SMPN 1  Tewah, Mengikuti Ekspose Sekolah Model Tingkat Provinsi Kalteng

SMPN 1 Tewah, Mengikuti Ekspose Sekolah Model Tingkat Provinsi Kalteng

Peserta dan Guru-Guru SMPN 1 Tewah saat mengikuti Ekspose Sekolah Model Tingkat Provinsi Kalteng Tahun 2019 

Gunung Mas – Ekspose sekolah model Sistem Penjamin Mutu Internal (SPMI) untuk tingkatkan mutu dan kualitas sekolah Salah satunya SMPN 1 Tewah Kabupaten Gunung Mas Kalteng, yang dipimpin Firawati, S.Pd.M.Si ikut serta meramaikan kegiatan Ekspose Tingkat Provinsi Kalteng, yang dilaksanakan oleh Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan Kalteng, mulai tanggal 27-28/07/2019.

“Kegiatan Ekspose Sekolah Model SPMI salah satu upaya untuk meningkatkan mutu pembelajaran dan kualitas sekolah, kami akan menampilkan apa yang sudah di programkan disekolah dan mendapat penilaian baik oleh LPMP Kalteng,” kata Firawati pada saat media News Bin .com Kalteng mewawancarai di Stand Pameran SMPN 1 Tewah.

Sekolah model SPMI ini juga merupakan salah satu upaya mempercepat mencapai delapan standar pendidikan. “Delapan standar pendidikan harus terpenuhi agar mencapai peningkatan Mutu Pendidikan ,” ujar Fira.

Menurutnya, untuk meningkatkan taraf Pendidikan tidak mudah, karena memerlukan kekompakan tim pengajar di suatu sekolah. SMPN 1 Tewah, mudahan kami mampu mencapai tingkat Nasional.

Ia menambahkan, “upaya peningkatan Mutu Pendidikan bagi Sekolah Model SPMI ini perlu dukungan dari semua pihak Pemerintah terutama Dinas pendidikan Provinsi dan juga bantuan dari Lembaga Penguji Mutu Pendidikan Kalteng.” Tutup nya.

SMPN 1 Tewah, Mengikuti Ekspose Sekolah Model Tingkat Provinsi Kalteng

Gunung Mas – Ekspose sekolah model Sistem Penjamin Mutu Internal (SPMI) untuk tingkatkan mutu dan kualitas sekolah Salah satunya SMPN 1 Tewah Kabupaten Gunung Mas Kalteng, yang dipimpin Firawati, S.Pd.M.Si ikut serta meramaikan kegiatan Ekspose Tingkat Provinsi Kalteng, yang dilaksanakan oleh Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan Kalteng, mulai tanggal 27-28/07/2019.

“Kegiatan Ekspose Sekolah Model SPMI salah satu upaya untuk meningkatkan mutu pembelajaran dan kualitas sekolah, kami akan menampilkan apa yang sudah di programkan disekolah dan mendapat penilaian baik oleh LPMP Kalteng,” kata Firawati pada saat media News Bin .com Kalteng mewawancarai di Stand Pameran SMPN 1 Tewah.

Sekolah model SPMI ini juga merupakan salah satu upaya mempercepat mencapai delapan standar pendidikan. “Delapan standar pendidikan harus terpenuhi agar mencapai peningkatan Mutu Pendidikan ,” ujar Fira.

Menurutnya, untuk meningkatkan taraf Pendidikan tidak mudah, karena memerlukan kekompakan tim pengajar di suatu sekolah. SMPN 1 Tewah, mudahan kami mampu mencapai tingkat Nasional.

Ia menambahkan, “upaya peningkatan Mutu Pendidikan bagi Sekolah Model SPMI ini perlu dukungan dari semua pihak Pemerintah terutama Dinas pendidikan Provinsi dan juga bantuan dari Lembaga Penguji Mutu Pendidikan Kalteng.” Tutup nya.

Pelaksanaan pesparawi ke-VI tingkat Kabupaten Gunung Mas pada tanggal 1 sampai 5 September 2019

Pelaksanaan pesparawi ke-VI tingkat Kabupaten Gunung Mas pada tanggal 1 sampai 5 September 2019

Rapat Persiapan Pelaksanaan Pesparawi Tingkat Kabupaten Gunung Mas ke-VI Tahun 2019 di ruang rapat lantai I Kantor Bupati Gunung Mas, Selasa (30/7/2019). 

Gunung Mas – Pemerintah Kabupaten Gunung Mas gelar rapat panitia kegiatan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) VI tingkat Kabupaten Gunung Mas di Tumbang Miri Kecamatan Kahayan Hulu Utara, bertempat di ruang rapat lantai satu Kantor Bupati Gunung Mas, Selasa (30/7/2019).

Rapat tersebut dihadiri oleh Ketua Lembaga Pengembangan Pesparawi Kabupaten Gunung Mas Herbet Y. Asin, SE, Sekda Gunung Mas Drs. Yansiterson, M.Si, Ketua Panitai Pesparawi ke-VI              Ir. Yohanes Tuah, M.Si, Camat se-Kabupaten Gunung Mas, dan tim panitia lainnya.

Sekda Gunung Mas Drs. Yansiterson, M.Si menerangkan, dalam pelaksanaan Pesparawi ke VI tingkat Kabupaten Gunung Mas akan dilaksanakan pada tanggal 1 sampai 5 September, ini laporan kita ke Bupati dan Wakil Bupati Gunung Mas, ini dokumen karena beliau akan disposisi setuju tanggal yang ditentukan oleh panitia, agar menjadi bahan kita membuat surat resmi ke Kecamatan terkait dengan  pelaksanaan Pesparawi.

“Yang kedua harus cepat dipastikan, finalkan RAP yang ada, beri waktu sampai kapan sehingga kita tau kalau kurang, kurang berapa, kalau lebih lebih berapa, dua hal ini sangat penting tentang waktu pelaksanan,” ujarnya.

“Dikatakan Ir. Yohanes Tuah, M.Si apa yang telah kita sepakati bersama dan kami panitia inti melakukan rasionalisasi beberapa unsur panitia, atas usulan seksi-seksi pada rapat yang lalu dari anggaran yang tersedia 2 miliar usul dari teman-teman yaitu mencapai 2,4 miliar. Karen itu tidak dimungkinkan sehubungan anggaran kita terbatas,” ujarnya.

Guna memantapkan segala persiapan yang sudah disusun panitia, baik dari lokasi kegiatan, transportasi, konsumsi, penginapan, parkir bagi para tamu yang hadir dan persiapan lainnya, perlu diketahui juga untuk MCK serta ketersediaan air bersih, dalam mensukseskan kegiatan Pesparawi VI tingkat Kabupaten Gunung Mas di Tumbang Miri.

“Panitia juga melibatkan siswa siswi SMAN 1 Kahayan Hulu Utara untuk membantu dalam kebersihan pelaksanaan kegiatan Pesparawi mulai dari pembukaan sampai penutupan,” pungkasnya.

Tertibnya administrasi kependudukan, berkewajiban memberikan perlindungan dan pengakuan terhadap penentuan status pribadi dan status hukum

Tertibnya administrasi kependudukan, berkewajiban memberikan perlindungan dan pengakuan terhadap penentuan status pribadi dan status hukum

ARAHAN: Sekda Gunung Mas Drs. Yansiterson, M.Si menyampaikan sambutan tertulis Bupati pada acara Sosialisasi Kebijakan Kependudukan di Aula GPU Damang Batu, Senin (29/7/2019).

LAPORAN: Kadis Dukcapil Drs. Barthel, SE., M.Si saat menyampaikan laporannya pada acara pembukaan Sosialisasi Kebijakan Kependudukan

Gunung Mas – Pemerintah Kabupaten Gunung Mas (Gumas), melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Gunung Mas, menggelar sosialisasi kebijakan kependukan yang diikuti oleh Camat, Damang, Kepala Adat, Lurah, Sekretaris Lurah, Kepala Desa dan Para Operator Dukcapil Kecamatan masing-masing dari 12 Kecamatan se-Kabupaten Gunung Mas yang berjumlah 400 orang, bertempat di Aula GPU Damang Batu, Senin (29/2019).

Kegiatan tersebut bertujuan untuk mewujudkan tertibnya administrasi kependudukan, pada hakikatnya berkewajiban memberikan perlindungan dan pengakuan terhadap penentuan status pribadi dan status hukum atas peristiwa kependudukan dan peristiwa penting yang dialami oleh penduduk itu sendiri, termasuk bagi setiap penduduk di Kabupaten Gunung Mas.

Dalam sambutan tertulis Bupati Gumas Jaya S. Monong, SE., M.Si yang dibacakan oleh Sekda Gumas Drs. Yansiterson, M.Si menyampaikan, terkait ini semua ada beberapa hal yang harus saya sampaikan, pertama Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan pada pasal 79A “Pengurusan dan penerbitan dokumen Kependudukan tidak dipungut biaya.” Ini mohon jadi perhatian kita bersama.

Kedua, salah satu tugas kita bersama (terutama pada perangkat Desa) agar betul-betul menata kembali administrasi data kependudukannya. Ketiga, saya memahami tugas-tugas Bapak/Ibu yang hadir sebagai peserta saat ini. Keempat, terkait dengan kelahiran dan kematian, jika ada yang lahir pihak keluarganya untuk segera menguruskan Akta Kelahiran. Jangan buru-buru, kalau masuk taman kanak-kanak atau sekolah dasar, baru menguruskan Akta Kelelahiran.

Kelima, Dinas Dukcapil Saya perintahkan untuk mengkoordinir dan melakukan inovasi jemput bola, setiap ada orang yang lahir atau meninggal dunia dalam satu desa, harus segera ditertibkan Akta Kelahiran atau Kematiannya.

“Menurutnya mulai saat ini, dengan berdasarkan data pemilihan pada saat pilpres, segera dicermati siapa-siapa yang belum masuk tapi memang penduduk asli dan menetap di desa/kelurahan itu, atau yang sudah meninggal agar segera dikeluarkan dari daftar pemilih, sebagai bahan bila saatnnya dilakukan pemutakhiran data oleh KPU, kita sudah siap,” jelasnya.

Ia berpesan sudah saatnya untuk memiliki KTP, supaya segera dibuatkan KTP-nya dan lain-lain kegiatan, peristiwa kependudukan yang perlu segera diselesaikan cepat, tidak perlu berlama-lama.

“Beliau berharap kepada seluruh peserta kegiatan sosialisasi agar betul-betul mengikutinya sampai selesai. Jangan disia-siakan kesempatan ini, saya minta jika ada yang kurang jelas atau kurang paham, tanyakan kepada Narasumbernya,” pungkasnya.

Pungsi dari FKDM mendeteksi gangguan keamanan dalam Daerah sebelum terjadi konplik

Pungsi dari FKDM mendeteksi gangguan keamanan dalam Daerah sebelum terjadi konplik

Kepala Kesbangpol Kabupaten Gunung Mas Drs. Tasa Torang menyampaikan Sambutannya pada rapat Koordinasi dalam rangka optimalisasi fungsi forum kewaspadaan dini (FKDM) bertempat di Aula GPU Tampung Penyang Kuala Kurun, Jumat (26/7/2019). 

FOTO BERSAMA: Peserta rapat Koordinasi dalam rangka optimalisasi fungsi forum kewaspadaan dini (FKDM), Jumat (26/7). 

Gunung Mas – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Gunung Mas, menggelar rapat Koordinasi dalam rangka optimalisasi fungsi forum kewaspadaan dini (FKDM) yang diikuti 36 orang peserta dari FKDM Kecamatan dan tingkat Kabupaten bertempat di Aula GPU Tampung Penyang Kuala Kurun, Jumat (26/7/2019) pagi.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Drs. Tasa Torang dalam sambutannya menyampaikan, fungsi forum kewaspadaan dini masyarakat (FKDM) di Kabupaten Gunung Mas diharapkan Anggota FKDM agar melaporkan situasi dan kondisi daerah terkait ancaman serta mampu menjadi ujung tombak dalam pengumpulan informasi.

Kegiatan pertemuan rapat koordinasi dalam rangka optimalisasi fungsi forum kewaspadaan dini masyarakat (FKDM) di Kabupaten Gunung Mas, agar anggota FKDM dapat membantu Pemerintah Daerah untuk menyaring, menampung, mengkoordinasikan data dan informasi.

Diharapkan pula FKDM baik tingkat Kecamatan ataupun Kabupaten dapat terus membantu dalam memelihara keamanan dan ketertiban serta mampu mendeteksi gangguan keamanan dalam daerah sebelum terjadi konplik khusnya di dalam daerah anggota FKDM masing-masing.

“Di Pundak anggota FKDM sekalian, maka tugas kalian melapoorkan mengenai situasi dan kondisi Daerah terkait potensi ancaman dan gangguan dan keamanan ikut bertanggung jawab untuk dapat membantu aparat untuk menjaga keamanan dan ketertiban di daerah wilayah Kabupaten Gunung Mas,” katanya.

Di akhir sambutannya, beliau menghimbau dan berpesan kepada anggota FKDM dan peserta kegiatan pertama ikutilah kegiatan ini dengan sungguh-sungguh karena kita mempunyai kewajiban melindungi masyarakat, menjaga persatuan, kesatuan dan kerukunan Negara. Kedua peserta dan masyarakat mempunyai tugas yang sama untuk dapat membantu Pemerintah Daerah dalam mendeteksi seacara dini keadaan daerah sebelum terjadi konplik.

Sebelumnya, Kepala Bidang Kewaspadaan, Kesbangpol Kabupaten Gunung Mas sebagai ketua panitia, Priesmelyn, S.Sos dalam laporannya menyampaikan, diselenggarakannya kegiatan tersebut adalah dalam rangka optimalisasi fungsi forum kewaspadaan dini masyarakat FKDM di Kabupaten Gunung Mas Tahun 2019. Penyelenggaraan kegiantan ini dimaksudkan agar nantinya FKDM mampu memberikan wadah bagi elemen masyarakat yang dibentuk dalam rangka untuk menjaga dan memelihara kewaspadaan dini masyarakat.

“Membantu pencegahaan awal terhadap ancaman di daerahny, dan sebagai mata dan telinga serta membantu penyelenggaraan Pemerintah Daerah, dengan cara melaporkan keadaan situasi dan kondisi daerah terkait ancaman dan ganggunan keamanan kepada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Gunung Mas,” tuturnya.

Sebagai narasumber  Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Gunung Mas Drs. Tasa Torang, Kabid. Pengelolaan Konplik dan Kewaspadaan Kesbangpol Prov. Kalteng Jhoni Sonder, S.STP, M.Si Kasi Intelijen Hendry Elenmoris. T, S.H dan sebagai Moderator Drs. Anthoni L. Djaga.