Heri A. Junas Menyampaikan Selamat dan Sukses Kepada Anggota DPRD Gumas Periode 2019 – 2024

Heri A. Junas Menyampaikan Selamat dan Sukses Kepada Anggota DPRD Gumas Periode 2019 – 2024

Mantan anggota DPRD Gunung Mas periode 2014 – 2019, Heri A. Junas menyampaikan selamat dan sukses kepada anggota DPRD Gumas periode 2019–2024 yang senin (19/8) lalu dilantik dan diambil sumpah/janjinya oleh Ketua Pengadilan Negeri Kuala Kurun, Darminto Hutasoit, di GPU Damang Batu disaksikan Bupati Jaya S. Monong dan Wabup Efrensia LP Umbing.

Selain harapannya anggota DPRD 2019 – 2024 menjalankan tugas, fungsi dan wewenangnya dengan sebaik-baiknya, sejujur-jujurnya dan seadil-adilnya, dia pun berpesan anggota DPRD 2019 – 2014  bekerja dengan tulus dan ikhlas demi kepentingan masyarakat dan kemajuan Gumas.

“Jangan hanya mencari proyek, tapi jalankan amanah itu dengan baik. Pertanggungjawaban itu tidak hanya kepada manusia, tapi juga kepada Tuhan. Tunaikan apa yang menjadi janji kepada masyarakat,” kata Joe, panggilan karib Heri A. Junas, Rabu (21/8) malam.

Ia juga minta anggota DPRD 2019 – 2024 tidak hanya mementingkan perjalanan dinas, tapi menjalankan kewajibannya dengan baik dan benar demi kemaslahatan masyarakat Bumi Habangkalan Penyang Karuhei Tatau.

Kedekatan Anggota DPRD Dengan Masyarakat Harus Terus Dipertahankan

Kedekatan Anggota DPRD Dengan Masyarakat Harus Terus Dipertahankan

Anggota DPRD Kabupaten Gunung Mas (Gumas) periode 2019–2024 yang Senin (19/8) lalu diambil sumpah/janjinya, hendaknya dapat menjalankan tugas pokok dan fungsinya dengan baik. Hal ini disampaikan Ketua KPU (Komisi Pemilihan Umum) Gumas, Stepenson.

“Teman-teman anggota DPRD Kabupaten Gunung Mas periode 2019–2024 hendaknya lebih mengutamakan kepentingan rakyat diatas kepentingan pribadi,” kata Stepen panggilan karib Stepenson, Kamis (22/8).

Dikatakan Stepen, selain melaksanakan tugas pokok dan fungsi mereka dengan baik dan benar, anggota DPRD 2019 – 2024 harus mampu membangun komunikasi yang baik dengan semua elemen masyarakat serta menjaga kepercayaan publik terhadap kinerja dan pola kerja mereka.

“Kedekatan mereka dengan masyarakat selama kampanye pemilihan anggota legislatif, harus terus dipertahankan selama menjadi anggota DPRD. Jangan dekat dengan masyarakat hanya pada saat kampanye. Kedekatan dengan masyarakat harus terus dirawat. Tanpa masyarakat, mereka tidak bisa jadi anggota DPRD. Jadi jangan sampai ada sekat dengan masyarakat, hargai masyarakat,” tutur Stepen.

Ia pun minta mereka yang baru menjadi anggota DPRD, dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan yang dinamis di DPRD serta belajar dengan anggota DPRD yang lama.

Belajar pun kata dia, tidak hanya dari anggota DPRD yang lama, tapi dari membaca buku, membaca pengetahuan terkait legislatif serta tugas pokok dan fungsi serta wewenang anggota Dewan di internet dan membaca regulasi yang ada sehingga apa yang belum dimengerti dapat dimengerti.

“Tidak usah malu (bertanya) kalau memang ada yang belum dipahami. Dengan bertanya, hal-hal yang belum dipahami dapat dipahami,” ujar Stepen.

Anggota DPRD yang lama, dia minta dapat membangun komunikasi dan suasana kerja yang bagus dengan anggota DPRD yang baru, supaya kegiatan-kegiatan yang dilakukan dapat berjalan dengan baik dan lancar.

“Dengan eksekutif pun harus terbangun komunikasi yang baik, karena legislatif dan eksekutif itu mitra dalam membangun daerah ini. Keduanya saling memerlukan, tidak ada yang bisa berjalan sendiri-sendiri,” kata Stepen.

Siapapun unsur pimpinan DPRD yang terpilih nantinya, Stepen harap dapat terbangun komunikasi maupun hubungan politik yang baik dengan Bupati dan Wakil Bupati.

“Kohesi yang baik antara unsur pimpinan dan anggota DPRD dengan Bupati Wakil Bupati sangat diperlukan untuk memaksimalkan program kerja serta visi misi Bupati dan Wakil Bupati dalam meningkatkan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat kabupaten Gunung Mas,” ulas Stepen.

Pemenang LDN Mewakili Gumas ke Kabupaten Kotawaringin Barat

Pemenang LDN Mewakili Gumas ke Kabupaten Kotawaringin Barat

Sekda Gumas Drs. Yansiterson, M.Si menyerahkan piagam dan tropi serta piala bergilir kepada tim sepak bola TTA yang menjuarai LDN Gumas. Bahwa Final sepak bola LDN antar tim sepak bola TTA dan PB. TTA ahirnya menjadi juara.

Gunung Mas – Final sepak bola Liga Desa Nusantara (LDN) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) mempertemukan tim sepak bola desa Petak Bahandang (PB) dan tim sepak bola kelurahan Tampang Tumbang Anjir (TTA) di lapangan Isen Mulang, Kamis (22/8) sore.

Permainan kedua tim di babak pertama dan kedua berjalan cukup menarik, hingga akhirnya tim TTA berhasil menjadi juara pertama LDN setelah menaklukkan tim PB dengan skor 5 – 1.

Mewakili Bupati Gumas, Sekda Yansiterson mengucapkan selamat kepada tim TTA dan menyatakan kebanggaannya atas sportifitas yang ditunjukan kedua tim selama pertandingan.

“Sportifitas itu sangat penting dalam sebuah pertandingan olah raga. Menang atau kalah hal yang biasa, tapi bagaimana menjalaninya (pertandingan) dengan sportifitas yang tinggi,” tutur Yansiterson.

Beliau berharap LDN 2020 dapat lebih ditingkatkan lagi. Kepala desa (Kades) dan Lurah dimintanya mendukung pendanaan untuk tim sepakbola yang ada di desa dan kelurahan agar dapat mengikuti LDN dengan lancar.

“Terima kasih kepada panitia, wasit, hakim garis dan seluruh pemain atas kerja sama yang telah dibangun dengan baik sehingga Liga Desa Nusantara Kabupaten Gunung Mas dari awal hingga berakhirnya dapat berjalan dengan aman dan lancar,” kata Yansiterson.

Ketua panitia Subadio menyampaikan, tim sepak bola TTA menjadi tim perwakilan Gumas yang dikirim ke kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) 26 Agustus mendatang untuk mengikuti LDN tingkat Provinsi Kalimantan Tengah.

“Pemenang Liga Desa Nusantara tingkat Provinsi, tanggal 28 Agustus mengikuti Liga Desa tingkat Nasional di Solo, Jawa Tengah. Mohon dukungan do’a masyarakat Gunung Mas, tim sepak bola TTA dapat menoreh prestasi di Liga Desa Nusantara di Kobar,” kata Idong, sapaan karib Subadio.

LDN Gumas dimulai Rabu (14/8) lalu di buka Bupati, Jaya Samaya Monong, diikuti delapan tim sepak bola dari delapan desa/kelurahan yang berasal dari tiga kecamatan di Gumas.

Panitia Pesparawi VI Tingkat Kabupaten Gunung Mas Mantapkan Persiapan

Panitia Pesparawi VI Tingkat Kabupaten Gunung Mas Mantapkan Persiapan

Suasana rapat yang diger panitia Pesparawi VI tingkat Kabupaten Gunung Mas, Rabu (21/8/2019) pagi.

Sekda Gunung Mas Drs. Yansiterson, M.Si duduk ditengah, Didampingi Wakil Ketua I Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Kab. Gumas, Drs. Lurand, Asisten II Ir. Yohanes Tuah, M.Si sebagai ketua panitia Pesparawi Ke-VI Tingkat Kabupaten Gunung Mas.

Gunung Mas – Panitia Penyelenggara Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Ke- VI Tingkat Kabupaten Gunung Mas, di Tumbang Miri Tahun 2019, menggelar rapat final bertempat di ruang rapat lantai I Kantor Bupati, Rabu (21/8/2019) pagi.

Dengan Tema : “Menyanyilah Bagi Tuhan Bermazmurlah Bagi Tuhan” (Maz. 96 : 2a) dengan Sub Tema : “Kita Tingkatkan Keimanan dan Kebersamaan Menuju Kabupaten Gunung Mas Yang Berdaya Saing, Maju, Sejahtera, Mandiri dan Bermartabat (Berjuang Bersama)”.

Rapat ini juga dihadiri Sekda Gunung Mas Drs. Yansiterson, M.Si, Wakil Ketua I Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Kab. Gumas, Drs. Lurand, Asisten II Ir. Yohanes Tuah, M.Si, yang juga ketua panitia Pesparawi Ke-VI Tingkat Kabupaten Gunung Mas, dan tim panitia lainnya.

Sekda Gunung Mas, Drs. Yansiterson, M.Si dalam arahannya, pertama terkait pajak, kalau kita berpatokan terhadap dana hibah itu, patokannya siapa yang menerimanya, itu lembaga nirlaba lalu tidak kena pajak tentu secara sederhana kita berpikir bahwa LPPD itu jelas bukan lembaga yang seperti itu, bisa secara sederhana kita tidak kena pajak.

Dalam waktu cepat kita coba konsultasi ke BPK, supaya tidak terlalu berlarut-larut seperti ini dan tidak jadi jebakan bagi kita. Segera sampaikan hasilnya hari ini juga, supaya kita segera bisa jalan. sebab kalau tidak final ini bisa kita putuskan akan pasti berkaitan ke RAB.

RAB yang rasionalisasi sedemikian rupa menjadi 2 miliar, kalau saja pukul rata kena pajak 15 persen kali 2 miliar itu kan 300 juta. Sebab ini pengalaman kita kalau uangnya sudah diserahkan pajaknya nanti belakangan dipotong sulit nanti. Banyak alasan akhirnya merepotkan panitia. otomatis untuk artis terpaksa ditiadakan atau artis lokal saja,” ucap Sekda Gumas Drs. Yansiterson, M.Si

“Waktu rapat yang lalu terkait dengan MCK, dirumah-rumah penduduk itu, sekalipun ada paling banyak 2, kalau saja dalam satu rumah itu ditempati oleh, 40 atau 50 orang kontingen peserta misalnya, bayangkan hanya dengan satu MCK yang lainnya mau mandi, yang lainnya mau buang air kecil, yang lainnya mau buang air besar dalam waktu yang sama, ini menjadi hal yang sangat penting, saya sepakat dibuatlah sederhana terkait dengan MCK,” ungkapnya.

Sementara Ketua Panitia Pesparawi Gumas, Ir.Yohanes Tuah, M.Si  menjelaskan, bahwa kegiatan tersebut memang perlu dilakukan pembahasan sehingga menemukan titik temu dari LPPD dan  seksi-seksi kepanitiaan.

“Memang kegiatan hari ini rangkaian terakhir dan finalnya, karena tidak lama lagi akan dilakukan pelaksanaannya untuk itu dipersiapkan terlebih dahulu dari semua pihak yang terkait di dalam kegiatan Pesparawi ini,” pungkasnya.

Keselamatan Pasien Merupakan Masalah Yang Harus Mendapat Perhatian

Keselamatan Pasien Merupakan Masalah Yang Harus Mendapat Perhatian

FOTO BERSAMA : Kepala Dinkes Kabupaten Gumas Maria Efianti tiga dari kanan, foto bersam  peserta dan narasumber pada workshop keselamatan pasien, dalam rangka persiapan akreditasi FKTP Tahun 2019, di Aula Hotel Insevas, Selasa (20/8/2019). FOTO : IST

Gunung Mas – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) menggelar workshop keselamatan pasien, dalam rangka persiapan akreditasi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) tahun 2019. Hal ini berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 11 tahun 2017 pasal 5, yaitu setiap fasilitas pelayanan kesehatan harus menyelenggarakan keselamatan pasien.

”Keselamatan pasien merupakan masalah yang harus mendapat perhatian di fasilitas pelayanan kesehatan. Standarnya wajib diterapkan dan harus menjadi acuan, karena penilaiannya dilakukan menggunakan instrumen akreditasi,” ucap Kepala Dinkes Kabupaten Gumas Maria Efianti, di Aula Hotel Insevas, selasa (20/8/2019).

Dia menuturkan, keselamatan pasien adalah sistem yang membuat asuhan pasien lebih aman, meliputi asesment risiko, identifikasi dan pengelolaan risiko, pelaporan dan analisis insiden, kemampuan belajar dan tindak lanjut dari insiden, serta implementasi solusi untuk meminimalkan timbulnya risiko dan mencegah terjadinya cedera yang disebabkan oleh kesalahan.

”Ada banyak cara yang bisa diterapkan oleh puskesmas untuk meminimalisir resiko. Salah satunya dengan memberikan pengetahuan tentang manajemen risiko klinis, agar mampu mengatasi berbagai persoalan terkait keselamatan pasien,” tuturnya.

Dalam memberikan pelayanan kesehatan, lanjut dia, keselamatan menjadi hal penting baik untuk pasien maupun petugas kesehatan. Upaya ini bisa dilakukan melalui prinsip manajemen resiko dan menghindari cedera pada pasien akibat pelayanan yang diberikan. Ini tentunya bisa dilakukan oleh puskesmas dengan mengimplementasikan standar mutu.

”Kami berharap workshop ini akan dapat menambah pemahaman tenaga kesehatan, dalam upaya memberikan pelayanan terbaik sebagai peningkatan mutu pelayanan kesehatan dan tingkat kepuasan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Hery Kano mengatakan, workshop ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman petugas puskesmas tentang mutu dan keselamatan, meningkatkan kemampuan petugas dalam mengidentifikasi risiko keselamatan, serta merencanakan dan memberikan perbaikan terhadap kejadian keselamatan pasien di puskesmas.

”Untuk jumlah peserta keseluruhan sebanyak 35 orang, yang berasal dari 10 puskesmas, diantaranya puskesmas Tumbang Lapan, Tumbang Mahuroi, Tewang Pajangan, Tehang, Kurun, Tumbang Miri, Tumbang Talaken, Tumbang Jutuh, Tampang Tumbang Anjir, dan Tumbang Masukih,” tukasnya.

Penduduk Miskin Kabupaten Gunung Mas Urutan Ketiga Tertinggi dengan Angka Sebesar 6,70 Persen

Penduduk Miskin Kabupaten Gunung Mas Urutan Ketiga Tertinggi dengan Angka Sebesar 6,70 Persen

ARAHAN : Wakil Bupati Gumas Ir. Efrensia L.P. Umbing, M.Si (berdiri) didampingi Asisten II Setda  Gumas Ir. Yohanes Tuah, M.Si (ujung kanan) dan Kabag Ops AKP Aries Nugroho, memberikan arahan pada pelaksanaan rakor rencana aksi penanggulangan kemiskinan daerah Kabupaten Gumas tahun 2019, di Aula BP3D setempat, Selasa (20/8/2019) siang.

Gunung Mas – Pemerintah Kabupaten Gunung Mas (Gumas) Melalui Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP3D) Kabupaten Gunung Mas, pada Bidang Ekonomi Sosial Budaya Kabupaten Gunung Mas, menggelar rapat rencana aksi penanggulangan kemiskinan daerah Gumas tahun 2019. bertempat di Aula BP3D, Selasa (20/8/2019) pagi.

Dalam rapat ini dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Gumas Ir. Efrensia L.P. Umbing, M.Si, Asisten II, Ir. Yohanes Tuah, M.Si, Kabag Ops AKP Aries Nugroho, Kepala BPS, Pejabat Eselon II, III, IV, dari Dinas teknis yang erat kaitannya dengan penanggulangan kemiskinan daerah.

Wakil Bupati Gumas Ir. Efrensia L.P. Umbing, M.Si menyampaikan, kemiskinan merupakan permasalahan yang paling krusial. Kalau kita indentifikasikan ada tiga indikator permasalahan kemiskinan yang menonjol, pertama : jumlah penduduk miskin yang masih cukup besar, kedua : ketimpangan kemiskinan antar wilayah, dan ketiga : akses dan kualitas pelayanan dasar penduduk miskin masih tertinggal.

“Secara umum, program penanggulangan kemiskinan adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang diharapkan pada pengurangan jumlah penduduk miskin. Terkait dengan target pencapaian program penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Gumas, kita harus merumuskan target pencapaian berdasarkan mekanisme perencanaan pembangunan yang ada,” ujarnya.

Pada tahun 2014 posisi relatif persentase penduduk miskin Kabupaten Gumas menempati urutan ketiga tertinggi dengan angka sebesar 6,70 persen dan jumlah penduduk miskin sebesar 7.200 jiwa. Tahun 2015 berada pada urutan keenam dengan angka sebesar 6,150 persen dengan jumlah penduduk miskin sebanyak 6.750 jiwa. Tahun 2016 berada pada urutan keenam dengan angka sebesar 5,85 persen dengan jumlah penduduk miskin sebanyak 6.550 jiwa. Tahun 2017 berada pada urutan kelima dengan angka sebesar 5,83 persen dengan jumlah penduduk miskin sebanyak 6.670 jiwa. Pada tahun 2018 berada pada urutan ketujuh dengan angka sebesar 5,10 persen dengan jumlah penduduk miskin sebanyak 5.964 jiwa berdasarkan data yang ada.

“Dari rapat koordinasi ini, diharapkan dapat tercapai kesinambungan antar Badan/Dinas/Instansi Perangkat Daerah dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan percepatan penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Gunung Mas, dengan demikian sinergitas, sinkronisasi, dan harmonisasi terhadap perencanaan dan pelaksanaan kegiatan percepatan penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Gunung Mas dapat terwujud,” Kata Ir. Efrensia L.P. Umbing, M.Si.

Penanggulangan kemiskinan harus merupakan upaya terus menerus karena kompleksitas permasalahan yang dihadapi masyarakat miskin dan keterbatasan sumber daya untuk mewujudkan pemenuhan hak-hak dasar.

“Oleh sebab itu, langkah-langkah yang ditempuh dalam penanggulangan kemiskinan dijabarkan ke dalam program peningkatan ketahanan pangan, pelayanan kesehatan masyarakat, pendidikan, pengembangan perumahan, sanitasi dan air minum, peningkatan kesempatan kerja dan berusaha, perlindungan jaminan sosial, pemberdayaan masyarakat dan peningkatan usaha kecil dan mikro bagi masyarakat atau keluarga miskin,” pungkasnya.