Ada Empat hal yang disampaikan Bupati pada Acara Napak tilas Tumbang Anoi

Ada Empat hal yang disampaikan Bupati pada Acara Napak tilas Tumbang Anoi

Gubernur Kalteng H. Sugianto Sabran menyerahkan bantuan alat hand traktor kepada  desa Tumbang Anoi yang diterima oleh Bupati Gunung Mas Jaya S Monong.

Gunung Mas – Bupati Gunung (Gumas) Mas Jaya S. Monong, SE., M.Si menghadiri Seminar Internasional dan Ekspedisi Napak Tilas di Desa Tumbang Anoi Kecamatan Damang Batu Kabupaten Gumas, Provinsi Kalimantan Tengah, Senin (22/7/2019).

Hadir dalam kegiatan tersebut, Presiden Borneo Dayak Forum, Dato’Dr. Jeffry Kitingan beserta pengurus BDF dan rombongan, Sekretaris Jenderal Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) Yakobus Kumis, Bupati Gumas Jaya S. Monong, SE., M.Si, beserta Forkompimda, para  Bupati/Wakil Bupati se-Kalimantan, Ketua DAD Provinsi Kalteng H. Agustiar Sabran beserta jajaran perngurus DAD, Organisasi Masyarakat (Ormas) dayak seluruh Kalimantan, dari tokoh Agama, Tokoh masyarakat serta undangan lainnya.

Dalam sambutan Bupati Gumas Jaya S. Monong, SE., M.Si menyampaikan empat hal, yang pertama beliau mengucapkan selamat datang kepada peserta Napak Tilas Damai Tumbnag Anoi yang hadir di acara ini.

Kedua, beliau merasa bangga selaku tuan rumah, atas kebersamaan semua pihak sehingga kegiatan tersebut berjalan dengan baik, lancar dan sukses.

Ketiga, Bupati juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak khususnya Gubernur Kalimantan Tengah H. Sugianto Sabran, yang telah mendukung suksesnya kegiatan acara tersebut dengan baik.

Yang terakhir “Kami masih banyak kekurangan selaku tuan rumah, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada  peserta Seminar dan Ekspedisi Napak Tilas Damai Tumbang Anoi tahun 2019.            Ke depan tentunya kita akan perbaiki kelemahan kita,” tandasnya.

Seminar Internasional dan Ekspedisi Napak Tilas Damai Tumbang Anoi tidak berkaitan dengan muatan Politik

Seminar Internasional dan Ekspedisi Napak Tilas Damai Tumbang Anoi tidak berkaitan dengan muatan Politik

Gubernur Kalimantan Tengah H. Sugianto Sabran menabuhkan ketambung pada pembukaan Seminar Internasional dan Ekspedisi Napak Tilas Damai Tumbang Anoi 1894-2019 di Cagar Budaya Rumah Betang Damang Batu, Desa Tumbang Anoi

Acara pembukaan Seminar dan Napak Tilas Tumbang Anot Tahun 2019.

Gunung Mas – Dalam rangka Seminar Internasional dan Ekspedisi Napak Tilas Damai Tumbang Anoi 1894-2019 di Cagar Budaya Rumah Betang Damang Batu, Desa Tumbang Anoi Kecamatan Damang Batu Kabupaten Gunung Mas (Gumas) Provinsi Kalimantan Tengah 1894-2019, acara tersebut dibuka dengan resmi ditandai penabuhan ketambung  oleh Gubernur Kaliamantan Tengah H. Sugianto Sabran, Senin (22/7/2019) sore.

Peserta Seminar dan Napak Tilas Tumbang Anoi Tahun 2019 Manasai bersama di Halaman Betang Damang Batu, Snin (22/7/2019).

Hadir dalam kegiatan tersebut, Presiden Borneo Dayak Forum, Dato’Dr. Jeffry Kitingan beserta pengurus dan BDF dan rombongan, Sekretaris Jenderal Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) Yakobus Kumis, Bupati Gunung Mas Jaya S Monong, SE., M.Si, beserta forkompimda, para  Bupati/Wakil Bupati Se-Kalimantan Ketua DAD Provinsi Kalteng H. Agustiar Sabran Beserta jajaran Perngurus DAD, organisasi masyarakat (Ormas) dayak seluruh Kalimantan, dari tokoh Agama, Tokoh masyarakat serta undangan lainnya.

Dalam sambutan Gubernur Kalimantan Tengah H. Sugianto Sabran mengucapkan selamat datang kepada seluruh undangan yang hadir, bangsa-bangsa dayak yang lainnya, serta ucapan terima kasih kepada panitia lembaga dan organisasi dayak di seluruh Kaliamtan Tengah sehingga terselenggaranya acara Seminar Internasional dan Ekspedisi Napak Tilas Damai Tumbang Anoi.

“1894-2019 seratus dua puluh lima yang lalu bahwa acara perdamaian suku dayak kita bertemu kita bersatu, tidak ada lagi acara hakayau mangayau sehingga kita berkumpul dengan tujuan yang sama di jaman yang sudah serba modern. Pada hari ini kita bersam-sama kita harus bersatu, saling bahu membahu untuk harkat dan martabat bangsa dayak khususnya masyarakat Kalimatan,” ujarnya.

“Gubernur mengingatkan kegiatan ini tidak berkaitan dengan politik, pertemuan ini jangan sampai mencidrai pertemuan kita, supaya dalam kegiatan seminar menghasilkan yang terbaik, jangan cuma seminar jangan hanya ekspedisi, tetapi apa tuntutan kita sebagai bangsa dayak. Hasil dari kegiatan kita di Tumbang Anoi di bawa ke Presiden Republik Indonesia H. Ir. Joko Widodo supaya diajukan segera kita berbicara apa permintaan kita,” tandasnya.

Sementara itu, Presiden Majalis Adat Dayak Nasional,Drs. Cornelis, MH dalam sambutannya yang dibacakan oleh Sekretaris Jenderal Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) Yakobus Kumis menyampiakan, bangsa dayak adalah sebuah bangsa yang mendiami pulau borneo yang terdiri dari kurang lebih 405 sub suku yang tersebar di beberapa Negara seperti Indonesia, Sabah, Serawak Brunai Darussalam, bahkan Ras Dayak juga terdapat di beberapa Negara di luar pulau Kalimantan yakni di Madagaskar, Thailan, Filipina dan di China.

Begitu juga sebagai bangsa Dayak kita mesti bangga dan bersyukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena suku dayak berada di sebuah pulau yang kaya raya. Tidak ada gempa, tidak ada gunung merapi, tidak ada tsunami, budaya ter-unik di duni. Indah, penuh nilai dan makna. Sampai saat ini kita masih kokoh sebagai suku bangsa dayak meskipun kita terdiri kurang lebih 405 Sub Suku dengan agam berbeda, adat istiadat dan hukum adat yang berbeda.

“Lanjut Beliau sebagai bangsa Indonesia tentu kita sngat bagga, karena kita memiliki pancasila dan semboyan Bhineka Tunggal Ika. Pancasila bukan hanya sekedar idiolgi. Pancasila adalah saripati dari karifan loikal budaya-budaya yang ada di Indonesia,” ucanpnya.

Dalam laporan Ketua panitia Dr. Drs. Dagut H. Djunas, SH., MP mengatakan, ada tiga prioritas dalam kegiatan tersebut  adalah pengagas, perencana, pelaksana dan penyandang dana, pengagas pelaksana tidak di pungkiri bahwa yaitu pejabat tokoh adat tokoh masyarakat dan juga pejabat di Provinsi Kalimantan Barat. Yaitu Bapak Bupati Bengkayang.

Jumlah peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut sekitar lima ribu orang, yang paling banyak di luar Provinsi Kalimantan Tengah adalah peserta dari Provinsi Kalimantan Barat berjumlah tujuh ratus orang peserta.

“Kedepan kami akan buat dokumen ini, pada napak tilas tahun 2019, yaitu 125 tahun yang lewat, ini semua berjalan dengan kebersamaan masyarakat adat dayak, dan ini semua berjalan dengan kekompakaan  atas dukungan atas dedikasi atas pernyertaan dari Tuhan kita,” pungkasnya.