Bupati Sampaikan Jawaban Atas Pandangan Umum Fraksi-Fraksi

Bupati Sampaikan Jawaban Atas Pandangan Umum Fraksi-Fraksi

Bupati Gunung Mas Jaya Samaya Monong, SE., M.Si sampaikan jawaban atas pandangan umum Fraksi-fraksi pendukung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, di Ruang Sidan DPRD Kab. Gumas (30/10/2019).

Gunung Mas – Bupati Gunung Mas sampaikan jawaban atas pandangan umum Fraksi-fraksi pendukung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Gunung Mas (Gumas), terhadap 6 (enam) buah rancangan peraturan derah Kabupaten Gunung Mas masa persidangan I Tahun 2019 .

Bupati Gunung Mas Jaya Samaya Monong, SE., M.Si menyampaikan, pidato terhadap Fraksi Partai Nasdem-Hanura dan partai Gerakan Karya Bersatu, bahwa pandangan umum Fraksi-fraksi tersebut, kami dapat mengambil makna betapa besar dukungan Dewan terhadap 6 (enam) buah rancangan Peraturan Daerah yang akan dibahas bersama bertempat di ruang sidang DPRD Kabupaten Gunung Mas, Selasa (29/10/2019).

Lanjut dia dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), dari Fraksi Partai Golongan Karya, dari Partai Demokrat, dari Fraksi Partai Nasdem – Hanura, dari Fraksi Partai Gerakan Karya Bersatu, bahwa pandangan umum fraksi-fraksi tersebut, kami dapat mengambil makna betapa besar dukungan fraksi-fraksi pendukung dewan terhadap 6 (enam) buah rancangan Perturan Daerah yang akan dibahas bersama.

“Secara umum dan menyeluruh pandangan umum ke – 5 (lima) fraksi pendukung Dewan menyambut baik dan sependapat dengan pihak Eksekutif, untuk kami menyampaikan terima kasih,” ujarnya.

Ia mengatakan, Pemerintah Daerah berkomitmen untuk penetapan perangkat daerah sebagai upaya efisiensi perangkat dan efektivitas fungsi Perangkat Daerah berdasarkan ketentuan pasal 4 dan pasal 5 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 99 Tahun 2018.

Pemerintah Daerah meminta dukungan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Gunung Mas untuk ikut serta melakukan pengawasan secara komprehensif atas kinerja manajemaen Perusahaan Dearah Gunung Mas Perkasa yang baru.

“Sehubungan dengan hal tersebut, maka untuk melaksanakan ketentuan dalam peratuaran Perundang-undangan, Pemerintah Kabupaten Gunung Mas mengusulkan rancangan Peraturan Daerah tentang penyertaan modal sesuai ketentuan yang berlaku,” pungkasnya.

Germas Merupakan Salah Satu Wujud Dukungan Pemerintah Daerah

Germas Merupakan Salah Satu Wujud Dukungan Pemerintah Daerah

FOTO BERSAMA : Asisten I Setda Gumas Ambo Jabar didampingi Plt Sekretaris Dinkes Evenli, dan Plt Sekretaris BP3D Beben Martinus berfoto bersama dengan peserta, pada rapat penyusunan rencana operasional germas, di Ruang Rapat Lantai I Kantor Bupati, Rabu (30/10) pagi.

Guung Mas – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) melalui Tim Pembina Gerakan Masyarakat Hidup Sehat menggelar rapat penyusunan rencana operasional germas. Ini dilakukan sebagai wujud peran serta dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya di Kabupaten Gumas.

“Pelaksanaan penyusunan rencana operasional germas ini kita lakukan untuk meningkatkan kualitas pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), dalam hal ini khususnya bidang kesehatan,” ucap Asisten I Setda Gumas Ambo Jabar, di Ruang Rapat Lantai I Kantor Bupati, Rabu (30/10) pagi.

Dia menuturkan, germas merupakan salah satu wujud dukungan pemerintah daerah dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal, sehingga akan berdampak pada kesehatan yang terjaga, tercipta lingkungan yang bersih.

“Apabila dalam kondisi sehat, maka produktivitas masyarakat akan meningkat, dan menurunnya beban pembiayaan pelayanan kesehatan, karena meningkatnya penyakit dan pengeluaran kesehatan,” ujarnya.

Dia mengatakan, germas merupakan suatu tindakan sistematis dan terencana yang dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh komponen bangsa dengan kesadaran, kemauan, dan kemampuan berperilaku sehat, untuk meningkatkan kualitas hidup.

“Untuk itu, pelaksanaan germas harus dimulai dari keluarga, karena merupakan bagian terkecil dari masyarakat yang membentuk kepribadian,” tuturnya.

Melalui germas, lanjut dia, diharapkan seluruh lintas sektor dan lapisan masyarakat dapat bergandengan tangan untuk mewujudkan pola hidup sehat. Kepada SOPD yang tergabung dalam tim pembina germas, untuk merencanakan tindak lanjut germas tingkat kabupaten serta komitmennya dalam mendukung setiap tahap dan kegiatan.

“Kami harapkan dukungan seluruh lintas sektor serta komitmen semua dalam mendukung germas, dan menjadi sebuah pilihan dalam mewujudkan derajat kesehatan yang lebih baik,” terangnya.

Sementara itu, Plt Sekretaris BP3D Kabupaten Gumas Beben Martinus mengatakan, penyusunan rencana operasional germas ini bertujuan agar terlaksana penguatan kebijakan germas hidup sehat di lintas sektor, mensinergikan program dan upaya pembinaan, serta pengembangan pelaksanaan germas.

“Kegiatan rencana operasional germas ini diikuti oleh peserta sebanyak 33 orang, yang terdiri dari lintas sektor di Pemkab Gumas,” pungkasnya.

CU Central Borneo Ini Bersumber Dari Swadaya Anggota

CU Central Borneo Ini Bersumber Dari Swadaya Anggota

FOTO BERSAMA : Fasilitator dan Penggagas CU Central Borneo Yepta Diharja, Riro Harianto, Yepta H Jinal, Mitra Tanjung, Evandi, Untung Jaya Bangas, Six Crown, Riky Wardianto,  Andika Saputra, Kaperdo, Bripka E.M Hutauruk, Antony L Jaga, berfoto bersama usai kegiatan strategis planning dan lokakarya pembentukan koperasi keuangan di Kabupaten Gumas, di Ruang Rapat Lantai I Kantor Bupati, Senin (28/10).

Gunung Mas – Credit Union (CU) Central Borneo yang baru saja didirikan dengan slogan Kapakat Manggatang Pambelum, menggelar kegiatan strategis planning dan lokakarya pembentukan koperasi keuangan di Kabupaten Gunung Mas (Gumas).

“Lokakarya ini bertujuan untuk menggali isu-isu strategis dengan melakukan analisis melalui diskusi, sehingga menghasilkan kesepakatan bersama untuk mendirikan koperasi keuangan di Kabupaten Gumas,” ucap salah satu penggagas CU Central Borneo Yepta Diharja, Selasa (29/10).

Dia menuturkan, isu-isu strategis tersebut yakni berkaitan dengan peningkatan kualitas, kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM), agar memiliki daya saing dalam pengelolaan Sumber Daya Alam (SDM), untuk memenuhi kesejahteraan hidup masyarakat.

“Diskusi ini kita anggap perlu sebagai upaya membangun kegiatan usaha bersama dan mandiri dalam wadah koperasi, agar dapat berkelanjutan melakukan kegiatan pelatihan dan pendampingan, untuk meningkatkan SDM tanpa harus bergantung dengan pihak lain,” ujarnya.

Sebagai upaya membangun kegiatan usaha bersama dan mandiri dalam wadah koperasi, lanjut dia, dibentuk koperasi keuangan yakni CU Central Borneo, yang berorientasi pada peningkatan kapasitas dan kualitas anggota, bukan pada hasil investasi atau bunga simpanan.

“Dalam pembentukan CU Central Borneo ini, kita memiliki misi meningkatkan kapasitas dan kualitas SDM anggota, melalui pendidikan dan pelatihan untuk terwujud kesejahteraan bersama. Sedangkan visi, menjadikan CU yang berbasis pemberdayaan masyarakat, berintegritas, mandiri, dan berkelanjutan,” tegasnya.

Dia menuturkan, modal awal kapitalisasi koperasi keuangan CU Central Borneo ini bersumber dari swadaya anggota dalam bentuk simpanan yang dikelola dalam bentuk pinjaman, dan hasilnya sebagian besar digunakan untuk pemberdayaan SDM anggota.

“Dari 44 orang yang sudah terdaftar sebagai anggota CU Central Borneo, telah terkumpul modal awal sebesar Rp 1 Miliar,” tukasnya.

Visi       : Credit Union berbasis pemberdayaan masyarakat, berintegritas, mandiri, dan berkelanjutan.
Slogan : Kapakat Manggatang Pambelum.

SDM Pemuda Menjadi Handal, Harus Bisa Diraih Melalui Pendidikan

SDM Pemuda Menjadi Handal, Harus Bisa Diraih Melalui Pendidikan

FOTO BERSAMA : Kepala Kesbangpol Kabupaten Gumas Tasa Torang, didampingi Sekretaris Gantian Pasti, Kabid Politik dan Kemasyarakatan Supervisi Budi, dan Plt Kabid Ketahanan Ideologi Bangsa Sampung P Tambunan, berfoto bersama dengan peserta IKBAB dan dan Peringatan HSP ke 91 Tingkat Provinsi Kalteng tahun 2019 di Kota Nanga Bulik, Kabupaten Lamandau, Senin (28/10).

Gunung Mas – Puluhan peserta yang merupakan para pemuda dari Kabupaten Gunung Mas (Gumas) mengikuti peringatan Ikrar Bersama Anak Bangsa (IKBAB) dan Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke 91 Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) tahun 2019, di Kota Nanga Bulik, Kabupaten Lamandau, yang dihadiri oleh Gubernur Kalteng Sugianto Sabran.

Sebelum upacara peringatan IKBAB dan HSP ke 91, dilakukan pencerahan kebangsaan pada Minggu (27/10) di GPU Lantang Torang. Dengan pembicara, yakni Gubernur Kalteng Sugianto Sabran, Bupati Kotawaringin Barat Hj Nurhidayah, dan Danrem 102/Panju Panjung Kolonel Arm Saiful Rizal.

“Peringatan IKBAB dan HSP ke 91 ini, harus kita maknai dengan sungguh sungguh. Dimana, para pemuda di Provinsi Kalteng, khususnya di Kabupaten Gumas harus bisa berperan serta dalam menggerakkan roda pembangunan,” ucap Kepala Kesbangpol Kabupaten Gumas Tasa Torang, Selasa (29/10).

Untuk memajukan suatu daerah, terutama Kabupaten Gumas, lanjut dia, dibutuhkan peran aktif pemuda sebagai penggerak pembangunan. Untuk itu, mulai dari sekarang mereka harus mempersiapkan diri dengan membekali sumber daya manusia (SDM) yang handal.

”Agar SDM pemuda menjadi handal, harus bisa diraih melalui pendidikan, sehingga menghasilkan pemuda yang terampil, berwawasan dan berkarakter,” ujarnya.

Dia pun berpesan, kepada seluruh pemuda Kabupaten Gumas, agar jangan coba-coba kompromi dengan barang haram narkoba, minuman keras (miras), judi dan penyakit masyarakat lainnya. Kebiasaan seperti itu hanya akan merusak masa depan pemuda itu sendiri.

”Jauhi narkoba, miras, judi dan lainnya. Masa depan yang cerah hanya bisa dicapai melalui pendidikan. Untuk itu, pemuda kita harus cerdas, terampil dan berkarakter sebagai motor pembangunan,” tukasnya.

Usai upacara peringatan IKBAB dan HSP ke 91, dilakukan penanaman pohon dari masing-masing Kabupaten/Kota. Ini sebagai wujud persatuan dan kesatuan para pemuda se Provinsi Kalteng.

Program Pamsimas III, Akan Mampu Menghasilkan Infrastruktur Air Minum dan Sanitasi

Program Pamsimas III, Akan Mampu Menghasilkan Infrastruktur Air Minum dan Sanitasi

ARAHAN : Asisten II Setda Gumas Yohanes Tuah didampingi Plt Sekretaris BP3D Beben Martinus memberikan arahan pada sosialisasi pamsimas III tahun 2019 tingkat Kabupaten Gumas, di Aula Kantor BP3D setempat, Senin (28/10) pagi.

Gunung Mas – Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (BP3D) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) menggelar sosialisasi Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) III tahun 2016-2019. Ini merupakan kelanjutan program pamsimas I (2008-2012) dan pamsimas II (2013-2016).

Berfoto bersama usai pembukaan Sosialisasi pamsimas III.

“Sosialisasi pamsimas III ini bertujuan untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap air minum dan sanitasi yang berkelanjutan, di wilayah desa dan pinggiran kota,” ucap Asisten II Setda Gumas Yohanes Tuah, di Aula Kantor BP3D setempat, Senin (28/10) pagi.

Dia mengatakan, pamsimas III merupakan instrumen pelaksanaan dua agenda nasional, untuk meningkatkan cakupan penduduk terhadap pelayanan air minum dan sanitasi layak berkelanjutan yakni, air bersih untuk rakyat serta sanitasi total berbasis masyarakat.

“Melalui program ini, akan mampu menghasilkan infrastruktur air minum dan sanitasi berskala kecil dengan pembiayaan yang relatif rendah dan kualitas konstruksi yang baik. Untuk itu, para pelaku program diharapkan dapat meningkatkan dampak positif yang dihasilkan dari program pamsimas,” ujarnya.

Dia menuturkan, sasaran yang ingin dicapai melalui program pamsimas III adalah, tambahan penduduk mengakses sarana air minum aman dan berkelanjutan, mengakses sanitasi yang baik, masyarakat desa  mampu menerapkan program stop buang air besar sembarangan (SBS), mengadopsi perilaku program cuci tangan pakai sabun (CTPS).

“Kami juga ingin Pemerintah Kabupaten (Pemkab) memiliki dokumen perencanaan daerah bidang air minum dan sanitasi, serta mempunyai peningkatan di bidang air minum dan sanitasi,” terangnya.

Ada beberapa strategi yang diterapkan dalam program Pamsimas III, yakni mengubah perilaku masyarakat untuk hidup bersih dan sehat melalui pembangunan sistem penyediaan air minum (SPAM) dan sanitasi berbasis masyarakat, mengarusutamakan pendekatan penbangunan berbasis masyatakat dalam pembangunan SPAM dan sanitasi, serta penguatan peran pemerintah desa untuk membina dan mengawasi penyelenggaraan SPAM, meliputi pengembangan dan pengelolaan termasuk dukungan pembiayaan.

“Kontribusi desa-desa, masyarakat, serta pihak-pihak yang peduli dengan air minum dan sanitasi sangat diharapkan untuk dapat menyukseskan program pamsimas III,” tuturnya.

Sementara itu, Plt Sekretaris BP3D Kabupaten Gumas Beben Martinus mengatakan, program pamsimas III bertujuan untuk meningkatkan jumlah masyarakat kurang terlayani termasuk berpendapatan rendah di wilayah pedesaan, sehingga dapat mengakses pelayanan air minum dan sanitasi 100 persen yang berkelanjutan.

“Selain itu, untuk meningkatkan penerapan nilai-nilai dan perilaku hidup bersih dan sehat, dalam rangka pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan,” katanya.

Dia menambahkan, ada beberapa kriteria desa sasaran program pamsimas III, yakni belum pernah mendapatkan program pamsimas, cakupan akses air minum aman masih rendah, cakupan akses sanitasi layak masih rendah, prevalensi penyakit diare yang ditularkan melalui air dan lingkungan masih tergolong tinggi, memiliki potensi sumber air baku.

“Sejauh ini, antusias desa dalam mengikuti program pamsimas ini cukup besar. Bagu desa-desa yang berminat untuk mengikuti program ini, harus dapat mengikuti semua aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat, terkait persyaratan yang diperlukan untuk dapat mengikuti program ini,” tukasnya.