Tertibnya administrasi kependudukan, berkewajiban memberikan perlindungan dan pengakuan terhadap penentuan status pribadi dan status hukum

Tertibnya administrasi kependudukan, berkewajiban memberikan perlindungan dan pengakuan terhadap penentuan status pribadi dan status hukum

Tertibnya administrasi kependudukan, berkewajiban memberikan perlindungan dan pengakuan terhadap penentuan status pribadi dan status hukum

ARAHAN: Sekda Gunung Mas Drs. Yansiterson, M.Si menyampaikan sambutan tertulis Bupati pada acara Sosialisasi Kebijakan Kependudukan di Aula GPU Damang Batu, Senin (29/7/2019).

LAPORAN: Kadis Dukcapil Drs. Barthel, SE., M.Si saat menyampaikan laporannya pada acara pembukaan Sosialisasi Kebijakan Kependudukan

Gunung Mas – Pemerintah Kabupaten Gunung Mas (Gumas), melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Gunung Mas, menggelar sosialisasi kebijakan kependukan yang diikuti oleh Camat, Damang, Kepala Adat, Lurah, Sekretaris Lurah, Kepala Desa dan Para Operator Dukcapil Kecamatan masing-masing dari 12 Kecamatan se-Kabupaten Gunung Mas yang berjumlah 400 orang, bertempat di Aula GPU Damang Batu, Senin (29/2019).

Kegiatan tersebut bertujuan untuk mewujudkan tertibnya administrasi kependudukan, pada hakikatnya berkewajiban memberikan perlindungan dan pengakuan terhadap penentuan status pribadi dan status hukum atas peristiwa kependudukan dan peristiwa penting yang dialami oleh penduduk itu sendiri, termasuk bagi setiap penduduk di Kabupaten Gunung Mas.

Dalam sambutan tertulis Bupati Gumas Jaya S. Monong, SE., M.Si yang dibacakan oleh Sekda Gumas Drs. Yansiterson, M.Si menyampaikan, terkait ini semua ada beberapa hal yang harus saya sampaikan, pertama Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan pada pasal 79A “Pengurusan dan penerbitan dokumen Kependudukan tidak dipungut biaya.” Ini mohon jadi perhatian kita bersama.

Kedua, salah satu tugas kita bersama (terutama pada perangkat Desa) agar betul-betul menata kembali administrasi data kependudukannya. Ketiga, saya memahami tugas-tugas Bapak/Ibu yang hadir sebagai peserta saat ini. Keempat, terkait dengan kelahiran dan kematian, jika ada yang lahir pihak keluarganya untuk segera menguruskan Akta Kelahiran. Jangan buru-buru, kalau masuk taman kanak-kanak atau sekolah dasar, baru menguruskan Akta Kelelahiran.

Kelima, Dinas Dukcapil Saya perintahkan untuk mengkoordinir dan melakukan inovasi jemput bola, setiap ada orang yang lahir atau meninggal dunia dalam satu desa, harus segera ditertibkan Akta Kelahiran atau Kematiannya.

“Menurutnya mulai saat ini, dengan berdasarkan data pemilihan pada saat pilpres, segera dicermati siapa-siapa yang belum masuk tapi memang penduduk asli dan menetap di desa/kelurahan itu, atau yang sudah meninggal agar segera dikeluarkan dari daftar pemilih, sebagai bahan bila saatnnya dilakukan pemutakhiran data oleh KPU, kita sudah siap,” jelasnya.

Ia berpesan sudah saatnya untuk memiliki KTP, supaya segera dibuatkan KTP-nya dan lain-lain kegiatan, peristiwa kependudukan yang perlu segera diselesaikan cepat, tidak perlu berlama-lama.

“Beliau berharap kepada seluruh peserta kegiatan sosialisasi agar betul-betul mengikutinya sampai selesai. Jangan disia-siakan kesempatan ini, saya minta jika ada yang kurang jelas atau kurang paham, tanyakan kepada Narasumbernya,” pungkasnya.

Pungsi dari FKDM mendeteksi gangguan keamanan dalam Daerah sebelum terjadi konplik

Pungsi dari FKDM mendeteksi gangguan keamanan dalam Daerah sebelum terjadi konplik

Pungsi dari FKDM mendeteksi gangguan keamanan dalam Daerah sebelum terjadi konplik

Kepala Kesbangpol Kabupaten Gunung Mas Drs. Tasa Torang menyampaikan Sambutannya pada rapat Koordinasi dalam rangka optimalisasi fungsi forum kewaspadaan dini (FKDM) bertempat di Aula GPU Tampung Penyang Kuala Kurun, Jumat (26/7/2019). 

FOTO BERSAMA: Peserta rapat Koordinasi dalam rangka optimalisasi fungsi forum kewaspadaan dini (FKDM), Jumat (26/7). 

Gunung Mas – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Gunung Mas, menggelar rapat Koordinasi dalam rangka optimalisasi fungsi forum kewaspadaan dini (FKDM) yang diikuti 36 orang peserta dari FKDM Kecamatan dan tingkat Kabupaten bertempat di Aula GPU Tampung Penyang Kuala Kurun, Jumat (26/7/2019) pagi.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Drs. Tasa Torang dalam sambutannya menyampaikan, fungsi forum kewaspadaan dini masyarakat (FKDM) di Kabupaten Gunung Mas diharapkan Anggota FKDM agar melaporkan situasi dan kondisi daerah terkait ancaman serta mampu menjadi ujung tombak dalam pengumpulan informasi.

Kegiatan pertemuan rapat koordinasi dalam rangka optimalisasi fungsi forum kewaspadaan dini masyarakat (FKDM) di Kabupaten Gunung Mas, agar anggota FKDM dapat membantu Pemerintah Daerah untuk menyaring, menampung, mengkoordinasikan data dan informasi.

Diharapkan pula FKDM baik tingkat Kecamatan ataupun Kabupaten dapat terus membantu dalam memelihara keamanan dan ketertiban serta mampu mendeteksi gangguan keamanan dalam daerah sebelum terjadi konplik khusnya di dalam daerah anggota FKDM masing-masing.

“Di Pundak anggota FKDM sekalian, maka tugas kalian melapoorkan mengenai situasi dan kondisi Daerah terkait potensi ancaman dan gangguan dan keamanan ikut bertanggung jawab untuk dapat membantu aparat untuk menjaga keamanan dan ketertiban di daerah wilayah Kabupaten Gunung Mas,” katanya.

Di akhir sambutannya, beliau menghimbau dan berpesan kepada anggota FKDM dan peserta kegiatan pertama ikutilah kegiatan ini dengan sungguh-sungguh karena kita mempunyai kewajiban melindungi masyarakat, menjaga persatuan, kesatuan dan kerukunan Negara. Kedua peserta dan masyarakat mempunyai tugas yang sama untuk dapat membantu Pemerintah Daerah dalam mendeteksi seacara dini keadaan daerah sebelum terjadi konplik.

Sebelumnya, Kepala Bidang Kewaspadaan, Kesbangpol Kabupaten Gunung Mas sebagai ketua panitia, Priesmelyn, S.Sos dalam laporannya menyampaikan, diselenggarakannya kegiatan tersebut adalah dalam rangka optimalisasi fungsi forum kewaspadaan dini masyarakat FKDM di Kabupaten Gunung Mas Tahun 2019. Penyelenggaraan kegiantan ini dimaksudkan agar nantinya FKDM mampu memberikan wadah bagi elemen masyarakat yang dibentuk dalam rangka untuk menjaga dan memelihara kewaspadaan dini masyarakat.

“Membantu pencegahaan awal terhadap ancaman di daerahny, dan sebagai mata dan telinga serta membantu penyelenggaraan Pemerintah Daerah, dengan cara melaporkan keadaan situasi dan kondisi daerah terkait ancaman dan ganggunan keamanan kepada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Gunung Mas,” tuturnya.

Sebagai narasumber  Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Gunung Mas Drs. Tasa Torang, Kabid. Pengelolaan Konplik dan Kewaspadaan Kesbangpol Prov. Kalteng Jhoni Sonder, S.STP, M.Si Kasi Intelijen Hendry Elenmoris. T, S.H dan sebagai Moderator Drs. Anthoni L. Djaga.

Perpustakaan Desa dan Sekolah Berperan Penting Meningkatkan Minat Budaya Baca

Perpustakaan Desa dan Sekolah Berperan Penting Meningkatkan Minat Budaya Baca

Perpustakaan Desa dan Sekolah Berperan Penting Meningkatkan Minat Budaya Baca

Pembukaan pelatihan Pengelolaan Perpustakaan Sekolah dan Desa   Se – Kabupaten Gunung Mas Tahun 2019  bertempat di Aula GPU Tampung Penyang Kuala Kurun, Kamis (25/7). 

Gunung Mas – Sekda Gunung Mas Drs. Yansiterson, M.Si mewakili Bupati Gunung Mas resmi membuka acara pembukaan pelatihan pengelolaan perpustakaan sekolah dan desa se-Kabupaten Gunung Mas Tahun 2019 di Aula GPU Tampung Penyang Kamis, (25/7/2019) pagi.

Dimana, pembukaan pelatihan pengelolaan perpustakaan ini dihadiri Sekretaris Perpustakaan dan Kearsipan Tinjek, S.Pd, narasumber dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Tengah Lilie dan Shofiahtul Azkiyah, SIP, dan para pejabat eselon II dan III dilingkungan Kabupaten Gunung Mas, 50 peserta pelatihan serta panitia pelatihan.

Dalam sambutan Bupati Gunung Mas yang dalam hal ini yang dibacakan oleh Sekda Gunung Mas Drs. Yansiterson, M.Si menyampaikan, sesuai dengan amanat Pembukaan UUD 1945 dan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan, bahwasanya pembinaan dan pengembangan perpustakaan merupakan hal yang penting untuk dilaksanakan secara berkelanjutan, sehingga upaya Pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan Bangsa melalui Perpustakaan bisa dicapai dan diwujudkan.

“Oleh karena itu, sangatlah perlu bagi mereka untuk dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan Pengelolaan Perpustakaan yang baik dan benar,” ujarnya.

Perpustakaan ke depan harus lebih maju lagi dalam mendukung pelaksanaan pendidikan dalam arti seluas-luasnya, baik di lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat.

Menurutnya perlu diketahui bahwa Perpustakaan Desa menempati posisi yang strategis dalam mendukung peningkatan SDM masyarakat pedesaan dan juga merupakan sarana peningkatan kualitas SDM yang mudah dijangkau oleh masyarakat desa.

“Para pengelola Perpustakaan Desa dan Sekolah diharapkan untuk terus berinovasi, melakukan berbagai langkah strategis, guna membantu mengatasi salah satu permasalahan pokok di Kabupaten Gunung Mas, yaitu meningkatkan kualitas sumber daya manusia, melalui perannya sebagai motor penggerak budaya baca,” terangnya.

Beliau menambahkan, budaya dan minat baca ada sesuatu yang tidak nyambung dalam proses itu, siapa yang menggunakan perpustakaan kalau minat dan budaya bacanya belum berjalan dengan baik, jadi harus beriring. Kalau minat dan budaya bacanya berkembang  dengan sedemikian rupa tidak didukung dengan perpustakaan juga sama atau sebaliknya perpustakaan kita siap buku-buku berkualitas siap tapi minat baca tidak berjalan sama saja jadi bagaikan dua hal yang harus dibenahi bersama-sama.

“Kepada peserta Pelatihan, saya mengharapkan dapat kegiatan ini dengan sungguh-sungguh, terapkan ilmu yang di dapat untuk mengembangkan pengelolaan Perpustakaan Desa dan Sekolah, serta layani pengguna perpustakaan dengan penuh kesabaran dan pengabdian. Pada saat ini pesertanya masih lima puluh orang ke depan saya berharap kita punya 127 desa dan kelurahan belum lagi kalau kita lihat berapa sekolah yang harus punya perpustakaan, tetapi ini tidak bisa kita jangkau sekaligus,” tandasnya.

Sementara itu Plt. Kepala Dinsa Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gunung Mas Salampak Haris, S.Sos dalam laporannya yang disampaikan Sekretaris Perpustakaan dan Kearsipan Tinjek, S.Pd menyampaikan, bahwa tujuan Pelatihan Perpustakaan Desa dan Sekolah untuk meningkatkan kapasitas, kualitas, peran, dan fungsi Pengelola Perpustakaan Sekolah dan Desa di dalam menumbuh kembangkan budaya gemar membaca bagi peserta didik dan masyarakat melalui pengelolaan Perpustakaan yang baik dan benar.

“Pelaksanaan Pelatihan Pengelolaan Perpustakaan dilaksanakan selama 2 (dua) dari tanggal 25 Juli s/d 26 Juli 2019, di ikuti oleh 50 peserta dari pengelola Perpustakaan Desa dan Sekolah di Kabupaten Gunung Mas. Materi Pelatihan yang akan diberikan Narasumber dari Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Kalimantan Tengah yaitu Pengantar Ilmu Perpustakaan, Katalogisasi, Klasifikasi, dan Pelayanan Bahan Pustaka,” pungkasnya.

Kabupaten Gunung Mas berkomitmen memberikan keterbukaan informasi publik kepada masyarakat

Kabupaten Gunung Mas berkomitmen memberikan keterbukaan informasi publik kepada masyarakat

Kabupaten Gunung Mas berkomitmen memberikan keterbukaan informasi publik kepada masyarakat

Pemaparan Badan Publik di Prov. Kalteng digelar di Hotel Luwansa, Rabu (24/7).

Gunung Mas Palangka Raya – 6 dari 14 Kabupaten/Kota di Kalimantan Tengah masuk nominasi dalam penilaian akhir keterbukaan informasi publik. 6 Kabupaten/Kota itu antara lain : Kabupaten Gunung Mas, Kabupaten Pulang Pisau, Kabupaten Kapuas, Kabupaten Murung Raya, Kabupaten Kotawaringin Barat, dan Kota Palangka Raya.

“Penilaian keterbukaan informasi publik ini terdiri dari 3 bagian, ada Kabupaten/Kota, Instansi Vertikal dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Dari 14 Kabupaten/Kota di Kalteng, ada 6 nominasi yang masuk dalam penilaian akhir, jadi istilahnya penilaian tingkat akhir yang dilaksanakan dengan cara paparan oleh atasan pejabat PPID utama,” jelas Kadis Kominfo Prov. Kalteng Ir. Herson B. Aden, M.Si selaku pelaksana kegiatan.

Komitmen terhadap keterbukaan informasi publik ditunjukkan dengan hadirnya para atasan pejabat PPID utama untuk melakukan paparan terkait komitmen, koordinasi dan inovasi, bertempat di Hotel Luwansa, Jalan. G. Obos, Kota Palangka Raya, Rabu (24/7/2019).

Kabupaten Gunung Mas dihadiri oleh Wakil Bupati untuk melakukan paparan, Kota Palangka Raya diwakilkan oleh Sekda, Kabupaten Kotawaringin Barat oleh Sekda, Kabupaten Kapuas oleh Kadis Kominfo, Kabupaten Murung Raya oleh Asisten I, serta Kabupaten Pulang Pisau oleh Asisten I. Bupati Pulang Pisau dan Kapuas bahkan melakukan video call untuk menyampaikan komitmennya terhadap keterbukaan informasi publik.

Kadis Kominfo Prov. Kalteng menyampaikan bahwa kehadiran para atasan pejabat PPID utama ini menggambarkan adanya komitmen yang tinggi terhadap keterbukaan informasi publik.

“Salah satu Kabupaten yaitu Gunung Mas itu langsung dihadiri oleh Wakil Bupati, ini menggambarkan adanya komitmen yang tinggi Kabupaten Gunung Mas dalam memberikan keterbukaan informasi publik kepada masyarakat, dan ini juga diharapkan diikuti oleh Kabupaten-Kabupaten lain,” ucap Herson.

Kadis kominfo berharap pada penilaian di tahun 2020, baik Instansi Vertikal, Kabupaten/Kota dan Pemprov. Kalteng agar dapat mempersiapkan diri dalam pelaksanaan visitasi dan monitoring evaluasi agar nantinya menghasilkan badan publik yang masuk dalam kategori yang informatif.

Ini pesan Bupati Sanggau kepada generasi Muda Dayak

Ini pesan Bupati Sanggau kepada generasi Muda Dayak

Ini pesan Bupati Sanggau kepada generasi Muda Dayak

Bupati Sanggau Paolus Hadi tiga dari kanan, Wakil Bupati Sanggau Yohanes Ontot dua dari kanan, Kepala Dinas Pendidikan Kalteng Dr. H. Slamet Winaryo, M.Si empat dari kiri, Kepala Ombudman RI Kalteng Thoeseng T.T Asang tiga dari kiri. 

Gunung Mas – Bupati Sanggau Paolus Hadi dan Wakil Bupati Sanggau Yohanes Ontot saat   menghadiri Pertemuan Seminar International dan Ekspedisi Napak Tilas Tumbang Anoi  22 – 24 Juli 2019 di Desa Tumbang Anoi Kecamatan Damang Batu Kabupaten Gunung Mas (Gumas), Provinsi Kalimantan Tengah, Senin (22/7/2019).

Bupati Sanggau Paolus Hadi didampingi Wakil Bupati Sanggau, saat dibincangi awak media Beliau mengungkapkan, jumlah rombongan yang ikut Napak Tilas Tumbang Anoi sekitar 102 (seratus dua) orang, terkait kunjungan mereka karena adanya tali persaudaraan.

Selanjutnya, kita juga melihat mendengar bagaimana orang tua kita dulu ratusan tahun yang lalau, bisa datang ke Tumbang Anoi mereka membuat perdamaian, kita ingin melihat betul bagaimana Tumbang Anoi dan tentunya dengan kita bisa datang kesini merasakan bagaimana sebagai orang dayak yang dulu bisa berdamai.

“Pesan untuk generasi muda yang pertama saya selalu berpikir kita tidak boleh melupakan sejarah, karena sejarah itu melahirkan kita-kita ini,  untuk kaum muda ayo tarsus gali sejarah kita di Tumbang Anoi ini,  hebatnya orang tua kita dulu pada ratusan tahun yang lalu bisa berkumpul sehingga semangat mereka itu mendorong mereka ke Tumbang Anoi, bisa berdamai satu dengan yang lainnya tidak ada lagi kayau mengayau saling potong kepala,” pungkasnya.

Ada Empat hal yang disampaikan Bupati pada Acara Napak tilas Tumbang Anoi

Ada Empat hal yang disampaikan Bupati pada Acara Napak tilas Tumbang Anoi

Ada Empat hal yang disampaikan Bupati pada Acara Napak tilas Tumbang Anoi

Gubernur Kalteng H. Sugianto Sabran menyerahkan bantuan alat hand traktor kepada  desa Tumbang Anoi yang diterima oleh Bupati Gunung Mas Jaya S Monong.

Gunung Mas – Bupati Gunung (Gumas) Mas Jaya S. Monong, SE., M.Si menghadiri Seminar Internasional dan Ekspedisi Napak Tilas di Desa Tumbang Anoi Kecamatan Damang Batu Kabupaten Gumas, Provinsi Kalimantan Tengah, Senin (22/7/2019).

Hadir dalam kegiatan tersebut, Presiden Borneo Dayak Forum, Dato’Dr. Jeffry Kitingan beserta pengurus BDF dan rombongan, Sekretaris Jenderal Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) Yakobus Kumis, Bupati Gumas Jaya S. Monong, SE., M.Si, beserta Forkompimda, para  Bupati/Wakil Bupati se-Kalimantan, Ketua DAD Provinsi Kalteng H. Agustiar Sabran beserta jajaran perngurus DAD, Organisasi Masyarakat (Ormas) dayak seluruh Kalimantan, dari tokoh Agama, Tokoh masyarakat serta undangan lainnya.

Dalam sambutan Bupati Gumas Jaya S. Monong, SE., M.Si menyampaikan empat hal, yang pertama beliau mengucapkan selamat datang kepada peserta Napak Tilas Damai Tumbnag Anoi yang hadir di acara ini.

Kedua, beliau merasa bangga selaku tuan rumah, atas kebersamaan semua pihak sehingga kegiatan tersebut berjalan dengan baik, lancar dan sukses.

Ketiga, Bupati juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak khususnya Gubernur Kalimantan Tengah H. Sugianto Sabran, yang telah mendukung suksesnya kegiatan acara tersebut dengan baik.

Yang terakhir “Kami masih banyak kekurangan selaku tuan rumah, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada  peserta Seminar dan Ekspedisi Napak Tilas Damai Tumbang Anoi tahun 2019.            Ke depan tentunya kita akan perbaiki kelemahan kita,” tandasnya.