Ini Perangkat daerah yang realisasi keuagannya yang mencapai 20 persen

Ini Perangkat daerah yang realisasi keuagannya yang mencapai 20 persen

Gunung Mas – Pemerintah Kabupaten Gunung Mas (gumas) kembali menyelenggarakan rapat TEPRA menindaklanjuti peraturan Gubernur Kalimantan Tengah Nomor 41 tahun 2017 tentang pedoman percepatan dan raelisasi anggaran pemerintah Provinsi Kalimatan Tengah (Kalteng), bertempat di ruang rapat lantai I kantor Bupati Gunung Mas (02/04/2019) pagi.

Kegiatan Rapat TEPRA di pimpin oleh Sekda Gunung Mas Drs. Yansiterson, M.Si dan di hadiri oleh seluruh SOPD serta Camat Lingkungan Pemerintah Kabupaten Gunung Mas.

Kadis Kominfo, SP Drs. Dihel, M.Si  saat menyapaikan  terkait anggran pada dinas yang dia pimpin, pada rapat  TEPRA SOPD Kabupaten Gunung Mas Kauala kurun, Senin (02/04/2019).

Dalam pengarahan yang di sampaikan Sekda Drs. Yansiterson, M.Si menerangkan, bahwa TEPRA yang lalu per 28 Februari 2019 Gunung Mas ada di posisi 1 (pertama) di atas Kabupaten Kota lain di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), dengan realisasi fisik dan keuangan dengan, realisasi keuangan itu 7,84 persen dan realisasi fisik 4,18 persen. Artinya sedikit di atas Kabupaten Kapuas.

”Kalau kenaikan rata-rata ternyata dari februari sampai dengan akhir maret yang lalu kenaikannya rata-rata 3,99 persen saya pikir ini sangat mudah untuk diselip oleh Kabupaten kota yang lain karena kenaikan 3,99 persen itu sangat kecil kita tidak tau perkembangan di daerah lain,” ujarnya.

Yang terpenting dari realisasi fisik dan keuangan adalah pelaksanaan kegiatan itu sungu-sunguh berkualitas, tidak melanggar aturan dan tentu saja beriringan dengan pencapaiaan realisasi pendapatan  Ini yang lebih penting.

Kadis Kominfo, SP Drs. Dihel, M.Si  saat menyapaikan  terkait anggran pada dinas yang dia pimpin, pada rapat  TEPRA SOPD Kabupaten Gunung Mas Kauala kurun, Senin (02/04/2019).

”Sebab mangkin cepat penyerapan anggaran tetapi tidak di imbangi dengan pendapatan juga akan berbahaya,”katanya.

Dari seluruh perangkat daerah yang realisasi pelaksanaan anggarannya tertinggi yang dicapai oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa dengan realisasi keuangan Rp. 1.827.997.030,- persentase 24.71, Sekretaris DPRD realisasi keungan Rp. 3.949.099.226,- persentase 24.71,- Badan pengelolaan Pajak dan retribusi Daerah realisasi keuangan Rp. 2.093.782.624,- persentase 22.98, Satuan Polisi Pamong Praja realisasi keungan Rp. 1.924.886.4030,- persentase 22.54.

Dinas Perpustakaan dan Arsisip Daerah realisasi keungan Rp. 1.012.963.032,- persentase 22.41, Badan pengelolaa Keuangan dan Aset Daerah realisasi keungan Rp. 4.848.835.808,- persentase 20.21, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik realisasi keuangan Rp. 980.409.981,- persentase 20.11.

“Saya memberikan apresiasi kepada kita semua, agar lebih proaktif untuk memacu penyerapan anggaran di setiap OPD mgasing – masing. Oleh karena itu, semuanya merupakan kerja sama, kerja keras kita semua,” tandasnya.

Tujuan diselenggarakan kegiatan rapat TEPRA adalah dalam rangka pengawasan terhadap ralisasi anggaran. Disamping itu, melalui kegiatan ini adalah untuk mengatahui tantangan dan solusi dalam mewujudkan pengelolaan data realisasi anggaran yang akurat dan terintegrasi rapat TEPRA di triwulan I per tanggal 31 maret 2019.

CPNS harus siapkan mental untuk mengabdi

CPNS harus siapkan mental untuk mengabdi

Gunung Mas – Usai acara pengarahan dan pembekalan bagi CPNS dari Formasi Umum Tahun 2018, PTT Kemenkes dan PTT Baru Tahun 2019 Bupati Gunung Mas Drs.  Arton S Dohong mengatakan, kecerdasan kepintaran, kehebatan belum tentu menjamin seseorang bekerja dengan baik.

”Kecerdasan kalau tidak di imbangi dengan kesiapan mental  ketulusan mengabdi tidak akan berarti apa-apa, apalagi mereka ini bekerja jauh di desa-desa, sementara mereka terbiasa hudup di kota pergi ke mall hiburan mau beli apa-apa saja lengkap,” ujarnya saat dibincangi awak media di GPU damang batu, Senin (01/04/2019) pagi.

Sekarangkan sudah mandiri dan jauh apa yang mungkin mereka pikirkan, tingka kesulitan inilah yang saya sampaikan siapkan mental dulu dalam dalam menjalankan tugas, karena banyak pengalaman beberapa pegawai Negeri Sipil yang baru mengabdi satu tahun dua tahun, sudah mau minta pindah, artinya bahwa mereka belum punya kesiapan mental belum memahami Indonesia ini bagaimana.

”Terutama di tuntut kesiapan mental bagi seluruh CPNS maupun PTT, karena ini sudah menjadi aturan yang harus kita jalankan, mereka sudah Calon dan tes boro-boro mau pindah, Karen aturan sudah mengatur nanti di perkatat lagi tentang ke disiplin ASN Gumas,” tegasnya.

Mengingatkan kepada CPNS, supaya hendaklah terlebih dahulu memberi hormat kepada pimpinan maupun kepada semua orang, baik menjalankan tugas-tugas maupun di luar jam kerja ini persoalan yang harus kita ingatkan, suapaya di setiap kesempatan kalau tidak bisa hadir mejalankan tugas harus memberitahukan kepada pimpinan. Karena pengalaman kita beberapa ASN yang sudah kita berhentikan dengan tidak hormat bukan atas permintaan sendiri.

”Wajib hukumnya bagi CPNS dan PTT yang baru untuk menggunakan KTP Gunung Mas agar segera untuk mengurus surat kepindahan domisilinya, karena mereka adalah bagian dari penduduk Gunung Mas. Suapaya data kependudukan lebih tertib dan disiplin mestinya para CPNS ini adalah orang yang intelektual punya wawasan yang luas terhadap hak dan kewajibannya,” tutup Bupati Gunung Mas Drs. Arton S Dohong.