by Muhammad Fiqri Baihaqi | Oct 2, 2018 |
Gunung Mas – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) melaksanakan pelatihan Tim pelaksana inovasi desa (TPID) tahun 2018, yang diikuti oleh 63 orang, terdiri dari seluruh TPID se kabupaten.
”Pelatihan ini kita lakukan untuk meningkatkan kualitas penggunaan dana desa melalui kegiatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat yang inovatif, untuk kebutuhan masyarakat, serta membangun kapasitas yang mandiri,” ucap Kepala DPMD Kabupaten Gumas Yulius Agau, Minggu (1/10) malam.
Menurut dia, TPID merupakan pelaksana kegiatan Pengelolaan Pengetahuan Inovasi Desa (PPID) di kecamatan dan berkedudukan di kecamatan. Ini merupakan kelompok masyarakat yang memiliki minat besar dalam pengembangan kegiatan, fasilitas, Sumber Daya Manusia (SDM), dan praktik cerdas di wilayahnya.
”TPID ini dipilih melalui forum masyarakat di kecamatan dan dikukuhkan oleh Bupati melalui Surat Keputusan (SK). Mereka nantinya yang akan mengelola dana bantuan dari pemerintah,” ujarnya.
Dia menuturkan, beberapa kriteria untuk menjadi TPID, yakni tidak terdaftar dalam pengurus dari partai politik, tidak sedang menjabat sebagai staf desa dan kecamatan, memiliki dedikasi terhadap pembangunan desa dan kawasan, diutamakan masyarakat yang memiliki kreatifitas dalam pembangunan desa, berasal dari tokoh masyarakat yang mengutamakan keterwakilan perempuan.
”TPID bertugas menerima, menyalurkan, dan mempertanggungjawabkan dana operasional kegiatan inovasi, fasilitasi pertemuan musyawarah masyarakat, fasilitasi tahapan pelaksanaan pengelolaan inovasi desa, lakukan monitoring dan evaluasi hasil komitmen yang dilakukan oleh desa, serta membuat laporan kegiatan dan keuangan PPID dan P2KTD,” terangnya
Sementara itu, Ketua Panitia yang juga Sekretaris DPMD Jepin mengatakan pelatihan TPID ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas penggunaan dana desa, serta penguatan kapasitas SDM terutama aparatur desa dalam kemampuan tata kelola desa. (arm)
by Muhammad Fiqri Baihaqi | Oct 2, 2018 |
Gunung Mas – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Gunung Mas menggelar Rapat Koordinasi Kabupaten (RAKORKAB) I PGRI Gunung Mas Tahun 2018 kegiatan diselenggarakan di Aula SLBN 1 Kurun, Senin (01/10/2018) pagi. “Dengan tema membangkitkan kesadaran kratif Guru dalam meningkatkan mutu Pendidikan”.

Adapun peserta yang hadir seluruh pengurus cabang PGRI dari 12 Kecamatan se Kabupaten Gunung Mas masing-msing 3 orang untuk mengikuti rapat koordinasi dimaksud.
Kepala Dinas Pendidikan Drs. Rusdi mengatakan, dengan diadakan program-program yang ditawarkan ataupun yang akan dibahas nanti oleh PGRI, supaya mampu untuk memberikan kontribusi terutama didalam dunia Pendidikan khusnya di Kabupaten Gunung Mas.
“Sampai saat ini, Kontribusi PGRI berjalan belum maksimal, tetapi mulai saat ini PGRI sendiri sudah melaksanakan rapat-rapat koordinasi dalam rangka membangkitkan kesadaran kratif guru, untuk meningkatkan mutu Pendidikan dan membangun suatu kebersamaan dalam menjalankan tugas mereka,” kata Drs. Rusdi.
Organisasi Guru harus tumbuh besar, dalam membangun kekompakan, bangunkan kerjasama, bangunkan dalam hal Visi Misi sehingga dengan adanya suatu kekompakan, maka PGRI di Kabupaten Gunung Mas bisa lebih maju dan menjadi lebih besar.

Ketua PGRI Brikson, M.Pd menjelaskan PGRI tahun 2017 dapat penghargaan dari pengurus besar PGRI pusat, dan ini tetep kita pertahankan semoga di tahun 2018 juga pada saat rapat koordinasi di pusat semua kita berharap masih diberikan lagi penghargaan. Ini yang ingin kami sampaikan kepada teman-teman, membangun kekompakan, membangun kebersamaan, sebagai wujut untuk memajukan PGRI di Kabupaten Gunung Mas.
“Dalam rangkaian kegiatan rapat koordinasi kali ini, yang pertama dalam waktu yang akan datang peserta dari PGRI itu sendiri akan mengikuti Porseni PGRI tingkat Provinsi. Ada beberapa cabang lomba yang diikuti oleh anggota PGRI, kedua kita ingin pengurus-pengurus cabang di Kecamatan segera membentuk ranting-ranting PGRI di sekolah-sekolah sehingga dari akar ke pusat itu bisa berjalan seiring, semua program yang di canangkan oleh pusat bisa tersalur ke daerah dengan baik,” ucap Brikson, M.Pd.
Press Release Bidang Pengelolaan Informasi Publik.
by Muhammad Fiqri Baihaqi | Oct 2, 2018 |
Gunung Mas – Pemkab dan DPRD Gunung Mas menyepakati dan menandatangani nota kesepakatan, terkait Kebijakan Umum dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah tahun 2018.

Turut hadir Bupati Gunung Mas Drs. Arton S. Dohong, Katua DPRD Drs. Gumer, Wakil Katua Punding Merang, S.Sos, Anggota DPRD, Sedak Gunung Mas Drs. Yansiterson, M.Si, Asiten I Drs. Ambo Jabar, Asiten II Ir. Yohanes Tuah, M.Si, Asisten III Agung, SE, yang mewakili Kapolres Gunung Mas, Kepala OPD, serta undangan lainnya.
Penandatangan itu dilakukan dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Gunung Mas dengan agenda penandatangan nota kesepakatan bersama tentang KUA dan PPAS APBD-P 2018, dan Pidato Pengantar Bupati terhadap Rancangan Perubahan APBD Tahun 2018, di Ruang Sidang Paripurna DPRD, Senin (01/10/2018) pagi.
Bupati Gunung Mas dalam Sambutanya mengatakan, rencana APBD-P 2018 terjadi penurunan pendapatan yang semula Rp. 1.170.839.364.639,10 menjadi Rp. 1.069.233.165.582,30 atau turun 8,68 persen. Sedangkan belanja mencapai Rp. 1.072.000.241.234.16, artinya, Kabupaten Gunung Mas mengalami defisit pendapatan sebesar Rp. 2.767.075.651,86.
“Perlu kami jelaskan disini, bahwa tareget pajak Daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan Kekayaan Daerah yang dipisahkan mengalami kenaikan target dan lain-lain pendapatan asli daerah yang sah mengalami penurunan dari target semula, sehingga untuk target pendapatan asli daerah bertambah dari target semula,” pungkanya.

Dana perimbangan semula ditargetkan sebesar Rp.984.862.135.237,10 setelah perubahan menjadi Rp.871.105.567.567.522,00 berkurang sebesar Rp.113.756.715,10 atau turun 11,55 persen ditargetkan sebesar Rp.99.390.833.237,10 setelah perubahan menjadi Rp.81.124.165.522,00 berkurang sebesar Rp.18.266.667.715,10 turun 18,38 persen.
“Bupati Gunung Mas mengatakan, untuk mengatasi defisit ini Pemerintah Kabupaten Gunung Mas berupaya melakukan penambahan target dari pendapatan Asli Daerah (PAD) dan lain-lain pendapatan daerah yang sah, merasionalisasikan belanja SOPD, serta menunda beberapa kegiatan yang masih terlaksana,” terangnya.
Target pendapatan, belanja dan pembiayaan sebagaimana yang saya uraikan tadi, menurut hemat kami, sudah disusun secara realitis sesuai potensi dan kondisi riilnya masing-masing, sehingga dapat kita cermati, kita bahas dan kita tetapkan bersama, pada saatnya nanti.
“Pada kesempatan ini, besar harapan kami semoga Rancangan Peraturan Daerah tentang perubahan APBD tahun Anggaran 2018 yang kami sampaikan ini, selanjutnya dapat dibahas dan disepakati, dalam waktu yang relatif cukup, untuk pelaksanaan kegiatan selanjutnya,”tutup Drs. Arton S. Dohong.
Press Release Bidang Pengelolaan Informasi Publik.
by Muhammad Fiqri Baihaqi | Oct 1, 2018 |
Gunung Mas – Tepat Hari ini Bangsa Indonesia memperingati Hari Kesaktian Pancasila Pemerintah Kabupaten Gunung Mas (Gumas) menggelar Upacara Gabungan di halaman Kantor Bupati Gunung Mas, Senin (1/9/2019). Yang diikuti oleh ASN, TNI, POLRI di lingkungan Kabupaten Gunung Mas.

Sekda Gunung Mas Drs. Yansiterson, M.Si yang mewakil Bupati, sebagai Inspektur upacara pada Hari Kesaktian Pancasila, serta dihadri Ketua DPRD Kabupaten Gunung Mas Drs. Gumer, Wakil Ketua Punding Merang, S.Sos, Kapolres Gunung Mas AKBP Yudi Yuliandin, Danramil Kurun Kapten Infantri M Ayuff, Asisten, Staf Ahli Bupati Gunung Mas, Kepala OPD dilingkup Kabupaten Gunung Mas, serta undangan laiinya.
Upacara memasuki prosesi mengheningkan cipta dan teks pancasila yang dipimpin langsung oleh Sekda Gunung Mas.
Dalam upacara peringatan hari Hari Kesaktian Pancasila tersebut sekda mengatakan, melalui momen ini mari kita memperkuat komitmen untuk mempertahankan Pancasila, Pancasila juga membentangi masyarakat Indonesia dari perpecahan dan sekaligus untuk menangkal idiologi alternatif yang mudah masuk karena lemahnya pemahaman masyarakat,” tuturnya.
Sehingga NKRI tetap utuh dan tidak ada lagi pihak-pihak yang ingin mengganti Pancasila, kita akan kehilangan dan kemungkinan besar akan mengalami suatu keretakan dalam menyambut hari depan Indonesia. Masyarakat harus yakin pada diri sendiri bahwa hanya Pancasila yang ada di Indonesia ini menjadi persamaan untuk merekatkan bangsa ini dan mampu menolak paham radikal,” pungkasnya.
Press Release Bidang Pengelolaan Informasi Publik.