Kharisma Vs Sumber Rezeki Jadi Laga Pembukaan PSSI CUP 2018

Kharisma Vs Sumber Rezeki Jadi Laga Pembukaan PSSI CUP 2018

Kharisma Vs Sumber Rezeki Jadi Laga Pembukaan PSSI CUP 2018

Gunung Mas – Turnamen PSSI CUP 2018 yang diselenggarakan oleh Asosiasi Kabupaten PSSI Gunung Mas akan dibuka pada Jumat (24/8/2018). Laga Pembuka akan mempertemukan Juara Bertahan Kharisma kontra Sumber Rezeki.Turnamen yang telah tiga kali digelar ini akan diikuti 16 team terbaik yang ada di Kabupaten Gunung Mas. Ini adalah bagian dari upaya PSSI untuk mengakomodir animo  masyarakat terhadap sepak bola di Kabupaten Gunung Mas. “Selain itu kedepan kita akan terus membangun Sepakbola di Gunung Mas menjadi lebih baik dan dapat berbicara di level yang lebih tinggi”, ujar Ruslan  Ketua PSSI Gunung Mas.

Kenam belas peserta PSSI CUP 2018 yaitu Kharisma, Spartak, Fadillah, Pastenk, Rakom, Polres Gunung Mas, Wallet, HB Express, Penda Pilang, Trans, Miwan, RSUD Gunung Mas, PSGM U22, PABA, Pemdes Petak Bahandang, dan Sumber Rezeki.

Ini Hasil Pertandingan Grup A PSSI CUP 2018

Ini Hasil Pertandingan Grup A PSSI CUP 2018

Ini Hasil Pertandingan Grup A PSSI CUP 2018

Gunung Mas – Setelah Turnamen PSSI Cup di buka oleh Kepala Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) Yunika Simpei, Jumat (24/8/2018). Dilanjutkan pertandingan pertama penyisihan grup A antara tim Kharisma VS tim Sumber Rezeki di Lapangan Isen Mulang Kuala Kurun. Pada pertandingan itu tim Kharisma menang telak dengan skor 6-1. Kemudian, dilanjutkan pertandingan penyisihan grup A berlanjut, Sabtu (25/8/2018) sore. Tim yang bertanding Rakom VS PEMDES PB. Pada pertandingam yang dipimpin wasit Benny Surachman cukup seru. Kedua tim saling menyerang untuk merebut gol.

Pada babak pertama tidak ada gol yang tercipta. Kemudian pertadingan dilanjutkan babak kedua dan mendekati akhir babak kedua tim Rakom berhasil mencetak gol ke gawang Tim PEMDES PB. Sehingga pertandingan berakhir 1-0 untuk kemenangan tim Rakom. Ketua panitia PSSI Cup 2018 Dayadin menyampaikan, PSSI Cup 2018 diikuti 15 tim. Pada turnamen tersebut mempebutkan hadiah total Rp19 juta. Untuk juara I, juara II dan juara III serta top score.

Ketua PSSI Kabupaten Gumas Ruslan Efendi menyampaikan, tim yang bertanding pada PSSI Cup 2018 hanya boleh memainkan 3 pemain ber KTP luar Kabupaten Gumas. (EPRA SENTOSA).

SAPMA PP Gunung Mas CU Betang Asi Gelar FGD Tetang Ekonomi Kerakyatan

SAPMA PP Gunung Mas CU Betang Asi Gelar FGD Tetang Ekonomi Kerakyatan

SAPMA PP Gunung Mas CU Betang Asi Gelar FGD Tetang Ekonomi Kerakyatan

Gunung Mas  – Manager CU Betang Asi Yepta Diharja, Ketua PC SAPMA PP Kab. Gunung Mas Andika Saputra, Jurnalis dan Pegiat CU Betang Asi Rokhmond Onasis, tampil memberikan pemaparan dalam Focus Group Discussion (FGD) di Aula CU Betang Asi, Senin (20/8/2018). Diskusi yang bertajuk ” Membangun Ekonomi Kerakyatan ” tersebut membahas mengenai kondisi perekonomian masyarakat Gunung Mas saat ini.

Dalam pemaparannya, Yepta menyatakan bahwa perlu membangun konsep berfikir masyarakat dalam memanajemen perekonomiannya, dimulai dari perekonomian keluarga itu sendiri. “Kondisi masyarakat kita di Gunung Mas saat ini sedang sakit dalam hal perekonomian, pengelolaan Sumber Daya Alam yang kita miliki masih bergantung pada kapital investor, sementara rakyat hanya menjadi penonton dan sangat sedikit peluang untuk memberdayakan SDA yang ada”, papar Yepta memulai diskusi.

“Ekonomi kerakyatan adalah sistem ekonomi yang berbasis pada kekuatan ekonomi rakyat. Dimana ekonomi rakyat sendiri adalah sebagai kegiatan ekonomi atau usaha yang dilakukan oleh rakyat dengan swadaya mengelola sumberdaya ekonomi apa saja yang dapat diusahakan dan dikuasainya, baik itu meliputi sektor pertanian, peternakan, kerajinan, makanan, dan sebagainya dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan dasar keluarganya tanpa harus mengorbankan kepentingan masyarakat lainnya”, lanjut Yepta.

“Keberadaan Koperasi merupakan bentuk solusi dalam mengimplementasikan sistem ekonomi kerakyatan sebagaimana amanah dari Bung Hatta pendiri bangsa ini, dan  sistem ini bagian dari perlawanan terhadap sistem kapitalis yang cenderung menguntungkan sepihak dan fundamentalis pasar”, kata Yepta mengakhiri pemaparannya.

“Kedaulatan sosial ekonomi seperti yang diamanatkan pada konstitusi Pancasila dan UUD 1945 dalam pelaksanaannya perlu diperjuangkan banyak pihak. Rakyat harus bisa segera bangkit dengan kekuatannya sendiri”, lanjut Dika memulai sesi pemaparannya.

“Kehadiran kami, SAPMA Pemuda Pancasila di Gunung Mas ini adalah untuk membangun pola pikir anak muda agar mau peduli dengan daerahnya”, ujar Dika.

“SAPMA Pemuda Pancasila sendiri, sebagai Organisasi Kemasyarakatan Pemuda yang berbasiskan pada massa sangat mendukung sistem ekonomi kerakyatan, dan ini akan kami implementasikan kepada seluruh anggota kami untuk menjadi pemuda – pemuda yang produktif dengan kreatifitas anak muda”, ungkap Dika menutup sesi pemaparannya.

Sebagai pembicara terakhir di sesi FGD ini, Rokhmond Onasis menyampaikan bahwa perlu sekali untuk membangun sebuah mimpi di kalangan anak muda. “Segala seuatu itu dimulai dari mimpi, kemudian harus ada niat untuk mewujudkan impian tersebut”, ujar Onasis.

Hiburan Rakyat

Hiburan Rakyat

Hiburan Rakyat

 

Press Rilis Bidang Pengelolaan Informasi Publik

 

DPT Pemilu 2019 Ditetapkan 79.970

DPT Pemilu 2019 Ditetapkan 79.970

DPT Pemilu 2019 Ditetapkan 79.970

Gunung Mas – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) melaksanakan rapat pleno terbuka rekapitulasi Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP) akhir, dan penetapan Daftar pemilih Tetap (DPT) tingkat Kabupaten Gumas untuk Pemilihan Umum (Pemilu) Tahun 2019 mendatang.

”Berdasarkan Keputusan KPU Kabupaten Gumas, kita tetapkan DPT untuk pemilu tahun 2019 sebanyak 79.970 pemilih, yang tersebar di 12 kecamatan. Terdiri dari 41.840 pemilih laki-laki, dan 38.130 pemilih perempuan,” ucap Ketua KPU Kabupaten Gumas Stepenson kepada Radar Sampit, Minggu (19/8) siang.

Dia menuturkan, jumlah DPT yang ditetapkan ini bertambah 549 pemilih dibandingkan dengan jumlah DPSHP untuk pemilu 2019 yang hanya sebanyak 79.421 pemilih. Disamping itu, juga ada penambahan satu Tempat Pemungutan Suara (TPS) yakni di Kecamatan Kahayan Hulu Utara (Kahut).

”Pada rapat pleno DPSHP Pemilu 2019 lalu, jumlah TPS hanya 364 buah. Setelah kita melaksanakan rapat pleno DPT, ada tambahan satu TPS. Jadi total ada 365 TPS untuk pemilu tahun 2019,” tuturnya. Dari jumlah pemilih pemilu 2019 untuk laki-laki dan perempuan, lanjut dia, rinciannya Kecamatan Sepang sebanyak 5.267 pemilih, Mihing Raya 4.216 pemilih, Kurun 19.384 pemilih, Rungan Hulu 4.562 pemilih, Rungan 6.902 pemilih, Rungan Barat 4.445 pemilih.

Selanjutnya, Kecamatan Manuhing ada 6.484 pemilih, Manuhing Raya 4.091 pemilih, Tewah 13.262 pemilih, Kahayan Hulu Utara 5.437 pemilih, Damang Batu 3.221 pemilih, dan Miri Manasa 2.699 pemilih. ”Setelah penetapan DPT ini, kita minta kepada Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) untuk menyampaikannya ke Panitia Pemungutan Suara (PPS) di desa,” tukasnya. (arm)

 

 

Upacara Bendera Digelar di Tiga Tempat

Upacara Bendera Digelar di Tiga Tempat

Upacara Bendera Digelar di Tiga Tempat

Gunung Mas – Dinas Badan dilingkungan Pemerintah Kabupaten Gunung Mas menggelar Upacara bersama yang diselenggarakan di tiga tempat yakni, di Halaman GPU Damang Batu, Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah, Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah, Juamat (17/8/2018).

Dalam sambutan tertulis Gubernur Kalimantan Tengah H. Sugianto Sabran yang dibacakan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat mengatakan pada perayaan 73 Tahun Kemerdekaan RI kali ini terdapat 2 tema utama yang bersinergi yaitu “Energi” dan “Kerja” Tema “Energi” dimana dari identitas Asian Games XVIII yaitu “The Energy of Asia”. Sementara tema “Kerja” merupakan cerminan semangat dan upaya Pemerintah yang sekarang untuk perubahan Indonesia yang lebih baik.

“Wilayah Provinsi Kalimantan Tdengah saat ini telah memasuki musim kemarau sesuai perkiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geogfisika (BMKG) hingga Oktober 2018 mendatang. Musim kemarau tahun ini juga diprediksi lebih kering dibandingkan tahun 2016 dan tahun 2017 sehinhgga tingkat potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan akan semangkin tinggi,” jelasnya.

Menjaga kelestarian alam dalam rangka pembangunan berkelanjutan adalah bagian dari upaya memberi makna pada kemerdekaan. Konstitusi kita mengamanatkan bahwa sumber daya dan kekayaan alam yang telah diwariskan oleh para pendahulu, pejuang kemerdekaan kita, agar dimanfaatkan bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat Indonesia, bukan untuk dihancurkan atau dimusnahkan.

“Mari kita isi,. Memeriahkan dan hiasi kemerdekaan ini dengan tawa ceria anak-anak kita sehat jasmani dan rohani, dengan senyum dan tawa para orang tua yang dapat memenuhi kebutuhan anak istri, dengan gemerlap lampu penerang pada setiap rumah yang telah dialiri listrik,” terang Gubernur.

Press Release Bidang Pengelolaan Informasi Publik.