BUMP Hanya Untuk Tambah Modal Usaha

BUMP Hanya Untuk Tambah Modal Usaha

FOTO : Kepala Distranakerkop dan UKM Gunung Mas, Sudin ketika pantau masyarakat yang mendaftaran Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM), Rabu (21/10/2020).

KUALA KURUN gunungmaskab.go.id – Kepala Dinas Transmigrasi, Tenaga Kerja, Koperasi (Distranokerkop) dan UKM Kabupaten Gunung Mas, Sudin mengatakan insentif yang diterima pelaku usaha dari Bantuan Produktif Usaha Mikro atau BPUM untuk menambah modal usaha.

“Bantuan ini bertujuan untuk menambah modal bagi pelaku usaha mikro yang terkena dampak pandemi Covid-19 di Indonesia,” kata Sudin kepada awak media di ruang kerjanya, Rabu (21/10/2020)

Dia menjelaskan BPUM tersebut merupakan bantuan dari Persiden Republik Indonesia (RI) untuk membantu masyarakat yang memiliki usaha mikro ditengah pandemi corona virus disease atau Covid-19.

Adapun syarat mendapatkan bantuan yakni melampirkan kartu tanda penduduk (KTP), kartu keluarga (KK), nomor handphone, nomor rekening jika ada serta wajib memiliki usaha mikro yang omzetnya dibawah Rp 50 juta pertahun.

Bagi masyarkat yang sudah terdaftar, lanjut dia akan mendapatkan bantuan sebasar Rp. 2,4 juta. Dan dikirim langsung ke nomor rekening masing-masing penerima oleh Kementerian Koperasi dan UMKM RI.

Dia menuturkan masyarakat yang sudah mendaftar belum tentu mendapatkan bantuan. Sebab, akan direkapitulasi serta dikirimkan ke Kementerian Koperasi dan UMKM RI kemudian selanjutnya akan diverifikasi.

“Apabila masyarakat yang ingin mengetahui apakah lolos atau tidak mendapat bantuan tersebut, bisa mengecek melalui Website BRI-BPUM,” pungkasnya.

Dia berharap bantuan dari pemerintah pusat ini dapat mengurangi beban serta bisa dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat atau pelaku usaha mikro untuk menjalan usahanya.

“Saya harap pelaku usaha yang menerima bantuan agar benar-benar menggunakan uangnya untuk menjalankan usaha, sehingga kedepannya semakin berkembang,” harapnya.

Polres Gunung Mas bersama jajaran KPU, Bawaslu dan insan pers menggelar pertemuan bahas Pemilu 2020

Polres Gunung Mas bersama jajaran KPU, Bawaslu dan insan pers menggelar pertemuan bahas Pemilu 2020

FOTO : Kapolres Gunung Mas, AKBP Rudi Asriman bersama Ketua KPU, Stepenson (kanan), perwakilan Bawaslu, Epra Sentosa (kiri) dan para jurnalis di Gunung Mas ketika membahas terkait tahapan, aturan hingga potensi pelanggaran Pemilu di salah satu cafe di Kuala Kurun, Rabu (21/10/2020).

KULA KURUN gunungmaskab.go.id – Polres Gunung Mas bersama jajaran KPU, Bawaslu dan insan pers di Kabupaten Gunung Mas membahas terkait tahapan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah tahun 2020.

Kegiatan bertema ngopi bareng itu dirangkai dengan sesi tanya jawab hingga diskusi disalah satu cafe di Kuala Kurun, Rabu (21/10/2020) malam.

Kapolres Gunung Mas, AKBP Rudi Asriman menuturkan bahwa Agenda ini sengaja digelar dengan tujuan untuk mewujudkan Pemilu yang aman, damai dan sehat tahun 2020. Dirinya mengharapkan keterlibatan pers dalam mengawasi berbagai pelanggaran Pemilu di wilayah hukumnya.

“Menciptakan Pemilu yang aman, damai dan sehat harus melibatkan semua pihak, termasuk insan pers. Sebab itu apabila menemukan informasi atau hal-hal yang melanggar Peraturan KPU, maka diharapkan segera dikoordinasikan,” ajaknya.

Pihaknya selaku anggota Polri harus bersikap netral dalam setiap Pemilu. Apabila nanti ditemui ada isteri atau suami anggota Polri yang terlibat langsung mendukung salah satu pasangan calon, maka diminta segera dilaporkan.

“Jangan sampai ada APK di tempat-tempat ibadah, ini juga bentuk pelanggaran yang dapat mengganggu Kamtibmas,” tegasnya.

Ketua KPU Gunung Mas, Stepenson menuturkan bahwa pada tanggal 28 Oktober nanti pihaknya bakal mengumumkan daftar pemilih tetap (DPT) kepada masyarakat umum.

“APK itu sudah ada peraturan bakunya dan telah ditetapkan bersama terkait desain, ukuran hingga jumlah,” katanya.

Perwakilan Bawaslu Gunung Mas, Epra Sentosa menuturkan bahwa beberapa waktu lalu sudah melaksanakan penertiban non alat peraga kampanye (APK) di sejumlah kecamatan. Terkait pemasangan APK, maka harus dikoordinasikan kepada Bawaslu selaku lembaga pengawas Pemilih.

“Sebelum pasang APK, maka diharapkan lebih dulu mendapat izin atau persetujuan tertulis dari pemilik tanah atau bangunan. Terkait Alat Perlindungan Diri (APD), saat ini sudah sampai,” pungkasnya.

Ini Yang Disampaikan AKBP Rudi Asriman Terkait Pilkada 2020

Ini Yang Disampaikan AKBP Rudi Asriman Terkait Pilkada 2020

FOTO : Kapolres Gunung Mas, AKBP Rudi Asriman ketika menyerahkan rompi pers kepada Ketua PWI Gunung Mas, Popy Oktovery di Kedai Praskopi Kuala Kurun, Rabu (21/10/2020).

KUALA KURUN gunungmaskab.go.id – Kapolres Gunung Mas, AKBP Rudi Asriman menuturkan bahwa pihaknya selalu mengkampanyekan kepada masyarakat agar berpartisipasi menyalurkan hak pilihnya sesuai hati nurani dengan mempertimbangkan secara cerdas sosok pemimpin terbaiknya.

“Ayo gunakan hak pilihnya, jangan karena ada embel-embel tertentu baru mau memilih. Pola pikir ini lah yang harus kita rubah bersama. Sebab satu suara itu penting dan dapat merubah masa depan daerah kita ke depan,” ajaknya, Rabu (21/10/2020).

Sementara itu Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Gunung Mas, Popy Oktovery mengimbau kepada setiap jurnalis atau wartawan yang bertugas di daerahnya agar tidak memihak salah satu pasangan calon Pilgub Kalteng tahun 2020.

“Mari kita sama-sama menjaga marwah dan kode etik profesi jurnalistik dalam setiap peliputan berita Pemilu,” pesannya.

Dirinya juga meminta agar wartawan dapat berperan aktif membantu KPU, Bawaslu dan Polres Gunung Mas untuk menyukseskan setiap tahapan Pemilu serentak.

“Kepada kawan-kawan wartawan diminta selalu mematuhi protokol kesehatan Covid-19 dalam setiap peliputan sehari-hari,” pungkasnya.

Sekda Gumas Membuka Secara Resmi Kegiatan Sosialisasi Peraturan Perlindungan Dan Pengamanan Hutan Pada Wilayah UPT KPHP Kahayan Hulu

Sekda Gumas Membuka Secara Resmi Kegiatan Sosialisasi Peraturan Perlindungan Dan Pengamanan Hutan Pada Wilayah UPT KPHP Kahayan Hulu

Sekda Gumas Yansiterson didampingi Kepala UPT KPHP Kahayan Hulu Rakhmad Kurnedy pada kegiatan sosialisasi peraturan perlindungan dan pengamanan hutan di Aula Hotel Gumas, Selasa (20/10/2020) (Foto: Jemmy Kamis/HamauhFM)

Kuala Kurun (HamauhFM),- Sekda Kabupaten Gunung Mas (Gumas), Yansiterson menghadiri sekaligus membuka secara resmi kegiatan sosialisasi peraturan perlindungan dan pengamanan hutan pada wilayah UPT KPHP Kahayan Hulu di Kabupaten Gumas, Selasa (20/10/2020)

Dalam kegiatan yang dilaksanakan di aula Hotel Gumas itu, Sekda Yansiterson mengatakan. Sebagaimana telah diketahui bersama, baik itu melalui media cetak maupun elektronik, telah terjadi bencana akibat berkurangnya fungsi hutan sebagai fungsi lindung, fungsi konservasi.

Kemudian, fungsi produksi di Provinsi Kalteng. Sehingga, ini menyebabkan kerugian yang tidak sedikit baik materiil maupun inmateriil. “Mencegah dan membatasi kerusakan hutan, adalah hal terbaik yang dapat kita lakukan saat ini,” katanya.

Dengan mengetahui lebih dalam, lanjut Sekda, peraturan tentang perlindungan dan pengamanan hutan menjadi hal terbaik yang dapat dilakukan saat ini. Oleh karena itu, peran aktif dari seluruh peserta sosialisasi sangat diharapkan.

“Sehingga, masing-masing dapat mengerti upaya pencegahan menjadi hal penting dalam prinsip perlindungan dan pengamanan hutan,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala UPT KPHP Kahayan Hulu Rakhmad Kurnedy mengatakan, kegiatan sosialisasi tersebut bertujuan mencegah terjadinya perusakan sumber daya alam dan lingkungan hidup serta pelanggaran tindak pidana di bidang kehutanan, baik itu terhadap hutan, hasil hutan dan peredarannya. “Serta untuk menambah wawasan para pemangku bidang kehuatan mengenai peraturan perundang-undangan yang berlaku,” katanya.

Gunung Mas Mendapat Kesempatan Workshop Di Bali Terkait Karya Inovasi Stunting

Gunung Mas Mendapat Kesempatan Workshop Di Bali Terkait Karya Inovasi Stunting

Sekda Kabupaten Gunung Mas Yansiterson membuka kegiatan launching inovasi konvergensi percepatan penanggulangan stunting Kabupaten Gunung Mas

KUALA KURUN gunungmaskab.go.id – Sekretaris Daerah Kabupaten Gunung Mas (Sekda Gumas) Yansiterson resmi membuka kegiatan launching inovasi konvergensi percepatan penanggulangan stunting Kabupaten Gunung Mas “Mekar Beranting” melalui karungut berantas stunting yang dilaksanakan di aula lantai satu Kantor Bupati Gunung Mas, Senin (19/10/2020).

Yansiterson mengatakan, stunting merupakan salah satu istilah asing yang banyak tidak diketahui oleh masyarakat dengan adanya “Mekar Beranting” nantinya akan difamilyarkan lewat karungut sebagai salah satu cara untuk mensosialisasikan aksi aksi konvergensi kepada lapisan masyarakat yang ada di desa maupun di kota.

Dalam paparannya  bahwa pemerintah Daerah Kabupaten Gunung Mas sangat bersyukur dan berbangga karena Kabupaten Gumas ditunjuk sebagai perwakilan Kalimantan Tengah dalam workshop yang akan dilaksanakan di Denpasar Bali pada bulan November 2020, selain itu juga pemerintah daerah sudah menyiapkan video dokumenter yang diminta oleh tim dari pemerintah pusat dan sudah dikonsultasikan dengan pihak provinsi terkait karya inovasi stunting serta sudah dikirim ke Tim pemerintah pusat, ucap yansiterson.

Inovasi ini terkait tentang penanganan stunting di Kabupaten Gunung Mas, dimana sejak tahun 2020 kita ditetapkan sebagai salah satu lokus penanganan stunting, karena angka stunting di Gumas cukup besar diatas 38 persen.

“Pemerintah Daerah sangat mengapresiasi penurunan angka stunting yang sangat cepat, karena ditahun 2019 angka stunting berkisar 32 persen dan pada tahun 2020 ini, angka stunting menjadi 22 persen dan ini diperoleh dari data data yang di input dari dinas kesehatan, puskesmas dan jaringannya, dan ini merupakan hasil kerjasama dan kolaborasi kita bersama” tutupnya.

BPJS Kesehatan Sosialisasi Mobile JKN Bagi PIC Penanggung Jawab Data Kepesertaan JKN-KIS

BPJS Kesehatan Sosialisasi Mobile JKN Bagi PIC Penanggung Jawab Data Kepesertaan JKN-KIS

KUALA KURUN gunungmaskab.go.id – Dalam rangka Sosialisasi Program JKN-KIS dan Pemanfaatan Aplikasi mobile JKN bagi PIC penanggung jawab data JKN-KIS OPD se-Kabupaten Gunung Mas kegiatan tersebut bertempat di Aula Tampung Penyang Kuala Kurun Selasa (20/10/2020).

Kegiatan tersebut di ikuti PIC penanggung jawab data Kepesertaan JKN-KIS yang bertugas mengumpulkan dan melengkapi data pegawai di masing-masing perangkat Daerah di lingkup Pemerintah Kabupaten Gunung Mas.

“Pengembangan Aplikasi VIKA merupakan pelayanan informasi menggunakan mesin penjawab melalui BPJS Kesehatan, VIKA memberikan informasi tentang status tagihan dan status kepesertaan program JKN-KIS, cara menghubungi VIKA cukup dengan cara telpon ke nomor 1500 400 dapat langsung terhubung dengan BPJS Kesehatan Cara Center 1500 400 setelah terhubung, peserta dapat menekan angka 1 untuk pengecekan status kepesertaan atau angka 2 untuk pengecekan status tagihan,” jelas Kepala Kantor BPJS Kabupaten Gunung Mas Idham Chalid.

Lebih lanjut Idham Chalid menyampaikan dalam rangka upaya meningkatkan pemahaman terhadap hak, kewajiban, ruang lingkup kepesertaan, prosedur pelayanan kesehatan serta kebijakan terbaru terkait penyelenggaraan program JKN-KIS. Memberikan kemudahan peserta JKN-KIS khusnya segmen ASN/PPPK dalam melakukan perubahan data, mengakses layanan kesehatan dan menyampaikan informasi pengaduan tanpa perlu harus datang ke kantor cabang.

“Tentu hal ini akan memberi dampak mendukung program pemerintah untuk penerapan adaptasi kebiasaan baru di lingkungan BPJS Kesehatan yang bertujuan memberikan pelayanan yang optimal kepada peserta dengan tetap memberikan perlindungan atas kesehatan dan keselamatan Duta BPJS Kesehatan dan Peserta dari resiko penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19),” terang Idham Chalid.

Program JKN-KIS bertujuan memberikan perlindungan baik untuk diri sendiri, keluarga maupun orang lain untuk mendapat kepastian jaminan kesehatan sehingga diharapkan bisa meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan.

Dengan menjadi peserta Program JKN-KIS, maka setiap peserta yang sehat akan bergotong royong membantu peserta yang sakit. Apabila taat membayar iuran tepat waktu dan menjaga kesehatan, maka dalam diri tiap-tiap orang tertanam rasa kepedulian terhadap sesama terutama musibah berupa sakit.

“Ditambahkan dia peserta JKN-KIS mempermudahkan peserta mendapatkan informasi dan kemudahan-kemudahan pelayanan dalam program JKN-KIS ini termasuk juga menyampaikan keluhan ataupun kritik masukan terhadap program JKN-KIS ini,” pungkasnya.