Bupati Secara Resmi Membuka Acara RAT TP. Betang Batarung Kopdit CU Betang Asi

Bupati Secara Resmi Membuka Acara RAT TP. Betang Batarung Kopdit CU Betang Asi

PUKUL GONG : Bupati Gunung Mas Jaya Samaya Monong didampingi Pabung Kodim 1016 PLK Mayor Inf Wiyatnto, pengurus pengawas, dan pimpinan manajemen Kopdit CU Betang Asi, ketika memukul gong sebagai tanda dimulainya RAT tahun buku 2019, di GPU Damang Batu, Kamis (23/1/2020).

Gunung Mas – Pengurus Kopdit CU Betang Asi menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) PT. Betarung Tahun buku 2019, mengusung Tema : Tata kelola baik, pelayanan bermutu, kualitas hidup anggota meningkat.

“Ketua Panitia rapat tahunan Kopdit CU Betang Asi Antonuis Anu mengatakan, tujuan dari kegiatan ini mengevaluasi capaian target program dan tahun buku 2019 yang telah sepakat pada RAT sebelumnya baik berupa indikator financial maupun non financial,” ujarnya di GPU Damang Batu, Kamis (23/1/2020).

Kembali membahas dan menyepakati rencana program dan kegiatan serta berbagai perubahan manual operational yang disusun untuk tahun buku 2020.

Forum RAT CU Betang Asi TP (Tempat Pelayanan) Betang Batarung, adalah kegiatan rutin tahunan yang biasanya dilakukan diawal tahun dan dihadiri oleh anggota. Area pelayanan TP Betang Batarung meliputi kecamatan Kurun dan Tewah dengan jumlah 4.385 orang dan Kapuas Hulu 1.310 orang sehingga total anggota yang dilayani TP Betang Batarung berjumlah 5.385.

“Lanjut dia kami berharap berbagai program CU dapat bersinergi dengan pemerintah dimana ternak yang dikembangkan dapat menjadi bagian dari smart agro, pengembangan dari kerajinan tangan kreatif menjadi bagian dari smart tourism dan perberdayaan yang dilakukan bagian dari smart human resources,” katanya.

Ketua pengurus CU Kopdit Betang Asi Ambu Naptamis mengtakan, salah satu kunci yang penting dan strategis untuk sebuah lembaga Credit Union agar terus berkelanjutan, adalah bagaimana penyelenggaraan organisasi yang bertata baik sesuai standar, sehingga layanan akan terjamin.

“Pada kesempatan ini kami haturkan terima kasih atas perhatian dan dukungan Pemerintah Kabupaten Gunung Mas dan semua pihak terhadap kemajuan gerakan koperasi khususnya Kopdit CU Betng Asi,” ungkapnya.

Bupati Gunung Mas Jaya Samaya Monong mengingatkan CU Betang Asi agar dapat menjaga tata kelola yang baik, mengingat adanya kasus perusahaan BUMN di bidang Asuransi akibat dari tata kelola yang buruk dalam sebuah perusahaan atau lembaga keuangan.

Dia berharap dapat bersinergi dengan CU Betang Asi dalam pencapaian Visi dan Misi Bupati dan Wakil Bupati Gunung Mas, Yaitu Gunung Mas Sejahtera, Karena memiliki beberapa Kesamaan Visi dan Misi dengan CU Betang Asi, yaitu Untuk Mewujudkan Meningkatkan Kesejahteraan Anggota melalui Pemberdayaan dan Pelayanan Keuangan yang Profesional.

“Selamat dan Sukses untuk Acara Rapat Anggota Tahunan CU Betang Asi TP. Betang Batarung Tahun Buku 2019. Dan terima kasih untuk Semua Pihak yang sudah mendukung penuh dan berpartisipasi dalam kelancaran pelaksanaan RAT CU Betang Asi TP. Betang Batarung Tahun Buku 2019, yang dilaksanankan hari ini, 23 januari 2020,” Pungkasnya.

Pembukaan Secara Resmi Acara RAT Tahun Buku 2019 oleh Bupati Gunung Mas didampingi oleh Pengurus, Pengawas, Serta Pimpinan Management Kopdit CU Betang Asi.

Bupati dan Wakil Bupati Melakukan Pertemuan ke Diskominfo Santik

Bupati dan Wakil Bupati Melakukan Pertemuan ke Diskominfo Santik

Bupati Gunung Mas Jaya Samaya Monong berdiri didampingi Wakil Bupati Gunung Mas Ir. Efrensia L.P. Umbing ujung kiri dan Plt. Kadis Kominfo Santik ujung kanan Dra. Turina Baboe dalam rangka kunker ke Dinas Kominfo Santik, Kamis (24/1/2019).

Gunung Mas – Bupati Gunung Mas (Gumas) Jaya Samaya Monong didampingi Wakil Bupati Gumas Efrensia L. P Umbing melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Kantor Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik dalam rangka Pembinaan Kerja kepada Perangkat Daerah untuk mengawali RPJMD Tahun Anggaran 2020, kamis (23/01/2020).

Usai Kunker berfoto bersama ASN Diskominfo Santik dengan Bupati dan Wakil Bupati Gunung Mas di depan kantor Kominfo Santik.

Kedatangan Bupati beserta rombongan disambut oleh Plt. Kepala Dinas Diskominfosantik Gumas Dra. Turina Baboe beserta seluruh ASN di lingkup Diskominfosantik Gumas. Bertujuan Acara ini adalah bentuk cara komunikasi Bupati/Wakil Bupati dalam rangka penyamaan pemahaman ASN terhadap visi dan misi Bupati yang sudah dijabarkan ke dalam RPJMD Kabupaten Gunung Mas Tahun 2019-2024

Dalam arahannya, dia mengatakan kepada ASN yang hadir agar mempersiapkan SDM, mental dan spiritual sebagai pelayan publik dan Abdi Negara, sehingga menjadi contoh dan teladan dalam menjalankan tugasnya.

Bupati menegaskan tidak akan mentoleril apabila ada ASN yang melakukan pungli di dalam setiap pelayanan kepada publik, juga bagi yang tersangkut narkoba, perjudian dan perselingkuhan sehingga apabila itu sampai terjadi pada ASN, sehingga tercapai Gumas yang smarth (cerdas), Sejahtera dan bermartabat sesuai visi dan misi Pemerintah Daerah, ucapnya.

“48 arah Kebijakan yang harus dimanifestasikan Perangkat Daerah dalam program prioritas selama 5 tahun kedepan. Dalam mengawal 48 arah kebijakan tersebut, Kabupaten Gunung Mas mempunyai 84 Program Prioritas yang tersebar pada 24 Perangkat Daerah sebagai pelaksana penanggung jawab. Dalam mengukur pencapaian dari program prioritas tersebut terdapat 89 indikator kinerja yang menjadi tolak ukur. Smart Human Resources Smart Agro dan Smart Tourism,” pungkasnya.

Selain itu juga Wabub Gumas juga mengatakan bahwa “saya dan pak Bupati akan bergiat dalam upaya meningkatkan sumber pendapatan asli daerah (PAD)”, tukasnya.

Sehingga diharapkan Diskominfosantik Gumas juga mampu dalam menghasilkan PAD.

Berkaitan dengan pembangunan infrastruktur tidak hanya jalan dan jembatan, pembangunan jaringan komunikasi dan listrik juga sangat penting mengingat ada 4 (empat) Kecamatan yang belum tersambung sinyal komunikasi (zona blank spot) yaitu Manuhing Raya, Rungan Hulu, Damang Batu dan Miri Manasa.

“ Sehingga dalam hal jaringan Komunikasi yang menjadi tugas Diskominfosantik Gumas untuk menyelesaikan permasalahan tersebut,” pungkasnya.

Turut hadir, Asisten bid. Pemerintahan & Kesra Drs. Lurand, Asisten Bid. Administrasi Umum Untung, SE, Staf Ahli Bupati Gumas Yemie, SE dan dr. Makmur Ginting bersama Pimpinan OPD terkait.

Hanya 29 Karyawan Dengan KTP Gumas Bekerja di PT Taiyoung Engreen

Hanya 29 Karyawan Dengan KTP Gumas Bekerja di PT Taiyoung Engreen

TEMU : Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Gumas Evandi didampingi Sekretaris Komisi II Untung Jaya Bangas, dan anggota DPRD lain yakni Punding S Merang, Yuniwa, Charles Frengki, Cici Susilawati, Sahriah, Siti Hilmiah, Arit S Bajau, dan Sekretaris DPRD Yulius Agau, ketika melakukan pertemuan dengan manajemen PT Taiyoung Engreen, di Kelurahan Sepang Simin, Kecamatan Sepang, Rabu (22/1) siang.

KUNKER : Wakil Ketua Komisi II DPRD Evandi didampingi Sekretaris Komisi II Untung Jaya Bangas dan Anggota Komisi II, Sekretaris DPRD Kab Gumas Yulius Agau melakukan kunker di PT. Taiyoung Engreen meninjau aktivitas serta dengar pendapat dengan pihak perusahaan, Rabu (22/1/2020).

Gunung Mas – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) kembali menyoroti komitmen Perusahaan Besar Swasta (PBS) untuk mempekerjakan tenaga kerja lokal. Hal ini disampaikan saat melakukan kunjungan kerja (kunker) di PT Taiyoung Engreen, yang terletak di Kelurahan Sepang Simin, Kecamatan Sepang.

”Kami ingin setiap PBS di daerah ini bisa mematuhi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 tahun 2017 tentang Pemberdayaan tenaga kerja lokal, dimana setiap PBS yang sudah beroperasi lebih dari lima tahun, wajib untuk mempekerjakan 50 persen tenaga kerja lokal,” ucap Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Gumas Evandi, Rabu (22/1) sore.

Dari hasil rapat dengar pendapat (RDP) dengan pihak manajemen PT Taiyoung Engreen, masyarakat dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP) Kabupaten Gumas yang menjadi karyawan di perusahaan tersebut hanya 29 orang, dari jumlah keseluruhan yang mencapai 400 lebih. Tentunya jumlah itu masih jauh dari apa yang diharapkan.

”Jumlah tenaga kerja lokal yang bekerja di perusahaan itu masih jauh dari 50 persen. Kami berharap kedepan mereka lebih memprioritaskan tenaga kerja lokal di daerah ini. Terlebih, sampai sekarang masih banyak masyarakat kita yang mengeluh dalam mencari pekerjaan,” tuturnya.

Politikus Partai Nasional Demokrat (NasDem) ini menuturkan, kunker ke PBS ini merupakan salah satu program kerja dari Komisi II DPRD, yang bertujuan untuk bersilaturahmi dengan seluruh manajamen PBS yang beroperasi di daerah ini. Dengan demikian, tercipta hubungan yang harmonis antara DPRD, Pemerintah Kabupaten (Pemkab), dan para investor.

”Pada dasarnya, disetiap kunker yang kami lakukan, untuk meninjau aktivitas dan apa yang dihasilkan PBS, sehingga bisa dilakukan kontrol. Selain tenaga kerja lokal, juga dibahas terkait program CSR untuk masyarakat sekitar, serta CSR untuk mendukung visi misi Bupati dan Wakil Bupati Gumas,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur PT Taiyoung Engreen Agus Liannoor mengakui, ada beberapa faktor yang mengurangi minat tenaga kerja lokal bekerja disini, yakni mereka terbiasa bekerja tanpa diatur jam kerja, sedangkan karyawan yang bekerja di perusahaan harus mematuhi jam kerja. Kemudian, ada alternatif pekerjaan lain, sehingga mereka tidak ingin bekerja di perusahaan.

”Pada intinya, kami sangat terbuka jika ada masyarakat lokal yang ingin bekerja di perusahaan ini. Siapapun dia, asalkan memenuhi kriteria yang dibutuhkan, pasti bisa menjadi karyawan disini,” tandasnya.

Komitmen Capai Target PAD, Bupati dan OPD Tanda Tangani Pakta Integritas

Komitmen Capai Target PAD, Bupati dan OPD Tanda Tangani Pakta Integritas

Gunung Mas – Pemerintah Kabupaten Gunung Mas (Gumas) menggelar penandatanganan dokumen Pakta Integritas antara Bupati Gunung Msas dengan semua organisasi perangkat daerah dan pernyataan kesanggupan pencapaian target pendapatan asli daerah tahun anggaran 2020. Di GPU Damang Batu Kuala Kurun, Selasa 21/1/2020.

Bupati Gunung Mas, Jaya Samaya Monong mengatakan, pakta integritas merupakan pernyataan janji bersama atau komitmen sebagai bentuk kesanggupan untuk patuh terhadap ketentuan yang berlaku. Ini merupakan komitmen dari pimpinan OPD atas kesanggupannya untuk mencapai target PAD tahun 2020 yang sudah ditentukan.

Dalam pakta integritas, semua OPD berjanji berperan aktif dalam pemberantasan dan pencegahan korupsi, melaksanakan tugas dengan batasan kewenangannya, bersikap jujur, transparan, dan objektif serta memberikan contoh yang baik kepada sesama pekerja.

“Pada kesempatan itu,  Bupati Gunung Mas,  Jaya Samaya Monong berharap seluruh OPD memiliki semangat dan tekad untuk penyelenggaraan tata kelola pemerintahan yang baik, sehingga berdampak baik bagi perubahan. Selain itu, mampu memotivasi dalam meningkatkan pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat khususnya di kabupaten Gunung Mas yang kita cintai ini,”Pungkas.

.

Bupati Gunung Mas Lantik 107 Pejabat Eselon III dan IV

Bupati Gunung Mas Lantik 107 Pejabat Eselon III dan IV

Bupati Gunung Mas Jaya Samaya Monong ketika melantik pejabat struktural eselon III dan IV dilingkungan Pemkab Gumas, Selasa (21/1/2020) sore.

Gunung Mas – Bupati Gunung Mas (Gumas), Jaya Samaya Monong, melantik 107 pejabat,terdiri dari pejabat eselon III dan IV di lingkungan Pemerintah Kabupaten(Pemkab)Gumas, Selasa (21/1) di GPU Damang Batu Kuala Kurun.

Jaya mengatakan,pelantikan dilakukan untuk mengisi jabatan eselon III dan IV yang masihn banyak kosong. Ia pun menukaskan pelantikan pejabat hal yang biasa.

“Pejabat yang dilantik hari ini tentunya sudah melalui beberapa penilaian, antara lain profesionalitas, disiplin dan sesuai disiplin ilmu. Pejabat yang sudah dilantik saya dan Ibu Wakil Bupati berharap dapat menunjukkan kinerja yang baik, memahami dan mentaati regulasi yang berlaku,” terang Jaya.

“Saya dan Ibu Wakil Bupati akan mengevaluasi kinerja saudara-saudara yang dilantik hari ini. Kami (Jaya-Efrensia)

Dia berharap saudara-saudara menjalankan tugas dan kewajiban dengan penuh tanggung jawab dalam membangun Kabupaten Gunung Mas yang Bermartabat, Maju, Berdaya Saing, Sejahtera dan mandiri,” tuturnya.

Pelantikan yang dilakukan hari ini, tambah Jaya, merupakan pelantikan tahap ke dua, dan akan ada pelantikan selanjutnya.

“Tunggu saja (pelantikan tahap selanjutnya), dan tunjukkan profesionalitas saudara-saudara (ASN) dalam bekerja. Kinerja baik saudara-saudaran itu yang kami inginkan,” tegas Jaya diamini Wabup Efrensia LP Umbing.

Pelantikan dihadiri Ketua DPRD Akerman Sahidar, FKPD, Asisten, Staf Ahli Bupati, Pimpinan OPD, Camat dan beberapa pejabat eselon III dan IV.

Empat Kriteria Penilaian Terhadap Desa Dengan Kinerja Terbaik

Empat Kriteria Penilaian Terhadap Desa Dengan Kinerja Terbaik

BERSAMA : Kabid Pemerintahan Desa Anamika bersama dengan staf DPMD Hengki, usai memberikan penjelasan mengenai 11 desa yang memiliki kinerja terbaik dan mendapat tambahan dana desa, Senin (20/1).

Gunung Mas  – 11 desa di Kabupaten Gunung Mas (Gumas) mendapatkan tambahan dana desa (DD) dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun 2020. Hal tersebut berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia (Permenkeu RI) Nomor 205/PMK.07/2019 tentang Pengelolaan Dana Desa.

”Tambahan dana desa untuk 11 desa tersebut, masing-masing sebesar Rp 144.096.000,” ucap Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Gumas Yulianus Umar melalui Kabid Pemerintahan Desa Anamika, di ruang kerjanya, Senin (20/1).

11 desa itu yakni Sandung Tambun, Tanjung Untung, Upon Batu, Teluk Lawah, Karason Raya, Tumbang Tajungan, Belawan Mulia, Tumbang Mahuroi, Putat Durei, Jalemu Masulan, dan Tusang Raya. Pemberian tambahan dana desa ini, atas dasar penilaian kinerja selama tahun 2019, berdasarkan aplikasi Online Monitoring Sistem Perbendaharaan Anggaran Negara (OM-SPAN).

”Pemberian tambahan dana desa itu berdasarkan pagu anggaran dana desa tahun 2020 sebesar Rp 105.253.538.000. Dimana setiap desa yang memiliki kinerja terbaik, mendapatkan 1,5 persen tambahan dana desa dari pagu anggaran dana desa tahun 2020,” ujarnya.

Dia menuturkan, ada empat kriteria penilaian terhadap desa dengan kinerja terbaik yang mendapatkan tambahan dana desa, diantaranya pengelolaan keuangan desa, pengelolaan dana desa, capaian keluaran dana desa, dan capaian hasil pembangunan desa.

”Desa dengan kinerja terbaik merupakan pilihan dari jumlah desa yang ada. Dari 114 desa, dipilih 10 persen desa yang memiliki penilaian terbaik. Semua itu dinilai oleh Kemenkeu RI,” tandasnya.