Bupati Meresmikan Laboratorium TCM Covid-19 RSUD Kuala Kurun

Bupati Meresmikan Laboratorium TCM Covid-19 RSUD Kuala Kurun

Bantuan CSR dari Bank Kalteng diserahkan oleh Kepala Cabang Bank Kalteng Kuala Kurun Empas Umar di terima oleh Bupati Gunung Mas Jaya Samaya Monong, untuk pembuatan Laboratorium TCM Covid-19 UPT RSUD Kuala Kurun.

KUALA KURUN gunungmaskab.go.id – Bupati Gunung Mas Jaya Samaya Monong telah meresmikan Laboratorium TCM Covid-19 UPT RSUD Kuala Kurun yang dihadiri oleh Forkopimda Kabupaten Gunung Mas.

“Pada saat ini seluruh dunia sedang dilanda pandemic Covid-19, kurang lebih 203 negara terdampak tidak terkecuali Negara Republik Indonesia. Secara Nasional Covid-19 telah ditetapkan sebagai bencana non alam degan dikeluarkannya keputusan Presiden Nomor 12 tahun 2020,” Bupati Gunung Mas Jaya Samaya Monong, Kamis (11/1/2021).

Berdasarkan update data terakhir (per tanggal 12 Januari 2021) jumlah pasien terkonfirmasi Covid-19 di Indonesia sebanyak 836.718 orang, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) 10.506 orang dinyatakan sembuh, 6 orang meninggal dunia.

Berbagai upaya untuk mengakhiri pandemi telah dilakukan oleh Pemerintah seperti penelitian untuk mendapatkan obat-obatan dan vaksin sebanyak 560 dosis dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah. Tetapi sampai dengan saat ini, belum dapat dipastikan kapan pandemi ini akan berakhir.

“Beberapa waktu yang lalu kita sudah meresmikan ruang isolasi Covid-19, dan sudah berfungsi dengan baik, dimana sudah banyak masyarakat yang terkonfirmasi menggunakan ruang isolalsi Covid-19. Dan hari ini, kita disini berkumpul dalam rangka peresmian Laboratorium Covid-19, ini merupakan salah satu wujud komitmen Pemerintah untuk senantiasa mendukung terselenggaranya pelayanan kesehatan yang lebih baik,” jelasnya.

Dalam beberapa kesempatan memang ada tiga metode untuk menunjang pemeriksaan Covid-19, yaitu Rapid Test utuk skrining, PCR (Polymerase Chain Reaction), dan Tes Cepat Molekuler (TCM) menjadi alat yang digunakan untuk mendiagnosa Covid-19. Laboratorium yang melakukan pemeriksaan untuk menentukan diagnosa Covid-19 melalui Tes Cepat Molekuler (TCM). Hasil tes TCM ini dapat diketahui dalam waktu kurang lebih dari dua jam, untuk menentukan pasien positif. Inilah keunggulan laboratorium TCM Covid-19 di UPT RSUD Kuala Kurun.

Jaya Samaya Monong dalam sambutannya menyampaikan bahwa kami selaku Pemerintah Daerah pun mengucapkan terima kasih kepada Bank Kalteng yang telah turut berperan aktif membangun Laboratorim TCM Covid-19 melalui dana CSR Bank Kalteng. Semoga kerjasama yang baik ini akan menjadi contoh bagi perusahaan yang ada di Kabupaten Gunung Mas.

Beliau berharap kepada para petugas kesehatan baik di rumah sakit maupun puskesmas terutama yang bertugas langsung dalam menangani pasien Covid-19 agar selalu memberi pelayanan kesehatan kepada masyarakat dengan profesional, sikap yang bisa nyaman dalam menjalani perawatan hingga akhirnya cepat sembuh.

“Kepada masyarakat saya berharap, selalu disiplin mematuhi Protokol Kesehatan dan mematuhi setiap himbauan peraturan dari Pemerintah,” terang Jaya Samaya Monong.

Sementara itu, Direktur Rumah Sakit dr. Rusni D. Mahar mengatakan, dengan adanya Laboratorium TCM ini, maka pelayanan terhadap pasien Covid-19 untuk warga Gunung Mas dan sekitarnya dapat terlayani dengan baik.

RSUD sangat beruntung, karena memiliki alat TCM-TB ini, yang merupakan hibah dari Kemenkes pada bulan April 2019, dan tidak lupa kami mengucapkan, “terima kasih sebesar besarnya kepada pihak Bank Kalteng yang telah berkenan menyumbangkan dana CSR untuk rehabilitas Laboratorium TCM untuk rehabilitas Laboratorium TCM Covid-19, semoga apa yang telah diberikan ini bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Gunung Mas.

Dia juga menambahkan, sejak tanggal 11 Januari 2021, RSUD Kuala Kurun telah memiliki alat untuk mencetak kartu berobat pasien yang dilengkapi dengan dengan barcode untuk memudahkan registrasi dan pencarian data pasien sehingga lebih efektif dan efisien.

“RSUD Kuala Kurun juga telah memiliki simrs yang terintegrasi pada rawat jalan di 8 klinik pelayanan, walaupun masih belum pada tahap sempurna.”

Kepala Bank Kalteng Cabang Kuala Kurun Empas Umar dalam sambutannya menerangkan, atas kebijakan Managemen PT. Bank Kalteng sejak tahun 2015 tiap-tiap kantor Cabang sudah dianggarkan untuk dana CSR. Ditahun 2020 atas rekomendasi Bapak Bupati PT. Bank Kalteng Cabang Kuala Kurun sebagai wujud kepedulian dan komitmen membantu Pemerintah Kabupaten Gunung Mas dalam penanganan Covid-19 dan sudah mengucurkan dana CSR khusus untuk RSUD Gunung Mas seperti pembelian APD, Vitamin dengan nilai Rp. 57.384.000.

Untuk renovasi ruang labotarium sebesar Rp. 119.640.000,- jadi total bantuan CSR PT Bank Kalteng Cabang Kuala Kurun dalam hal penanganan Covid-19 sebesar 177.024.000.

“Beliau juga menerangkan tadi kita sudah melihat bersama ruang Laboratorium TCM Covid-19 sudah rampung dan harapan kami pihak RSUD Kabupaten Gunung Mas salah satu rumah sakit rujukan untuk memperoleh ijin tempat Tes Swab Covid-19 dan segera dapat difungsikan,” pungkasnya.

Bupati Gunung Mas Hadiri Penerbangan Perdana Susi Air di Bandar Udara Kelas III Kuala Kurun

Bupati Gunung Mas Hadiri Penerbangan Perdana Susi Air di Bandar Udara Kelas III Kuala Kurun

Penerbangan perdana Susi Air rute Kuala Kurun – Banjarmasin yang juga dihadiri Bupati Gunung Mas Jaya Samaya Monong, setrta Forkopimda Kabupaten Gunung Mas, Rabu (13/1/2021).

Kuala Kurun gunungmaskab.go.id – Bupati Gunung Mas Jaya Samaya Monong menghadiri penerbangan perdana Susi Air angkutan udara perintis korwil Kuala Pembuang rute Kuala Kurun – Banjarmasin (PP) bertempat di UPBU Kelas III Kuala Kurun, Rabu, (13/1/2021).

Bupati Gunung Mas Jaya Samaya Monong mengucapkan selamat kepada seluruh jajaran Bandar Udara Kelas III Kuala Kurun dan Dinas LHKP karena apa yang telah diperjuangkan selama ini telah membuahkan hasil serta patut bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkah ini.

Lebih jauh Jaya Samaya Monong menyampaikan, ”kita tidak berpuas diri, seluruh jajaran Bandar Udara Kuala Kurun dan OPD terkait harus mulai bekerja keras mempromosikan rute ini agar target minimal 50 persen jumlah penumpang per penerbangan secara rata-rata dapat tercapai sehingga keberadaan rute ini tetap dapat dipertahankan dan disubsidi pemerintah pusat,” ujarnya.

“Saya juga berharap kita yang hadir disini dapat memanfaatkan jasa transportasi ini untuk urusan pribadi maupun dinas, demikian pula saya harapkan kita bersama-sama membantu mempromosikan didalam maupun diluar Kabupaten Gunung Mas.

Perkembangan ini diharapkan membangkitkan kembali semangat seluruh jajaran Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas III Kuala Kurun melayani aktivitas penerbangan dan transportasi penumpang serta barang yang vakum dua tahun terakhir ini.

Bupati Gunung Mas Jaya Samaya Monong mengingatkan “kita ingin setelah banyak aktivitas perekonomian dan kunjungan wisata ke Kabupaten Gunung Mas kedepan, penerbangan dari dan ke Bandara Kuala Kurun pada saatnya layak dilayani pesawat yang lebih besar sekelas ATR,” katanya.

Penerbangan ini diharapkan berjalan dengan lancar dan jumlah penumpang yang naik pesawat perintis bisa lebih meningkat, untuk mendukung perekonomian di Kabupaten Gunung Mas karena sudah banyak pilihan transportasi selain lewat darat, air bahkan lewat udara.

Kepala Kantor UPBU Kuala Kurun Darsono mengatakan, “dengan adanya angkutan perintis ini mudah-mudahan kita bisa membuka ketertutupan dengan angkutan udara sehingga angkuta udara  perintis korwil Kuala Pembuang rute Kuala Kurun – Banjarmasin (PP) baik dan lancar”.

“Kami berharap kepada Bupati dan jajarannya bisa memanfaatkan angkutan subsidi perintis ini dengan sebaik-baiknya sehingga berjalan tingkat keterisian penumpang, syukur – syukur 100 persen penerbangannya baik dari Kuala Kurun – Banjarmasin maupun Banjarmasin – Kuala Kurun sehingga kedepannya kita berjalan dengan baik,” pungkasnya.

 

Tingkatkan Prokes Diwilayah Kecamatan Rungan, Ini Kata Polsek Rungan

Tingkatkan Prokes Diwilayah Kecamatan Rungan, Ini Kata Polsek Rungan

Gunung Mas gunungmaskab.go.id – Polsek Rungan Polres Gunung Mas – Melakukan Kegiatan Sosialisasi Perbup No 33 Tahun 2020 dan 3 M antara lain Memakai Masker, Mencuci Tangan, dan Menjaga jarak minimal 1 meter untuk mencegah penanggulangan penyebaran virus Covid-19 yang dilaksanakan oleh anggota Polsek Rungan, Koramil Tumbang Jutuh 1016 dan Puskesmas Tumbang Jutuh di Desa Luwuk Lengkuas Kecamatan Rungan Kabupaten Gunung Mas, Selasa (12/01/2021) Pukul 09.00.

Dalam kegiatan tersebut yang terlibat Anggota Polsek Rungan, Koramil Tumbang Jutuh 1016 dan puskesmas tumbang jutuh.

Kapolsek Rungan Iptu Marolop Purba. menyampaikan, ” Kegiatan Sosialisasi Tentang Perbup No 33 Tahun 2020 dan 3 M Antara Lain Memakai Masker, Mencuci Tangan, Dan Menjaga jarak min 1 meter merupakan Salah satu kegiatan Adaptasi Kebiasaan Baru di wilkum polsek rungan ”, Tutur Kapolsek Rungan.

Ketua DPRD Mendukung Sekolah Yang Berada Di Zona Hijau, Diperbolehkan Melaksanakan PTM

Ketua DPRD Mendukung Sekolah Yang Berada Di Zona Hijau, Diperbolehkan Melaksanakan PTM

Kuala Kurun gunungmaskab.go.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gunung Mas (Gumas), menyambut baik kebijakan Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olah Raga (Disdikpora) Gumas soal pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) Tahun 2021 di Gunung Mas.

Ketua DPRD Kabupaten Gunung Mas Akerman Sahidar menegaskan dukungan Dewan atas kebijakan Disdikpora Gumas terkait sekolah yang berada di daerah zona merah Covid-19, yang tidak diperbolehkan menyelenggarakan PTM.

“Hal itu untuk  mencegah bahkan memutus penyebaran Covid-19,” kata Aker, Senin (11/1) malam.

Pun halnya sekolah – sekolah yang berada di zona hijau yang diperbolehkan melaksanakan PTM, Akermaan Sahidar menyambut baik.

“Laksanakan (PTM) dengan baik, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes) Covid-19 demi kesehatan dan keselamatan,”  ucap Aker.

Kendati pandemi virus corona belum berakhir, wakil rakyat dapil II itu mengingatkan orang tua di Gunung Mas untuk tidak mengabaikan arti penting pendidikan bagi masa depan anak.

“Dorong dan dampingi anak dalam kegiatan belajarnya di sekolah maupun di rumah. Dengan belajar, anak akan menguasai ilmu pengetahuan dan tekhnologi, sebagai bekal bagi masa depannya yang gemilang,” tandas Aker.

Kadinkes: Penggunaan Vaksin Covid-19 Masih Menunggu EUA BPOM

Kadinkes: Penggunaan Vaksin Covid-19 Masih Menunggu EUA BPOM

 Kadinkes Kabupaten Gunung Mas; dr. Maria Efianti.

Kuala Kurun gunungmaskab.go.id – 560 buah vaksin Covid-19 telah tiba di Kabupaten Gunung Mas.”Sebelum di distribusikan dan digunakan, vaksin itu masih harus menunggu otorisasi penggunaan darurat (Emergency Use Authorization/EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM),” ujar Kepala Dinas Kesehatan Gunung Mas dr. Maria Efianti, Senin (11/1).

Maria menjelaskan, 560 buah vaksin itu saat ini masih tersimpan aman pada suhu sesuai ketentuan.”Vaksin itu nantinya disuntikan kepada orang yang sehat dalam upaya mencegah Covid-19,” kata Maria.

Pada tahap awal, vaksin akan disuntikan kepada tenaga kesehatan, TNI/Polri, Kejaksaan Negeri, Pengadilan Negeri, Pengadilan Agama,  wartawan yang bertugas di Gumas dan orang – orang yang sering bertemu dengan banyak orang dalam tugasnya.

“Pemerintah ingin yang terbaik untuk masyarakat, dan vaksin yang nantinya disuntikan sudah melalui tahapan penelitian,” ucap Maria.

Kendati ada vaksin, pejabat yang dekat dengan media itu pun mengimbau masyarakat Gunung Mas untuk tetap mematuhi protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19 demi kesehatan dan keselamatan.

“Jaga diri dan keluarga dengan melaksanakan protokol kesehatan Covid-19,” tutupnya.

Pembelajaran Tatap Muka di Gumas, Yang Masih Zona Merah Covid-19 Tidak Diperbolehkan

Pembelajaran Tatap Muka di Gumas, Yang Masih Zona Merah Covid-19 Tidak Diperbolehkan

 Kadisdikpora Kabupaten Gunung Mas; Esra, M.Pd.

Kuala Kurun gunungmaskab.go.id – Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olah Raga (Disdikpora) Kabupaten Gunung Mas, Esra mengkonfirmasi terkait pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Tahun 2021 di Gumas.

“Disdikpora Kabupaten Gunung Mas sudah membuat surat edaran. Menyatakan bahwa  daerah – daerah di wilayah ini (Gunung Mas) yang masih zona merah Covid-19, tidak diperbolehkan menyelenggarakan pembelajaran tatap muka. Terkecuali daerah – daerah yang zona hijau, diperbolehkan PTM,”  ungkap Esra, Senin (11/1).

Rencana awal, sambung Esra, PTM dilaksanakan serentak di sekolah – sekolah (TK, SD dan SMP) di Gunung Mas. Tapi melihat situasi  kondisi terkait perkembangan Covid-19, rencana itu pun di tunda.

“PTM bisa dilaksanakan bagi sekolah – sekolah yang berada di zona hijau, dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19, yakni menjaga jarak, memakai masker, mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, tidak berjabat tangan saat bersalaman dan menghindari kerumunan,” terang Esra.

Disdikpora pun masih menunggu surat dari Satgas Covid-19 Kabupaten Gunung Mas terkait desa – desa di Gunung Mas yang masuk zona hijau Covid-19.

“Sekolah yang ada di desa – desa di Kabupaten Gunung Mas yang masuk zona hijau Covid-19 berdasarkan surat dari Satgas Covid-19 nantinya, diperbolehkan melaksanakan pembelajaran tatap muka,” kata Esra.

Esra berharap masyarakat Gumas mentaati protokol kesehatan Covid-19 demi kesehatan dan keselamatan. Masyarakat mentaati (prokes Covid-19), PTM pun bisa dilaksanakan serentak di sekolah – sekolah di Gunung Mas.