Mendeteksi Secara Dini Keadaan Daerah Terkait Masuknya Pendatang Baru

Mendeteksi Secara Dini Keadaan Daerah Terkait Masuknya Pendatang Baru

Mendeteksi Secara Dini Keadaan Daerah Terkait Masuknya Pendatang Baru

FOTO BERSAMA: Usai kegiatan rapat Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) foto bersama Kepala Badan Kesbangpol, Drs. Tasa Torang batik orange, ketua dan pengurus FKDM dan anggota di aula Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Gunung Mas, Kamis (11/7/2019).

Suasanan rapat Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), Kamis (12/7).

Gunung Mas – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Gunung Mas, menggelar Rapat Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), yang dilaksanakan di Aula Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, Kamis (11/7/2019) pagi.

Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Gunung Mas Drs. Tasa Torang, didampingi Sekban Drs. Gantian Pasti, Ketua FKDM Kabupaten Gunung Mas Antony L. Djaga, anggota FKDM, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda serta undangan lainnya.

Pelaksanaan rapat koordinasi tersebut dilaksanakan untuk optimalisasi fungsi FKDM di Kabupaten Gunung Mas guna meningkatkan kesadaran anggota FKDM untuk melaporkan situasi dan kondisi daerah terkait ancaman dan gangguan daerah yang bisa muncul kapan saja di suatu daerah atau wilayah tersebut.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Drs. Tasa Torang menjelaskan, terkait masuknya jaringan teroris di wilayah Kecamatan Tewah sudah dilakukan penangkapan terduga teroris sebanyak 13 orang di Losmen Trias Sari oleh anggota Polsek Tewah, Polres Gunung Mas dan dibantu oleh tim Gegana dan Brimob Polda Kalteng dan langsung diamankan di Polres Gumas pada hari senin tanggal 10 Juni 2019 di Kelurahan Tewah Kecamatan Tewah.

Diberangkatkan ke Polda Kalteng pada hari selasa tanggal 11 Juni 2019 pada pukul 12.15 wib yang dipimpin langsung oleh Kapolres Gunung Mas AKBP Yudi Yuliandin, S.I.K., M.Si dan di iringi oleh tim Gegana dan Brimob Polda Kalteng selama perjalan dari Kuala Kurun ke Palangka Raya.

Tujuan rapat tersebut untuk mengatasi persoalan-persoalan selam ini, bagaimana mendeteksi secara dini keadaan daerah terkait masuknya pendatang baru, mempersiapkan Kabupaten Gunung Mas supaya tidak kacau.

Sebagai tindak lanjut dari rapat FKDM akan disampaikan laporan kepada Bupati Gunung Mas        atas nama Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Gunung Mas.

Kegiatan Bursa Inovasi Desa Dapat Memberikan Manfaat Bagi Pembangunan di Desa

Kegiatan Bursa Inovasi Desa Dapat Memberikan Manfaat Bagi Pembangunan di Desa

Kegiatan Bursa Inovasi Desa Dapat Memberikan Manfaat Bagi Pembangunan di Desa

PEMUKULAN GONG: Bupati Gunung Mas Jaya S Monong memukul Gong telah dibuka kegiatan Bursa Inovasi Desa, didampingi Sekdis Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Kalteng, Eka Dyan Satya Hadi, ujung kiri batik biru. Pabung 1016/PLK Mayor Inpantri Catur Prasetio Nugroho, yang mewakili Polres Gumas, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kab. Gumas Yulius Agau dua dari kiri, Camat Sepang Rosalia, Camat Kurun Holten. Plt. Camat Mihing Raya Hulnan Turung, ujung kanan. 

ARAHAN: Bupati Gunung Mas Jaya S Monong menyampaikan arahan pada saat Pembuakaan kegiatan Bursa Inovasi Desa di GPU Tampung Penyang Kuala Kurun (11/7/2019) pagi.

Gunung Mas – Bupati Gunung Mas Jaya S. Monong, SE., M.Si membuka kegiatan Bursa Inovasi Desa (BID) Cluster I Kabupaten Gunung Mas (Kurun, Mihing Raya dan Sepang) tahun 2019 di GPU Tampung Penyang Kuala Kurun, (11/7/2019) pagi.

Dalam arahannya menuturkan, Bursa Inovasi Desa merupakan sebuah forum penyebaran dan pertukaran inisiatif atau inovasi masyarakat yang berkembang di desa-desa. Kegiatan BID dapat diselenggarakan di tingkat Kecamatan sebagai kegiatan peluncuran untuk mendukung pelaksanaan inovasi desa sebagai wahana pertukaran pengetahuan dan inovasi desa.

Maksud diselenggarakannya BID untuk menjembatani kebutuhan Pemerintah Desa akan pilihan solusi bagi penyelesaian masalah, serta inisiatif atau alternatif kegiatan pembagunan desa dalam rangka pembangunan dana desa yang lebih efektif dan inovatif.

“Selanjutnya dikatakan Jaya S. Monong, kegiatan semacam ini tidak hanya bersifat seremonial saja tetapi mempunyai target yang harus dicapai, bapak, ibu yang hadir dalam kesempatan ini agar betul-betul dan dipraktekan di desanya masing-masing memberikan keuntungan bagi warganya,” ujarnya.

Apa yang dibicarakan kita pada hari ini suatu saat pasti akan saya cek langsung kelapangan bagaimana sejauh mana  target capaiannya.

“Saya berharap kegiatan bursa inovasi desa ini dapat memberikan manfaat bagi pembangunan di desa. Dengan demikian diharapkan Kepala Desa dan perengkat desa dapat menggunakan dana desa untuk mendorong produktivitas dan pertumbuhan ekonomi perdesaan serta pembangunan kapasitas desa,” ungkap Jaya S. Monong.

Bupati Gunung Mas Jaya S. Monong menambahkan, dalam setiap penggunaan dana desa Kades dan perangkatnya jangan terfokus kepada infrastruktur saja, pilih salah satu sesuai dengan daerah itu, potensi yang ada tentunya menyesuaikan anggaran dan itu betul-betul ditekuni sampai berhasil. Dana desa dan dana lain yang tidak mengikat tersalurkan dan tepat sasaran.

Tujuan dari kegiatan tersebut, pertama untuk memperkenalkan inisiatif atau inovasi masyarakat yang berkembang di desa-desa. Kedua meningkatkan kualitas penggunaan dana desa, ketiga untuk menjembatani kebutuhan pemerintah desa akan solusi bagi penyelesaiaan masalah, serta menjadi inisiatif  dan alternatif  kegiatan pembangunan dana desa yang lebih efektif dan inovatif.

HUT Bhayangkara ke-73, Semangat Promoter Pengabdian Polri Untuk Masyarakat

HUT Bhayangkara ke-73, Semangat Promoter Pengabdian Polri Untuk Masyarakat

HUT Bhayangkara ke-73, Semangat Promoter Pengabdian Polri Untuk Masyarakat

FOTO BERSAMA: Usai Upacara HUT Ke- 73, Bupati Gunung Mas Jaya S. Monong, bersama dengan Kapolres Gunung Mas AKBP. Yudi Yuliandin, S.I.K., M.Si dengan pimpinan Pertikal, beserta dengan jajaran Polres Gumas.

Bupati Gunung Mas Jaya S Monong saat pemasangan satya lencana kepada jajaran Polres Gunung Mas pada saat HUT ke- 73 Bhayangkara Polres Gunung Mas, Rabu (10/2019).

Bupati Gunung Mas Jaya S. Monong saat melakukan penyiraman air kembang kepada personel Polres Gunung Mas yang naik pangkat di halaman Polsek Kurun, Rabu (10/7/2019).

Gunung Mas – Bupati Gunung Mas menghadiri HUT Ke-73 Bhayangkara tahun 2019, di halaman Polsek Kurun Jalan Patendu No. 108 Kuala Kurun, Rabu (10/7/2019) pagi.

Dengan mengusung tema “Dengan Semangat Promoter, Pengabdian POLRI untuk Masyarakat, Bangsa dan Negaara.

Kapolres Gunung Mas AKBP. Yudi Yuliandin, S.I.K., M.Si saat membacakan pidato Presiden RI Ir. H. Joko Widodo menyampaikan, kerja keras dan pengabdian Polri, telah dirasakan hasilnya oleh seluruh masyarakat Indonesia. Situasi dalam negeri sepanjang tahun 2018 dan 2019 terpelihara dengan baik.

Selanjutnya dalam pengelolaan organisasi, Polri telah meningkatkan akuntabilitas dan transparansi, laporan keuangan Polri meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian dari Badan Pemeriksaan Keuangan selama 6 tahun berturut-turut.

“Berbagai capaian tersebut saya harapkan tidak membuat institusi Polri cepat berpuas diri. Namun sebaliknya, menjadi motivasi dan inspirasi untuk terus meningkatkan kinerja dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” uajarnya.

Saat upacara usai dia menambahkan, terkait acara tambahan pemberian penghargaan kepada Babinkamtibmas terbaik, terutama untuk merangsang mereka, para Babinkamtibmas kita ini supaya lebih aktif lagi mendekat kepada masyarakat, berbaur dengan masyarakat serta dengan semangat promoter pelayanan kepada masyarakat bangsa dan negara lebih maksimal lagi.

Kemudian hadiah yang diberikan kepada siskamling juga memberikan rangsangan kepada mereka, kepada masyarakat supaya lebih aktif lagi. Karena seluruh tugas ini tidak bisa kita laksanakan dengan sepenuhnya oleh Polri tanpa dukungan masyarakat lebih jauh kita tidak ada apa-apanya.

Harapannya supaya membuat pos kamling – pos kamling yang lain yang belum ada ataupun belum maksimal, agar bisa diperankan lagi secara maksimal, dengan adanya pos kamling yang ada ditempat kita persatuan dan kesatuan akan semakin terjalin dengan baik.

Jaya S. Monong mengucapkan Selamat HUT Bhayangkara ke-73 pada jajaran Polres        Gunung Mas.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Kapolres Gunung Mas dan jajarannya, yang telah melakukan penilaian untuk pos kamling kita yang mendapat penghargaan yang terbaik, tentunya harapan kita ke depan melalui penilaian yang telah dilakukan, supaya tetap di pertahankan lagi, fungsi dari siskamling kita,” harapannya.

Tutrut hadir Ketua Pengadilan Negeri Kabupaten Gunung Mas Darminto Hutasoit, S.H, MH, Ketua Pengadilan Agama Aliudin, Pabung 1016/PLK Mayor Catur Prasetio Nugroho, yang mewakili Kejari Gunung Mas Kasi Datun Hamidun, SH, Camat Kurun Holten, SE, Kapolsek Se Kabupaten Gunung Mas, Tokoh Masyarakat tokoh Agama, serta undangan lainnya.

Keluarga Salah Satu Sumber Kekuatan

Keluarga Salah Satu Sumber Kekuatan

Keluarga Salah Satu Sumber Kekuatan

Bupati Gunung Mas Jaya S Monong, didampingi isteri Ny. Mimie  Mariatie Jaya S Monong, bersama Sekda Provinsi Kalimanatan Tengan Fahrizal Fitri.

Bupati Gunung Mas (Gumas) Jaya S. Monong menginginkan semua keluarga di Gumas adalah keluarga yang terencana, keluarga yang bahagia.

“Perencanaan dalam membangun keluarga itu sangat penting untuk mewujudkan keluarga yang bahagia. Kalau terencana, semuanya akan lebih mudah, semuanya akan menjadi baik,” kata  Jaya S. Monong dibincangi Minggu (7/7),  terkait kehadirannya pada puncak Hari Keluarga Nasional     ke-26 di kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Sabtu (6/7/2019).

Bupati Gumas Jaya S. Monong menuturkan, perencanaan keluarga diawali saat pasangan suami isteri memulai hidup baru dengan merencanakan jumlah kelahiran. Jumlah kelahiran yang direncanakan akan mewujudkan ibu yang sehat serta anak yang juga sehat dan cerdas.

“Dia menjelaskan, tidak masalah anak lebih dari dua, asalkan diatur, dan saat hamil, asupan gizi untuk ibu hamil tercukupi dengan baik. Begitu juga halnya saat anak lahir, asupan gizinya terpenuhi dengan baik agar anak menjadi sehat dan pintar, sesuai dambaan suami isteri,” tukas Jaya.

Tidak hanya mengatur kelahiran, dia juga menginginkan keluarga-keluarga di Gumas dapat memiliki ketahanan keluarga yang baik serta keluarga yang sejahtera.

“Ketahanan keluarga di dalamnya ada kemampuan mental spiritual, ada sumber daya manusia yang baik yang didapat melalui pendidikan serta kesejahteraan keluarga yang didapat melalui kegiatan usaha yang dilakukan suami istri. Kami (Jaya-Efrensia) menginginkan keluarga-keluarga di Gunung Mas menjadi keluarga yang sehat, sejahtera, baik sumber daya manusianya, baik pula kehidupan spiritualnya,” ujarnya.

Sementara itu, Kadis Pengendalian Penduduk dan KB Isaskar menyatakan keluarga salah satu sumber kekuatan untuk membangun Gumas.

“Kemajuan Daerah ini tidak terlepas dari peranan keluarga. Keluarga yang sehat, keluarga dengan sumber daya manusia serta kehidupan spiritual yang baik menjadi motor penggerak  peningkatan kemajuan Gunung Mas. Melalui program Keluarga Berencana, keluarga yang sehat dan sejahtera akan terwujud,” pungkas Isaskar.

Tenaga Kesehatan di Gumas Tetap Menjaga Profesionalisme

Tenaga Kesehatan di Gumas Tetap Menjaga Profesionalisme

Tenaga Kesehatan di Gumas Tetap Menjaga Profesionalisme

Gunung Mas – Kepala Dinas Kesehatan (Kadinskes) Kabupaten Gunung Mas (Kab. Gumas) dr. Maria Efianti mengharapkan tenaga kesehatan di Gumas  bekerja dengan tulus, iklas dan bahagia.

“Teman-teman tenaga kesehatan sudah memilih profesi sebagai tenaga kesehatan, maka jalankan tugas dan kewajiban dengan disiplin, kesabaran, cinta kasih, keikhlasan, ketulusan dan bahagia,” kata Maria, Senin (8/7/2019).

“Kalau tugas dan kewajiban dikerjakan dengan bahagia, pasiennya pun akan bahagia dan mendapatkan kembali kesehatannya, karena kesehatan pasien selain dari obat juga dari sikap dan tutur kata tenaga kesehatan yang baik,” ujar dr. Maria Efianti.

Yang tidak boleh dilupakan oleh tenaga kesehatan di Gumas, lanjut pejabat yang dekat dengan media, harus tetap menjaga profesionalisme. Tenaga kesehatan harus bekerja  secara profesional sesuai dengan standar yang ada.

“Menjaga profesionalisme dengan terus menerus mengupdate pengetahuan dan keterampilan karena untuk tenaga kesehatan ada yang namanya registrasi yang dilakukan tiap periode tertentu,” imbuhnya.

Untuk bisa teregistrasi sebagai tenaga kesehatan, lanjut dia, ada beberapa ranah yang harus dipenuhi antara lain ranah pengabdian, ranah pengetahuan yang di dalamnya termasuk pendidikan berkelanjutan dengan mengikuti seminar, workshop, pelatihan dan sebagainya.

Menyoal jumlah tenaga kesehatan di Gumas, mantan Direktur BLUD RSUD Kurun itu menuturkan tenaga kesehatan PNS (Pegawai Negeri Sipil) ada lebih 500  orang, dan tenaga kesehatan PTT (Pegawai Tidak Tetap) 300 orang lebih. Puskesmas ada 17. Puskesmas rawat inap ada 6, yakni di Sepang, Kampuri, Tewah, Tumbang Miri, Tumbang Talaken dan Tumbang Jutuh. Pustu (Puskesmas Pembantu) ada 46, serta Polindes (Pondok Bersalin Desa) dan Poskesdes (Pos Kesehatan Desa).

“Peningkatan sarana prasarana kesehatan tiap tahun kita lakukan. Sarana prasarana yang ada kita pelihara, kalau memungkinkan dikembangkan. Daerah yang belum ada sarana prasarana kesehatannya akan dibangun. Peralatan kesehatan yang ada kita lakukan pemeliharaan serta kalibrasi, dan pengadaan untuk peralatan kesehatan yang masih kurang,” pungkasnya.