerapan sidang ditempat. Apa yang dilaksanakan ini sangat bagus, karen  kita tidak perlu jauh-jauh lagi datang ke PN Kuala Kurun Kelas II,” terangnya.

Dia pun berjanji, dalam waktu dekat akan segera membuat Surat Izin Mengemudi (SIM) di Mapolres Gumas, dan selalu menggunakan helm saat berkendara.

Jemaat GKE Bereng Jun Gelar Turnamen Bulu Tangkis untuk menggalang dana Natal

Jemaat GKE Bereng Jun Gelar Turnamen Bulu Tangkis untuk menggalang dana Natal

Jemaat GKE Bereng Jun Gelar Turnamen Bulu Tangkis untuk menggalang dana Natal

Dalam rangka menggalang dana untuk Natal, majelis Jemaat GKE Bereng Jun menggelar turnamen bulu tangkis pada 19 – 31 Oktober 2019 dengan tajuk Hosana Bereng Jun Tournament 2019.

Majelis Jemaat GKE Bereng Jun Menggelar Turnamen Bulu Tangkis.

Bulu Tangkis merupakan olahraga favorit di Indonesia, tak terkecuali di Desa Bereng Jun, Kecamatan Manuhing, Kabupaten Gunung Mas. Bulu tangkis di Bereng Jun selain sebagai sarana olahraga juga menjadi sarana pergaulan. Keakraban bisa terjadi di antara warga, baik tua muda dan anak-anak.

Pdt. Rina Dwi Jayanti, S.Th selaku Ketua Jemaat menuturkan bahwa kegiatan ini adalah bentuk kehadiran Gereja di tengah masyarakat dalam mewadahi potensi masyarakat. Selain kegiatan ibadah, olahraga pun bisa menjadi sarana pembinaan Jemaat karena di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat.

Di tempat yang sama, Wandi selaku ketua panitia kegiatan menyampaikan bahwa turnamen kali ini memang bertujuan untuk usaha dana Natal. Setiap event akan menggerakkan ekonomi di sekitar lokasi event, dan ini pertama kali kami mengadakan event seperti ini. Kami semua berharap bahwa kegiatan ini adalah langkah awal yang baik dalam mewadahi potensi masyarakat. Semoga tahun depan kami bisa menyelenggarakan event yang lebih besar dan baik dari tahun ini, tutur Wandi mengakhiri.

Event kali ini diikuti oleh 16 pasangan ganda putra yang berasal dari Desa Bereng Jun dan sekitarnya. Kegiatan ini disponsori oleh PT. MSAL, Binartha Wakil Ketua DPRD GUMAS, KSU. Maangkat Utus, Andre dan Chelsea, Angel Water, SOTERIA, dll.

Penulis Tri Bisma.