MTQ XV Peserta Kafilah  Kecamatan Kurun, Keluar Sebagai Juara umum

MTQ XV Peserta Kafilah Kecamatan Kurun, Keluar Sebagai Juara umum

SERAHKAN : Asisten II Setda Gunung Mas Ir. Yohanes Tuah, M.Si menyerahkan piala kepada Camat Kurun Holten, dimana Kecamatan Kurun berhasil meraih jauara umum pada pelaksanaan MTQ ke XV Kabupaten Gunung Mas tahun 2019, di Halaman Masjid Agung Darun Najah, Kamis (15/11) malam.

Gunung Mas – Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-15 tingkat Kabupaten Gunung Mas (Gumas) resmi ditutup pada Kamis Malam (14/11) di Halaman Mesjid Darun Najah. Penutupan ini ditandai dengan penekanan sirene oleh yang mewakili Bupati Asisten Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Gunung Mas Ir. Yohanes Tuah, M.Si didampingi unsur Forkopimda dan Ketua LPTQ Kab. Gumas Drs. H. Muhamad Rusdi.

MTQ ke – 15 tingkat Kabupaten Gunung Mas ini telah berlangsung selama dari 10-14 November resmi ditutup. Keluar sebagai juara umum adalah kafilah dari Kecamatan Kurun, disusil Kecamatan Damang Batu, Sepang, Manuhing Tewah, Kahayan Hulu Utara dan Rungan Barat.

“Saya mengucapkan selamat kepada pemenang semua cabang lomba Musabaqah Tilawatil Quran yang ke – 15 ini. namun harapan saya jangan puas sampai di sini, melainkan lebih berupaya semaksimal mungkin agar dapat meraih hasil yangh lebih baik lagi pada kesempatan mendatang,” ucap Yohanes Tuah.

Lanjut dia sudah merupakan komitmen pemerintah mendukung kegiatan MTQ baik tingkat Kecamatan, Kabupaten, Provinsi sampai ke tingkat Nasional bahkan tingkat Internasional.

“Saya atas nama Pemerintah Kabupaten Gunung Mas, mengucapkan terima kasih kepada segenap panitia penyelenggara yang telah melaksanakan MTQ ini dengan sebaik-baiknya. MTQ tahun ini dilaksanakan di lokasi Masjid Agung Darun Najah Kaula Kurun,” tandasnya.

Sementara itu, ketua  Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kabupaten Gunung Mas HM Rusdi mengimbau seluruh pihak khususnya kaum muslimin, agar kegiatan seperti ini hendaknya didukung, sehingga baca tulis Alquran dan seni budaya islam lainnya dapat berkembang dan dipertahankan masyarakat.

Secara khusus saya mengucapkan selamat atas keberhasilan dan prestasi yang telah diraih oleh para peserta terbaik semoga prestasi tersebut dapat dipertahankan dan ditingkatkan dengan berlatih secara terus-menerus, sehingga dapat mengikuti jenjang yang lebih tinggi.

“Kepada para peserta diharapkan juga dapat menjadi inspirasi, teladan, atau contoh generasi muada dan masyarakat lainnya,” pungkasnya.

Gizi Menentukan Kualitas Sumber Daya Manusia

Gizi Menentukan Kualitas Sumber Daya Manusia

ARAHAN : Kepala BP3D Kabupaten Gunung Mas Salampak Kunom didampingi Kabid Ekonomi, Sosial, Budaya Iis Yukensi, ketika memberikan arahan pada rapat sinkronisasi dan harmonisasi pencapaian target RAD pangan dan gizi Kabupaten Gunung Mas tahun 2019, di Aula BP3D, Kamis (14/11/2019).

Gunung Mas – Badan Perencanaan,  Penelitian dan Pengembangan Dearah (BP3D) Kabupaten Gunung Mas, melalui Bidang Ekonomi dan Sosial Budaya menggelar acara kegiatan Sinkronisasi dan Harmonisasi Percepatan Pencapaian Target Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi rapat evaluasi RAD pangan  dan gizi.

“Gizi memiliki peranan penting dalam pembangunan, hubungan gizi dengan pembangunan bersifat timbal balik, artinya bahwa gizi akan menentukan keberhasilan suatu bangsa, begitu pula sebaliknya kondisi suatu bangsa dapat mempengaruhi status gizi masyarakat,” ujar Kepala PB3D Salampak Haris saat memimpin rapat di Aula BP3D, Kamis (15/11/2019).

Pangan dan gizi sangat menentukan kualitas sumber daya manusia Gunung Mas dimasa mendatang dan berpengaruh terhadap kemampuan daya saing masyarakat Gunung Mas baik di tingkat lokal, regional, nasional maupun global, Ketidak mampuan memenuhi kebutuhan pangan dalam rumah tangga terutama pada ibu hamil dan anak balita terutama 1.000 hari pertama kehidupan akan berakibat pada kekurangan gizi yang berdampak pada lahirnya generasi muda yang tidak berkualitas.

Lanjut dia melihat permasalahan pangan dan gizi di Kabupaten Gunung Mas, perlu melakukan percepatan pengurangan masalah gizi melalui aksi bersama yang terkoordinir untuk menurunkan segera prevensi kurang gizi, gizi buruk, balita pendek (stunting), prevalensibalita kurus (wasting), obesitas (kelebihan berat badan), peningkatan kesehatan ibu dan remaja, serta peningkatan ketersediaan dan aksesibilitasterhadap pangan.

“Untuk mengatasi masalah tersebut, maka saat ini pembangunan dan perbaikan gizi dilaksanakan secara multi sektor mulai dari aspek produksi pangan, distribusi, keterjangkauan, kosumsi sampai pada aspek kandungan gizi dan pemanfaatan yang mempengaruhi status gizi,” tuturnya.

Dia mengakui untuk mengatasi rencanan aksi ini, terdapat berbagai pihak perangkat daerah, diantaranya perbaikan gizi masyarakat, melibatkan Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, RSUD Kuala Kurun, Dinas Sosial.

“Ditambahkannya oleh sebab itu, kegiatan pemantauan dan evaluasi merupakan tahap akhir untuk menilai apakah sebuah kebijakan dan program dilaksanakan dan mencapai tujuan yang diharapkan atau tidak,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia juga sebagai Kepala Bidang (kabid) Ekonomi, Sosial, Budaya Iis Yukensi mengatakan rapat ini bertujuan untuk berbagai informasi progres dan kendala program dalam pelaksanaan RAD pangan dan gizi, memperoleh masukan dari SOPD terkait untuk penyempurnaan RAD pangan dan gizi daerah tahun 2019-2024.

Rapat ini diikuti oleh pejabat Eselon II,III dan IV dari SKPD yang terkait dengan RAD pangan dan gizi di Kabupaten Gunung Mas. Sedangkan narasumber dari pihak BP3D, Dinas Kesehatan,” tandasnya.