Bank Kalteng Berbagi Bersama Anak Yatim dan Lansia

Bank Kalteng Berbagi Bersama Anak Yatim dan Lansia

FOTO : Keluarga besar PT. Bank Pembangunan Kalteng Cabang Kuala Kurun berbagi berkah Ramadan 1442 Hijiriah sekaligus menyantuni anak yatim piatu serta Lansia di Masjid Nurul Yakin Kuala Kurun, Kamis (7/5/2021).

Kuala Kurun gunungmaskab.go.id – PT. Bank Pembangunan Kalteng Cabang Kuala Kurun mengadakan kegiatan berbagi berkah Ramadhan 1442 Hijriah kepada anak yatim piatu dan lansia di Masjid Nurul Yakin Kuala Kurun.

Bantuan yang diberikan berupa lima puluh paket sembako beserta uang tunai berjumlah lima juta rupiah yang diserahkan langsung oleh pimpinan Bank Kalteng cabang Kuala Kurun Empas S. Umar beserta jajarannya, Kamis (7/5/2021) kemarin.

Empas S. Umar mengatakan “Kegiatan ini rutin setiap tahun dilakukan sebagai agenda penyaluran program dana zakat pekerja Bank Kalteng,” ujarnya.

Menurutnya, Bank Kalteng adalah bank komersial yang akan selalu berbagi dengan sesama melalui program CSR nya.

Program ini ditujukan untuk membantu masyarakat yang kurang beruntung dan masih terhimpit kesusahan indahnya kebersamaan berbagi untuk yang layak menerima “BERBAGI BERKAH”.

Selama kegiatan berlangsung tetap menerapkan protokol kesehatan.

Stop Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

Stop Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

Gambar Ilustrasi.

Kuala Kurun gunungmaskab.go.id – Maraknya tindak kekerasan perempuan dan anak bukan merupakan persoalan individu saja, tapi hal ini sudah menjadi persoalan bangsa.

FOTO : Rayani Kepala Bidang Perlindungan Hak Perempuan, Perlindungan Khusus Anak dan Pemenuhan Hak Anak DP2KBP3A Gumas.

Kuala Kurun gunungmaskab.go.id – Maraknya tindak kekerasan perempuan dan anak bukan merupakan persoalan individu saja, tapi hal ini sudah menjadi persoalan bangsa. “Mengingat dampaknya sangat buruk bagi korban, bukan saja secara fisik tapi juga secara psikologis,” ujar Rayani Kepala Bidang Perlindungan Hak Perempuan, Perlindungan Khusus Anak dan Pemenuhan Hak Anak (DP2KBP3A) Gumas saat dibincangi awak media, Jumat (7/5/2021).

Pertimbangan UU No.35 Tahun 2014 adalah Negara kesatuan Republik Indonesia menjamin kesejahteraan tiap warga negaranya, termasuk perlindungan hak anak yang merupakan HAM, setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang serta perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi dan ikut berpartisipasi, anak sebagai tunas, potensi dan generasi muda penerus cita-cita perjuangan bangsa memiliki peran strategis, ciri dan sifat khusus sehingga wajib dilindungi dari segala bentuk perlakuan tidak manusiawi yang mengakibatkan terjadinya pelaksanaan HAK, dalam rangkameningkatkan perlindungan terhadap anak perlu dilakukan penyelesaian terhadap beberapa ketentuan dalam UU No 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Perlindungan Perempuan dan Anak adalah segala upaya ditujukan untuk melindungi perempuan dananak serta memberikan rasa aman dalam pemenuhan hak-haknya dengan memberikanperhatian yang konsisten dan sistematis yang ditujukan untuk mencapaikesetaraan gender.

Menurutnya Perlindungan Perempuan dan Anak adalah segala upaya ditujukan untuk melindungi perempuan dan anak serta memberikan rasa aman dalam pemenuhan hak-haknya dengan memberikan perhatian yang konsisten dan sistematis yang ditujukan untuk mencapai kesetaraan gender. “Perempuan dan anak adalah pilar dalam hubungan suatu bangsa. Maka sudah seharusnya kita lindungi. Jika kita selamatkan 1 perempuan 1 anak, maka kita sudah selamatkan masa depan suatu bangsa,” ungkapnya.

Dia menambahkan, lembaga pelayanan yang ada di Gunung Mas P2TP2A (Pusat PelayananTerpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak) adalah pusat pelayanan dengan kontak person  082252168457 (Apriana) yang terintegrasi dalam upaya pemberdayaan perempuan di berbagai bidang pembangunan,serta perlindungan perempuan dan anak dari berbagai jenis diskriminasi, dan tindak Kekerasan, termasuk perdagangan orang yang dibentuk oleh pemerintah atau berbasis masyarakat. PUSPAGA (Pusat Pembelajaran Keluarga) memberikan pendampingan kepada keluarga yang tidak terkait kasus kekerasan demi mencegah terjadinya pelanggaran pada pemenuhan hak anak dan kekerasan dalam rumah tangga dan dapat menghubungi kontak person 082148881499 (Lulu) apabila butuh pendampingan.

Dengan adanya jaminan perundang-undangan yang melindungi warga Negara khususnya perempuan dan anak, karena kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak selama ini bertambah tidak menurun seperti fenomena gunung es, yaitu kasus yang dilaporkan ke lembaga perlindungan perempuan dan anak hanya sebagian kecil dari kasus yang sebenarnya. Perempuan dan anak korban kekerasan merasa takut dan ragu dalam melaporkan kekerasan yang dialaminya.

“Namun ada kendala lain seperti sulitnya akses dalam menjangkau layanan dan kurangnya informasi tentang hak-hak yang dimiliki karena sebagian besar perempuan dan anak berasal dari keluarga miskin dan kurang mampu sehingga perlu dilakukan pendampingan, biaya pendampingan dan konsultasi hukum mahal,” tandasnya.

Polisi Apresiasi Kepatuhan Warga Kuala Kurun Patuhi Prokes

Polisi Apresiasi Kepatuhan Warga Kuala Kurun Patuhi Prokes

FOTO : Tim gabungan yang terdiri dari jajaran personel TNI/Polri, Satpol PP dan Dinas Perhubungan Gunung Mas saat mensosialisasikan kepatuhan jalankan Prokes, Kamis (6/5/2021).

Kuala Kurun gunungmaskab.go.id – Kepala Satuan Sabhara Polres Gunung Mas, Iptu Muludin pimpin sosialisasi dan penegakan protokol kesehatan (Prokes) pencegahan Covid-19 di Kuala Kurun, Kamis (6/5/2021).

Kegiatan tersebut melibatkan sejumlah personel gabungan, seperti TNI/Polri, Satpol PP dan Dinas Perhubungan Gunung Mas.

Ketika dimintai komentarnya, Iptu Muludin mengaku bangga sekaligus mengapresiasi tingginya tingkat kepatuhan masyarakat Kuala Kurun menjalankan Prokes.

“Sepanjang kegiatan, kami tidak menemui adanya masyarakat yang melanggar Prokes. Semua pengendara terlihat menggunakan masker semua. Kita cukup bangga dan mengapresiasi,” ujarnya.

Selain menegakan aturan Prokes, pihaknya juga tidak bosan-bosannya mensosialisasikan kepatuhan Prokes pencegahan Covid-19.

“Salah satu langkah yang kita lakukan, yaitu mengedepankan upaya pencegahan melalui peningkatan kesadaran masyarakat,” katanya.

Berdasarkan fakta di lapangan, Iptu Muludin menilai masyarakat Kuala Kurun telah patuh mentaati himbauan 3M, yaitu mencuci tangan, menjaga jarak dan memakai masker saat bepergian.

“Semoga dengan tingginya kepatuhan warga masyarakat, kasus Covid-19 dapat ditekan,” tegasnya.

Dirinya berharap, masyarakat selalu mematuhi aturan dan mendukung langkah kebijakan pemerintah dalam memutus mata rantai Covid-19.

“Upaya pemerintah untuk melawan Covid-19 tidak akan pernah berhasil jika masyarakatnya tidak mendukung. Sebab itu, selalu patuhi aturan dan tunda mudik lebaran Idul Fitri tahun ini,” pesan Iptu Muludin.

Bupati Gunung Mas Tinjau Posko Penyekatan Larangan Mudik Lebaran 2021

Bupati Gunung Mas Tinjau Posko Penyekatan Larangan Mudik Lebaran 2021

Sepang Kota gunungmaskab.go.id – Bupati Gunung Mas Jaya Samaya Monong bersama Forkopimda  meninjau posko bembatasan penyekatan jalan larangan mudik di desa Sepang Kota Kecamatan Sepang yang merupakan perbatasan dengan Kabupaten Pulang Pisau.

Larangan sementara mobilitas mudik lebaran menjelang Hari Raya Idul Fitri, Tahun 1442 H di Kabupaten Gunung Mas (Gumas), Sudah dimulai dari tanggal 6 Mei hingga 17 Mei Tahun 2021, bagi Masyarakat dan Aparatur Sipil Negara (ASN).

Keterangan gambar: Bupati Gunung Mas Jaya Samaya Monong menyerahkan parcel lebaran kepada Kapolsek Sepang Iptu Sugiharso.

“Peniadaan Mudik ini, berdasarkan surat edaran pemerintah daerah tentang larangan mudik, dimana sebagai bentuk pengendalian penyebaran Covid- 19 Selama bulan suci ramadhan,” kata Bupati Jaya Samaya Monong, Kamis (6/5/).

Kedatangan kami untuk memastikan kesiapan personel gabungan, yang terdiri dari Kepolisian, TNI, Satpol PP, Perhubungan dan Petugas Kesehatan.

Lanjut dia, untuk pos penjagaan yaitu ada dua, diantaranya, pos penjagaan Kecamatan Sepang dan Kecamatan Manuhing yang berbatasan dengan kota Palangkaraya.

“Setelah meninjau dari pos Kecamatan Sepang, kami akan meninjau pos berikutnya yang ada di Kecamatan Manuhing,” ujarnya.

Bupati Gumas, berpesan untuk para personil, diharapkan mampu bertugas dengan sebaik mungkin dan penuh semangat, serta mengedepankan protokol Kesehatan (Prokes).

“Intinya personil dapat menyaring pengendara yang akan mudik Lebaran baik itu kendaraan penumpang roda 2 (dua) dan 4 (empat),” harapnya.

Disamping itu Kapolres Gumas AKBP Rudi Asriman menyampaikan, personil dari polres ada 33 orang, ditambah dengan Gabungan jumlahnya 70 orang.

“Untuk 70 personil kita tempatkan di dua pos penjagaan diantaranya pos perbatasan wilayah Kecamatan Sepang dan pos wilayah kecamatan Manuhing di Desa Takaras,” tandasnya.

Turut hadir dalam peninjauan tersebut, Wakil Ketua II DPRD Dapil I  Koordinator Komisi III Neni Yuliani, Kapolres Gunung Mas AKBP. Rudi Asriman, Kejari Gunung Mas Anthoni, Ketua Pengadilan Agama Muchamad Misbachul Anan Pabung 1011/PLK Mayor Infantri M. Ayub, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Salampak Haris, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Champili, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Muhamad Rusdi, Camat Sepang Sayusdi, Kapolsek Sepang Iptu Sugiharso, Koramil Sepang serta pihak terkait lainnya.

WWF mempromosikan pangan lokal dan potensi pariwisata di Gunung Mas

WWF mempromosikan pangan lokal dan potensi pariwisata di Gunung Mas

Keterangan gambar: Bupati Gunung Mas Jaya Samaya Monong menyampaikan sambutannya kegiatan Focus Group Discussion Perencanaan Pembangunan Berkelanjutan.

Kuala Kurun gunungmaskab.go.id – Bupati Gunung Mas Jaya Samaya Monong membuka kegiatan Focus Group Discussion Perencanaan Pembangunan Berkelanjutan Kabupaten Gunung Mas Tahun 2021

“Saya menyampaikan ucapan terima kasih kepada WWF Kalimantan Tengah selaku pemrakarsa kegiatan FGD ini dan atas kehadiran Bapak dan Ibu sekalian pada hari ini dalam acara diskusi ini penghargaan yang tinggi atas dukungan para pihak pada rangkaian acara ini, dan bersama-sama nanti kita akan membahas secara terbuka tentang Pembangunan Berkelanjutan di Kabupaten Gunung Mas,” ujar Jaya Samaya Monong di Aula Bappedalitbang, Kamis (6/4/2021).

Diskusi ini dinilai sangat penting dan bisa dilakukan secara terbuka, ilmiah dan berdasarkan fakta sebenarnya serta prospektif menyangkut perencanaan pembangunan yang sudah diterapkan dalam RPJMD Kabupaten Gunung Mas Tahun 2019-2024.

Pembangunan berkelanjutan merupakan salah satu misi dari 8 misi untuk mewujudkan Kabupaten Gunung Mas yang Bermartabat, Maju, Berdaya Saing, Sejahtera, dan Mandiri.

“Pembangunan berkelanjutan merupakan salah satu solusi tindak lanjut dari penyelesaian permasalahan pokok yang dapat kita temui di daerah kita yaitu belum optimalnya pengelolaan dan pelestarian lingkungan hidup,” ucapnya.

Sumber daya alam merupakan modal pembangunan daerah dan sekaligus sebagai penopang sistem kehidupan. Sumber daya alam yang lestari akan menjamin tersedianya sumber daya yang berkelanjutan bagi pembangunan, maka sumber daya alam harus dikelola secara seimbang untuk menjamin keberlanjutan pembangunan daerah.

“Saya menyampaikan selamat berdiskusi dalam forum ini dan dengan semangat “BERJUANG BERSAMA”, mari kita saling membantu dan saling menjaga dalam menjalankan berbagai kebijakan pembangunan di Kabupaten Gunung Mas ini, serta tidak lupa jaga kesehatan Bapak Ibu, tetap disiplin penerapan Protokol Kesehatan Covid-19,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penelitian Pengembangan (Bappedalitbang), Kabupaten Gunung Mas (Gumas) Yantrio Aulia mengatakan, Focus Group Discussion bertujuan sharing informasi dari narasumber terkait peluang  anggaran untuk pembangunan, terkait perencanaan kawasan yang sinergis dengan perencanaan perdesaan, program kedaulatan pangan, sistem antisipasi perubahan hutan dan non hutan.

Program Manager WWF Provinsi Kalimantan Tengah Rosenda mengatakan,  keberadaan kami ingin membantu visi misi pemerintah Kabupaten Gunung Mas bisa tercapai misi strategisnya dengan bantuan multi pihak.

Artinya peran pembangunan sudah sepantasnya di ser juga ke pihak swasta, pihak masyarakat agar bisa bertanggung jawab dalam pengambilan kebijakan dalam naungan dengan program di Kabupaten Gunung Mas.

Dikatakannya, upaya FGD ini adalah untuk memastikan pemkab Gumas mendapat dukungan dari pihak lain diluar pemerintah dari pihak swasta dan masyarakat.

“Kita mendapatkan informasi dukungan kongkritnya, programnya apa supaya semua sinergi dan tidak bertentangan satu sama lain ketika kita mendukung pembangunan berkelanjutan di Gunung Mas,” paparya.

Pendanaan yang mungkin bisa diakses secara rata-rata persentase dari APBD hanya 20 persen, sementara hanya mencari kekosongan 80 persen.

Peluang peluang ini yang diangkat oleh pembicara dari kementerian keuangan, peluang – peluang bagaimana transfer dana berbasis ekologi terjadi dari Provinsi ke Kabupaten dan juga ke desa.

“Kami juga berkeinginan bagaimana program pengelolaan sampah di Gunung Mas supaya bermanfaat dan mendorong mempromosikan pangan lokal,  supaya menjadi penyeimbang ketika kita berbicara tentang food estate, juga membantu mempromosikan potensi pariwisat,” tandasnya.

Peserta mampu harus mengoperasi aplikasi DAPODIK dengan baik

Peserta mampu harus mengoperasi aplikasi DAPODIK dengan baik

Keterangan gambar: Sekretaris Dinas Pendidikan dan Olahraga Rosalia, S.Sos saat membacakan sambutan tertulis Kepala Dinas.

Kuala Kurun gunungmaskab.go.id – Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Gunung Mas (Gumas) menggelar kegiatan pembinaan operator dapodik satuan PAUD Tahun 2021.

“Kami sangat berharap melalui kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang berguna bagi kita semua khususnya bagi seluruh peserta kegiatan,” ujar Sekretaris Dinas Pendidikan dan Olahraga Rosalia, S.Sos saat membacakan sambutan tertulis Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga, di Aula Hotel Zefanya, Rabu (5/5/2021) sore.

Melalui kegiatan ini diharapkan peserta mampu memahami tentang sistem pengelolaan data Nasional data pokok pendidikan (DAPODIK) pada satuan PAUD.

Dapodik dibuat agar memudahkan seluruh sekolah di Indonesia pada proses pengumpulan data terhadap pemerintah pusat. Artinya tempat belajar berstatus negeri maupun swasta wajib mengisi dapodik.

Dimana sistem dapodik dibuat menggunakan internet sebagai pondasi. Hal itu dikarenakan proses pengumpulan data secara online lebih efektif serta efisien, sehingga dapodik bisa diandalkan

“Saya berharap, para peserta mampu memahami serta mengoperasi aplikasi DAPODIK dengan baik,” katanya.

Pendidikan anak usia dini merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan yang menitikberatkan pada peletakan dasar ke arah pertumbuhan dan 6 (enem) perkembangan agama dan moral fisik motorik, kognitif, bahasa sosial-emosional, dan seni.

Sesuai dengan keunikan dan tahapan-tahapan perkembangan usia yang dilalui oleh anak-anak usia dini seperti yang tercantum dalam Permendikbud 137 Tahun 2014 tentang standar Nasional PAUD (menggantikan Permendiknas 58 tahun 2009).

Dalam kesempatan yang sama Ketua Panitia penyelenggaraan kegiatan Vina Valentina Pasaribu, M.Si mengatakan, maksud dan tujuan kegiatan ini untuk memberikan pemahaman tentang sistem pendataan data skala Nasional data pokok pendidikan (DAPODIK) pada satuan PAUD serta memberikan pendampingan dalam mengoperasikan aplikasi DAPODIK pada satuan PAUD.

Jumlah peserta 40 orang terdiri dari operator DAPODIK satuan PAUD pada pembinaan kelembagaan dan manajemen PAUD, operator DAPODIK sekolah yang berasal dari lembaga se-Kabupaten Gunung Mas.

Sedangkan untuk narasumber sebanyak 3 orang, berasal dari BP – PAUD dan DIKMAS Provinsi Kalimantan Tengah dan Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah.

Lebih lanjut Vina Valentina Pasaribu, M.Si menerangkan, untuk kegiatan ini ada pendampingan dari kantor KP2KP Kuala Kurun, dan diharapkan semua peserta menggunakan laptop untuk praktek langsung terkait aplikasi DAPODIK.